buy hypertropin

oceanofish.com
Pemikiran dan Ide Apa Saja. Dibagikan Gratis…

Manager Produksi dan Manager Marketing

December 12th 2014 in bisnis, Marketing

Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk produk Anda? Setelah Anda memasukkan semua pajak, biaya produksi, dan pemeliharaan, berapa banyak yang ingin pelanggan Anda bayar untuk menggunakan produk Anda? Sebagai manajer produk, kita semua memiliki hubungan dua sisi dengan harga produk yang akan dijual. Mereka ingin memperoleh uang sebanyak mungkin dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dan di satu sisi mereka pun ingin agar produk yang dibuat memiliki kualitas bagus dengan biaya yang dikeluarkan serendah mungkin. Mereka juga menyadari bahwa jika harga produk terlalu tinggi, maka mungkin akan berakhir dengan ketakutan calon pelanggan untuk membayar manfaat produk yang dibuat.

Karena itu, butuh sinkronisasi antara manager produksi dengan manager pemasaran. Sang manager produksi harus mempertahankan kualitas produk yang dibuatnya, dan ini harus dikomunikasikan. Sementara itu manager marketing harus dengan pasti memahami pengetahuan produk yang dibuatnya, dan ini butuh informasi dari manager produksi. Dari sisi penentuan harga, kedua manager ini setidaknya akan memebri masukan kepada para CEO agar menetapkan  harga yang ideal untuk produk yang akan dijual.

Mungkin manager produksi tidak terlalu banyak perhatian akan kebutuhan pelanggan, dan permasalahan pelanggan, karena ia hanya bertanggung jawab atas barang saja. Sementara manager marketing harus benar-benar memahami  keinginan pelanggan dan keluhan pelanggan, karena inilah tujuan inti dari marketing. Namun tidak ada salahnya jika manager produksi memahami sedikit banyak tentang harapan-harapan pelanggan, sehingga ia dapat membuat suatu kebijakan atas standar mutu produk yang dibuat.




required



required - won't be displayed


Your Comment:

Comments links could be nofollow free.

Akhir-akhir ini dunia pendidikan Imdonesia heboh dengan adanya kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Kementerian tersebut membuat keputusan untuk membatalkan penggunaan kurikulum 2013 dan kembali menggunakan kurikulum 2006. Lalu apa alasan Kementerian membuat keputusan tersebut?
Pada intinya, Kementerian Dikdasmen RI menyatakan bahwa kurikulum 2013 belum siap dilaksanakan secara menyeluruh di Indonesia. Bahkan menurut […]

Previous Entry

Per tanggal 15 Desember 2014, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan membatasi nilai transfer nasabah antarbank dengan menggunakan Bank Indonesia-Real Time Gross Settlement minimal Rp 100 juta. RTGS (Real Time Gross Settlement) adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi (individually processed / gross settlement) dan bersifat real time (electronically processed), dimana rekening peserta dapat didebit/dikredit berkali-kali dalam sehari […]

Next Entry