#lebarandirumahsaja

Tahun ini, tahun 2021 atau tahun hijriah 1442 adalah tahun kedua lebaran di masa pandemi COVID-19. Setelah lebaran tahun sebelumnya (tahun 2020), semua masyarakat Indonesia terpaksa tidak melakukan tradisi mudik, kini kembali di tahun 2021, masyarakat diharapkan untuk melakukan #lebarandirumahsaja. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan mudik bukanlah tanpa alasan. Kondisi pandemi COVID-19 ini adalah kondisi wabah yang belum tuntas antisipasinya. Obatnya masih belum manjur semanjur obat pil kina untuk Malaria misalnya, atau penisilin untuk antibiotik. Pemerintah Indonesia khawatir, dengan mudik, dimana ribuan orang kembali ke kampung halaman akan menimbulkan penyebaran penyakit yang tidak terkendali.

Kita harus belajar dari India, dimana saat ini hingga tulisan saya buat, kabarnya sudah 200 orang per hari dinyatakan meninggal karena COVID-19. Wabah COVID-19 sudah berjalan tepat satu tahun, banyak engara sudah dapat mengantisipasi dan menurunkan tingkat penularan dan tingkat kematian dengan protokol kesehatan yang mereka gunakan. Tapi India, ini bukti bahwa ada ketidakdisiplinan di masyarakatnya.. Protokol kesehatan mungkin sudah mereka buat, akan tetapi pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan protokol tersebut. Banyak sekali alasannya…

Anyway…saya gak mau membahas soal COVID-19 India. Saya tetap mau membahas mudik lebaran 2021, dimana pemerintah menganjurkan, bahkan memaksa untuk #LebaranDiRumahSaja.

Saya berpendapat, kita ikuti saja pemerintah lah…Untuk saat ini..gak usah memaksa untuk mudik. Resiko nya terlalu berat…Resiko karena tertular COVID-19 otomatis sudah dipastikan akan meningkat, tapi yang kongkrit adalah begini….

  1. Pemerintah sudah melakukan pencegatan di tempat-tempat yang strategis. Kabarnya lebih dari 300 titik pencegatan tersebar di mudik tahun ini. Konsekuensinya, jika kena pencegatan…harus putar balik…dan itu tentu nambah ongkos, bahkan buang ongkos sia-sia..
  2. Ok maksa mudik dengan menggunakan jalan-jalan tikus…Tapi itu gambling bro…yakin bisa lolos? Emang tahu jalan tikusnya? Trus mending kalo sendirian mudiknya, kalo rame-rame dengan keluarga? bawa anak kecil? Wah ini repot…. cape di jalan, kucing-kucingan kayak buronan, ditambah budget membengkak tak terduga….
  3. Ah…pokoknya maksa mudik. Pake surat tes COVID-19. Hei…..ingat…pemerintah melarang mudik..jadi walaupun pake surat tes covid, dan dinyatakan negatif, tetap saja disuruh putar balik..karena judulnya dilarang mudik…bukan boleh mudik untuk yang punya surat tes COVID-19.
  4. Ok.. kalo begitu..ane tetap mudik dengan bawa surat tugas dari instansi saya…!!! OK….punya surat tugas….tapi beneran anda diberi surat tugas walau gak tugas? atau surat tugasnya palsu? kalo anda diberi surat tugas tapi tidak bertugas rasanya itu tidak mungkin. Kalo ia, maka institusi atau perusahaan itu ambil resiko, dan memberikan persetujuan karyawannya untuk berbohong…itu jelas gila…Lalu kalo pake surat tugas palsu, berarti anda bohong dong…bagaimana kalau ternyata surat tugasnya diverifikasi ke kantor tempat anda bekerja, dan pimpinan anda tahu anda berbohong. Konsekuensi yang hampir pasti adalah ..ANDA TERKENA EFISIENSI KARYAWAN….alias…DIPECAT…karena institusi ditegur pemerintah sebabnya anda berbohong…WOW…rugi kebangetan itu mah…mudik gak jadi…karena disuruh putar balik, eh dipecat pula….

Jadi…untuk tahun ini…kita lebaran gak perlu mudik lah…untuk bertemu orang tua mau tidak mau gunakan gawai saja…Ini demi kesehatan kita bersama… Saat ini tidaklah bijak melakukan liburan disaat kondisi darurat seperti ini. Tidak ada yang tahu di kampung halaman bertemu tetangga yang tanpa gejala COVID-19. ATau sebaliknya justru kita merasa sehat padahal kita adalah orang tanpa gejala yang akhirnya menularkan penyakit di kampung halaman…Ada kan kejadian macam begitu?? Sabar saja…suatu saat ada waktunya untuk bertemu dengan sanak keluarga…Wabah ini pasti berakhir.. Maka dari itu..mari kita sukseskan program pemerintah #lebarandirumahsaja.

Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren…..

Rata-rata pemilik produk dagangan, atau bahkan hampir semuanya pemilik produk yang baru berdiri, dalam pemikirannya merasa bahwa masuknya produk mereka ke supermarket kelas besar seperti indomaret, alfanart, Transmart, atau lainnya merupakan suatu kebanggaan…keren..luar biasa…Padahal…tunggu dulu…Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Cermati dulu aturan-aturan yang ditawarkan oleh supermarket tersebut, dan ngaca diri mengenai kesanggupan perusahaan kita..jangan buang energi…Lho…Maksudnya gimana??

Begini…

Sudah dipastikan, bahwa menjadi supplier supermarket besar atau memasukkan produk dagangan ke supermarket tentu ada syarat-syarat tertentu. Dan biasanya, mereka tidak bersedia menerima produk hanya untuk satu atau beberapa gerai saja. Mereka menginginkan bahwa produk tersebut dapat dipasok ke seluruh gerai miliknya. Misal deh…Untuk memasukkan suatu produk dagangan ke supermarket A, supermarket A ini mematok syarat minimal bisa menyuplai 5 buah produk dagangan untuk setiap gerainya setiap dua minggu. Itu artinya, jika supermarket itu punya 1000 gerai di seluruh Indonesia, maka calon supplier tersebut harus mampu menyediakan produk minimal 5 pcs x 1000 gerai = 5.000 pcs barang setiap 2 minggu.

Persoalannya adalah, sanggupkah calon supplier tersebut memasok 5.000 pcs produk per dua minggu ? Banyak yang mungkin emosional menjawab..”Kita usahakan, yang penting kita bisa masuk supermarket itu…kan keren barang saya ada di rak display supermarket terkenal itu…” Atas dasar pemikiran tersebut, akhirnya sang calon supplier nekad pinjam uang di bank, menambah karyawan, pending order konsumen yang sudah langganan. Semua hanya demi memenuhi target pengiriman 5.000 pcs per dua minggu Oh, bagi saya, pemikiran pebisnis seperti itu adalah keliru besar… Kenapa? begini alasan saya ..

  1. Jika tidak mampu, mendingan tidak usah. Alangkah ruginya membatalkan pesanan konsumen yang sudah percaya dengan produk kita hanya demi pemenuhan kewajiban. Ujung-ujungnya, konsumen langganan menjadi tidak puas…dan….kabur…….
  2. Bicara soal kewajiban, secara alamiah sebetulnya manusia itu berharap untuk menghindari kewajiban…karena kewajiban adalah beban.. Aneh rasanya kita menandatangani kontrak kerjasama yang didalamnya ada kewajiban suplai sekian ribu barang per dua minggu yang kita belum tentu mampu dan belum pernah melakukannya. Lain soal kalo sudah mampu ya…
  3. Mending dapat uang yang pasti daripada dapat uang yang belum pasti. Maksudnya?? Ingat..pesanan konsumen setia kita adalah pesanan yang dipastikan kita dapat duit. bahkan mungkin karena mereka sudah percaya, mereka akan transfer uang dulu sebelum barangnya ada…Mereka sudah percaya loh…Trus apakah supermarket itu memperlakukan hal yang sama dengan konsumen loyal kita? Percaya kalo kita punya produk bagus?? TIDAK!!! Kalo nama merk kita kalah besar dengan nama merk supermarket itu, (dalam bahasa kerennya brand awareness) maka dipastikan supermarket itu ya gak mungkin bayar duluan…atau “barang datang saya bayar” Gak mungkin. Mereka pasti menerapkan sistem konsinyasi atau consignment, dimana mereka membayar setelah produk kita yang ada di display laku…dan itu biasanya tidak per toko. Tapi kumulatif dari penjualan 1000 gerai mereka. Sistem pembayaran konsinyasi dapat dilakukan ya terserah supermarketnya…bisa dua minggu sekali, atau bahkan sebulan sekali…Nah itu artinya, kita harus puasa dapat duit selama dua minggu atau satu bulan karena tertahan di supermarket tersebut. Karena tertahan dapat duit, maka..
  4. Kita memproduksi barang untuk suplai produk secara berkelanjutan adalah dengan cara meminjam dulu tabungan hasil untung kita sebelumnya, atau bahkan ada yang nekat meminjam uang ke bank untuk biaya operasional..wah itu tidak sehat..Mending kalo supermarketnya bayarnya lancar, kalo gak lancar, pembayaran macet? apa jadinya….malah bikin stress..

Jadi sebetulnya, jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren..Jika anda tidak cermat, mak bisa-bisa anda bunuh diri…perusahaanmu bisa tumbang gara-gara emosional ingin merk daganganmu mentereng di display supermarket…Saya mengalami hal itu karena 8 tahun saya di dunia retail…saya bekerja di perusahaan yang menyuplai produk ke salah satu supermarket terbesar di tahun 2000-an yang punya lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia. Apakah keren? tidak!!! Pusing setengah mati, hitung stok, nunggu pembayaran, kejar target suplai, ah…macam-macam deh pokoknya..dan itu gak keren…

Slow aja…mendingan jika punya produk sendiri maka merintis memasarkan sendiri. Tidak usah emosional ingin supali ke supermarket..justru ini berbahaya. Bahkan zaman sekarang, marketing atau menjual produk dan menjadi terkenal itu medianya banyak yang mudah. Anda bisa menjual melalui toko online, mengiklankan produknya melalui facebook, instagram, atau media sosial lainnya. Bahkan yang sekarang terbukti sukses, adalah dengan menjual sekaligus mengiklankan produk yang dimiliki melalui “landing page“. Ini menarik kalo kita buat iklan landing page, sudah pasti ada aja yang beli…atau alternatif lain adalah dengan mengiklankan melalui pihak ketiga yang bertarif tidak mahal seperti mengiklan di adsterra,

jadi sekali lagi…..jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Itu gak keren kalo maksa, yang akhirnya jadi gak mampu…Pelan-pelan saja…yang penting aliran uang masuk lancar terus…

ilmu matematika yang wajib diketahui Para Pelaut

Hallo sobat millenial, kali ini saya akan berbagi informasi tentang ilmu matematika yang wajib diketahui para pelaut. Seorang atau calon pelaut, harus memiliki kemampuan pelajaran matematika ini
agar nantinya mudah dalam mempelajari ilmu-ilmu pelayaran. Jika tidak mampu menguasainya, maka dapat dipastikan pelaut tidak akan mampu membawa kapal dengan aman dan selamat. Dengan demikian, sudah dapat dipastikan, jika pelaut itu pasti jago matematika wkwkwk…Apalagi pemimpinnya, alias kaptennya. Kapten kapal bukan hanya jago berhitung, tapi juga tentu saja harus memiliki kemampuan leadership yang sangat baik karena ia harus menentukan keputusan, memperjelas, dan berkomunikasi secara efektif.

Ok, mari kita mulai

Yang pertama…
Vektor…
Vektor adalah besaran yang mempunyai besar/nilai dan arah. Secara geometris vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah, dengan panjang ruas garis menyatakan besar vektor dan arah ruas garis menyatakan arah vektor. Dalam ilmu pelayaran, vektor merupakan dasar untuk membuat rencana pelayaran di peta laut. Garis-garis yang dibuat di atas peta laut merupakan vektor-vektor yang memiliki arah dan besar vektor. Arah vektor merupakan haluan kapal, dan besar vektor merupakan jauh yang dituju oleh kapal. Apa itu haluan kapal, klik video mengenai haluan kapal disini.

Ilmu matematika yang kedua adalah…
SISTEM KOORDINAT
Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya didefinisikan dengan dua garis sumbu yang saling tegak lurus dan terletak pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal diberi label x dan sumbu vertikal diberi label y. Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), dan nilai y ditulis (ordinat).
Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik. Dan ini disebut dengan koordinat. Dalam ilmu pelayaran, sistem koordinat ini digunakan untuk menentukan posisi atau lokasi kapal, sehingga disebut dengan koordinat posisi kapal. Sumbu X merupakan sumbu yang merepresentasikan bujur bumi, dan sumbu Y merepresentasikan lintang bumi. Sama halnya dengan sistem koordinat kartesius pada matematika, koordinat posisi juga terdiri dari 4 kuadran
Kuadran I adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Timur) atau (disingkat LU,BT)
Kuadran II adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Timur) atau (disingkat LS,BT)
Kuadran III adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Barat) atau (disingkat LS,BB)
Kuadran IV adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Barat) atau (disingkat LU,BB).

Dengan demikian, lokasi suatu kapal di titik P akan ditulis xx derajat LU, yy derajat BT

Yang ketiga Ilmu matematika yang dipergunakan dalam bidang Pelayaran adalah Logaritma.
Logaritma merupakan suatu operasi kebalikan dari perpangkatan,
yaitu mencari nilai yang menjadi pangkat dari suatu bilangan. Dalam ilmu pelayaran, angka-angka logaritma disimpan dalam buku Daftar Ilmu Pelayaran yang harus selalu tersedia di atas kapal. Dan sifat-sifat logaritma dipergunakan sebagai rumus untuk menentukan perubahan lintang atau delta lintang, perubahan bujur atau delta bujur, perhitungan haluan dan jauh, dan perhitungan tempat tiba.

Ilmu matematika keempat yang harus dikuasai oleh pelaut dan calon pelaut adalah Trigonometri…
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon artinya “tiga sudut”
dan metron artinya “mengukur”). Dengan kata lain, trigonometri artinya mengukur tiga sudut. Trigonometri dalah sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan sudut segitiga.
Sama halnya dengan logaritma, trigonometri digunakan untuk menentukan haluan, jauh, perbedaan lintang, perbedaan bujur, dan simpang.

Yang kelima adalah Derajat atau satuan sudut..
Derajat (secara lengkap, derajat busur), biasanya disimbolkan dengan °,
adalah ukuran sudut yang dapat dibentuk pada sebuah bidang datar, menggambarkan 1/360 dari sebuah putaran penuh. Artinya, besar 1 derajat adalah satu juring pada lingkaran yang dibagi menjadi 360 buah juring yang besarnya sama. 1° sama dengan 60 menit (ditulis 60′) dan 1′ sama dengan 60 detik (ditulis 60″). Dalam ilmu pelayaran, satuan sudut ini merupakan satuan yang digunakan dalam menyebut sudut haluan kapal terhadap arah Utara. Penggunaan satuan sudut adalah karena bumi berbentuk bola atau lingkaran. Selain itu derajat juga dipergunakan dalam penyebutan lintang, bujur, dan koordinat tempat pada peta laut.

OK. Itulah ilmu matematika yang wajib diketahui para pelaut yang dipergunakan dalam bidang Pelayaran. Sebetulnya masih banyak lagi ilmu -ilmu yang lain, tapi sebagai dasarSimak video 5 ilmu matematika dasar yang digunakan dalam ilmu pelayaran agar lebih jelas. Anda pun dapat melihat daftar seluruh tulisan yang saya buat melalui daftar artikel saya. adsterra

ALTERNATIF mengajar Praktek Secara Daring? ……dengan “video reaction”

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama satu tahun ini telah merubah berbagai cara hidup biasa menjadi tidak biasa. Dan ketidak biasaan itu akhirnya terpaksa harus dibiasakan . Dengan kata lain, secara ilmiah boleh dikatakan bahwa ada penambahan variabel dalam menentukan suatu tujuan. Dan variabel itu adalah…..VIRUS COVID-19Itulah cara hidup ini yang sekarang umum dikenal dengan “NEW NORMAL” atau “NORMAL BARU”. Berbagai cara hidup itu artinya berbagai aktivitas yang menyangkut kehidupan kita terpaksa harus dilakukan dengan cara yang baru agar virus COVID-19 tidak menyebar. Hal yang sama terjadi di dunia pendidikan. Telah hampir setahun pendidikan kita dilaksanakan tidak dengan cara bertatap muka di kelas seperti biasanya. Kebiasaan baru atau New normal dalam mengajar sekarang adalah mengajar jarak jauh, dimana siswanya berada di rumah, sedangkan gurunya berada di kampus atau bahkan di rumah juga. Interaksi mereka dihubungkan dengan berbagai aplikasi teknologi yang keseluruhannya menyatu di dalam jaringan internet. Kebiasaan baru dalam belajar seperti ini disebut dengan “BELAJAR DARING”. Ok..belajar tatap muka dalam jaringan memang tidak jauh berbeda dengan belajar tatap muka seperti biasanya di kelas, atau gampangnya kita sebut belajar luar jaringan. Guru menerangkan di depan komputer, siswa mendengarkan di depan komputer atau handphone androidnya masing-masing. Sesederhana itu…no problem….it is easy…gampang…dengan merancang kelas hybrid learning selesai. Persoalannya adalah ketika siswa belajar praktek untuk keterampilan tertentu. Bagaimana caranya agar siswa dapat melakukan belajar praktek jika siswanya ada di rumah? Terus bagaimana cara guru dalam mentransfer ilmu atau materi belajarnya? Itulah persoalan yang sekarang muncul di pendidikan-pendidikan vokasi. Di dalam pendidikan vokasi, sesuai kurikulumnya, porsi belajar praktek harus lebih banyak dari porsi belajar teori… Lalu bagaimana ALTERNATIF MENGAJAR PRAKTEK SECARA DARING?

OK..saya adalah guru…tepatnya guru vokasi bidang kelautan dan perikanan. Saya rasa saya punya problem yang sama dengan para guru vokasi lainnya atau guru SMK dalam mengajarkan praktek untuk para siswanya. karena itu saya mencoba berbagi mengenai cara mengajar praktek kepada siswa di dalam jaringan. Ok ini yang saya lakukan…

Yang pertama adalah saya membuat video tutorial. Anda bisa lihat video tutorial saya mengenai cara membuat jaring. Memang tidak gampang membuat video tutorial; perlu skenario, alat dan bahan, audio sistem, keterampilan edit video, dsb. Butuh tambahan pengetahuan yang lain. Namun apa mau di kata inilah NEW NORMAL….Terpaksa harus dibiasakan dalam mencari alternatif mengajar praktek secara daring.

Kemudian yang kedua, ketika saya masuk kelas daring (biasanya menggunakan aplikasi zoom), kemudian ucapan pembuka sebentar lalu saya memutarkan video belajar praktek yang saya buat tersebut kepada para siswa sambil saya mengomentari video tersebut. Kegiatan seperti ini; mengomentari video yang sedang diputar; jika dalam youtube lebih umum dikenal dengan “video reaction”. Jadi saya upload video saya ke channel youtube, kemudian ketika mengajar diputar videonya, dan di komentari saat video berlangsung. Itulah kira-kira video reaction. Setelah video berakhir, guru boleh demonstrasi lagi di depan kamera secara live atu tidak pun tidak apa-apa…

Lalu ketiga…nah ini yang utama…saya menugaskan para siswa untuk meniru materi yang ditampilkan di video tersebut. Pada video cara membuat jaring, saya berarti memerintahkan para siswa untuk membuat jaring sesuai dengan langkah-langkah yang ada di video tersebut. Mengenai alat dan bahan untuk mereka praktek, karena kondisi siswa adalah berada di rumah, maka tentu mereka harus menyediakan sendiri bahan prakteknya..Oleh sebab itu guru mengupayakan bahan praktek haruslah berbiaya murah, namun tidak mengurangi tujuan pembelajaran yang akan di capai. Penugasan ini tentu berbatas waktu, dan biasanya saya menyuruh upload tugas ke google classroom hasil karyanya dalam bentuk foto. Lho….koq upload foto? bagaimana itu kita bisa tahu bahwa mereka bisa? Bisa jadi fotonya foto orang kemudian di upload…Penilaiannya tidak valid dong??

Tenang….saya menyuruh upload foto tidak bertujuan untuk melakukan penilaian. Tentu saja hal itu saya juga ketahui. Saya meyuruh mereka uplaod foto ke google classroom semata-mata hanya agar mereka merasa terawasi . Saya sih maunya mereka mengerjakan tugas sambil di videokan, namun saya rasa itu sangat memberatkan siswa lah…bikin jaringnya aja belum tentu bisa, ditambah lagi persiapan ambil video…. Bisa jadi mereka malah fokus bagimana bikin videonya yang bagus… wah…malah bisa keluar dari tujuan pembelajaran aslinya. Jadi foto saja. Penilaian mereka mengenai apakah mereka menjadi bisa atau tidak mengenai materi tersebut dilakukan tetap dengan tatap muka. Misal di akhir semester mereka dipanggil ke kampus per kelompok-kelompok kecil, lalu kemudian mereka unjuk keterampilan.

Saya tidak tahu apakah alternatif mengajar praktek secara daring cara ini berhasil membuat si anak menjadi bisa dalam melakukan suatu keterampilan atau tidak, karena ya itulah…semuanya terkendala karena jarak jauh…dalam jaringan…pada akhirnya semua kembali kepada siswanya apakah mereka mau melakukan atau tidak. Guru hanya bisa memantau, dan menegur jika belum melakukan atau terlambat mengumpulkan…Selebihnya siswa yang menentukan perihal ketekunan, kemauan, kerajinan, dan kejujuran mereka sendiri. Karena ada saja siswa yang tidak jujur mengumpulkan foto bagus hasil pekerjaannya padahal yang buat adalah bapaknya ha..ha…Pokoknya itu nanti terlihat pada saat penialain unjuk terampil di akhir semester..Semoga ini bisa menjadi inspirasi para guru semua dalam mengajar praktek secara daring. Oh iya…sebagai informasi, aplikasi yang saya gunakan untuk saya mengajar praktek secara daring adalah youtube (tentu saja channel saya sendiri ya he..he..), google classroom, dan zoom. Untuk contoh inspirasi, atau contoh video belajar, Anda semua bisa melihat video-video pembelajaran yang telah saya buat di yusep channel 33.

Kepemimpinan AUTOPILOT:…BAGUSKAH?

Kepemimpinan autoplot…apakah itu? dan baguskah gaya kepemimpinan tersebut? Di dunia ini, banyak sekali pemimpin yang sukses dengan berbagai gaya kepemimpinan. Seringkali kita melihat atau mempelajari gaya kepemimpinan dari pemimpin-pemimpin yang sukses tersebut. Tujuannya untuk apa? tentu saja agar gaya mereka tersebut ditiru dan diikuti, dengan harapan bahwa mengikuti gaya mereka akan berbuah kesuksesan yang sama.

Namu sebetulnya, mempelajari gaya kepemimpinan seseorang tidaklah harus melihat yang sukses-sukses terus. Dalam mempelajari gaya kepemimpinan yang gagal pun kita akan memperoleh pelajaran yang berarti. Artinya, jika kita mengikuti gaya kepemimpinan mereka yang gagal, maka dikhawatirkan kita pun akan mengalami kegagalan yang sama.

Ok…kali ini saya akan membahas sedikit mengenai gaya kepemimpinan auto pilot..yang kata sebagian orang bahwa gaya kepemimpinan ini membuat para bawahan berfikir dan bertindak kreatif…tapi betulkah begitu?

Ok sebelum membahas lebih jauh, saya sampaikan dulu persepsi saya mengenai gaya kepemimpinan autopilot ini berdasarkan literasi yang saya baca. Autopilot secara bahasa dapat diterjemahkan sebagai kendali otomatis. Itu artinya, sang pilot cukup tekan tombol tujuan, dan selebihnya biarkan mesin yang bekerja..kira-kira begitu lah definisi autopilot dalam dunia pelaut atau penerbangan. Dalam dunia kepemimpinan, autopilot menurut pandangan saya berarti bahwa pemimpin hanya memtuskan tujuan institusi saja, selebihnya…prosesnya…persoalannya…pelaksanaannya… biarkan anak buah yang bekerja…pemimpin berharap autopilot ini bahwa para bawahan bergerak secara otomatis apa yang menjadi tujuan pemimpin. Sementara pemimpin tidak melakukan apa-apa lagi…alias kendali diserahkan sepenuhnya secara otomatis…

Pendapat saya, kepemimpinan autopilot ini tentu akan berhasil jika sistem atau para bawahannya bekerja secara baik dan teratur. Energi kerja selalu penuh, semangat kerja stabil, semua pegawai ikhlas….maka sudah dapat dipastikan autopilot akan bekerja dengan baik. Persoalannya adalah manusia itu berbeda dengan mesin. Energi kerja tidak selalu stabil, semangat kerja kadang naik turun…soal ikhlas? belum tentu setiap waktu. Jarang ada yang ikhlas seterusnya ketika semua masalah diselesaikan oleh bawahan sementara pimpinan tidak tahu menahu atau hanya ingin tahu beres saja…Lama-kelamaan mereka akan jenuh pada pimpnan model seperti ini. “Pemimpin ini ingin enaknya saja”…”Pemimpin apaan? giliran ada masalah gak mau di depan bertanggung jawab” Itulah kalimat-kalimat yang keluar dari hati sang bawahan ketika pemimpin yang membanggakan kendali otomatis mendiamkan organisasi atau institusi tak terurus… Bahkan jangankan diurus…tujuan pun gak jelas…mana tujuan primer dan mana tujuan sekunder,,, menjadi gak jelas..

Pemimpin autopilot cenderung membiatkan masalah selesai dengan sendirinya. Atau membiarkan anak buah menyelesaikan persoalan sementara dia sendiri sedapat mungkin meminimalisir keterlibatan… Baguskah model kepemimpnan seperti itu> menuru saya sih kurang bagus ya…Sistem itu bekerja harus dengan kontrol baik oleh pimpinan. Pemimpin bahu membahu bekerja sama menyelesaikan persoalan. Jika ada masalah, dia selalu tampil membela di depan.

Omong kosong autopilot membiarkan agar anak buahnya bekerja secara mandiri dan kreatif. Itu hanya pembenaran saja, yang sebetulnya adalah bahwa pemimpin tersebut bersikap tidak mau berpusing-pusing memikirkan persoalan. Biarkan anak buah menyelesaikan persoalan….itulah sikap kepemimpinan autopilot …Jadi jika ada yang mengatakan bahwa saya memimpin dengan metode autopilot, maka pemimpin itu adalah pemimpin yang imajiner…Itu menurut pendapat saya sih…bagaimana menurut pendapat anda?

Merancang Kelas Hybrid Learning

Kelas Hybrid Learning atau dalam Bahasa Indonesia adalah kelas campuran merupakan terobosan baru dalam mengajar di era pandemi COVID-19. Hybrid learning merupakan gabungan antara belajar tatap muka dengan belajar di dalam jaringan. Pada masa COVID-19 ini, pemerintah mengatur bahwa setiap isi kelas harus terisi maksimal 50 persen dari jumlah seluruh peserta didik. Itu artinya jika jumlah siswa ada 30 orang, maka kelas hanya boleh diisi sebanyak 15 orang saja. Lalu bagaimana dengan sisanya yang 15 orang lagi? Maka mereka akan belajar secara online atau belajar di dalam jaringan.

Dengan hybrid learning, secara sederhana berarti bahwa jika ada 30 siswa, maka guru atau pendidik mengajar 15 orang secara tatap muka, dan 15 orang di dalam jaringan dengan memanfaatkan aplikasi seperti zoom, google meet, atau platform video konferensi lainnya secara sekaligus. Dengan demikian maka dibutuhkan bukan hanya papan tulis dan alat tulis saja dalam belajar dengan menggunakan kelas hybrid. Teknologi pun diperlukan untuk mendukung lancarnya proses belajar secara hybrid. Audio visual system, jaringan internet, hingga alat-alat bantu mengajar lainnya seperti pen tablet atau display touch screen adalah hal-hal yang harus diperhatikan dan disiapkan agar proses belajar model hybrid learning dapat terlaksana dengan lancar.

Selain itu, para guru atau dosen pun dituntut memiliki kemampuan tanbahan dalam proses belajar model hybrid learning ini. Mereka setidaknya harus mampu dalam mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi konferensi video, hingga aplikasi pengujian para peserta didiknya. Lalu bagaimana cara merancang kelas hybrid learning? apa saja yang dibutuhkan dalam merancang kelas seperti ini? Simak rancangan kelas hybrid di video kelas hybrid ini. Video ini memberikan bagaimana rancangan kelas hybrid, tentunya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, selain itu dapat digambarkan pula bagaiamana nantinya proses belajar model hybrid learning tersebut berlangsung. google-site-verification: googlea7c70fd5c9cf88f2.html