Uneducated Customers Dan Educated Customers

Jika anda adalah seorang pengusaha retail atau mungkin berperan menjadi seorang pelanggan suatu bank, barangkali anda pernah menemukan seseorang yang menyerobot antrian transaksi. Tanpa melihat orang lain yang mengantri, mereka berkata kepada customer service untuk dilayani terlebih dahulu dengan alas an karena sedang buru-buru. Tentu saja pihak Customer Service menolaknya dan menjelaskan untuk mengikuti antrian. Akan tetapi dengan pongahnya mereka justru marah-marah dan memaki dengan alas an pelayanan yang buruk, tidak tahu kepentingan orang, dan lain sebagainya. Padahal justru mereka lah yang berada di posisi yang salah.
Pada kesempatan lain anda menemukan seorang customer yang melakukan complain dengan nada suara meninggi dan marah-marah karena produk yang dibelinya mengalami kerusakan. Setelah di cek oleh pihak Customer Service, ternyata kesalahannya bukan pada produk tersebut, melainkan pada kesalahan penggunanya. Perusahaan bersedia membantu memperbaiki kerusakan tersebut dengan syarat membayar biaya perbaikan. Akan tetapi customer tersebut marah-marah dan merasa bahwa dirinya ditipu dan dirugikan karena membeli barang yang rusak dan tidak bergaransi. Mereka marah-marah hingga suaranya membahana di seisi ruangan yang membuat seluruh orang melihat tingkahnya. Mereka merasa benar sendiri,padahal sebetulnya mereka berada di posisi yang salah.
Itulah yang namanya uneducated customers. Uneducated customers biasanya adalah orang-orang awam yang cenderung kurang dalam pendidikan, dan kontak social. Akibatnya apa yang mereka lakukan biasanya adalah tindakan yang bersifat egois.Mereka kurang mampu untuk mengendalikan dan menggunakan logikanya ketika mereka mengalami masalah. Mereka menutupi kekurangmampuan tersebut dengan menggunakan kata-kata bernada tinggi dan penuh emosi.
Untuk menangani uneducated customers ini, perlu kesabaran yang sangat tinggi oleh para karyawan-karyawan di garis depan. Penjelasan yang disampaikan harus extra hati-hati dan sabar, jangan membuat mereka tersinggung atau semakin marah. Sebab jika tersinggung atau semakin marah, maka bukan solusi yang akan diperoleh, melainkan kekacauan dalam pekerjaan. Bagaimanapun mereka adalah pelanggan, jika hatinya tidak terbeli, mereka akan menganggap pelayanan kita buruk, dan mereka akan mengatakannya kepada teman-temannya, yang pada akhirnya justru merugikan citra negative perusahaan kita. Kemampuan komunikasi yang baik harus dimiliki oleh seorang customer service atau para pramuniaga untuk menghadapi customers seperti ini.
Berbeda halnya dengan educated customers. Educated customers adalah kebalikan dari uneducated customers. Biasanya mereka adalah orang-orang yang berpendidikan lumayan tinggi, sehingga mampu mengendalikan emosinya dan menggunakan logikanya secara benar. Mereka memahami kebutuhan dan kepentingan orang lain di samping kepentingan pribadinya. Mereka bersedia mengantri walau sebenarnya mereka diburu oleh waktu, karena ia memahami bahwa orang lain pun berada di posisi yang sama. Logikanya berkata bahwa ia mengantrilama adalah karena kesalahannya sendiri karena dating terlambat. Kesalahan dirasakan oleh dirinya sendiri, bukan ditimpakan kepada orang lain.
Berhadapan dengan educated customers justru lebih mudah. Para customer service atau pramuniaga tidak perlu membuang energy yang banyak untuk menjelaskan suatu produk. Dengan sedikit penjelasan saja mereka sudah mengerti maksudnya. Akan tetapi perusahaan pun harus berhati-hati dalam menghadapi educated customer ini. Yang paling penting adalah jangan sampai membohongi mereka. Jika mereka dibohongi, maka akan berakibat fatal, dan mereka akan tahu jika mereka dibohongi. Melakukan kebohongan kepada educated customers akan lebih membahayakan kelangsungan hidup usaha yang dijalankan, sebab mereka bisa jadi memiliki relasi-relasi yang luar biasa bagus dan berpengaruh. Pendapat mereka tentang layanan yang mereka terima dan dibumbui dengan bahasa yang cerdas akan lebih dapat mempengaruhi orang lain.
Pelayanan yang benar terhadap dua jenis customers ini akan memberikan keuntungan kepada brand image usaha kita, namun sebaliknya,jika pelayanannya keliru, maka keduanya akan menjadi boomerang dan pembunuh bisnis kita, walaupun kita tahu bahwa bisa jadi sebenarnya merekalah yang melakukan kesalahan. Karena itu berhati-hatilah dalam melayani pelanggan. Persiapkan para karyawan dengan ilmu pelayanan pelanggan yang cukup dan memperbanyak latihan melayani.

Segala Macam Bisnis Kini Merambah Online

Berkembangnya dunia internet, kini memungkinkan segala aktifitas dapat dilakukan secara online, termasuk aktifitas bisnis. Bahkan berbagai jenis aktifitas bisnis pun kini dapat dilakukan dengan media yang canggih ini, mulai dari bisnis retail, aktifitas marketing, hingga game seperti online pokies.
Banyak keuntungan yang didapatkan ketika bisnis memanfaatkan media internet, yaitu :
1. Pangsa pasar dapat meluas hingga ke manca negara. Bagi pebisnis yang memiliki produk local dan berharap brand-nya menjadi mendunia, internet adalah media yang cepat, tepat, dan murah. Tanpa perlu berbiaya banyak, bahkan hanya dengan menggunakan satu buah computer pun, produk bisa dikenalkan ke seluruh dunia.
2. Keamanan bertransaksi.Pebisnis dan para konsumen tidak perlu khawatir dengan uang yang dibawa, sebab dengan media internet pembayaran dapat dilakukan melalui media pembayaran global.
3. Dapat dilakukan dimanapun dan kapan pun. Dahulu sebelum ada internet, kalau anda ingin menghilangkan stress anda mungkin akan mengunjungi casino, yang bisa jadi jaraknya jauh dari rumah anda. Perlu biaya yang lebih banyak untuk melakukan aktifitas refreshing anda. Kini dengan kehadiran internet, anda dapat melakukan aktifitas refreshing tersebut dimana pun dan kapan pun. Bahkan anda bisa mengunjungi tempat-tempat permainan di seluruh dunia yang jika dikunjungi secara fisik mungkin anda tidak akan mampu untuk membayaranya.
4. Mengurangi biaya gaji pegawai. Kehadiran internet dapat memangkas karyawan, yang tentu saja berarti memangkas pengeluaran perusahaan.
Itulah beberapa keunggulan penggunaan internet untuk bisnis. Media internet memungkinkan segala macam aktifitas dapat dilakukan, baik bisnis, hiburan, social network, blogging/menulis, hingga permainan seperti online pokies. Tambahan satu lagi dari keunggulan internet, yaitu bahwa anda dapat menemukan sesuatu dan kesenangan yang baru tanpa susah payah mencarinya. Contohnya saja ketika anda memperoleh email atau kabar dari teman di social network anda tentang suatu permainan yang belum pernah anda dengar. Anda dapat dengan mudah mencobanya, biasanya gratis. Apabila anda menyukainya, anda dapat melakukannya kapanpun dan dimana pun.

Dua Raksasa Payment Gateway siap gairahkan E-Commerce Indonesia di Tahun 2013

E-Commerce Indonesia siap masuki 2013 dengan semangat baru. Hal itu ditandai dengan diresmikannya kerjasama antara DOKU, penyedia solusi pembayaran online Indonesia, dengan PayPal, motor pembayaran online global. DOKU mengintegrasikan PayPal sebagai pilihan metode pembayaran untuk para merchant premium sehingga system pembayaran dapat dilaksanakan secara lintas Negara. Melalui kemitraan bisnis ini, E-Commerce Indonesia akan sangat terbantu dengan adanya dukungan metode pembayaran global terpercaya, aman dan nyaman untuk transaksi internasional.
Pada tahun 2012, 15% transaksi online Indonesia adalah berasal dari mancanegara. Angaka ini melonjak sangat signifikan mengingat pada awal tahun,prosentase dari transaksi internasional hanya sebesar 6%. Peningkatan ini menunjukkan bertumbuhnya minat dan kebutuhan online konsumen mancanegara akan produk dan layanan online di Indonesia.
Faraz Ahmed, General Manager for PayPal South East Asia and India menyambut baik kerjasama ini. Dengan saling berbagi keunggulan teknologi, PayPal berharap DOKU dapat meningkatkan nilai penjualan internasional mereka dengan resiko seminimal mungkin melalui E-Commerce lintas Negara. Saat ini PayPal merupakan metode pembayaran virtual yang popular dan terbaik untuk bertransaksi secara online. Semakin maraknya E-Commerce, mengharuskan para pemilik bisnis online untuk memiliki akun PayPal sebagai salah satu alat untuk peningkatan pelayanan konsumen.

Teman adalah Aset Tak Ternilai

Semua orang pasti ingin memiliki aset tak ternilai, dan orang bisa sukses asal fokus dan kerja keras. Tapi, apa hanya itu yang anda perlukan agar sukses di dunia bisnis Jawabannya, tidak! Karena, untuk mengembangkan bisnis, anda perlu teman (relasi dan koneksi).
Saya ingat, beberapa waktu lalu teman saya membuka warung makan di sekitar kampus. Warungnya tidak terlalu besar dan target marketnya jelas mahasiswa.
Karena di sekitar kampus sudah banyak warung berdiri, maka sudah pasti persaingan berlangsung ketat. Teman saya itu sudah menciptakan strategi pemasaran yang bagus, misalnya menu-menunya berbeda dari warung yang lain.
Tapi, tidak banyak mahasiswa yang berkunjung. Mahasiswa adalah pelanggan yang penuh perhitungan. Lebih baik memilih di warung langganan yang sudah terbukti enak dan murah dari pada coba-coba dan kecewa. Dan pada umumnya, orang pasti berpikir ”warung yang sepi pasti masakannya nggak enak atau terlalu mahal.
Lalu, teman saya itu memanfaatkan semua teman dan relasi yang ia punya. Ia pun berpromosi pada kami kalau ia membuka warung baru. Hasilnya, setiap kami melewati warungnya pasti kami mampir dan mencoba masakannya. Akhirnya dari situ warung teman saya punya daya tarik. Mahasiswa di sana menjadi penasaran. Hasilnya kini warung teman saya itu menjadi salah satu yang paling laris.
Kawan dalam dunia bisnis adalah bersifat portable alias bisa dibawa kemana saja. Kuncinya adalah kepercayaan. Jika mereka sudah percaya kepada reputasi kita, maka mereka akan dengan mudah melakukan apa pun yang kita inginkan, bahkan mungkintanpa meminta sekalipun.
Karena itu, luaskan jaringan anda setiap hari, karena jaringan tersebut adalah asset anda untuk memperluas pangsa pasar produk anda. Strategipemasaran akan lebih mudah diterapkan jika anda memiliki banyak relasi. Bukan tidak mungkin, bahwa teman anda itu adalah menjadi konsumen setia anda. Dan jangan lupa terus memelihara hubungan baik dengan mereka. Karena itu penting memberi ”penghargaan” pada mereka. Jangan hanya memikirkan keuntungan sendiri. Berikan hadiah-hadiah kecil. Misal e-book atau artikel-artikel menarik. Kata orang bijak, jika anda baik pada teman, teman juga akan baik pada anda. Begitupun sebaliknya.

Cara Meningkatkan Produktivitas Bisnis

Bisnis adalah dunia yang penuh dengan produktivitas. Uang hanya akan datang jika anda produktif. Karena itu kita harus benar-benar memanfaatkan waktu untuk terus berproduksi.
Lalu, bagaimana caranya meningkatkan produktivitas?
1. Buat Variasi Produk
Buat produk-produk baru yang bervariasi. Produk baru akan memicu dan memacu otak anda untuk terus kreatif. Berupayalah untuk membuat produk-produk yang dibutuhkan orang banyak. Dengan semakin banyak variasi produk yang dibuat, maka konsumen akan semakin mendapat banyak pilihan. Dan bagi anda sebagai pengusaha, sebetulnya pilihannya itu hanya satu, yaitu produk milik anda.
2. Bekerjasama dengan Orang yang Satu Visi
Saat mengerjakan sebuah produk, anda bisa bekerjasama dengan orang lain. Ini penting karena anda bisa belajar dari orang lain. Sambil bekerja sama, anda dan tim anda bisa saling berbagi pengetahuan. Anda juga bisa saling tukar pengalaman.
3. Berbagi tugas untuk menghemat waktu dan energi
Ada masanya anda harus menyerahkan pengerjaan produk anda pada orang lain. Tapi, anda harus ingat! Pekerjaan orang itu mungkin hasilnya tidak sebaik jika anda kerjakan sendiri. Karena itu anda tetap harus mengontrolnya agar sesuai standar mutu yang diinginkan.
Tapi, pada intinya anda harus mempercayai orang lain. Sehingga anda punya waktu luang untuk melakukan hal lain.

Strategi Sebelum Memilih Kantor

Bagi anda yang sedang mencari kantor untuk mengendalikan bisnis anda, jangan terburu-buru untuk membeli kantor, sebaiknya pikirkan dahulu beberapa pertimbangan yang tepat agar tidak menyesal. Membelikantor bukan hanya membutuhkan modal saja, akan tetapi juga perencanaan dan pertimbangan yang matang. Kantor berharga murah memang mendapat perhatian banyak orang, namun bisakah kantor dengan harga murah dapat mendukung kelancaran operasi bisnis anda atau tidak?
Untuk memilih kantor yang tepat, simak strategi startegi khusus berikut ini:
1. Prediksi harga
Jika suatu komplek perkantoran belum ramai dan baru dalam tahap pembangunan, kemudian anda merasa bahwa lokasi tersebut strategis, segeralah pertimbangkan untuk membelinya sebelum harganya melambung tinggi.
2. Jarak kantor anda dengan pusat produksi anda
Jangan membeli kantor yang jaraknya jauh dengan pusat produksi anda. Selain akan menambah biaya operasional, hal ini juga akan menyebabkan karyawan anda akan malas untuk berangkat berkunjung ke pabrik anda. Pertimbangkan waktu tempuh dari kantor ke pabrik anda untuk mendukung mobilitas para karyawan dan anda sendiri.
3.Pastikan dana cukup
Jangan memaksakan diri ketika anda membeli kantor. Jika dirasa memang perlu untuk melakukan pinjaman, carilah pinjaman yang ringan dalam pengembalian, serta mudah dalam proses pencairan. Juga jangan lupa untuk meminjam dengan jumlah yang ideal agar anda tidak susah payah dalampengembaliannya.
4. Alokasikan biaya tambahan
Alokasi ini adalah untuk pembayaran pajak, asuransi,administrasi, ataupun konsultasi.Hal ini perlu agar keuangan anda sehat dan tidak kacau.
5. Jangan mudah tergiur.
Anda dituntut untuk jeli. Pastikan kelancaran proses administrasi dan sertifikat-sertifikat yang nantinya anda miliki. Bagian marketing pengelola pembangunan biasanya memiliki bujuk rayu yang luar biasa dalam meraih pelanggan. Berhati-hatilah!

6. Mantapkan hati
Pastikan niat anda untuk membeli kantor. Yakinkan dalam diri anda jika sudah menemukan tempat yang pas, maka anda harus segera membeli. Jangan ditunda-tunda!

E-Cigarette: Inovasi Bisnis yang Brilian

Milyaran orang di dunia suka menghisap rokok. Dari sisi bisnis, ini adalah pangsa pasar yang sangat potensial. Tapi dari sisi kesehatan, rokok adalah produk yang sangat berbahaya, karena berbagai sumber penyakit berada di setiap batang rokok yang dihisap. Isu kesehatan inilah yang merupakan kelemahan bisnis industry rokok.
Kini era teknologi sudah semakin canggih. Apapun dapat dibuat dengan menggunakan teknologi,termasuk rokok. Isu kesehatan yang merupakan kelemahan industry rokok dimanfaatkan oleh para pengusaha inovatif untuk membuat alternative menghisap rokok yang tidak mengganggu kesehatan. Pengusaha inovatif ini menciptakan rokok elektronik atau e-cigarette, yang kini sudah semakin trend di kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia. Dan tentu saja, e-cigarette membentuk peluang bisnis baru yang siap merebut pelanggan rokok konvensional yang masih milyaran jumlahnya.
E-cigarette merupakan inovasi bisnis yang brilian, dimana kecanggihan teknologi dipadukan dengan isu kesehatan menciptakan produk yang berpotensi meraih bermilyar-milyar pelanggan di dunia. Memang masih banyak simpang siur tentang keunggulan dan kelemahan e-cigarette dibandingkan dengan rokok konvensional. Dari sisi kesehatan pun masih dipertanyakan apakah e-cigarette ini memang lebih ramah terhadap kesehatan atau tidak. Akan tetapi masalah bisnis terkadang tidak terlalu memikirkan hal itu. Semua keputusan ada di tangan pelanggan, dan mereka bisa mencari electronic cigarette reviews untuk meyakinkan diri apakah e-cigarette berbahaya atau tidak.

Orang Marketing VS Orang Accounting

Orang-orang accounting secara tradisional adalah “musuh” orang marketing disebuah perusahaan. Mereka selalu menajdi rem ketika orang-orang marketing bekerja cepat. Orang accounting selalu menjadi penjaga gawang yang mengingatkan apakah suatu target penjualan akan tercapai atau tidak. Mereka juga suka melakukan analisis detail di bagian mana tidak tercapainya suatu target meski tanpa mau tahu penyebabnya. Orang accounting juga selalu mengawasi biaya yang sudah ditetapkan dan memberikan peringatan bahwa cost-budget sudah terlampaui. Orang accounting juga selalu peduli pada bottom line jangka pendek. Tak ada gunanya top line tercapai tanpa ada profit.
Tapi itu semua terjadi ketika perusahaan masih tertutup. Ketika perusahaan sudah menjadi suatu perusahaan public atau perusahaan terbuka, maka persoalannya menjadi berbeda. Pemegang saham yang bukan pengendali perusahaan atau yang minoritas hanya mendapat laporan keuangan tiap kuartal. Harga saham pun naik turun, diantaranya tergantung pada laporan yang dikeluarkan. Tentu saja ada factor lain seperti rencana manajemen ke depan, prospek industry, dan situasi makro yang mempengaruhi.
Di situlah laporan keuangan mejadi salah satu indicator kunci dari kesehatan keuangan sebuah perusahaan. Ketika berhadapan dengan “pihak luar”,orang-orang accounting diminta menyatu dengan manajemen puncak untuk sebisanya memberikan optimism kepada public. Karen itulah lalu keluar istilah creative accounting, karena ada berbagai carauntuk membuat sebuah perusahaan terlihat beautiful. Kontrak penjualan jangka panjang diakali supaya masuk ke pendapatan yang dicatat untuk tahun berjalan.
Depresiasi pada sebuah fixed asset dibuat lebih panjang supaya beban biaya pada tahun berjalan mengecil. Begitu juga pada amortisasi pada intangible asset. Belum lagi yang namanya asset revaluation atau menilai kembali asset yang ada supaya balance sheet kelihatan bagus. Creative marketing selalu diharapkan bias memberikan nilai tambah pada customer.Creative accounting sebaliknya, sangat berbahaya untuk capitalmarket. Kenapa?
Sebab, minority shareholders selalu dalam situasi yang tidak diuntungkan.Ada asimetris informasi antara pihak manajemen yang menggunakan management accounting untuk pengambilan keputusan dengan public accounting yang terlalu kreatif.
Enron dan berbagai perusahaan public di Amerika Serikat sudah menjadi bukti bahwa mereka bermain dengan kualitas kesehatan keuangan perusahaan. Itu sama saja dengan yang dilakukan orang marketing yang “bermain” dengan kualitas produk. Menjanjikan suatu kualitas produk yang bagus dengan komunikasi yang kreatif, but never to deliver it.
Lebih berbahaya lagi apabila bisnis yang bergerak di financial services industry yang terlalu kreatif dalam pengembangan produknya. Krisis keuangan Amerika tahun 2008 membuktikan bahwa banyak produk financial yang merupakan derivative dariproduk-produk lain yang beresiko tinggi dijual secara kreatif.Look sophisticated outside, but vulnerable inside.
Ini persis yang terjadi di Amerika, yakni piutang property yang subprime tapi dipaket lagi dan dijual perusahaan yang bereputasi tinggi dengan harga tinggi pula. Itulah pembohongan kepada customers secara kreatif. Orang marketing sering dituduh melakukan pembohongan yang tidak bertanggung jawab. Orang marketing juga dituduh melakukan “push” yang keterlaluan sehingga pelanggan “lari” karena jengah karena dikejar-kejar terus. Orang marketing juga sering dianggap melakukan promosi yang berlebihan hingga membuat orang membeli produk yang tidak diperlukan.
Tapi ternyata orang accounting dan finance lebih “berat” lagi. Mereka bermain bukan pada hal-hal yang kecil sepertiorang marketing. Dampak yang mereka buat bias berakibat pada kerusakan ekonomi secara makro. Kenapa? Karena dampaknya bias ke customers, investors, dan bahkan ke institusi yang lebih besar. Satire dalam film “Too Big To Fail” adalah pengungkapan praktik kotor lembaga keuangan di Amerika yang menghalalkan segala cara. Akhirnya pemerintah Amerika Serikat terpaksa membantu berbagai perusahaan yang sudah terlanjur membesar tetapi keropos di dalamnya. Karena jika dibiarkan, akan dapat menimbulkan ketidakpercayaan secara makro yang dapat menghancurkan perekonomian nasional.
Karena itulah orang accounting lantas membuat Good Corporate Governance. Hal ini dilakukan agar perusahaan-perusahaan selalu diingatkan untuk tidak melakukan cara-cara kreatif, tapi palsu dan penuh daya tipu.