cara Menghitung Efektifitas Customer Untuk Meningkatkan Omzet Toko

Efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai secara kualitas atau waktu. Semakin besar persentase target yang dapat dicapai, maka semakin tinggi tingkat efektifitasnya. Efektifitas berarti ketepatan sasaran. Pada suatu usaha toko retail, efektifitas customer berarti ketepatan strategi toko dalam meraih konsumen yang datang untuk berbelanja di tokonya. Ini berarti bahwa meningkatkan efektifitas customer berarti terjadi peningkatan jumlah pembeli. Harapannya adalah tentu saja, dengan adanya peningkatan jumlah pembeli maka omzet toko akan semakin meningkat. Cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko adalah sebagai berikut:

Berikut adalah contoh perhitungan Efektifitas Customer:

Jika pada bulan September Toko X dikunjungi oleh 400 orang, dan terjadi transaksi sebanyak 200 orang, maka berapakah efektifitas customer di toko X pada bulan tersebut ?

Jawab:

Nilai 0,5 berarti bahwa jumlah pengunjung yang melakukan trasaksi adalah sebesar 50% dari jumlah total pengunjung. Atau dapat dikatakan bahwa setiap harinya pada bulan September, rata-rata terjadi transaksi penjualan sebanyak 200 : 30 hari = 6,66 ~ 7 buah transaksi.

Dengan memadukan analisa antara efektifitas customer dengan Produktivitas per Transaksi, maka Toko dapat meningkatkan omzetnya melalui peningkatan Efektifitas Customer, yaitu meningkatkan jumlah pembeli. Dan pembeli dapat bertambah apabila jumlah pengunjung yang datang juga bertambah.

Berbicara mengenai jumlah, maka kita berbicara mengenai kuantitas. Nilai yang dimiliki oleh suatu kuantitas merupakan suatu nilai baku berdasarkan deret hitung. Nilai yang diperoleh ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang terjadi dan sikap mental yang terdapat didalamnya.

Pada bisnis toko retail, meningkatkan jumlah pengunjung berarti menambah nilaideret hitung yang dipengaruhi oleh perlakuan toko dalam memberdayakan man, material, method, machine, dan environment. Di tempat inilah maka marketing akan bekerja. Melalui analisa SWOT, maka toko akan membuat suatu strategi untuk menarik minat publik untuk berkunjung ke tokonya. Beberapa contoh strategi yang biasa dibuat oleh suatu toko untuk menarik pengunjung diantaranya adalah :

  1. Meberikan pelayanan pelanggan sebaik mungkin.
  2. Menciptakan, mempertahankan, dan meningkatkan kenyamanan toko.
  3. Melakukan perubahan lay out toko
  4. Melakukan program-program promosi.
  5. Melakukan demo produk

Oleh sebab itulah, maka adalah penting untuk mengetahui cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko anda.

If you are not interested in commercial liability insurance , then you have already missed a lot. #preconstruction preconstruction bermain judi slot uang asli hanya di 88ratu https://www.ufabet1688.org/ Info Lowongan Kerja terbaru , Melalui JobsKarir kamu bisa mendapatkan info loker yang sangat mudah Lowongan Kerja, info cpns 2021, info BUMN 2021, Info loker cpns Info Lowongan Kerja terbaru , Melalui JobsKarir kamu bisa mendapatkan info loker yang sangat mudah Suboxone Clinic carolinaenergetics www.littlewhiz.com read the info www.dannenbaumllc.com ufa ocd triageforensic.com sagame88.cc marketing

impulse buying customer dalam operasional toko

Impulse Buying Customer dalam operasional toko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk merangsang konsumen agar membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya. Ketika seseorang datang berkunjung ke suatu toko, ada kemungkinan bahwa pengunjung tersebut ingin membeli barang sesuai kebutuhannya, atau hanya sekedar ingin melihat isi ruangan toko tersebut karena tertarik pada penataan ruangannya. Impulse buying customer bertujuan agar pengunjung yang tadinya hanya berniat untuk sekedar melihat-lihat menjadi berminat untuk membeli produk yang dimiliki toko tersebut, atau seorang konsumen yang hanya akan membeli suatu produk yang dibutuhkannya, menjadi tertarik untuk membeli lebih banyak diluar yang direncanakannya. Beberapa contoh impulse buying customer adalah : teknik pemajangan, Point of Purchase, window display, desain interior toko, dan demo produk.

Menurut penelitian, impulse buying customer didasari oleh suatu fakta dari perilaku konsumen sebagai berikut :

  1. Alasan konsumen belanja adalah karena toko menarik perhatian konsumen, toko terlihat indah, konsumen mudah mencari barang yang dibutuhkannya, dan karyawan toko yang mudah membantu dan melayani.
  2. 2/3 keputusan pembelian terjadi di toko. Ketika seorang datang berkunjung ke suatu toko, hasrat beli yang dimiliki oleh seorang pengunjung akan semakin muncul setelah pengunjung tersebut melihat fisik produk, serta memahami fungsi dan manfaat yang diterima dari produk tersebut. Dan itu terjadi di dalam toko !
  3. 55% kunjungan konsumen adalah tanpa direncanakan sebelumnya. Perbedaan swalayan dengan toko biasa adalah karena swalayan menganggap semua orang yang berkunjung adalah pembeli yang potensial. Berawal dari pemahaman ini, maka mereka akan berusaha untuk menarik perhatian konsumen agar bersedia untuk berkunjung ke dalam tokonya walaupun sebelumnya tidak berniat untuk membeli. Dengan usaha seperti ini maka logis dikatakan bahwa swalayan lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang yang sebelumnya tidak berencana untuk berkunjung.
  4. Konsumen membeli 15%-20% lebih banyak karena menarik secara visual serta sesuai dengan kondisi emosinya. Karena swalayan adalah untuk memanjakan dan memudahkan konsumen, maka ketika seseorang berencana untuk membeli suatu barang kebutuhannya secara tidak langsung mereka akan melihat barang-barang lain yang dipajang di toko. Adakalanya karena produk yang dipajang tersebut menarik maka mereka akan bersedia untuk membeli. Kondisi emosi yang dimaksud adalah keadaan yang terjadi pada diri konsumen pada saat itu, apakah sedang bersedih, gembira, marah, atau yang lainnya. Kondisi emosi tersebut sangat mempengaruhi hasrat beli konsumen, sebagai contoh di dalam suatu toko musik apabila ada seorang pengunjung yang terlihat sedang bersedih tentu akan mencari musik-musik yang sesuai dengan kondisi perasaannya,dan apabila dirasa cocok maka ia akan bersedia untuk melakukan transaksi atas produk tersebut.

Usaha-usaha dalam rangka impulse buying customer sebetulnya merupakan bagian dari strategi yang dilakukan oleh pengelola toko. Pemahaman strategi ini sangatlah komplek karena hal itu sangat berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh toko berikut dengan kesempatan dan ancamannya.

Tujuan utama dari toko adalah untuk memperoleh penjualan yang maksimal, oleh karena itu menciptakan impulse buying customer saja tidak akan cukup jika tidak timbul transaksi penjualan. Oleh karena itu untuk mendukung usaha-usaha yang telah dilakukan, maka keaktifan karyawan toko dalam melayani pelanggan sangat berperan dalam keputusan pelanggan untuk membeli produk. Para karyawan harus berupaya agar pelayanan yang diberikannya membuat konsumen merasa puas dan ingin kembali lagi berbelanja di toko anda. Ketika pelanggan sudah mulai tertarik dengan produk yang dipajang di toko, maka karyawan segera aktif melakukan suggestive selling atas produk-produk tersebut. Dengan cara seperti ini maka keputusan pembelian oleh pelanggan akan semakin cepat terlaksana. Teori yang mengatakan bahwa 2/3 keputusan pembelian terjadi di dalam toko adalah suatu hal yang logis karena hal tersebut didukung oleh keaktifan karyawan toko dalam mendekati pelanggan. Itulah penjelasan mengenai impulse buying customer dalam operasional toko.

swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda

Jika kita berusaha untuk membuka sebuah usaha, misalnya saja membuka suatu toko retail, maka tentunya kita harus melakukan suatu investasi. Investasi disini bisa saja berupa bangunan, karyawan, barang dagangan, dan bahkan suatu merk sekalipun. Dan seperti kita tahu bahwa merk merupakan aset investasi yang paling berharga dalam dunia bisnis. Kekacauan dan konflik yang terjadi di dalam internal bisnis / antar karyawan akan membuat investasi yang sudah ditanamkan akan terancam hilang. Karena itu penanganan dan tindakan pencegahan suatu konflik sangat penting dilakukan untuk melindungi aset dan investasi yang sudah ditanamkan. ini merupakan bagian dari swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. lebih tepatnya adalah analisis kelemahan yang dimiliki oleh toko kita.

Konflik adalah salah pengertian, pertentangan keinginan yang menimbulkan ketegangan, ketidakcocokan, atau perbedaan pendapat diantara karyawan. Ada yang mengatakan bahwa konflik mencakup perbedaan antara nilai sosial dan pribadi, ketidakmampuan bertindak sesuai dengan prinsip dan nilai pribadi, kurangnya komunikasi, problema yang dibesar-besarkan atau perbedaan tingkah laku karena perbedaan latar belakang kultur, agama, pendidikan, dan faktor-faktor lain.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain :

a. Aspek Organisasi

Aspek ini meliputi kurangnya tenaga kerja, perubahan-perubahan organisasi, perasaan kurang aman dari segi keamanan dan keselamatan kerja, tidak adanya standar pekerjaan, pembinaan karir yang kurang lancar, diskriminasi di pekerjaan,tujuan perusahaan yang kurang jelas, serta problema mengenai peralatandan instrumen antar bagian.

b. Aspek Manajerial

Aspek ini meliputi delegasi wewenang yang tidak cukup, loyalitas yang tidak utuh, manajemen yang kurang pakar, dan sentralisasi power yang terus menerus.

c. Aspek Behaviour

Biasanya behaviour mencerminkan dua kategori diatas. Secara khusus disebabkan oleh kurang baiknya komunikasi tentang bagaimana suatu informasi disampaikan, tidak disampaikan, atau justru ditutupi karena kurangnya kepercayaan di dalam organisasi.

d. Aspek lainnya

Konflik disebabkan karena organisasi yang kompleks, adanya pertentangan antara task melawan process, dan perbedaan-perbedaan di dalam nilai belief dan objektif.

Penyelesaian Konflik

Ada 3 metode yang sering digunakan dalam penyelesaian konflik, yaitu :

1. Dominasi dan Penekanan

Metode ini meliputi :

  • Kekerasan, yang bersifat penekanan otokratif.
  • Penenangan, merupakan cara yang lebih diplomatif.
  • Penghindaran, menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
  • Aturan mayoritas, mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara melaluiprosedur yang adil.

2. Kompromi

Konflik diselesaikan melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

3. Pemecahan masalah integratif

Konflik antar karyawan diubah menjadi situasi pemecahan masalah melalui konsensus, konfrontasi, dan pengertian mengenai tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

itulah swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. yang merupakan analisa weakness yang ada di toko anda, harapannya adalah agar kelemahan atau weakness yang muncul di toko anda dimana pegawai yang menjadi sumber kelemahannya dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan sehingga produktifitas toko anda dapat meningkat.

Cara Menghitung Produktifitas Per Transaksi Untuk Meningkatkan Omzet Toko Anda

Dalam konteks bisnis, produktifitas adalah suatu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa bagi banyak orang dengan menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin. Produktivitas merupakan suatu ukuran sejauh mana suatu sumber daya dipergunakan dengan baik untuk menunjukan hasil tertentu yang diinginkan. Produktifitas tentunya dapat dihitung, dan jika kita berada dalam bisnis retail, maka kita perlu mengetahui cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan toko anda.

Secara filosofis produktifitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Produktifitas adalah tingkat efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. Produktifitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber produksi. Secara umum produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan satuan ukur yang digunakan (input), dan ini sifatnya adalah kualitatif.

Produktifitas per transaksi dalam suatu toko berarti kemampuan suatu toko dalam melakukan penjualan dengan cara memanfaatkan sumber-sumbernya, yaitu semua jenis produk dan jasa yang dimilikinya. Produktifitas per transaksi merupakan perbandingan antara jumlah penjualan (output) dengan jumlah transaksi (input). Secara matematika dirumuskan sebagai berikut:

Semakin besar nilai yang dihasilkan, maka produktifitasnya semakin baik. Dalam suatu usaha toko, meningkatkan produktifitas per transaksi berarti bahwa terjadi peningkatan nilai penjualan setiap transaksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui berapa produktifitas per transaksi toko kita, maka semua data terkait dengan aktifitas toko adalah sangat penting.

Berikut ini adalah contoh cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan omzet toko anda:

Suatu toko X pada bulan Januari 2021 memperoleh omzet sebesar Rp4.000,000.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 200 transaksi. Berapakah produktifitas per transaksinya ?

Jawab :

Artinya adalah bahwa pada bulan januari, setiap customer rata-rata membelanjakan uangnya di toko X sebesar Rp 20.000,00. Omzet dapat meningkat apabila produktifitas per transaksi dengan jumlah transaksi yang sama dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas per transaksi adalah dengan cara membantu pelanggan membeli produk yang terbaik, harapannya adalah mereka akan menjadi senang terhadap toko kita dan frekwensi pembelian pelanggan tersebut bertambah.

Bantu Pelanggan Membeli Yang Terbaik Dan Buat Mereka Senang

Harry Bullis, mantan presiden komisaris General Mills, menganjurkan para wiraniaganya atau para penjualnya agar melupakan penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Mereka didorong untuk bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang. Seperti yang dikatakan Bullis, jika setiap kali bangun pagi, anda mulai dengan berkata dalam hati bahwa “saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, alih-alih, “Saya ingin membuat penjualan sebanyakmungkin penjualan hari ini” maka anda akan merasakan bahwa pendekatanyang anda lakukan terhadap pembeli akan lebih mudah dan lebih terbuka, dan sekaligus anda akan bisa membuat lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dari kesadaran untuk menolong sesamanya agar memperoleh hidup yang lebih bahagia dan dan lebih mudah, berarti sedang melaksanakan suatu bentuk kewiraniagaan yang paling sempurna.

Hal yang lebih baik dari prinsip tersebut ternyata juga merupakan prinsip penjualan yang paling ampuh. Cepat atau lambat, uang dan kepuasan yang anda peroleh akan sebanding dengan pelayanan yang telah anda berikan kepada orang lain. Pada suatu kesempatan, apa yang anda peroleh mungkin lebih sedikit dari yang anda berikan. Tapi pada kesempatan lain, anda akan merasakan hal yang sebaliknya. Karena itu cepat atau lambat, semua akan menjadi seimbang. Apa yang anda tanam, maka itulah yang akan anda tuai. Lebih banyak memberikan layanan yang natural, apa adanya, tanpa mengada-ada apalagi rayuan penuh kepalsuan akan memberikan efek psikologis kepada pembeli dimana bukan hanya puas membli barang saja, akan tetapi mereka akan terikat dengan anda. Dan mereka akan dengan senang hati kembali lagi untuk berbelanja di tempat anda.

Pelayanan yang baik atau pelayanan yang excellent yang anda berikan kepada orang lain akan anda rasakan hasilnya bebrapa waktu kemudian. Karena itu, pelayanan boleh dibilang sebagai suatu investasi bagi bisnis toko retail. Hidup dan matinya toko retail dalam jangka panjang bergantung kepada pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Pelayanan pelanggan yang baik akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan pelanggan loyal adalah sumber pundi-pundi uang untuk bisnis retail yang kita jalankan. oleh sebab itu….bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

5 Hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT Analysis di toko anda

SWOT ANALYSIS adalah analisa yang sering digunakan di berbagai persoalan, baik bisnis maupun hal lainnya. Anda tentunya sudah sering mendengar tentang istilah analisa SWOT, dan setiap bisnis harus melakukan hal itu secara berkesinambungan. Pun demikian halnya jika anda terjun di bisnis retail, dimana anda memiliki toko jualan eceran yang menjadi harapan kesuksesan bisnis anda. Lalu dalam melakukan analisa SWOT ini, apa saja yang harus diamati agar analisa toko anda menjadi efektif den efisien ? Berikut adalah 5 hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT analysis di toko anda.

Inilah 5 hal yang harus diamati untuk mendukung SWOT analysis.

  1. Sumberdaya manusia (MAN).

Sumber daya manusia merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap toko. Semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki oleh toko tersebut maka semakin efektif pula kinerja toko tersebut. Karena itu suatu toko harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan toko yang berketerampilan, bersikap, dan berpengetahuan baik, selain itu sumber daya manusia tersebut harus dapat mengembangkan dirinya mengikuti lingkungan dan perkembangan teknologi yang ada.

2. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dibuat oleh suatu toko agar tujuannya dapat terwujud. Metode yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang menyangkut konsep pemasaran dan penjualan, promosi produk, keselamatan kerja,dan jaringan informasi.

3. Material

Kualitas,kuantitas,dan harga suatu produk yang dijual merupakan hal yang termasuk dalam segi pengamatan material. Selain hal tersebut, keragaman dan kenyamanan produk juga termasuk dalam segi pengamatan ini. Setiap toko memiliki memiliki produk-produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh toko lain. Material ini nantinya akan mengarah kepada suatu peluang yang ada di pasar. Berdayakan Point Of Purchase (POP) dengan tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat.

4. Lingkungan

Segi pengamatan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lokasi, kenyamanan, persaingan dagang, dan juga termasuk kebijakan pemerintah. Suatu usaha tidak akan maju jika kondisi lingkungan tidak mendukungnya. Oleh sebab itu maka suatu usaha dalam hal ini toko, tentu akan melihat sisi lingkungan sebagai faktor penting dalam penentuan strategi untuk meraih keberhasilan.

5. Money

Perhatikan data transaksi yang diperoleh dari Point Of Sales atau POS anda setiap harinya. Perhatikan kapan saja transaksi-transaksi yang dalam kondisi ramai dan kapan transaksi dalam kondisi tidak ramai. Jika transaksi ramai, anggaplah misalnya hingga mencapai 30 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan peak time. Pada kondisi ini, ini adalah saatnya bagi anda untuk melakukan maksimasi kecepatan dalam pelayanan. Jangan biarkan customer anda menunggu terlalu lama di antrian POS. Jika transaksi sedang sepi, misal 5 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan weak time. Pada kondisi ini, maka anda dapat melaksanakan strategi Impulse Buying Customer. Impulse Buying Customer dapat mendorong memperbesar nilai penjualan tiap transaksinya.

Inilah 5 hal SWOT analysis yang harus diamati kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancamannya, sehingga akan disusun suatu strategi SWOT yang mampu membuat toko anda atau bisnis retail anda memenangkan kompetisi bisnis yang ada geluti.

Kepemimpinan – Pentingnya kehadiran seorang pemimpin

Saya menonton film yang berjudul U-571. Film ini adalah film berlatar Perang Dunia II yang dibintangi oleh Matthew McConaughey dan Jon Bon Jovi. Berkisah mengenai kepemimpinan dan perjuangan para pelaut kapal selam Angkatan Laut Amerika yang berusaha untuk membebaskan diri dari kejaran kapal laut Nazi Jerman. Di awal film dikisahkan bahwa kapten kapal selam AS gugur, sehingga diganti oleh perwira lainnya. Film ini selain seru, juga memberikan nilai-nilai pelajaran kepemimpinan yang bisa dipetik oleh kita semua. Yaitu bahwa dimanapun, dan dalam kondisi apapun, pentingnya kehadiran seorang pemimpin adalah sangat penting. Itu adalah film…yang tentunya merupakan hasil karangan atau fiksi. Namun dalam kehidupan nyata juga, tercermin bahwa pemimpin itu memang penting…dalam kondisi apapun..

Contoh lain adalah ketika Barack Obama memperoleh kemenangan dalam pemilu sehingga menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Salah satu kemenangan kepemimpinan Obama adalah karena ia menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang kharismatik dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyatnya. Misalnya saja sewaktu terjadi badai Sandy yang menerpa beberapa negara bagian Amerika Serikat, Obama dengan sigap langsung memantau wilayahnya dan membatalkan jadwal kampanyenya. Saya tidak memahami apakah ini kunjungan tersebut juga merupakan suatu kesempatan dalam berkampanye agar menarik simpati para pemilih atau tidak. Namun yang pasti, ketika seseorang atau suatu masyarakat mengalami musibah, maka kehadiran pemimpin sangat dapat membantu dan menyejukkan hati, disamping penampilan yang amazing di mata rakyatnya.

Demikian pula halnya dalam bidang bisnis. Kehadiran pemimpin dalam suatu acara-acara perusahaan sangat penting akan sangat membantu kepercayaan diri para karyawannya. Sebagai contoh, dalam suatu pertemuan/gathering seluruh karyawan toko, kehadiran CEO dan pemilik perusahaan sangat dapat memotivasi meningkatkan spirit kerja para karyawan toko tersebut. Dengan kehadiran para management tingkat atas tersebut, para karyawan merasa mereka dipedulikan dan diperhatikan. Ini adalah hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian utama. Ketika para karyawan telah merasa dipedulikan, maka perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan yang sangat penting, yaitu :

  1. Karyawan akan secara terus terang mengungkapkan keluh kesahnya tentang kehidupan pribadinya. Dari hasil curahan hati ini maka perusahaan dapat menentukan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan karyawannya.
  2. Perusahaan akan memperoleh informasi mengenai kendala operasional di lapangan secara jujur dan transparan. Dari informasi ini maka perusahaan akan dapat membuat langkah-langkah operasional yang baru atau emmperbaiki sistem operasional yang dirasa mengalami gangguan.
  3. Perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai pasar dan keinginan konsumen. Dari informasi ini, maka strategi marketing dapat dibuat bukan hanya berdasarkan statistik angka dan data dari laporan para managemen tingkat menengah saja, melainkan langsung berdasarkan informasi dari para karyawan garis depan. Saya meyakini bahwa akurasi informasi dari karyawan garis depan akan lebih baik, sebab mereka mengungkapkan apa adanya tanpa ditunggangi oleh kepentingan apapun.

Itulah pentingnya kepemimpinan serta kehadiran seorang pemimpin. Tapi tentunya, kehadiran pemimpin pun bukan sekedar pemimpin. Ada banyak tipe kepemimpinan, dimana setiap tipe kepemimpinan memiliki karakter yang berbeda, dan tentu saja….setiap karakter pemimpin itu tidak akan menyenangkan semua orang atau bawahannya. Ada yang suka, ada yang tidak… Namun bagaimanapun, suka atau tidak suka…baik atau jelek…suatu organisasi, institusi, atau perusahaan harus memiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang berorientasi kepada tujuan organisasi, peduli terhadap bawahan, dan selalu tampil di depan jika ada persoalan..

Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia terbaru berubah jabatannya menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau disingkat Mendikbud Ristek. Walaupun berubah nama jabatannya, akan tetapi jargon pendidikan yang diusungnya tidak berubah semenjak beliau diangkat menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. jargon itu adalah Merdeka Belajar. Sekarang saya plesetkan jargon tersebut menjadi Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar-Bagaimana menjadi guru yang baik.

Sudah sekian lama saya mengajar (tapi gak begitu lama sih), tapi saya merasa belum bisa menemukan cara mengajar yang pas, dan saya belum juga menemukan prinsip dari guru yang baik. Saya mengajar berdasarkan feeling saya. Yang saya lakukan adalah bagaimana jika saya diajari oleh seorang guru. Bagaimana caranya agar saya dapat mengerti apa yang diajarkan oleh seorang guru kepada saya.

Menurut saya, seorang guru harus punya feeling seperti itu. Dengan demikian maka kita dapat memahami isi hati seorang murid. Ini adalah teori, adakah ilmunya? Ya tentu saja ada, namun saya belum menemukan guru yang pas untuk mengajari saya tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik. Belum lagi belajar menjadi guru yang baik, kali ini karena Covid-19 para guru dituntut untuk punya keterampilan tambahan, yaitu mempunyai keterampilan dalam menggunakan berbagai aplikasi komputer. Bahkan, jika ingin tampil kreatif, bisa juga guru masa kini ikut membuat video belajar yang di upload ke youtube. yang akhirnya dapatlah kita sebut Guru Youtuber.

Guru adalah pelayan, dan murid adalah pelanggan kita. Bagaimana sikap dalam melayani adalah suatu hal yang sangat penting agar siswa didik merasa nyaman. Bagaiman kita ingin dilayani, maka itulah sikap yang harus kita berikan kepada anak didik kita. Dengan demikian maka siswa tentunya akan merasa senang belajar dengan kita. Kita tidak bisa menyalahkan secara mutlak seorang murid yang bolos tidak masuk kelas kita. Bisa jadi mereka membolos karena cara mengajar kita. Kita harus melihat sisi itu. Karena itu evaluasi cara kita mengajar oleh para rekan-rekan guru dan siswa juga harus dilakukan untuk memahami isi hati mereka, dan agar kita dapat mengajar dengan lebih baik. Adakah saran lain untuk menjadi guru yang baik?

OPTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN BERBASIS POTENSI LESTARI SUMBER DAYA IKAN

Optimasi jumlah kapal penangkap ikan berbasis potensi lestari sumberdaya ikan adalah judul jurnal saya yang saya submit di jurnal wave milik BPPT atau Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi. Berikut adalah abstraknya.

Trend produksi ikan tahun 2016 di PPS Bungus yang terletak di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trendpenurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumber dayaikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi lestari sumber daya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumber dayaikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine.

Artikel ini merupakan abstrak jurnal yang telah dibuat oleh Yusep Sugianto dan telah diterbitkan di JURNAL WAVE BPPT.