Efek word of mouth di Bisnis Pariwisata

Bagaimana efek word of mouth di bisnis pariwisata? Begini penjelasannya. Beberapa waktu yang lalu saya melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pantai Pesisir Tengah Krui, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung, Indonesia. Selama dua hari saya tinggal disana, saya merasakan nuansa yang hampir mirip dengan Bali, ada pantai yang indah, serta wisatawan mancanegara. Bedanya adalah jika di Bali sudah ramai dan terkenal, maka di Krui masih sepi dan mungkin belum banyak dikenal oleh orang. Bahkan mungkin kalangan lokal Indonesia pun belum mengenal pantai Pesisir Tengah Krui ini. Kenapa begitu? ini pastilah karena efek word of mouth di bisnis pariwisata bekerja secara otomatis di kalangan para pelancong bule. Buktinya lebih banyak wisatawan bule ketimbang wisatawan domestik. Bahkan selama saya disana, saya tidak menemukan wisatawan domestik satu pun. Wah ini aneh, tempat wisata di negeri sendiri tapi koq malah tidak dikenal. Atau mungkin karena pengaruh pandemi COVID-19 kali ya, sehingga sedang sepi…

Lalu kenapa pantai Krui ini lebih dikenal dikalangan wisatawan asing dibanding wisatawan domestik? Mungkin inilah alasannya.

The Power Of Word of Mouth

Berdasarkan penelitian, karakter wisatawan asing cenderung untuk melakukan eksplorasi dalam menjelajah suatu wilayah wisata, dan mereka biasanya mengeksplorasi suatu tempat yang belum pernah dituju sebelumnya. Apabila mereka menemukan tempat yang membuat mereka sebagai pelanggan merasa nyaman, mereka akan menyebarkan informasi mengenai tempat ini baik melalui social media, telepon, ataupun lainnya. Mereka akan bercerita di blog-blog miliknya tentang tempat wisata yang mereka singgahi ini. Dan dari cerita-cerita di blog mereka maupun di social media inilah akhirnya berita mengenai tempat wisata baru ini mulai tersebar di kalangan teman-temannya, dan akhirnya keseluruh dunia.

Inilah The Power of Word of Mouth. Kekuatan bahasa dan komunikasi dalam bergaul merupakan suatu senjata marketing yang berbiaya murah. Bahkan mungkin anda tidak perlu biaya untuk melakukan strategi marketing macam ini. Power of Word Of Mouth juga bisa menjadi senjata yang membinasakan bisnis anda ketika perbincangan negatif diarahkan ke produk anda.

Untuk tempat wisata Pantai Krui ini saya yakin Word Of Mouth-nya bernuansa positif, karena banyak wisatawan asing berkunjung kesini. Lalu kenapa bisa word of mouth-nya bersifat positif ? Saya yakin bukan hanya tempat yang indah dan bagus saja yang menjadi penilaian. Sisi pelayanan dan keramahan para penduduk pasti juga menjadi penilaian utama. Wisatawan adalah pendatang, dan pendatang akan merasa senang apabila mereka disambut dengan ramah, dilayani dengan sepenuh hati, dan mereka merasa aman tinggal ditengah-tengah masyarakat. Ini menunjukkan bahwa penduduk lokal di Krui sudah tahu bahwa pelayanan pelanggan adalah suatu investasi yang menguntungkan dan sangat murah.

Oleh karena itu, agar suatu pariwisata dapat maju sebetulnya dengan cara iklan yang gila-gilaan dan berbiaya mahal adalah kurang efektif jika para pelaku pariwisata yang berkepentingan tidak memahami arti penting pelayanan. Birokrasi dan regulasi pemerintah, karakter penduduk pribumi, infrastruktur wisata harus dirancang sedemikian rupa agar dapat melayani wisatawan dengan excellent. Dan jika pelayanan ini sudah excellent, maka untuk meningkatkan bisnis bidang pariwisata mungkin pemerintah akan bekerja lebih ringan untuk mengiklankan atau mempromosikan suatu tempat wisata. Dengan strategi marketing yang murah meriah yaitu Word of Mouth Marketing, devisa negara akan terkumpul banyak. itulah efek word of mouth di bisnis pariwisata yang berdampak sangat dahsyat baik pada lingkungan terkecil suatu daerah hingga suatu negara.

Hubungan Insentif Penjualan dengan motivasi kerja

Motivasi karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dibutuhkan perusahaan untuk kemajuan perusahaannya. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk memotivasi karyawannya. Secara umum faktor-faktor yang menentukan seorang karyawan termotivasi adalah karena pengakuan dari perusahaan atas prestasi yang diperoleh, pekerjaannya itu sendiri, pemberian tanggung jawab yang lebih besar,dan tantangan atas suatu pekerjaan. Salah satu bentuk pengakuan perusahaan adalah dengan cara memberikan insetif penjualan kepada para karyawannya. Lalu apa hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja ? Berikut adalah penjelasannya.

“Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. Kebutuhan adalah suatu keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik. Begitu tiap kebutuhan ini telah dipenuhi, maka kebutuhan berikutnya akan menjadi dominan. Meskipun tidak ada kebutuhan yang pernah dipenuhi secara lengkap, suatu kebutuhan yang dipuaskan secara cukup banyak (substansial) tidak lagi memotivasi. Karena itu jika ingin memotivasi seseorang, maka perlu dipahami sedang berada diposisi manakah seseorang itu memfokuskan kebutuhannya, atau kebutuhan yang berada diatasnya.” (Stephen P. Robbins)

Abraham Maslow berkata bahwa pada diri manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis : Yaitu rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), serta kebutuhan ragawi lainnya.
  2. Kebutuhan Keamanan : Yaitu kebutuhan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
  3. Kebutuhan Sosial : Mencakup kasih sayang, rasa dimiliki, diterima, dan persahabatan.
  4. Kebutuhan Penghargaan : Mencakup rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi, prestasi. Dan rasa hormat eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu dorongan untuk mejadi apa yang ia rasa mampu, mencakup pertumbuhan, pencapaian potensialnya, dan pemenuhan diri.

Salah satu kriteria seorang pemimpin atau manager yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan memotivasi bawahannya. Karena itu seorang atasan sangatlah penting untuk menempatkan bawahannya sebagai rekan kerja. Dengan menempatkan bawahan sebagai rekan kerja, maka secara tidak langsung akan timbul kepercayaan diri dalam diri bawahan sehingga akan lebih mudah untuk mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan.

Dalam suatu usaha toko retail modern, salah satu bentuk yang umum dalam memotivasi karyawan adalah dengan cara pemberian insentif atau komisi. Insentif adalah upah yang dibayarkan secara langsung atas dasar hasil kerjanya. Pemberian insentif merupakan suatu bentuk penghargaan perusahaan atas prestasi yang diraihnya dalam hal penjualan.Dan penghargaan itu adalah berupa uang. Insentif berbeda dengan bonus, sebab insentif memberikan gambaran kenaikan yang terus menerus, sedangkan bonus merupakan bentuk imbalan yang menggambarkan pembayaran satu kali.

Insentif penjualan berkaitan erat sekali dengan target penjualan. Apabila seorang penjual berhasil mencapai target yang ditentukan perusahaan dalam menjual produk miliknya, maka karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan insentif. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam pengaturan insentif penjualan kepada karyawannya. Dan biasanya insentif penjualan dibayarkan paling lama bersamaan dengan gaji bulan berikutnya. Pemberian insentif penjualan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas seorang karyawan. Semakin produktif seorang karyawan dalam melakukan penjualan, maka semakin besar besaran insentif penjualan yang diterima.

Setiap orang memiliki kebutuhan,dan setiap kebutuhan harus dipenuhi dengan uang. Adanya insentif penjualan maka secara psikologis akan meningkatkan motivasi karyawan dalam melakukan pekerjaan. Sebagai akibat dari termotivasinya diri mereka, maka secara otomatis kemampuan mereka akan selalu digunakan sehingga akan semakin terampil. Dan jika karyawan telah termotivasi,maka akan semakin mudah bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan mereka dalam melakukan suatu operasional toko. Itulah hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja.

cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling

Penjualan adalah suatu transaksi untuk memperoleh pendapatan dimana barang atau jasa dikirim ke seorang pelanggan untuk memperoleh imbalan dalam bentuk uang. Produk adalah suatu barang yang diproduksi dan diperjualbelikan baik berwujud maupun tidak berwujud. Secara harfiah, suggestive selling berarti saran penjualan. Ini berarti bahwa sumber daya manusia yang ada di toko dalam hal ini disebut penjual, menawarkan produk-produk yang dimilikinya kepada konsumen agar bersedia membeli produk-produk yang ditawarkan tersebut. Berikut adalah cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling.

  1. Menawarkan produk yang lebih mahal

Ini berarti bahwa karyawan toko menawarkan suatu produk yang lebih mahal dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang lebih mahal dilakukan dengan harapan pembeli tertarik untuk membeli produk tersebut, sehingga jumlah penjualan menjadi meningkat. Biasanya bentuk ini dilakukan ketika toko memiliki dua produk dengan judul yang sama, misalnya suatu toko penjual film memiliki film berjudul “Taxi” dalam bentuk DVD Rp79.000 dan Blu-ray seharga Rp. 499.000. Suggestive selling dengan cara menawarkan produk yang lebih mahal berarti maka karyawan toko akan menawarkan kepada pelanggan untuk membeli Blu-ray.

2. Menawarkan produk yang sejenis

Pada bentuk ini, karyawan toko menawarkan alternatif produk lain dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang sejenis biasanya dilakukan pada saat toko tidak memiliki stok yang diinginkan pelanggan. Ketika stok barang yang diinginkan pelanggan tidak ada, maka untuk menghindari pelanggan tidak melakukan transaksi maka karyawan toko menawarkan produk alternatif yang sejenis dengan keinginan pembeli. Pada suggestive selling bentuk ini, para karyawan toko harus memiliki pengetahuan produk yang sangat mendalam dan kemampuan berbicara yang handal. Contoh : Pada toko penjual musik, seorang pembeli berencana untuk membeli CD artis “Kenny G”, sayangnya stok yang diinginkan tersebut tidak tersedia di toko, maka karyawan toko menawarkan CD yang sejenis dengan jenis musik yang diminati oleh pembeli tersebut, misalnya menawarkan CD “Richard Clayderman”. Diketahui bahwa Kenny G dan Richard Clayderman adalah sama-sama sebagai pemusik instrumentalia.

3. Menawarkan produk baru

Menawarkan produk baru berarti bahwa karyawan toko menawarkan produk-produk terbaru yang dimilikinya kepada pembeli, sehingga diharapkan selain membeli produk yang diminati, si pembeli juga membeli produk baru yang ditawarkan tersebut. Menawarkan produk baru dilakukan setiap waktu dimulai dari kedatangan produk-produk baru tersebut. Bentuk ini lebih efektif dilakukan ketika produk yang ditawarkan sejenis dengan produk yang diminati pelanggan.

4. Menawarkan produk-produk promosi

Pada suggestive selling bentuk ini, karyawan toko memberi informasi dan menawarkan produk-produk yang sedang promosi di tokonya, walaupun tidak sejenis dengan produk yang dicari pelanggan. Dengan adanya informasi ini diharapkan pelanggan berminat untuk membeli produk promosi saat itu juga.

5. Menawarkan produk pelengkap

Pada bentuk ini karyawan toko memberikan informasi dan menawarkan kepada pelanggan mengenai produk-produk yang menunjang produk yang dibeli pelanggan. Contoh : Seorang pengunjung membeli CD Karaoke, maka karyawan toko menawarkan alat karaoke atau headphone yang berkualitas untuk menunjang produk yang dibeli tersebut.

Pada kenyataannya, betuk suggestive selling yang dilakukan oleh karyawan toko merupakan kombinasi dari semua bentuk suggestive selling yang ada, yaitu menawarkan produk yang lebih mahal, sejenis, dan terbaru. Pramuniaga memberikan suggestive selling kepada para pengunjung toko atau pelanggan pada saat mereka berada di arena display, sedangkan kasir melakukan suggestive selling pada saat pelanggan akan melakukan transaksi. Cara yang dilakukan oleh para kayawan toko ini menyebabkan penjualan menjadi efektif, untuk memaksimalkan pencapaian target penjualan.

Agar suggestive selling lebih efektif, maka dilakukan suatu strategi untuk mendukung teknik suggestive selling tersebut, misalnya adalah dengan membuat window display yang menarik, pemberian hadiah dalam jumlah tertentu, atau demo produk yang ditawarkan.

Mengetahui cara meningkatkan penjualan toko dengan Suggestive selling dengan baik dan benar dikombinasikan dengan product knowledge karyawan toko yang baik, prinsip menjual, customer service yang baik, serta sikap mental dan kepercayaan diri yang tinggi akan semakin meningkatkan bisnis toko anda.

cara Menghitung Efektifitas Customer Untuk Meningkatkan Omzet Toko

Efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai secara kualitas atau waktu. Semakin besar persentase target yang dapat dicapai, maka semakin tinggi tingkat efektifitasnya. Efektifitas berarti ketepatan sasaran. Pada suatu usaha toko retail, efektifitas customer berarti ketepatan strategi toko dalam meraih konsumen yang datang untuk berbelanja di tokonya. Ini berarti bahwa meningkatkan efektifitas customer berarti terjadi peningkatan jumlah pembeli. Harapannya adalah tentu saja, dengan adanya peningkatan jumlah pembeli maka omzet toko akan semakin meningkat. Cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko adalah sebagai berikut:

Berikut adalah contoh perhitungan Efektifitas Customer:

Jika pada bulan September Toko X dikunjungi oleh 400 orang, dan terjadi transaksi sebanyak 200 orang, maka berapakah efektifitas customer di toko X pada bulan tersebut ?

Jawab:

Nilai 0,5 berarti bahwa jumlah pengunjung yang melakukan trasaksi adalah sebesar 50% dari jumlah total pengunjung. Atau dapat dikatakan bahwa setiap harinya pada bulan September, rata-rata terjadi transaksi penjualan sebanyak 200 : 30 hari = 6,66 ~ 7 buah transaksi.

Dengan memadukan analisa antara efektifitas customer dengan Produktivitas per Transaksi, maka Toko dapat meningkatkan omzetnya melalui peningkatan Efektifitas Customer, yaitu meningkatkan jumlah pembeli. Dan pembeli dapat bertambah apabila jumlah pengunjung yang datang juga bertambah.

Berbicara mengenai jumlah, maka kita berbicara mengenai kuantitas. Nilai yang dimiliki oleh suatu kuantitas merupakan suatu nilai baku berdasarkan deret hitung. Nilai yang diperoleh ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang terjadi dan sikap mental yang terdapat didalamnya.

Pada bisnis toko retail, meningkatkan jumlah pengunjung berarti menambah nilaideret hitung yang dipengaruhi oleh perlakuan toko dalam memberdayakan man, material, method, machine, dan environment. Di tempat inilah maka marketing akan bekerja. Melalui analisa SWOT, maka toko akan membuat suatu strategi untuk menarik minat publik untuk berkunjung ke tokonya. Beberapa contoh strategi yang biasa dibuat oleh suatu toko untuk menarik pengunjung diantaranya adalah :

  1. Meberikan pelayanan pelanggan sebaik mungkin.
  2. Menciptakan, mempertahankan, dan meningkatkan kenyamanan toko.
  3. Melakukan perubahan lay out toko
  4. Melakukan program-program promosi.
  5. Melakukan demo produk

Oleh sebab itulah, maka adalah penting untuk mengetahui cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko anda.

impulse buying customer dalam operasional toko

Impulse Buying Customer dalam operasional toko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk merangsang konsumen agar membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya. Ketika seseorang datang berkunjung ke suatu toko, ada kemungkinan bahwa pengunjung tersebut ingin membeli barang sesuai kebutuhannya, atau hanya sekedar ingin melihat isi ruangan toko tersebut karena tertarik pada penataan ruangannya. Impulse buying customer bertujuan agar pengunjung yang tadinya hanya berniat untuk sekedar melihat-lihat menjadi berminat untuk membeli produk yang dimiliki toko tersebut, atau seorang konsumen yang hanya akan membeli suatu produk yang dibutuhkannya, menjadi tertarik untuk membeli lebih banyak diluar yang direncanakannya. Beberapa contoh impulse buying customer adalah : teknik pemajangan, Point of Purchase, window display, desain interior toko, dan demo produk.

Menurut penelitian, impulse buying customer didasari oleh suatu fakta dari perilaku konsumen sebagai berikut :

  1. Alasan konsumen belanja adalah karena toko menarik perhatian konsumen, toko terlihat indah, konsumen mudah mencari barang yang dibutuhkannya, dan karyawan toko yang mudah membantu dan melayani.
  2. 2/3 keputusan pembelian terjadi di toko. Ketika seorang datang berkunjung ke suatu toko, hasrat beli yang dimiliki oleh seorang pengunjung akan semakin muncul setelah pengunjung tersebut melihat fisik produk, serta memahami fungsi dan manfaat yang diterima dari produk tersebut. Dan itu terjadi di dalam toko !
  3. 55% kunjungan konsumen adalah tanpa direncanakan sebelumnya. Perbedaan swalayan dengan toko biasa adalah karena swalayan menganggap semua orang yang berkunjung adalah pembeli yang potensial. Berawal dari pemahaman ini, maka mereka akan berusaha untuk menarik perhatian konsumen agar bersedia untuk berkunjung ke dalam tokonya walaupun sebelumnya tidak berniat untuk membeli. Dengan usaha seperti ini maka logis dikatakan bahwa swalayan lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang yang sebelumnya tidak berencana untuk berkunjung.
  4. Konsumen membeli 15%-20% lebih banyak karena menarik secara visual serta sesuai dengan kondisi emosinya. Karena swalayan adalah untuk memanjakan dan memudahkan konsumen, maka ketika seseorang berencana untuk membeli suatu barang kebutuhannya secara tidak langsung mereka akan melihat barang-barang lain yang dipajang di toko. Adakalanya karena produk yang dipajang tersebut menarik maka mereka akan bersedia untuk membeli. Kondisi emosi yang dimaksud adalah keadaan yang terjadi pada diri konsumen pada saat itu, apakah sedang bersedih, gembira, marah, atau yang lainnya. Kondisi emosi tersebut sangat mempengaruhi hasrat beli konsumen, sebagai contoh di dalam suatu toko musik apabila ada seorang pengunjung yang terlihat sedang bersedih tentu akan mencari musik-musik yang sesuai dengan kondisi perasaannya,dan apabila dirasa cocok maka ia akan bersedia untuk melakukan transaksi atas produk tersebut.

Usaha-usaha dalam rangka impulse buying customer sebetulnya merupakan bagian dari strategi yang dilakukan oleh pengelola toko. Pemahaman strategi ini sangatlah komplek karena hal itu sangat berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh toko berikut dengan kesempatan dan ancamannya.

Tujuan utama dari toko adalah untuk memperoleh penjualan yang maksimal, oleh karena itu menciptakan impulse buying customer saja tidak akan cukup jika tidak timbul transaksi penjualan. Oleh karena itu untuk mendukung usaha-usaha yang telah dilakukan, maka keaktifan karyawan toko dalam melayani pelanggan sangat berperan dalam keputusan pelanggan untuk membeli produk. Para karyawan harus berupaya agar pelayanan yang diberikannya membuat konsumen merasa puas dan ingin kembali lagi berbelanja di toko anda. Ketika pelanggan sudah mulai tertarik dengan produk yang dipajang di toko, maka karyawan segera aktif melakukan suggestive selling atas produk-produk tersebut. Dengan cara seperti ini maka keputusan pembelian oleh pelanggan akan semakin cepat terlaksana. Teori yang mengatakan bahwa 2/3 keputusan pembelian terjadi di dalam toko adalah suatu hal yang logis karena hal tersebut didukung oleh keaktifan karyawan toko dalam mendekati pelanggan. Itulah penjelasan mengenai impulse buying customer dalam operasional toko.

swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda

Jika kita berusaha untuk membuka sebuah usaha, misalnya saja membuka suatu toko retail, maka tentunya kita harus melakukan suatu investasi. Investasi disini bisa saja berupa bangunan, karyawan, barang dagangan, dan bahkan suatu merk sekalipun. Dan seperti kita tahu bahwa merk merupakan aset investasi yang paling berharga dalam dunia bisnis. Kekacauan dan konflik yang terjadi di dalam internal bisnis / antar karyawan akan membuat investasi yang sudah ditanamkan akan terancam hilang. Karena itu penanganan dan tindakan pencegahan suatu konflik sangat penting dilakukan untuk melindungi aset dan investasi yang sudah ditanamkan. ini merupakan bagian dari swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. lebih tepatnya adalah analisis kelemahan yang dimiliki oleh toko kita.

Konflik adalah salah pengertian, pertentangan keinginan yang menimbulkan ketegangan, ketidakcocokan, atau perbedaan pendapat diantara karyawan. Ada yang mengatakan bahwa konflik mencakup perbedaan antara nilai sosial dan pribadi, ketidakmampuan bertindak sesuai dengan prinsip dan nilai pribadi, kurangnya komunikasi, problema yang dibesar-besarkan atau perbedaan tingkah laku karena perbedaan latar belakang kultur, agama, pendidikan, dan faktor-faktor lain.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain :

a. Aspek Organisasi

Aspek ini meliputi kurangnya tenaga kerja, perubahan-perubahan organisasi, perasaan kurang aman dari segi keamanan dan keselamatan kerja, tidak adanya standar pekerjaan, pembinaan karir yang kurang lancar, diskriminasi di pekerjaan,tujuan perusahaan yang kurang jelas, serta problema mengenai peralatandan instrumen antar bagian.

b. Aspek Manajerial

Aspek ini meliputi delegasi wewenang yang tidak cukup, loyalitas yang tidak utuh, manajemen yang kurang pakar, dan sentralisasi power yang terus menerus.

c. Aspek Behaviour

Biasanya behaviour mencerminkan dua kategori diatas. Secara khusus disebabkan oleh kurang baiknya komunikasi tentang bagaimana suatu informasi disampaikan, tidak disampaikan, atau justru ditutupi karena kurangnya kepercayaan di dalam organisasi.

d. Aspek lainnya

Konflik disebabkan karena organisasi yang kompleks, adanya pertentangan antara task melawan process, dan perbedaan-perbedaan di dalam nilai belief dan objektif.

Penyelesaian Konflik

Ada 3 metode yang sering digunakan dalam penyelesaian konflik, yaitu :

1. Dominasi dan Penekanan

Metode ini meliputi :

  • Kekerasan, yang bersifat penekanan otokratif.
  • Penenangan, merupakan cara yang lebih diplomatif.
  • Penghindaran, menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
  • Aturan mayoritas, mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara melaluiprosedur yang adil.

2. Kompromi

Konflik diselesaikan melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

3. Pemecahan masalah integratif

Konflik antar karyawan diubah menjadi situasi pemecahan masalah melalui konsensus, konfrontasi, dan pengertian mengenai tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

itulah swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. yang merupakan analisa weakness yang ada di toko anda, harapannya adalah agar kelemahan atau weakness yang muncul di toko anda dimana pegawai yang menjadi sumber kelemahannya dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan sehingga produktifitas toko anda dapat meningkat.

Cara Menghitung Produktifitas Per Transaksi Untuk Meningkatkan Omzet Toko Anda

Dalam konteks bisnis, produktifitas adalah suatu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa bagi banyak orang dengan menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin. Produktivitas merupakan suatu ukuran sejauh mana suatu sumber daya dipergunakan dengan baik untuk menunjukan hasil tertentu yang diinginkan. Produktifitas tentunya dapat dihitung, dan jika kita berada dalam bisnis retail, maka kita perlu mengetahui cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan toko anda.

Secara filosofis produktifitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Produktifitas adalah tingkat efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. Produktifitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber produksi. Secara umum produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan satuan ukur yang digunakan (input), dan ini sifatnya adalah kualitatif.

Produktifitas per transaksi dalam suatu toko berarti kemampuan suatu toko dalam melakukan penjualan dengan cara memanfaatkan sumber-sumbernya, yaitu semua jenis produk dan jasa yang dimilikinya. Produktifitas per transaksi merupakan perbandingan antara jumlah penjualan (output) dengan jumlah transaksi (input). Secara matematika dirumuskan sebagai berikut:

Semakin besar nilai yang dihasilkan, maka produktifitasnya semakin baik. Dalam suatu usaha toko, meningkatkan produktifitas per transaksi berarti bahwa terjadi peningkatan nilai penjualan setiap transaksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui berapa produktifitas per transaksi toko kita, maka semua data terkait dengan aktifitas toko adalah sangat penting.

Berikut ini adalah contoh cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan omzet toko anda:

Suatu toko X pada bulan Januari 2021 memperoleh omzet sebesar Rp4.000,000.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 200 transaksi. Berapakah produktifitas per transaksinya ?

Jawab :

Artinya adalah bahwa pada bulan januari, setiap customer rata-rata membelanjakan uangnya di toko X sebesar Rp 20.000,00. Omzet dapat meningkat apabila produktifitas per transaksi dengan jumlah transaksi yang sama dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas per transaksi adalah dengan cara membantu pelanggan membeli produk yang terbaik, harapannya adalah mereka akan menjadi senang terhadap toko kita dan frekwensi pembelian pelanggan tersebut bertambah.

Bantu Pelanggan Membeli Yang Terbaik Dan Buat Mereka Senang

Harry Bullis, mantan presiden komisaris General Mills, menganjurkan para wiraniaganya atau para penjualnya agar melupakan penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Mereka didorong untuk bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang. Seperti yang dikatakan Bullis, jika setiap kali bangun pagi, anda mulai dengan berkata dalam hati bahwa “saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, alih-alih, “Saya ingin membuat penjualan sebanyakmungkin penjualan hari ini” maka anda akan merasakan bahwa pendekatanyang anda lakukan terhadap pembeli akan lebih mudah dan lebih terbuka, dan sekaligus anda akan bisa membuat lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dari kesadaran untuk menolong sesamanya agar memperoleh hidup yang lebih bahagia dan dan lebih mudah, berarti sedang melaksanakan suatu bentuk kewiraniagaan yang paling sempurna.

Hal yang lebih baik dari prinsip tersebut ternyata juga merupakan prinsip penjualan yang paling ampuh. Cepat atau lambat, uang dan kepuasan yang anda peroleh akan sebanding dengan pelayanan yang telah anda berikan kepada orang lain. Pada suatu kesempatan, apa yang anda peroleh mungkin lebih sedikit dari yang anda berikan. Tapi pada kesempatan lain, anda akan merasakan hal yang sebaliknya. Karena itu cepat atau lambat, semua akan menjadi seimbang. Apa yang anda tanam, maka itulah yang akan anda tuai. Lebih banyak memberikan layanan yang natural, apa adanya, tanpa mengada-ada apalagi rayuan penuh kepalsuan akan memberikan efek psikologis kepada pembeli dimana bukan hanya puas membli barang saja, akan tetapi mereka akan terikat dengan anda. Dan mereka akan dengan senang hati kembali lagi untuk berbelanja di tempat anda.

Pelayanan yang baik atau pelayanan yang excellent yang anda berikan kepada orang lain akan anda rasakan hasilnya bebrapa waktu kemudian. Karena itu, pelayanan boleh dibilang sebagai suatu investasi bagi bisnis toko retail. Hidup dan matinya toko retail dalam jangka panjang bergantung kepada pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Pelayanan pelanggan yang baik akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan pelanggan loyal adalah sumber pundi-pundi uang untuk bisnis retail yang kita jalankan. oleh sebab itu….bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

5 Hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT Analysis di toko anda

SWOT ANALYSIS adalah analisa yang sering digunakan di berbagai persoalan, baik bisnis maupun hal lainnya. Anda tentunya sudah sering mendengar tentang istilah analisa SWOT, dan setiap bisnis harus melakukan hal itu secara berkesinambungan. Pun demikian halnya jika anda terjun di bisnis retail, dimana anda memiliki toko jualan eceran yang menjadi harapan kesuksesan bisnis anda. Lalu dalam melakukan analisa SWOT ini, apa saja yang harus diamati agar analisa toko anda menjadi efektif den efisien ? Berikut adalah 5 hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT analysis di toko anda.

Inilah 5 hal yang harus diamati untuk mendukung SWOT analysis.

  1. Sumberdaya manusia (MAN).

Sumber daya manusia merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap toko. Semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki oleh toko tersebut maka semakin efektif pula kinerja toko tersebut. Karena itu suatu toko harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan toko yang berketerampilan, bersikap, dan berpengetahuan baik, selain itu sumber daya manusia tersebut harus dapat mengembangkan dirinya mengikuti lingkungan dan perkembangan teknologi yang ada.

2. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dibuat oleh suatu toko agar tujuannya dapat terwujud. Metode yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang menyangkut konsep pemasaran dan penjualan, promosi produk, keselamatan kerja,dan jaringan informasi.

3. Material

Kualitas,kuantitas,dan harga suatu produk yang dijual merupakan hal yang termasuk dalam segi pengamatan material. Selain hal tersebut, keragaman dan kenyamanan produk juga termasuk dalam segi pengamatan ini. Setiap toko memiliki memiliki produk-produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh toko lain. Material ini nantinya akan mengarah kepada suatu peluang yang ada di pasar. Berdayakan Point Of Purchase (POP) dengan tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat.

4. Lingkungan

Segi pengamatan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lokasi, kenyamanan, persaingan dagang, dan juga termasuk kebijakan pemerintah. Suatu usaha tidak akan maju jika kondisi lingkungan tidak mendukungnya. Oleh sebab itu maka suatu usaha dalam hal ini toko, tentu akan melihat sisi lingkungan sebagai faktor penting dalam penentuan strategi untuk meraih keberhasilan.

5. Money

Perhatikan data transaksi yang diperoleh dari Point Of Sales atau POS anda setiap harinya. Perhatikan kapan saja transaksi-transaksi yang dalam kondisi ramai dan kapan transaksi dalam kondisi tidak ramai. Jika transaksi ramai, anggaplah misalnya hingga mencapai 30 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan peak time. Pada kondisi ini, ini adalah saatnya bagi anda untuk melakukan maksimasi kecepatan dalam pelayanan. Jangan biarkan customer anda menunggu terlalu lama di antrian POS. Jika transaksi sedang sepi, misal 5 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan weak time. Pada kondisi ini, maka anda dapat melaksanakan strategi Impulse Buying Customer. Impulse Buying Customer dapat mendorong memperbesar nilai penjualan tiap transaksinya.

Inilah 5 hal SWOT analysis yang harus diamati kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancamannya, sehingga akan disusun suatu strategi SWOT yang mampu membuat toko anda atau bisnis retail anda memenangkan kompetisi bisnis yang ada geluti.