buy hypertropin

oceanofish.com
Pemikiran dan Ide Apa Saja. Dibagikan Gratis…

4 Hal yang Menyebabkan Re-Branding Mengalami Kegagalan.

February 11th 2013 in bisnis, branding, Marketing
Adakalanya bisnis yang kita jalankan mengalami kemunduran, pendapatan menurun, hingga akhirnya profit bisnis dan nilai jual merk menjadi rendah. Hal ini bisa terjadi oleh beberapa factor, misalnya tingkat persaingan yang semakin tinggi, manfaat produk diluar ekspektsi pelanggan, hingga factor-faktor mnajemen internal di perusahaan. Jika itu terjadi, apa yang harus dilakukan? Anda memerlukan pertimbangan cermat dan perencanaan Re-Branding dalam rangka mencapai hasil yang sukses dan membawa bisnis Anda ke tingkat berikutnya. Tapi ini juga beresiko.
Anda harus menyadari semua risiko re-branding sebelum Anda melakukannya. Ketika melakukan Re-Branding, anda tidak boleh terjebak dalam desain dan isu-isu lain yang kurang penting. Re-branding bukan hanya sekedar mengubah logo atau menambahkan gambar lebih berani. Hal ini juga tentang meneliti dan memahami konsumen, menganalisis perubahan target pasar saat menjajaki peluang untuk perluasan merek dan reposisi.
banyak para pebisnis yang melakukan kesalahan ketika melakukan Re-Branding, yang justru mengakibatkan bisnisnya semkin tenggelam. Berikut adalah beberapa kekeliruan pada saat melakukan Re-Branding yang mengakibatkan kegagalan total pada tujuan bisnis:
1. Re-branding tanpa penelitian
Asumsi yang salah jika pebisnis berpendapat bahwa Brand adalah hanya sebuah logo.
Merek Anda lebih bahwa hanya logo. Sebuah merek mengintegrasikan semua aspek dari bisnis Anda, mulai dari tampilan, rasa, budaya, nada, suara, kualitas produk, layanan pelanggan … yang mengarah ke persepsi konsumen.
Setiap brand memiliki karakter tersendiri yang mewakili citra produknya. Ketika suatu produk merubah karakternya, maka perubahan karakter tersebut harus mengakomodasi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dan itu semua memerlukan penelitian.
2. Memulai tanpa rencana
Jika sesuatu dimulai tanpa rencana, maka kegiatan apapun akan terheniti di tengah jalan. Kalaupun tidak terhenti, maka akan mengalami kebingungan menentukan arah, karena tidak ada rencana sebelumnya.
Pastikan Anda memiliki rencana dari awal sampai akhir.dan semua berdasar pada hasil penelitian dan analisis.
3. Tidak memanfaatkan ekuitas merek yang ada
Sebuah perusahaan dengan ekuitas merek yang tinggi mungkin tidak perlu melakukan transformasi besar , atau lebih tepatnya, tidak perlu merombak total karakter yang sudah dimilikinya. Bila Anda memiliki ekuitas merek yang sudah kuat namun penjualan menurun, biasanya itu terjadi karena adanya pesaing yang memiliki strategi baru yang belum kita lakukan. Yang perlu anda lakukan adalah meningkatkan karkter merk dengan strategi baru, bukan merombak total merk.
4. Tidak merombak manajemen internal.
Ketika melakukan Re-branding, sudah selayaknya bahwa manajemen internal pun harus mengalami perombakan. Sosialisasi Re-branding dan meningkatkan kembali kepercayaan karyawan terhadap mrk sangatlah penting sebelum meluncurkan ulang brand ke pasar. Mendapatkan karyawan untuk memahami alasan dan tujuan re-branding sangat penting karena mereka harus menjualnya kepada konsumen. Ini sama lebih penting sebagai pengganti media sosial. Internal branding semakin penting karena karyawan juga berperan sebagai brand ambassador. Singkatnya, jika karyawan sendiri saja tidak percaya, maka dipastikan tidak akan ada konsumen.
Melakukan re-Branding dapat menjadi sangat menantang, karena ini tidak hanya berbicara tentang tujuan memperoleh profit, akan tetapi berbicara tentang kesuksesan dan keberlangsungan hidu suatu merk. Semakin besar perusahaan, maka semakin banyak waktu yang diperlukan untuk memastikan semua orang mengerti mengapa harus ada perubahan. Jika mereka mengerti, mereka akan dapat menjelaskannya kepada konsumen.
Kesuksesan re-branding membutuhkan visi yang menginspirasi konsumen, investor dan lain-lain untuk melihat perusahaan dalam cahaya baru. Kita dapat belajar dari perusahaan lain yang telah melakukan re-branding. Sebaiknya belajar pada dua perusahaan besar yang telah melakukan re-branding, dimana yang satu menunjukkan re-branding yang gagal, dan satu lagi adalah re-branding yang sukses. Kita harus mempelajari apa saja yang membuat mereka mengalami kegagalan dan kesuksesan. Akhir kata, Re-Branding itu penting untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu bisnis.



required



required - won't be displayed


Your Comment:

Comments links could be nofollow free.

Ketika kita pergi berbelanja makanan, pakaian atau mobil,kita akan diberikan banyak pilihan, dan pilihannya terlalu banyak. Apakah kita akan memilih merek yang akrab di telinga kita atau kita mengambil tantangan dengan mencoba merk baru? Dengan begitu banyak pilihan yang dihadapi oleh konsumen, maka mereka akan sangat mudah untuk menjadi kewalahan, dan mereka cenderung menyerah […]

Previous Entry

Beberapa waktu lalu dunia dikejutkan dengan gebrakan salah satu pelaku bisnis smartphone, yaitu Blackberry. Kejutan yang pertama adalah perubahan nama pemilik merk Blackberry –Research In Motion- menjadi Blackberry Corp. Yang kedua adalah peluncuran Operating System (OS) smartphone Blackberry terbaru yaitu Blackberry 10 disertai dengan perkenalan produknya Blackberry Z10 dan Blackberry Q10.Bagi penggila Blackberry, dan konsumen […]

Next Entry