Category Archives: sales

Sisi Lain Pendukung Pelayanan Prima Dalam Bisnis Farmasi

Dalam suatu bisnis retail, ketika kita bicara mengenai pelayanan prima, maka biasanya pikiran kita akan secara otomatis tertuju kepada pelayanan pelanggan, memuaskan konsumen, dan sikap par pramuniaga untuk menuju hal tersebut. Memang benar, porsi besar dari pelayanan  prima adalah mengenai sikap dan prilaku pramuniaga dalam melayani pelanggan. Hampir semua bisnis retail setuju akan hal itu.

Akan tetapi sebetulnya pelayanan prima dalam bisnis retail bukan hanya mengenai penanganan pelanggan oleh pramuniaga saja. Kelengkapan pendukung produk pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima dalam jangka panjang. Contoh nyata dapat dilihat dalam bisnis farmasi.

Menjual obat dalam suatu bisnis farmasi, selain ketersediaan produk yang tidak kadaluarsa, pelayanan pramuniaga, dan kelengkapan produk, masalah steril atau keawetan obat pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima suatu toko farmasi kepada pelanggannya. Penyimpanan obat yang sembarangan akan menyebabkan produk menjadi tidak steril dan cepat rusak. Jika ini terjadi, maka akan ada akibat-akibat yang tentu akan berdampak besar pada keberlangsungan bisnis toko farmasi tersebut. Akibat yang terjadi tentu saja bahwa toko akan mengalami kerugian karena obat sudah menjadi kadaluarsa sebelum waktunya. Jika ini dipaksakan untuk dijual kepada pelanggan, dengan alasan agar tidak mau mengalami kerugian, maka toko tersebut dipastikan sedang melakukan proses bunuh diri. Mengapa demikian? Karena toko tersebut kini tidak menjual obat, melainkan racun kepada pelanggannya. Pelanggan yang kecewa akan produk yang dibeli sudah tentu akan menghilangkan kepercayaan mereka pada toko tersebut. Belum lagi efek word of mouth yang akan semakin mempercepat toko farmasi tersebut bangkrut.

Adalah tidak rugi agar demi menjaga kepercayaan pelanggan, dan menjaga kualitas produknya, suatu toko farmasi melengkapi tokonya dengan dry heat sterilizer. Keberadaan alat ini secara tidak langsung justru akan meningkatkan pelayanan pelanggan, dan lebh jauh lagi akan menyelamatkan bisnisnya di masa mendatang. Kenapa demikian? Sudah jelas bahwa dengan keberadaan alat ini maka:

1. Produk akan terjamin kualitasnya
2. Produk yang dijual ke pelanggan adalah produk yang betul-betul steril dan aman.
3. karena produknya awet, maka kerugian toko akbiat produk kadaluarsa akan di reduksi.
4. Secara tidak langsung dan jangka panjang, alat ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko.

Itulah sisi lain dari bisnis farmasi, dimana perlengkapan-perlengkapan toko yang sangat krusial harus tersedia karena secara tidak langsung akan mempengaruhi pelayanan prima kepada pelanggan.

Desain Interior Toko Dan Pengaruhnya Untuk Meraih Pelanggan

Seperti yang kita semua tahu, ada banyak pendekatan yang berbeda ketika merancang tata letak interior toko Anda. baik pada saat pertama kali membuka toko, atau pada desain interior secara reguler. Namun, ada juga cara-cara yang dilakukan oleh para pemilik toko untuk mempekerjakan seseorang dalam mendesain toko yang dimiliki. Di jaman sekarang, merancang interior toko sangatlah jauh berbeda dengan merancang di jaman dulu, dengan semua teknologi digital yang ada, desain interior toko dapat lebih mudah dikreasikan, dan lebih cepat diciptakan.

Ketika merancang interior toko Anda, maka Anda harus berpikir tentang hal-hal kunci. Anda ingin menceritakan sebuah kisah tentang merek Anda, menciptakan pengalaman luar biasa bagi pelanggan Anda. Anda ingin menampilkan jendela yang menangkap mata calon pelanggan dan menarik mereka untuk masuk ke dalam toko anda, dan Anda ingin menggunakan tanda-tanda untuk membuat hal-hal yang jelas di sekitar toko Anda. Anda ingin rinci. Anda ingin mereka membawa lebih banyak produk dan menuju kasir.

Hal yang paling penting untuk diketahui adalah bahwa dari saat pertama seseorang masuk ke toko Anda, untuk waktu mereka memutuskan untuk membeli sesuatu (atau tidak membeli sesuatu), desain interior yang cerdas di dalam toko akan membuat perbedaan besar apakah Anda membuat penjualan dengan pelanggan atau tidak.

 Zona Dekompresi

Zona dekompresi adalah hal pertama dirasakan pelanggan ketika mereka memasuki toko Anda. Biasanya terdiri dari pertama lima sampai lima belas langkah di dalam ruangan toko anda. Jelas meskipun, itu tergantung pada seberapa besar toko Anda. Ini juga merupakan ruang di mana pelanggan Anda membuat transisi dari berada di dunia luar ke pengalaman pertama mereka di toko Anda. Mereka juga menggunakan zona ini untuk membuat penilaian dari toko Anda. Misalnya, bagaimana murah atau mahal toko Anda, bagaimana terkoordinasi dengan baik pencahayaan Anda, perlengkapan, atau menampilkan warna yang menarik. Sebagai pelanggan dalam modus transisi, mereka lebih mungkin untuk tidak mengindahkan produk, signage atau gerobak yang Anda tempatkan.

 Bergerak Ke Kanan

Itu adalah fakta yang dikenal di komunitas ritel dimana 90 persen dari pelanggan, ketika memasuki toko, akan belok kanan tanpa sadar. Dinding pertama yang pelanggan Anda akan lihat disebut sebagai “kekuatan dinding”, dan bertindak sebagai dampak-tinggi kesan pertama barang dagangan Anda, jadi pastikan Anda memberikan perhatian ekstra dan memutuskan dengan hati-hati apa yang Anda pilih untuk menampilkan di dinding tersebut, dan bagaimana Anda menampilkannya.

Anda ingin menarik perhatian pelanggan Anda dan membuat mereka tertarik dengan produk yang Anda tampilkan, apakah itu item baru, barang musiman, item dengan keuntungan yang tinggi atau item “best seller”, atau apakah Anda akan memutuskan untuk membuat suatu cerita dari produk Anda atau sekedar membuat sketsa dekoratif. Itu adalah pilihan Anda, dan itu adalah bagian dari strategi Anda untuk menarik pelanggan.

Petunjuk Jalan

Ini adalah ide yang baik untuk memudahkan pelanggan Anda berjalan-jalan di dalam toko, meskipun ini akan sangat bervariasi tergantung pada ukuran dan tata letak toko Anda. Anda harus tahu bahwa pelanggan Anda cenderung ingin berbelok ke kanan. Untuk itulah penunjuk jalan berfungsi untuk “memaksa” mereka sehingga mereka melakukan apa yang Anda inginkan, yaitu melanjutkan berjalan melalui sisa toko Anda. Ini akan mendapatkan eksposur yang maksimal dari semua produk Anda. Ini tidak hanya meningkatkan kemungkinan pelanggan membeli produk Anda tetapi juga bisa menjadi cara yang baik untuk mengontrol arus lalu lintas melalui toko Anda.

Setiap toko memiliki cara yang berbeda untuk melakukan hal ini. Beberapa toko akan menggunakan jalur melingkar, mengambil pelanggan dari kanan, ke belakang toko dan kemudian kembali putaran ke depan. Beberapa akan membuat lebih mudah hanya dengan menutup jalan dengan tampilan yang berbeda atau tekstur di lantai sehingga pelanggan cenderung mengikuti.

Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa Anda ingin jalan Anda juga dapat dimaksimalkan untuk memperoleh penjualan, yang berarti Anda perlu eye-catching dan menarik perhatian mereka dengan cara memasang display pada akhir gang, atau mungkin di sela-sela escalator.

Pelan – Pelan!

Pos-pos Merchandise adalah cara efektif untuk menghambat pelanggan agar berjalan tidak terlalu cepat melalewati area toko. Pos merchandise ini adalah perlengkapan display khusus yang menampilkan produk yang mungkin tidak direncanakan untuk dibeli, namun melengkapi produk yang dipamerkan.

Ketika Anda membuat hambatan untuk memperlambat pelanggan Anda, Anda akan perlu untuk mengubah posisi mereka setiap minggu atau cukup secara teratur untuk menjaga pelanggan Anda bereaksi dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan saat pertama kali mereka melihatnya.

Apakah Mereka nyaman?

Pelanggan yang khas, terutama perempuan, akan menghindari mencoba untuk mengambil produk di bagian belakang. Hal ini berlaku bahkan jika pelanggan tersebut benar-benar tertarik pada produk (best seller). Cara terbaik untuk menghindari masalah ini adalah untuk memastikan bahwa produk selalu tersedia setiap saat, dan lorong Anda memiliki ruang yang agak luas untuk menyediakan stok barang yang lebih banyak.

Anda juga dapat membuat toko Anda lebih nyaman dengan memiliki beberapa kursi dan bangku yang nyaman; hal ini juga akan mempengaruhi pelanggan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di toko Anda. Jika pengunjung toko anda adalah seseorang yang tidak tertarik melakukan pembelian atau jika mereka memiliki anak-anak, atau hanya sekedar mengantar pasangannya untuk berbelanja,  kursi yang nyaman akan berguna dan membuat pelanggan Anda merasa lebih santai. Ini juga akan menjadi lebih baik jika Anda memasang kursi tersebut menghadap Point Of Purchase yang Anda sediakan,  sehingga pelanggan dapat menelusuri sambil duduk. Anda tidak pernah tahu … Mereka mungkin melihat sesuatu yang mereka sukai dan ingin membeli.

Waktu Untuk Checkout

Aturan yang baik untuk menempatkan counter kasir dan POS Anda adalah bahwa kasir harus ditempatkan pada titik belanja alami atau di jalur yang telah Anda buat.

Jika pelanggan secara alami berbelok ke kanan ketika mereka masuk, dan Anda sudah berhasil mendapatkan mereka untuk pergi melalui jalur yang anda buat, Anda akan menyadari bahwa sisi kiri toko, di depan, adalah lokasi yang ideal untuk kasir Anda . Meskipun, keputusan ini tergantung pada ukuran dan tata letak toko, yang berarti Anda harus mempertimbangkan segala sesuatu sebelum memutuskan di mana titik paling alami untuk menempatkan POS.

Perlu juga diingat bahwa jika Anda tidak memiliki staf toko, maka akan menjadi penting untuk mengawasi dan melihat segala sesuatu dari posisi anda berada sambil memegang POS.

 Berikut adalah tips lain yang perlu diingat ketika merancang kasir Anda:

– Memiliki counter cukup besar untuk pelanggan Anda menyimpan tas dan / atau barang-barang pribadi

– Buat tampilan yang menarik di dinding belakang

– Melakukan “impulse buying” di menit-menit terakhir pembelian oleh stocking item yang pelanggan sukai dan sering digunakan.

– Bersikap sopan dalam berkomunikasi dengan pelanggan anda! Mengajukan pertanyaan seperti “Apakah Anda dapat menemukan segala sesuatu yang Anda cari?” dan menjelaskan kebijakan Anda atau pertukaran dan pengembalian dana.

Merancang interior Anda adalah proses yang berkelanjutan. Anda selalu dapat beralih ke atas, tweaking, menambahkan atau menghilangkan hal-hal yang akan membuat pengalaman yang berbeda bagi pelanggan Anda setiap kali mereka berbelanja.

 Secara keseluruhan, interior adalah adalah apa yang ingin anda fokuskan. Anda ingin menguji itu dan akan mengubahnya terus-menerus. Jangan lupa! Amati pelanggan Anda dan lihat apa yang mereka sukai, apa yang mereka hindari dan bagaimana mereka bergerak di sekitar toko. Kemudian gunakan itu dalam desain Anda. Jaga mata dan telinga untuk tetap terbuka, sebab dengan melakukan itu Anda akan yakin untuk menciptakan lingkungan yang terbaik untuk Anda dan pelanggan Anda.

3 Keunggulan Kompetitif Yang Harus Dimiliki Oleh Seorang Penjual

Seorang wiraniaga percaya bahwa produk atau layanan dari perusahaan tempat mereka bekerja memiliki keunggulan dan menjadikan alat pembeda serta alasan bagi konsumen atau konsumen untuk membeli. Ini memang benar, namun demikian sebetulnya ada hal yang lebih menarik dan penting mengapa konsumen bersedia membeli suatu produk yang ditawarkan. Dan ini sebetulnya dilihat dari sudut pandang konsumen, bukan perusahaan atau wiraniaga.

Salah satu alasan mengapa klien akan membeli adalah karena interaksi langsung dengan penjual. Jika Anda lebih kompeten daripada penjual pesaing Anda, Anda dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Keunggulan yang kompetitif dan berkelanjutan ini tidak dapat ditiru oleh suatu produk atau jasa dalam waktu singkat.

Keunggulan ini sebenarnya adalah keunggulan yang ada dalam diri si penjual. Beberapa orang mengatakan bahwa keterampilan ini adalah suatu bakat yang dianugerahkan Tuhan, dan beberapa mengatakan bahwa keahlian ini bias dilatih. Keunggulan inilah yang dapat menentukan apakah si penjual dapat sukses menjual produk dagangannya atau tidak.

Keungggulan-keunggulan kompetitif tersebut adalah:

1. Komunikasi

Faktor komunikasi sangat berperan penting dalam tahapan presentasi suatu produk kepada klien. Kecakapan dalam berbicara, kemampuan mengendalikan audiens, serta kemampuan dalam transformasi sautu pertanyaan klien menjadi persetujuan untuk bertransaksi adalah bagian-bagian dari keunggulan komunikasi seorang penjual.

2. Empati

Ada kalanya, bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa sebagian besar wiraniaga tidak peduli akan keadaan konsumen yang sebenarnya. Yang penting bagi mereka adalah proses transaksi yang dapat mempercepat target penjualan. Padahal, ketika seorang penjual memiliki rasa empati yang tinggi, maka ia akan memiliki ikatan hati dengan pelanggannya. Ia akan memahami masalah-masalah yang dimilikioleh seorang klien, dan ia akan dengan tulus membantunya dengan menggunakan produk yang ia miliki. Pada akhirnya, si penjual yang memiliki empati ini akan memperoleh pelanggan yang setia. Prinsipnya, empati berujung pada pelayanan. Bandingkan dengan penjual yang tidak memiliki empati, kemungkinannya hanya 2; gagal bertransaksi atau bertransaksi hanya sekali saja.

3. Kepribadian

Seorang penjual yang tidak sabaran, atau emosional akan cenderung mengalami kegagalan dalam menjual. Bahkan lebih jauh lagi, mungkin ia akan tidak bertahan lama menjadi seorang penjual. Tetapi jika ia adalah orang yang sabar, maka ia akan memperoleh keberhasilan yang luar biasa dalam menjual suatu brang. Mungkin saja ini membutuhkan waktu yang lama, sebab transaksi mungkin terjadi tidak pada waktu itu. Namun kesabaran yang ia miliki justru membuahkan hasilnya di masa yang dating, bahkan mungkin tanpa diduga sebelumnya.

Itulah 3 keunggulan kompetitif yang harus dimiliki untuk menjadi seorang penjual yang sukses. Apapun bisnisnya, jika ia memiliki 3 keunggulan ini maka saya yakin ia akan dapat meraih kesuksesan di masa mendatang.

Pentingnya Sebuah Aplikasi Mobil Untuk Pengembangan Bisnis

Saat ini kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sebuah perubahan  tradisi dari kultur masyarakat sehari-hari, dengan terciptanya sebuah keterbukaan dan transparansi di berbagai bidang, yang terutama di bidang Teknologi Informasi (IT). Informasi yang cepat dan akurat merupakan bentuk informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk didalamnya dunia bisnis.

Berkembangnya penggunaan Internet dan mobile application, menyebabkan munculnya penggunaan internet mengalami perkembangan yang luar biasa di bidang bisnis terutama pada perusahaan skala besar maupun kecil. Sejak berkembangnya teknologi internet di gadget-gadget komunikasi, penggunaan mobile application menjadi semakin meluas karena dipandang memberikan manfaat yang sangat besar bagi kelancaran proses-proses bisnis.

Salah satu jenis implementasi dalam hal meningkatkan persaingan bisnis dan penjualan produk-produk adalah e-Commerce mobile application.

Ide dasar dari e-Commerce mobile application adalah untuk meningkatkan pelayanan pelanggan serta meningkatkan daya saing perusahaan. Melihat kenyataan tersebut, setiap perusahaan e-commerce, atau bahkan perusahaan bisnis lainnya kini selalu menganggarkan mobile app development cost dalam setiap rencana bisnis tahunannya. Hal ini tidak lain adalah untuk ntuk mempercepat dan meningkatkan penjualan melalui pemanfaatan layanan secara on-line.

Jika dilihat dari sisi budget, maka itu sangat tergantung dari fitur, kecepatan access, dan kompatibilitas. Tapi jika dilihat dari sisi value, maka biaya pembuatan mobile app sedianya jauh lebih murah. Karena keberadaan mobile ap ini akan nyata sekali dalam peningkatan brand awareness, jangkauan pangsa pasar, serta penjualan produk.

Saat ini bisa dikatakan bahwa 9 dari 10 orang pasti memiliki smart mobile communication. Dan kecenderungan orang untuk berbelanja secara online akan terus meningkat setiap waktu. Mobile app merupakan salah satu factor penyebab peningkatan tersebut. Oleh sebab itu, sangatlah disayangkan jika suatu bisnis atau e-commerce tidak dilengkapi dengan sistem aplikasi mobil yang compatible dengan semua gadget smart phone.

Kenapa Produk Baru Harus Dipasarkan Melalui Strategi Network Marketing?

Network marketing pada dasarnya adalah metode penjualan langsung, dimana agen independen berfungsi sebagai distributor barang. Distributor dalam rantai pemasaran jaringan didorong untuk membangun jaringan penjualan dan mengelola jaringan yang sama.

Para distributor ini merekrut dan melatih beberapa agen penjualan untuk membangun jaringan diantara mereka sendiri. Tujuannya adalah tidak lain untuk membentuk jaringan yang lebih luas. Semakin luas jaringan yang terbentuk, maka produk yang terjual akan semakin banyak.  Para agen pengelola jaringan ini biasanya memperoleh penghasilan selain dari komisi penjualan, juga dari bonus penambahan anggota jaringan.

Jika anda memiliki produk baru, sebaiknya anda memasarkan produk anda tersebut dengan cara network marketing. Ada beberapa alasan kenapa produk baru harus dipasarkan melalui network marketing:

  1. Network marketing meciptakan pelanggan loyal. Ini masuk akal, ketika seorang agen menawarkan produknya, sudah dipastikan bahwa ia adalah pengguna setia produk tersebut. Dan ketika ia merekrut agen baru, maka secara otomatis ia pun menciptakan pelanggan loyal baru. Pelanggan loyal adalah asset penting dalam suatu bisnis, dimana semakin banyak pelanggan loyal maka penjualan akan semakin banyak.
  2. Network marketing menciptakan trend penjualan yang cenderung terus meningkat.  Sangat jarang informasi yang menyatakan bahwa produk yang dijual melalui cara network marketing  akan mengalami penurunan penjualan setiap tahun. Justru sebaliknya, trend penjualan akan semakin meningkat seiring dengan selalu bertambahnya agen-agen baru yang sekaligus berperan sebagai pelanggan setia.
  3. Network marketing adalah cara promosi berbiaya murah. Bahkan bisa dikatakan tanpa biaya. Kenapa? Secara sederhana, pemilik produk hanya perlu mengedukasi, melatih, dan memotivasi beberapa agen tentang keunggulan dan manfaat produk tersebut. Selanjutnya para agen inilah yang akan mengedukasi calon-calon agen atau calon-calon pelanggan baru lainnya. Seiring waktu berjalan, dapat dipastikan bahwa agen akan semakin terus bertambah, dan semakin bertambahnya agen maka biaya promosi akan cenderung mengarah ke titik nol.

Itulah beberapa alasan kenapa produk baru harus menggunakan network marketing. Selain keuntungan yang berifat income, network marketing pun memungkinkan perusahaan yang menjalankan strategi ini akan memperoleh karyawan penjualan yang tangguh karena mereka telah menggunakan dan mencintai produk tersebut dengan sepenuh hati.

Penjual Real Estate Harus Mengetahui Hal Ini

Bisnis real estate atau barang berharga lainnya adalah identik dengan hal kemewahan, performa, dan kepribadian. Seseorang yang menjual suatu real estate bisa jadi atau bahkan cenderung lebih banyak adalah orang yang memiliki kemampuan financial yang berlebih, alias tergolong orang-orang kaya. Oleh karena itu, seorang agent real estate pun harus mengimbangi mereka dengan penampilan dan performa yang meyakinkan. Jam tangan adalah salah satu hal yang merupakan sumber perhatian para pesohor yang berniat untuk menjual atau membeli real estate.

Memiliki atau membeli suatu jam tangan mewah mungkin akan terasa terlalu berat untuk kantong seorang agent real estate. Akan tetapi hal ini bukan menjadi suatu halangan demi penampilan yang meyakinkan di depan penjual real estate. Dengan menggunakan jam tangan mewah replica seperti replica michael kors watches pun, kita akan bisa tampil lebih percaya diri. Bagi yang menyukai jam tangan mewah dari Jepang, anda bisa menggunakan breitling replica watches untuk aktifitas anda bekerja sebagai agent real estate ataupun kegiatan sehari-hari. Berbagai varian replica seperti AvengerII, SuperOcean, atau yang lainnya siap membantu penampilan anda dalam bertransaksi bisnis real estate.

Ketika anda bernegosiasi dengan pembeli real estate, tidak akan ada yang tahu kalau anda memakai Replica breitling dari Watch Store yang berharga $169. Lawan bicara anda hanya akan menganggap dan merasa lebih yakin bahwa anda adalah agent yang telah berpengalaman menangani real estate-real estate mewah. Kurasa tidak ada yang salah ketika kita menggunakan jam tangan mewah replica untuk menambah kepercayaan diri. Yang salah adalah ketika anda menipu di bisnis real estate dengan mempercantik dan memperindah diri dengan produk-produk replica.

Tips Untuk Penjual Barang Berharga

Menjual barang berharga seperti emas, perak,lukisan atau barang langka lain sangat berbeda dengan menjual produk-produk lainnya. Apalagi jika produk perak tersebut sangat unik dan langka seperti misalnya silver coin yang sudah berumur sangat tua. Penjual harus memiliki product knowledge yang benar-benar baik, sebab tentunya pembeli produk ini pun bukanlah pembeli sembarangan. Pembeli barang-barang ini adalah pembeli yang memiliki jiwa seni yang tinggi, dan pengetahuannya tentang produk-produk mulia seperti ini sangat luar biasa. Mereka akan tahu barang yang bagus atau tidak, dan mereka pun akan tahu mana penjual yang benar-benar tulus atau membohonginya.
Harga logam mulia seperti perak selalu berfluktuasi setiap saat. Kadang naik, kadang turun,dan kadangkala mengalami peningkatan yang sangat tajam. Oleh sebab itu, maka penjual harus selalu menlakukan update akan fluktuasi harga ini. Tujuannya sangat jelas, agar ia dapat menjual produknya dengan harga yang ideal. Untuk para penjual ataupun pembeli perak yang ingin mengetahui perkembangan harga perak setiap saat,anda dapat melihat situs-situs tertentu yang memilikilayanan ini.
Seperti dikatakan diawal, produk knowledge yang bagus sangat menentukan keberhasilan transaksi penjualan logam mulia seperti perak. Transaksi yang terjadi sebagai akibat dari penjelasan yang gambling dan meyakinkan tidak hanya berujung pada nilai penjualan saat itu saja, akan tetapi akan terus berlanjut pada transaksi-transaksi mendatang. Faktor kepercayaan sangat penting dalam proses jual beli produk seperti ini. Sekali saja pembeli melakukan transaksi penjualan, maka ia bukan hanya membeli produk saja, tapi ia juga menunjukkan bahwa ia sudah mempercayai penjual tersebut. Ia akan selalu menjadikan penjual tersebut sebagai referensi untuk menanyakan perkembangan harga, ataupun pengetahuan produk perak. Penjual sudah seharusnya memiliki pengetahuan yang lebih tentang produk yang dijualnya, oleh karena itu sudah seharusnya penjual juga selalu melakukan update mengenai pengetahuan tentang perak dan variasi-variasi produknya.

Hal-Hal yang Membuat Penjualan Gagal dan Solusinya

Penjual harus selalu menjadi pengendali dalam setiap langkah yang diambil oleh calon pembeli. Termasuk ketika penjualannya menghadapi serangkaian kendala dan permasalahan yang bisa menghambat proses transaksi. Tentunya tidak dengan harus memperlihatkannya kepada calon pembeli tersebut. Ada penjual yang berhasil membawa calon pembelinya sukses melakukan transaksi. Namun, ada pula yang tak sengaja menjerumuskan rencananya sehingga rencana penjualanmenjadi gagal.
Ada beberapa hal bisa membuat seorang penjual mengalami kegagalan dalam menjual.Penjual yang ingin sukses sebaiknya bisa mengatasi hal-hal berikut ini:
Ketakutan
Ketika presentasi penjualan sudah mulai tak terkendali, hal yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan. Namun, terkadang seseorang justru menghadapi ketakutan ketika hendak mengambil keputusan itu. Akibatnya, ia tak melakukan perubahan dan secara perlahan membawa presentasinya dan juga tujuan bisnisnya menuju kegagalan. Solusi untuk menghadapi ketakutan ini yaitu melakukan perubahan dan jangan takut untuk mencoba.
Kebingungan
Kebingungan bisa ditimbulkan dari ketidakpahaman atas masalah yang sedang terjadi atau karena tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk memberikan solusi. Bila seorang penjual dilanda kebingungan, ia tidak akan bisa melakukan pengendalian kepada calon pembeli,sehingga transaksi akan cenderung gagal. Untuk itu, sebaiknya penjual berusaha menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban seputar masalah-masalah yang diperkirakan akan terjadi.
Kepercayaan
Menjual sesuatu kepada pelanggan tidak hanya sebatas menjual produk saja, akan tetapi harus bersama dengan kepercayaan. Bahkan prinsip menjual yang utama adlah bahwa anda harus menjual kepercayaan, nukan produk anda. Orang yang membeli produk anda adalah orang yang percaya kepada anda, karena itu anda harus mempertahankan kepercayaan tersebut. Jika tidak, maka akan bisa membawa bisnis Anda pada kegagalan. Selalu pantau pelanggan yang pernah bertransaksi dengan anda secara rutin. Lakukan evaluasi dan jangan segan untuk memberikan pertanyaan seputar pemanfaatan atau kendala dari produk yang mereka beli dari anda. Berikan mereka solusi atas permasalahan mereka.

Beberapa Alasan Kenapa Mereka Takut Kepada Sales Person

Ketika seorang sales personmencoba untuk menjual produk/jasanya, mereka seringkali menemui penolakan. Penolakan bagi seorang SALES PERSON yang PRODUKTIF dan PROFESIONAL merupakan suatu peringatan agar mereka mengubah cara menjual atau melakukan pendekatan yang berbeda. Tetapi bagi sales person yang baru, penolakan ini biasanya bagaikan beban kerja yang sangat berat dan penghinaan sehingga ia menyerah menjadi sales person. Padahal sebenarnya banyak alasan dari seorang customer untuk menolak membeli produk yang ditawarkan oleh sales person.
Alasan-alasan penolakan customer seharusnya disikapi dengan bijaksana dan ditindaklanjuti dengan pendekatan –pendekatan yang lain. Dan langkah awal sebelum memberikan pendekatan yang lain adalah dengan mengetahui penyebab mereka menolak tawaran anda.
Berikut adalah beberapa alasan kenapa para customer menolak produk atau jasa yang ditawarkan oleh sales person:
1.TAKUT TERHADAP SALES PERSON
Mereka takut karena paradigm dan generalisasi yang menyatakan bahwa sales person itu suka menipu. Sales person itu suka mengganggu waktu, dan suka memaksa.
Untuk mengatasi hal ini, anda harus berperan menjadi PENASEHAT! Penasehat membangun relasi, menunjukkan beberapa alternatif beserta plus minusnya, kemudian membantu pelanggan membuat keputusan yang sesuai untuk mereka. Jadilah TEMAN mereka! Kalau mereka menyukai dan percaya pada anda, maka mereka akan mau membeli dari anda.
2.TAKUT BERBUAT KESALAHAN
Masih ingat PRINSIP DASAR menjual, bukan? Yaitu sebagai seorang SALES PERSON, anda dengan keinginan TULUS menolong orang lain mendapatkan manfaat dari produk/jasa yang anda tawarkan. Anda bisa membantu mengarahkan, meyakinkan, dan menenangkan mereka. Kalau anda tulus, saya yakin pelanggan dapat merasakan bola energi ketulusan anda, maka tebak apa yang terjadi? Mereka menjadi tidak takut berbuat kesalahan lagi karena mereka YAKIN bahwa anda dan produk/jasa anda adalah salah satu keputusan TERBAIK yang pernah mereka buat.
3.TAKUT DITIPU
Sebagai seorang SALES PERSON yang EFEKTIF dan KREATIF, anda perlu membangun sikap JUJUR, KREDIBILITAS serta INTEGRITAS! Ini berarti anda melakukan apa yang anda katakan atau janjikan. Seringkali seorang SALES PERSON, demi memenuhi targetnya, menjanjikan sesuatu di luar wewenang mereka ataupun tidak memberitahukan secara detil semua term dan kondisi yang berlaku. Bahkan yang lebih parah, setelah berhasil menjual produk/jasa mereka menjadi lepas tangan. Semua tanggung jawab dilemparkan ke bagian supporting / back office. Bangunlah sikap JUJUR, KOMITMEN, KREDIBILITAS, dan INTEGRITAS anda sebagai seorang SALES PERSON!
4.TAKUT BERHUTANG
Kebanyakan orang cenderung takut berhutang, terutama bagi mereka yang arah motivasinya AWAY (selalu melihat resiko dan mempertimbangkan hingga hal-hal yang detil). “Bagaimana kalau saya tidak mampu bayar cicilan?”, “Apa yang terjadi kalau rumah dan segala harta benda saya disita?”, “Bagaimana cara saya membayar hutang?”, dan sebagainya
Yang perlu anda lakukan adalah menjelaskan kembali tentang PERTUKARAN MANFAAT, bahwa MANFAAT yang akan mereka terima akan LEBIH BANYAK dibanding INVESTASI yang harus mereka keluarkan. Anda harus bisa menjelaskan hal-hal teknis dengan detil sehingga ketika mereka bisa MELIHAT, MENDENGAR, dan MERASAKAN bahwa manfaat yang akan mereka terima lebih besar maka kemungkinan mereka membeli akan semakin besar.
5.TAKUT TIDAK MENGERTI TENTANG PRODUK TERSEBUT
Hal yang sama akan dihadapi oleh kebanyakan SALES PERSON yang mencoba melakukan penetrasi pasar baru di mana sangat sedikit orang yang mengetahui atau mengenal produk/jasa mereka atau sudah terbiasa menggunakan produk/jasa dari kompetitor.
Bagaimana anda, sebagai seorang SALES, berusaha menyikapi tantangan ini? Mungkin anda perlu bertanya tentang apa yang dilakukan kompetitor anda ketika mereka pertama kali berusaha melakukan penetrasi pasar baru. mereka melakukan EDUKASI pasar. Anda pun harus melakukan hal yang demikian: mengedukasi pasar. Anda perlu melakukan PRESENTASI, berusaha menjelaskan, meyakinkan, dan mengarahkan pelanggan untuk MELIHAT, MENDENGARKAN, dan MERASAKAN MANFAAT dari produk/jasa anda.

6.PENGALAMAN MASA LALU
Pengalaman yang dimiliki prospek tentang SALES PERSON yang kasar, pelayanan yang buruk, janji yang tidak ditepati, iming-iming manfaat yang berlebihan, term dan kondisi yang kurang dijelaskan secara detil membuat mereka trauma ketika bertemu dengan sales person, dan mereka akan langsung menolak jika ingin bertemu.
Tugas anda sebagai seorang SALES adalah untuk secara konsisten (terus menerus) membangun keakraban dan empati yang tulus, membuat diri anda bisa dipercaya, serta menampilkan sikap yang berintegritas sehingga dapat membantu mereka mengubah persepsi ataupun mengatasi ‘trauma’ masa lalu. Sikap PELAYANAN yang TULUS (SERVICE WITH HEART) akan mengobati trauma mereka walau tentu saja tidak dalam waktu yang cepat.
7.RESPON DARI PIHAK KETIGA
Sebagian pelanggan memiliki program “eksternal”, artinya mereka menggantungkan keputusannya pada anggapan atau persepsi orang lain (pihak ketiga). Misalkan: dalam hal memilih pakaian, seorang prospek menyerahkan keputusannya kepada ibunya atau istrinya.
Cara, yang paling EFEKTIF adalah YAKINKAN dan PENGARUHI dengan TULUS pihak ketiga tersebut,

8.KATA-KATA YANG SALES PERSON UCAPKAN
Beberapa pelanggan alergi terhadap kata-kata BELI, KONTRAK, dsb. Pelanggan suka MEMILIKI tapi tidak mau ketika harus MEMBELI karena kata membeli berarti harus mengeluarkan uang terlebih dahulu.
KONTRAK bagi sebagian orang mempunyai konotasi harus berhubungan dengan hukum atau pengacara, tulisannya yang kecil-kecil terkesan menyembunyikan sesuatu. Mereka mungkin lebih suka ketika anda katakan FORMULIR atau SURAT KESEPAKATAN.
Sebagai seorang SALES, PILIHLAH kata-kata anda bukan dengan tujuan untuk mempengaruhi orang lain tetapi lebih ditekankan kepada keinginan tulus menolong pelanggan membuat sebuah keputusan yang bermanfaat bagi mereka.