perbandingan Peraturan benih lobster 3 menteri kkp

Lobster merupakan komoditas perikanan yang dapat memberikan devisa untuk negara baik dari sejak berukuran kecil, maupun sudah berukuran dewasa. Ada banyak spesies lobster yang menjadi permintaan pasar dunia untuk dikonsumsi, dan masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Indonesia adalah negara kepulauan dimana terdapat banyak habitat lobster yang menjadi sumber ekspor. Bukan hanya lobster dewasa, namun benih lobster pun merupakan komoditas yang potensial untuk diperjualbelikan.

Atas dasar keberlanjutan pengelolaan sumberdaya alam, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan peraturan dimana penangkapan dan ekspor benih lobster keluar negeri dilarang. Bukan hanya penangkapan dan ekspor benih, bahkan jual beli benih lobster untuk budidaya dalam negeri pun dilarang dilakukan, sehingga tidak ada yang dapat melakukan budidaya lobster.

Setelah Susi Pudjiastuti tidak menjabat sebagai menteri, dan digantikan oleh Edhy Prabowo, peraturan tersebut direvisi dengan peraturan baru yang isinya memperbolehkan ekspor benih lobster walau dengan syarat tertentu. Demikian pula dengan budidaya lobster, Edhy Prabowo memperbolehkan budidaya lobster walau dengan syarat harus
berada di propinsi yang sama dengan lokasi benihnya.

Akan tetapi, Edhy Prabowo tertangkap KPK karena terkait kasus suap ekspor benih lobster. Berdasarkan pemberitaan, kasus suap ini dianggap buah dari peraturan yang dibuatnya mengenai kebijakan ekspor benih lobster ini.

Pengganti Edhy Prabowo adalah Wahyu Sakti Trenggono. Di era ini, kembali, ekspor benih lobster dilarang, namun didorong untuk dilakukan pengembangan budidaya lobster.
Sehingga lalu lintas benih lobster ke tempat-empat budidaya boleh dilakukan selama berada di dalam wilayah dalam negeri.
Pada era mentri Wahyu Sakti trenggono ini pula, istilah benih lobster mulai dicantumkan pada peraturan yang dibuatnya.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah perbandingan peraturan benih lobster 3 menteri KKP di masing-masing era, yairu Susi udjiastuti, Edhy Prabowo, dan Wahyu Sakti Trenggono. Atas dasar peraturan terbaru, maka akhirnya ekspor benih lobster dilarang, dan hanya boleh diperdagangkan untuk kepentingan budidaya di dalam negeri.

Klik disini untuk download seluruh peraturan terkait benih lobster dari 3 menteri KKP.

Lalu bagaimanakah benih lobster yang dimaksud dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 tahun 2021? Klik disini untuk melihat video benih lobster yang dilarang di ekspor dari jarak dekat melalui kamera dalam air.

tujuan segmentasi Pasar

Secara umum segmentasi pasar mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi bisnis dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Selain tujuan utama tersebut terdapat tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti, menigkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, dan memperkuat citra. Setidaknya terdapat 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:

1. Mendisain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Perusahaan menempatkan konsumen di tempat yang utama, dan menyesuaikan produknya untuk memuaskannya (customer satisfaction at a profit).

2. Menganalisis pasar. Segmentasi pasar membantu penjual mendeteksi siap saja yang menyerang pasar produknya.

3. Menilai peluang (niche) Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai konsep segmentasi dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang. Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar, tetapi pada masanya akan menjadi besar.

4. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnyaadalah mereka yang paham betul konsumennya. Perusahaan memahami pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.

5. Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien. Setelah mengetahui segmen yang dituju, maka perusahaan akan menentukan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan segmen yang dituju.

Faktor-faktor Penentu Penjualan Di Toko Retail

Bisnis toko retail akan mati atau berkembang tergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor penentu penjualan di toko retail adalah :

  1. Inventori

Inventori yang tersedia di toko anda adalah alasan utama konsumen datang berkunjung ke toko anda. Inventori adalah ketersediaan barang dagangan yang terdapat di toko. Ketersediaan barang ini berkaitan erat dengan perputaran uang yang diperoleh oleh suatu toko. Apabila ketersediaan barang yang dimiliki kurang banyak dibandingkan dengan permintaan konsumen, maka toko akan mengalami loss sales, yaitu suatu keadaan dimana toko kehilangan penjualan karena ketidaktersediaan stok. Sebaliknya jika toko memiliki kelebihan barang dagangan dibanding permintaan konsumen, maka barang tersebut tidak dapat cepat dikonversikan menjadi uang karena tidak ada penjualan. Akibatnya toko akan mengalami kerugian karena membeli barang yang tidak laku. Kondisi ideal untuk suatu inventori adalah “just enough”, dimana produk dagangan yang dimiliki mencukupi seluruh permintaan konsumen.

Dalam bahasa toko retail, inventori dibagi dalam beberapa sifat, yaitu :

a. Dead stok    : yaitu produk dagangan yang tidak laku dijual dan terpendam sekian lama di display atau di gudang sehingga tidak dapat dikonversi menjadi uang.

b. Slow moving           : yaitu produk dagangan yang kurang laku dijual. Dengan kata lain produk ini masih dicari konsumen namuntidak banyak. Konversi produk ini untuk menjadi uang sangat lambat. Pada toko retail film, produk yang bersifat slow moving contohnya adalah film-film koleksi.

c. Fast moving    : yaitu produk yang sangat laku dijual. Produk ini adalah produk yang paling cepat dikonversi menjadi uang. Produk yang bersifat ini dinamakan juga produk best seller, dimana omzet toko terbanyak adalah dari penjualan produk ini. Pada toko retail film, produk yang bersifat fast moving contohnya adalah film-film terbaru atau Box Office.

2. Harga

Ketika barang dagangan yang dijual di toko anda bukan barang yang unik, artinya selain toko anda masih banyak toko lain yang menjual barang yang sama, maka harga menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi penjualan. Dalam kasus tersebut, maka barang-barang yang dijual haruslah lebih murah dibandingkan dengan harga di toko pesaing, tentunya dengan pertimbangan profitability.

3. Ragam barang yang dijual (Assortments)

Kemampuan dalam menjawab kebutuhan konsumen digambarkan oleh lengkapnya assortments yang tersedia di toko. Assortments yang ideal agar toko banyak dikunjungi konsumen adalah :

a. Lengkap.

Maksudnya adalah toko anda mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan yang berbelanja ditoko anda. Jika anda menjual film Blu-ray misalnya, maka toko anda dikatakan lengkap jika semua film-film yang dicari konsumen selalu dapat anda sediakan.

b. Up to date.

Maksudnya adalah selalu mengikuti perkembangan trend terkini. Jika toko anda adalah toko yang menjual film,maka toko anda dikatakan up to date apabila di toko anda selalu tersedia produk-produk film terbaru.

4. Customer Service

Faktor penentu penjualan berikutnya adalah customer service. Customer service bukan semata-mata keramahan, atau kesigapan pramuniaga dalam melayani pelanggan. Customer service lebih jauh adalah membuat bagaimana cutomer menjadi nyaman ketika berbelanja ditoko anda dan bersedia untuk kembali lagi di lain waktu. Ini adalah faktor yang paling penting, sebab bukan hanya menentukan omzet penjualan saja, tetapi juga menentukan image toko anda. Kenapa ? Sebab every business is a “service” business dan customer service terbaik adalah “service beyond service excellent.

Itulah faktor-faktor penentu penjualan di toko retail. Dengan mengetahui hal ini, semoga toko dapat menjadi semakin produktif.

facebook marketing

Dalam dunia marketing, tentunya suatu bisnis membutuhkan massa yang sebanyak-banyaknya, karena massa inilah yang akan membantu menyebarluaskan informasi tentang suatu produk, jasa, ataupun merk. Word of mouth promotion lebih banyak berperan disini,dan semakin banyak massa yang mau menyebarluaskan informasi bisnis anda, maka proses pemasaran akan semakin mudah dan murah. Akan tetapi massa yang banyak adalah bukan segalanya, massa yang yang harus anda kuasai adalah massa yang sudah tersegmen dan menjadi target utama pemasaran anda. Cobalah anda untuk melakukan facebook marketing.

Bagi facebooker, tentu sudah terbiasa berbagi informasi dengan orang lain mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukannya melalui kotak status. Melalui kotak status inilah seseorang bisa tahu mengenai eksistensi seseorang, komunitas, organisasi, public figure, atau bahkan suatu bisnis. Bagi anda yang kreatif memanfaatkan kotak status, pasti anda akan menulis di halaman profile anda dengan tulisan yang menarik, unik, dan mampu mendatangkan perhatian teman-teman anda sehingga mereka berkomentar terhadap status anda.

Kreatif, menarik, dan unik. Inilah kuncinya. Dalam dunia marketing, istilah ini disebut soft marketing.

Facebook adalah media yang sangat efektif untuk memperkenalkan bisnis anda ataupun pribadi anda. Anda ingin terkenal ? Anda ingin memperkenalkan diri anda sebagai seorang ahli bidang bisnis, pembicara motivasi, pelatih sukses atau lainnya ? Atau anda ingin mempopulerkan komunitas, organisasi, atau kegiatan sosial nada ? Maka facebook adalah tempat yang bagus untuk memulai.

Tekuni dan jalankan dengan serius program pemasaran online anda melalui facebook ini, dan lihatlah hasilnya beberapa bulan kemudian.

Pertanyaannya adalah  Bagaimana memaksimalkan akun facebook untuk kepentingan bisnis kita ? Adakah tips-tipsnya? Dan seberapa sulitkah caranya ? Well, pada prinsipnya facebook marketing tidaklah terlalu sulit jika kita mengetahui beberapa tips dan strategi memaksimalkan facebook. Yang paling utama adalah tetap fokus pada visi dan misi yang akan anda sampaikan, dan tetap tidak meninggalkan prinsip-prinsip ilmu marketing.

every business is a service business

Jika anda memiliki sebuah toko, mislanya toko cell phone, toko blu-ray, toko komputer, atau toko apapun, maka sebetulnya yang anda jual bukanlah produk yang ada di toko anda. Produk anda hanyalah merupakan output dari bagian produksi saja, sedangkan yang menentukan penghasilan anda agar berkelanjutan adalah service, manfaat, dan keuntungan yang diberikan toko anda kepada para konsumen. Bukan hanya di toko saja, yang menjadi tempat akhir produk sebelum sampai ke konsumen. Setiap bisnis adalah tentang pelayanan. Every business is a service business. Buat pelanggan puas, maka mereka akan kembali lagi dan kembali lagi. Inilah yang membuat penghasilan anda berkelanjutan, dan produktivitas per transaksi anda akan stabil bahkan meningkat.

Tidak percaya ? Ok, mari kita lihat contoh kasus berikut ini.

Di suatu pusat perbelanjaan, terdapat dua buah toko film yang saling berdampingan, yaitu Toko A dan Toko B. Kedua toko tersebut menjual dan memiliki koleksi produk yang sama, yaitu produk fashion terbaru. Yang membedakan adalah bahwa jika di Toko A pelayanan para pramuniaganya hanya biasa saja, sedangkan di Toko B mengedepankan service beyond service excellent. Dan apa yang terjadi ? Ternyata banyak pengunjung yang mendatangi Toko B dibandingkan dengan Toko A, dan tentu saja omzet penjualan Toko B lebih besar daripada Toko A. Kenapa? Karena dengan service yang dilakukan oleh Toko B membuat para pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama dan berbelanja di toko tersebut. Pelanggan puas, lalu akhirnya mereka menjadi pelayan setia, dan kesetiaan pelanggan adalah omzet bagi toko.

Semua itu adalah karena service. Service-lah yang menentukan omzet penjualan dan umur toko anda, bukan produk yang anda jual. Bagaimanapun lengkapnya koleksi barang di toko anda, anda akan rentan oleh serangan kompetitor jika anda tidak memiliki bentuk service yang hebat kepada konsumen anda.

Dan ini service ini berlaku bukan hanya untuk bisnis saja. Institusi, organisasi, pelayanan publik, bahkan hingga sekolah sekalipun umurnya akan dipengaruhi oleh service kepada penggunanya.Apabila service yang diberikan dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada para penggunanya, maka dengan kekuatan word of mouth akan membuat institusi, organisasi, atau sekolah tersebut banyak dilirik orang. Banyak orang yang ingin menggunakan jasanya. Tapi apabila service-nya buruk, maka lama kelamaan institusi, organisasi, atau sekolah tersebut akan ditinggalkan, dan pada akhirnya bubar. Sama seperti toko A yang akhirnya bangkrut dan tutup karena kalah bersaing dengan Toko B dalam hal service.

Jadi apapun yang anda jual, atau bahkan apapun bidang yang anda tekuni, maka ketahuilah bahwa service menentukan hidup dan matinya usaha anda, karena pada intinya every business is a service business.