Pelajaran Bisnis dari Google

Siapa yang tidak mengenal Google? Mungkin dia adalah teman yang pertama kali Anda kunjungi saat pertama kali mengenal internet. Google adalah salah satu contoh perusahaan yang sukses berkat adanya inovasi yang terus-menerus. Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 4 September 1998 ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Universitas Stanford. Berawal dari sebuah mesin pencari Google kini telah menjadi perusahaan internet terbesar yang menciptakan berbagai layanan dan aplikasi.
Tentu dibutuhkan perjalanan yang panjang untuk menjadi Google seperti sekarang ini. Dibutuhkan kerja keras dan inovasi yang terus menerus untuk senantiasa berkembang. Google menerapkan beberapa kebiasaan unik yang dikembangkan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan perusahaannya. Salah satunya adalah dengan mengadakan pertemuan mingguan. Dalam pertemuan itu semua karyawan Google dari seluruh dunia bebas memberikan pertanyaan kepada para eksekutif Google, baik secara langsung maupun melalui email. Dalam pertemuan itu para karyawan juga berhak memberikan kritik atau saran dan juga menyampaikan ide-ide kreatif pada para pemimpin perusahaan.
Berikut adalah beberapa nasihat dan tips sukses perusahaan Google dalam berbisnis yang disampaikan CEO Google, Larry Page, seperti dikutip dari Wired.com :
1. Lakukan Hal “Gila”
Dalam mendorong timnya untuk berinovasi, Larry Page selalu memberi nasihat “Jika tidak melakukan hal-hal gila, kamu melakukan hal-hal yang salah.” Mungkin ungkapan tersebut sangat sesuai di dunia perusahaan, khusunya yang bergerak di bidang teknologi kreatif. Banyak perusahaan yang setelah menjadi besar kemudian lengah dan lupa untuk berinovasi. Hal ini sangat dihindari oleh perusahaan Google. Setiap karyawan Google dituntut untuk “Think Big” atau selalu berpikir kreatif, untuk menemukan dan melakukan hal-hal yang tidak biasa.
Sejak kecil Larry Page mempunyai mimpi kelak ingin menjadi seorang penemu. Dia tidak hanya sekedar ingin menciptakan produk yang hebat, tetapi juga ingin mengubah dunia. Dan terbukti mimpi itu terwujud dan tetap hidup hingga kini yang dia wujudkan bersama Google. Kepuasan adalah ketika dia dan timnya bisa mengembangkan inovasi 10 kali lipat dari yang telah mereka kembangkan sebelumnya. Jadi tidak mengherankan jika inovasi adalah inti utama dari bisnis Google. Kita bisa melihat dari layanan Google seperti Gmail. Layanan email yang menawarkan kapasitas penyimpanan 100 kali lipat lebih besar dibanding dengan kapasitas yang diberikan oleh layanan-layanan email lainnya.
Berbagai layanan Google lainya juga muncul dari ide-ide “Gila”. Seperti yang kita lihat saat ini, seperti layanan penerjemah berbagai bahasa Google Translate. Layanan peta Google Maps dan yang terbaru adalah layanan penyimpanan data berbasis internet dan cloud computing, Google Drive. Dan tentu layanan berbagi video YouTube, sistem operasi Android, dan browser Chrome yang sangat menarik dan telah digunakan jutaan orang di dunia. Semua berawal dari ide-ide “Gila” yang di wujudkan.
Informasi terbaru Google dikabarkan sedang membangun sebuah proyek dan lab khusus bernama Google X. Lab tersebut berisi berbagai fasilitas yang dibuat untuk mendukung riset Google untuk menciptakan beragam teknologi masa depan. Seperti mobil yang dapat berjalan sendiri serta kacamata berbasis teknologi Augmented Reality.
2. Inovasi Harus Sejalan Dengan Komersialisasi
Satu lagi nasihat CEO Google, Larry page dalam berbisnis adalah, Inovasi yang dilakukan harus diikuti dengan langkah komersialisasi. Kita dapat mengambil pelajaran dari perusahaan Xeroc PARC, salah satu anak perusahaan Xerox Corp. Didirikan pada tahun 1970, Xerox PARC terkenal dengan berbagai inovasi di bidang teknologi dan hardware. Beberapa dari inovasi yang dibuat Xeroc PARC memegang peranan penting dalam perkembangan dunia komputasi modern, di antaranya seperti Ethernet, Graphical User Interface (GUI), serta teknologi printer laser.
Sayangnya Xeroc PARC tidak terlalu fokus pada komersialisai. Itulah yang membuat perusahaan tersebut gagal. Larry memberikan contoh berikutnya, yaitu perusahaan Tesla. Tesla adalah salah satu perusahaan yang dia kagumi. Tesla bergerak dalam mengembangkan mobil inovatif. Namun pada akhirnya perusahaan yang didirikan oleh Nikola Tesla tersebut gagal. Disebabkan karena terlalu fokus pada inovasi. Tesla menghabiskan 99 persen tenaganya untuk mengembangkan produknya agar disukai banyak orang.
Dari contoh kedua perusahaan di atas, kita dapat mengambil peajaran. Bahwa setiap perusahaan membutuhkan dua hal untuk sukses dan berkembang, yaitu inovasi dan komersialisasi.
3. Jangan Terlalu Fokus Pada Persaingan
Berbeda dengan perusahaan-perusahaan lainya, Google menerapkan filosofi untuk tidak terlalu fokus pada persaingan. Google lebih memfokuskan diri pada pengembangan produk dan layanan-layanannya, bukan hanya fokus pada persaingan dan kompetisi.
“Apa yang menarik dari bekerja jika hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan perusahaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kita? Itulah yang membuat banyak perusahaan jatuh secara perlahan. Mereka cenderung melakukan hal yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dan membuat beberapa perubahan kecil.” kata Larry Page.
Menurut Page, memang wajar jika banyak orang selalu fokus dan ingin mengerjakan hal-hal yang menurut mereka yakin tidak akan gagal. Namun lebih dari itu, untuk mencapai kesuksesan, sebuah perusahaan teknologi perlu membuat suatu perubahan yang besar.
Kita bisa melihat ketika Google merilis layanan Gmail. Saat itu Google masih sebatas menjadi perusahaan mesin pencari. Menciptakan layanan email berbasis web merupakan suatu lompatan yang besar bagi Google. Apalagi Gmail berani menyediakan kapasitas penyimpanan email yang berkali-kali lipat lebih besar jika dibandingkan penyedia layanan email serupa pada saat itu.
Pada saat Google mengembangkan Gmail. Sudah ada beberapa perusahaan lain yang memiliki mesin pencari. Gmail tidak akan ada jika Google hanya fokus untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan mesin pencari tersebut. Google lebih memilih untuk fokus mengembangkan produk-produk dan layanannya.
Itu tadi tiga hal Nasihat CEO Google Dalam Berbisnis. Kita dapat mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat tersebut untuk mengembangkan dan menggapai visi bisnis yang sekarang sedang kita geluti. Semoga bermanfaat.

Pemimpin Imajiner

Setiap organisasi sudah pasti memiliki pemimpin. Berkembang atau tidaknya organisasi tersebut terletak pada kinerja pemimpinnya. Jika pemimpin dalam suatu organisasi memiliki visi dan misi yang jelas, serta dilaksanakan dengan konsisten, maka sudah dapat diyakini bahwa organisasi tersebut akan mengalami kemajuan. Mengenai kecepatan kemajuan organisasi tersebut, kembali lagi kepada kinerja pemimpinnya.
Adakah organisasi yang tidak memiliki pemimpin? Menurut saya tidak ada, yang ada adalah organisasi yang pemimpinnya tidak berperan dengan baik.Itulah yang saya sebut dengan pemimpin imajiner. Pemimpin imajiner adalah pemimpin yang berada diantara ada dan tiada.Dikatakan ada karena sudah jelas bahwa setiap organisasi ada pemimpinnya.
Hal itu ditunjukkan dan dibuktikan dengan adanya bukti otentik pengangkatan seseorang menjadi pemimpin organisasi. Disisi lain pemimpin dikatakan tidak ada adalah karena peran pemimpin dalam organisasi tersebut relative tidak berfungsi dengan baik.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa suatu organisasi berada di bawah pemimpin imajiner:
1. Tidak ada visi dan misi yang jelas,
2. Kebingungan bawahan dalam menentukan sikap.
3. Para bawahan menentukan kebijakannya sendiri tanpa ada arahan inti dari pemimpin.
4. Tidak ada kerjasama tim, alias bawahan bekerja sendiri-sendiri.
5. Pemimpin lebih banyak tidak ada di tempat.
Akibat dari adanya pemimpin imajiner dalam suatu organisasi adalah sangat fatal, dan yang paling utama adalah adanya kemunduran kinerja secara signifikan baik dari para individu anggota organisasi maupun kinerja secara kolektif.
Pemimpin imajiner timbul sebagai akibat dari tidak memilikinya pengetahuan leadership, ditambah dengan karakter dirinya yang bukan type seorang pemimpin, termasuk kekurangmampuan pemimpin tersebut dalam mengkomunikasikan sesuatu. Suatu organisasi yang memiliki pemimpin imajiner sudah seharusnya segera diganti agar kinerja organisasi dan produk yang dihasilkan organisasi tersebut tidak mencapai titik nadir. Jika hal ini terjadi, dan sudah menjadi budaya, maka organisasi tersebut akan sangat sulit untuk bangkit kembali. Ini berlaku untuk semua bentuk organisasi, baik organisasi bisnis, organisasi pemerintah, ataupun organisasi social. Apakah organisasi tempat anda bernaung dipimpin oleh seorang pemimpin imajiner? Tuliskan komentar anda!

Tinggalkan keluarg anda 3 hari saja, maka anda akan merasakan betapa anda sangat mencintai keluarga anda

Aktifitas sehari-hari sering membuat anda lupa bahwa anda memiliki istri yang harus dilayani, dan anak-anak yang harus anda didik. Tekun bekerja demi keluarga adalah suatu hal yang menunjukkan bahwa anda adalah orang yang bertanggung jawab.
Apapun pekerjaan yang anda lakukan saat ini adalah semata-mata untuk kesejahteraan keluarga. Namun tekunnya anda bekerja seolah-olah membuat anda lupa untuk mencintai keluarga anda. Lalu bagaimana caranya untuk mengingatkannya kembali?
Cobalah anda untuk menyendiri selama 3 hari. Misalnya anda meninggalkan keluarga anda untuk tugas luar kota. Ketika anda di luar kota, jauh meninggalkan keluarga, disitulah anda akan kembali ingat bahwa anda sungguh-sungguh membutuhkan keluarga anda. Anda akan kembali ingat bahwa anda sangat mencintai keluarga anda.
Liburan, atau tugas ke luar kota, atau apapun bentuknya, itu adalah suatu cara yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengingatkan bahwa anda memiliki orang-orang yang mencintai anda. Tuhan pun memberi tahu bahwa anda dibutuhkan oleh istri dan anak-anak anda.
Saya yakin, ketika anda kembali ke keluarga anda setelah liburan atau tugas luar kota, maka anda akan semakin giat dalam bekerja. Dan anda pun akan semakin mencintai keluarga anda. Anda akan semakin bersyukur bahwa anda telah beruntung diberikan karunia dan berkah yang banyak. Keberuntungan yang luar biasa, yang mungkin saja oprang lain tidak mendapatkannya.
Jenuh adalah suatu hal yang wajar. Hilangkanlah rasa jenuh anda dengan berlibur 3 hari seorang diri, dan kembalilah temui keluarga anda. Saya yakin anda akan kembali segar penuh semangat. Semangat akan bertambah ketika anda datang disambut oleh istri dan anak-anak anda yang anda tinggalkan.
Orang yang baik adalah orang yang sangat peduli kepada keluarga anda dan anda akan berusaha sekuat tenaga agar keluarga anda tidak merasakan kesusahan.

Upah Minimum Propinsi Naik, Tapi Itu Tidak Akan Pernah Cukup

Pada ranggal 1 november 2013, pemerinrtah pusat mewajibkan kepada seluruh pemerintah daerah untuk mengumunkan UMP tahun 2014 pada tanggal tersebut. Akibat dari kebijakan itu, beberapa propinsi telah menetapkan UMP tahun 2014, salah satunya adalah DKI Jakarta.
UMP DKI Jakarta sekarang adalah Rp.2.400.000, naik 9% dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp.2.200.000. Kenaikan tertinggi dimiliki oleh propinsi bengkulu yang naik 45% dari Rp.930.000 menjadi Rp.1.350.000.
Kenaikan upah buruh adalah harapan besar bagi setiap pekerja di Indonesia. Dengan adanya kenaikan upah ini, mereka berharap dapat meningkatkan derajat hidupnya dan bisa membeli lebih banyak keinginan.
Namun kenyataannya adalah sebaliknya. Berapapun kenaikan upah buruh, hal ini tidak akan menaikan derajat mereka. Sebab setiap kenaikan upah tentu juga akan diikuti oleh kenaikan harga barang produksi. Ini berarti permasalahan kenaikan upah buruh akan selalu sama setiap tahun.  Buruh akan tetap sama di posisinya, karena masalah buruh adalah komplek, bukan hanya soal upah semata. Masalah buruh menyangkut tentang pendidikan, kesehatan, pola pikir, atau karakter. Jadi, berapapun naiknya upah, hal tersebut tidak akan pernah cukup.

Tingkatan Manajemen Dan Manajer

Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilaksanakan. Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah (Midle Manager) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi. Misalnya adalah seorang store manager.
3. Manajemen Puncak (Top Manajer) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.