Tips Jualan Pakaian Eceran Untuk Pemula

Views: 553

Sebetulnya kesuksesan dalam berbisnis adalah tergantung dari ketangguhan dan ketekunan anda dalam menjalankan bisnis, akan tetapi setidaknya artikel tips jualan pakaian eceran untuk pemula ini dapat memberikan pencerahan untuk anda yang akan memulai bisnis jualan pakaian eceran secara lokal. Simak tips jualan ini yang saya ambil dari pengalaman pribadi saya. Jika menurut anda cocok untuk diikuti, ya silahkan ikuti…namun jika merasa tidak cocok…ya maafkan…semoga bisa mendapatkan referensi bisnis jualan toko eceran yang lebih bagus. Oh iya saya lupa..tips ini adalah tips untuk jualan pakaian bagi yang pemula banget…penjualnya masih belum memiliki toko retail fashion.

  1. Pilih jenis pakaian yang cepat laku dan beli sesuai dengan budget

Ada banyak jenis pakaian, jenis bahan, dan jenis desain di industri pakaian. Saran saya, janganlah anda membeli semua jenis pakaian, pilihlah pakaian yang akan anda jual itu adalah pakaian yang banyak di cari oleh lingkungan anda. Jika sudah menemukan barangnya, untuk penjual pemula, sebaiknya jangan langsung membeli dalam jumlah banyak. Beli saja secukupnya, sesuai dengan modal yang anda miliki.

2. Juallah barang dengan prinsip kejujuran

Kejujuran adalah hal yang sangat utama dalam berbisnis. Ketika anda menjual pakaian kepada orang lain, anda harus jujur kepada mereka. Ceritakan kepada mereka mengenai produk anda apa adanya. Jika bahannya adalah bahan yang murah, ya bilang bahwa pakaian tersebut dari bahan yang murah. jangan bilang pakaian berbahan murah namun anda bilang berkelas premium. Ini akan merugikan anda di masa depan. Jika anda tidak jujur akan hal ini, anda hanya akan mendapatkan penjualan instan saat itu saja, sedangkan ke depannya, jika pelanggan tahu bahwa mereka dibohongi, maka mereka tidak akan pernah kembali berbelanja kepada anda. Ingat..pelanggan adalah investasi anda..Anda harus memelihara aset sebagaimana mestinya untuk menjamin pendapatan di masa depan.

3. Konsistensi dalam berbisnis.

Apapun bisnisnya, konsistensi adalah salah satu faktor untuk memperoleh kesuksesan. Untuk tahap awal memulai berjualan, fokuskan jualan anda pada produk pakaian….satu atau beberapa jenis pakaian, namun tidak terlalu banyak jenisnya..Jika anda ingin berjualan baju gamis, maka fokuslah pada jenis pakaian itu. Jangan dulu anda bergeser atau menambah variasi produk jualan anda misalnya menjual sepatu, atau baju pesta. Fokus pada satu jenis pakaian yang anda jual, misalnya baju gaimis wanita, akan menancapkan nama anda dalam pikiran para pelanggan bahwa anda adalah spesialis penjual baju gamis wanita. Jika orang butuh baju gamis, maka orang akan ingat nama anda atau toko anda. Sabar saja dalam penambahan variasi produk. nanti akan ada waktunya anda menambahn variasi produk jualan anda.

4. Sebaiknya anda jual kontan, bukan kredit

pada umumnya, penjual pakaian pemula menjual barang jualannya dengan cara kredit. Mereka berkeliling kampung berjualan pakaian secara eceran, dan memberikan tempo pembayaran kepada mereka yang membeli. Menurut saya ini tidak sehat. Bagi seorang pemula, modal anda sedikit, dan anda butuh perputaran uang agar bisnis dapat berjalan dengan lancar. Model kredit tidak akan menjamin keberlangsungan operasi bisnis anda. Yang adajustru menambah resiko adanya kredit macet…Ini membuat pening kepala..Sudah modal seret, barang menipis, jangankan dapat untung, mikir modal yang gak balik saja sudah bikin stress. Untuk itu sebaiknya jangan jual kredit, sebaiknya juallah produk secara kontan. Memang cara ini agak berat, ada kemungkinan barang tidak aku terjual..akan tetapi…walaupun tidak laku, setidaknya anda sudah memperkenalkan diri dan mendeklarasikan diri kepada mereka bahwa anda berjualan baju secara kontan. jadi, suatu saat mereka butuh baju…mereka akan datang ke rumah anda…dan tentunya membeli dengan kontan. Dengan kata lain, anda sudah mendeklarasikan merk dagang anda, berikut dengan sistem operasinya..

Itu saja dulu tips jualan pakaian eceran untuk pemula. Sebenarnya masih banyak tips-tips yang lain, kita akan bahas di lain waktu…Karena jika kepanjangan artikel ini akan membuat pembaca merasa bosan..OK…

Cara Memulai Bisnis Toko Kelontong

Views: 272

Dari semua bisnis retail yang ada, toko kelontong merupakan bisnis yang umum dibuat oleh para ibu rumah tangga ataupun keluarga. Menurut Mitra Bukalapak, toko kelontong adalah toko yang menjual berbagai macam kebutuhan sehari-hari. Selain itu, jenisnya pun beragam dan lebih lengkap. Produk yang dijual biasanya peralatan dan kebutuhan rumah tangga, seperti beras, bumbu dapur, peralatan mandi, sabun mencuci pakaian, pembersih rumah, dan lain sebagainya. Toko kelontong lebih umum dikenal oleh kita dengan sebutan warung. Lalu bagaimana cara memulai bisnis toko kelontong ?

Secara kasat mata, membuka warung atau toko kelontong sepertinya sangat mudah, namun betulkah seperti itu? Menurut saya, berdasarkan apa yang saya rasakan selama membuka warung bersama ibu saya, bisnis toko kelontong atau bisnis warung itu gampang-gampang susah. Dibilang gampang ya sebabnya adalah kita mudah membeli produk yang akan dijual. Kita tinggal beli produk secara grosiran, di pajang di warung, dan dijual dengan tambahan margin harga sebagai keuntungan warung kita. Dibilang susah, karena pengelolaan warung untuk menjadi maju itu butuh proses yang panjang. Tidak mesti warung yang baru dibuat akan langsung berbuah kesuksesan. Ada perjuangan dan pengorbanan dalam membangun warung agar menjadi sukses. Akan tetapi, jangan patah semangat. Jika konsisten dan persisten, maka saya yakin keberhasilan akan datang di waktu yang tepat. Berikut adalah Cara memulai bisnis toko kelontong atau cara memulai membuka warung untuk pertama kali.

  1. Manfaatkan lokasi yang ada.

Pada umumnya, orang yang pertama kali membuka warung biasanya memanfaatkan lahan yang ada, misal merubah area parkir depan rumah, atau menyulap ruang keluarga menjadi warung. Itu adalah langkah yang benar. Ketika memulai bisnis warung, kita tidak perlu mewah dengan menyewa ruko atau menyewa tempat milik orang lain. Itu akan menjadi beban bagi kita, barang kita belum tentu laku, tapi sudah dibebani oleh biaya sewa tempat. Karena itu, langkah yang benar adalah memanfaatkan lokasi yang ada. Jangan beranggapan suatu lokasi kita dianggap tidak strategis untuk berjualan. Sekalipun rumah kita berada di dalam perumahan, tidak dekat dengan jalan raya, tetap saja….manfaatkan lokasi rumah kita yang ada untuk buka warung.

2. Jual barang yang mudah laku

Langkah berikutnya adalah menentukan barang apa yang akan dijual di warung kita. Saya menyarankan untuk buka warung pertama kali, juallah barang yang mudah laku. Barang yang mudah laku biasanya adalah barang yang mudah dibutuhkan oleh orang-orang, misalnya sabun, rokok, beras, pasta gigi, jajanan anak-anak dan sebagainya. Pelan…tapi pasti…Jangan mengisi warung kita dengan barang yang sulit dijual atau memiliki turn over rendah. Ini akan mengakibatkan perputaran uang kita menjadi lambat.

3. Jaga stok barang dagangan kita

Menjaga stok barang dagangan berarti bahwa kita tidak harus menyimpan stok barang dagangan banyak-banyak. Secukupnya saja…karena modal kita juga masih terbatas bukan? Selalu perhatikan stok barang dagangan warung kita. Jika ada barang yang sudah menipis stoknya, jangan tunda lagi..segera isi lagi stoknya dengan membeli produk tersebut ke grosir. Selain itu, menjaga stok berarti juga melakukan pencatatan stok barang dagangan kita. Ini penting agar kita dapat menganalisis toko dan tahu traffic atau perputaran barang mana yang laku, kurang laku, atau tidak laku, dan berapa lama barang tersebut habis terjual, sehari, seminggu, atau sebulan…Ini akan menentukan keputusan kita untuk menyiapkan stok barang dagangan kita.

4. Beli barang jualan di satu tempat grosir

Saya menyarankan, anda untuk membeli barang jualan anda di satu tempat grosiran. Dengan cara ini, maka biasanya anda akan mendapatkan harga yang lebih miring daripada biasanya. Sebab anda membeli barang grosiran tidak satu item bukan? Selain itu dengan membeli barang di satu tempat ini akan memberikan efek secara psikologis bahwa kita sebagai pemilik warung akan kenal dengan pemilik toko grosiran. Jika kita sudah lama kenal, dan rajin membeli di toko grosir tersebut, bukan tidak mungkin toko grosir tersebut akan memberikan kemudahan untuk mengambil barang terlebih dahulu baru bayar kemudian..Alias kita bisa berhutang dalam jangka waktu tempo tertentu. Ini akan menguntukngakan bisnis warung kita…Namun tentunya proses ini tidak instant. Perlu proses yang bisa jadi lama agar suatu toko grosir percaya menghutangkan barangnya ke kita. Yang pasti… jangan terlalu berharap dalam waktu dekat…buktikan dulu dengan cara meningkatkan jumlah transaksi di toko tersebut..dan ingat, jika sudah dipercaya, maka anda harus konsisten dalam membayar utang barang anda. Jangan setelah diberi utang, anda mangkir untuk membayar. Itu akan mengakibatkan reputasi yang buruk bagi warung anda..Dan biasanya melalui word of mouth, nama anda akan di blacklist di toko-toko lain. Anda akan sulit untuk dipercaya kembali dan sulit juga untuk mencari toko grosir pengganti. Bahakan belum tentu orang lain akan menawarkan produk untuk anda jual.

5. Promosikan warung anda.

Ada istilah..tak kenal maka tak sayang…Bagi bisnis ritel…maka istilahnya…tak Kenal Maka Tak Laku… Cari cara atau startegi agar orang-orang mengetahui warung kita. Cari cara agar orang tahu bahwa warung kita ada untuk menyediakan kebutuhan mereka. Di era teknologi modern saat ini, promosi warung bisa dengan mudah dilakukan melalui penggunaan platform media sosial. Anda bisa mengenalkan warung anda melalui Facebook, Telegram, atau media sosial lainnya. Manfaatkan aplikasi yang tersedia untuk berpromosi dan berjualan. Silahkan..bebas saja apapun caranya anda mempromosikan warung anda.. Bahkan..agar warung anda lebih dikenal baik secara lokal maupun secara global, anda dapat mendaftarkan toko anda ke Google Maps. Dengan cara ini, maka lokasi warung anda akan mudah diketahui oleh orang lain. Klik disini mengenai bagaimana cara CARA MENDAFTARKAN ALAMAT TOKO DI GOOGLE MAP DENGAN HP ANDROID. Akan tetapi satu hal yang saya sarankan untuk dilakukan adalah…Menjual barang anda jauh dibawah harga pasar. Itu jangan anda lakukan, karena itu hanya akan mengenalkan warung anda secara instant namun tidak berefek panjang. Bahkan warung anda akan dimusuhi oleh warung yang lain yang ada di sekitar anda. Itu tidak bagus untuk bisnis. Kita adalah makhluk sosial. Bisnis juga harus memikirkan faktor sosial terhadap orang lain.

Itulah cara memulai bisnis toko kelontong atau cara memulai membuka warung utnuk pertama kali. Jangan terlalu bernafsu ingin menjadi hebat dan sukses… Pelan-pelan saja, tapi konsisten..Ikuti dan nikmati keseruan proses bisnis jualan warung. Suatu saat anda pasti akan mengetahui trik-trik jualannya dengan sendirinya. Semoga sukses..

4 Aplikasi Yang Harus Dimiliki Oleh Pemilik Toko Ritel Online

Views: 24

Perkembangan teknologi yang semakin canggih di era millenial ini telah membuat berbagai dampak perubahan. Jika dahulu anak-anak bermain bersama di lapangan di luar rumah, kini mereka sudah terbiasa berlama-lama di dalam rumah hanya untuk bermain game online. Jika dahulu orang berangkat ke kantor menggunakan bus kota, kini dengan teknologi, orang-orang berangkat ke kantor dengan menyewa taxi online atau ojek online. Semua cara hidup sudah berubah, dan pola bisnis pun berubah. Tidak terkecuali pada bisnis ritel, baik ritel skala besar maupun skala kecil.

Pada era tahun 90-an, toko ritel atau toko kelontong kecil hanya bisa berjualan pada skala lokal dan hanya menggunakan uang tunai, kini bahkan toko kelontong atau toko ritel kecil pun sudah bisa berjualan secara online di dunia maya, dan tentunya bisa tanpa uang tunai, tanpa batas wilayah, dan tanpa tatap muka antara pembeli dan penjual. Jika anda adalah seorang penjual atau pemilik toko eceran kecil, sudah saatnya anda meraih pendapatan yang lebih besar dengan memanfaatkan teknologi informasi..Berikut adalah 4 aplikasi yang harus dimiliki oleh pemilik toko ritel online. Keempat aplikasi ini harus selalu ada di hanphone android anda, karena tanpa aplikasi ini maka bisnis ritel online anda tidak akan bekerja secara maksimal.

  1. Aplikasi jualan online

Barang yang anda jual, misalnya jika anda berjualan baju, maka baju anda bisa diposting di aplikasi jualan online. Kini ada banyak pilihan aplikasi jualan online, ada shoppee, Lazada, Bukalapak, JD.ID, Tokopedia, dsb. Untuk skala internasional ada Alibaba dan Amazon. Anda bisa pilih salah satu untuk menampilkan produk yang anda jual. Atau bahkan jika anda mampu, anda bisa mendaftarkan barang anda di semua aplikasi jualan online.

2. Aplikasi keuangan

aplikasi keuangan merupakan aplikasi dimana uang hasil penjualan anda tersimpan. Bisnis online adalah bisnis yang tidak membutuhkan uang tunai. Metode pembayaran pada bisnis online adalah dengan cara transfer antar bank atau menggunakan uang virtual. Untuk itu, sebagai sarana agar transfer bank lebih mudah, maka anda harus memiliki aplikasi mobile banking. terserah adna gunakan internet banking dari bank mana saja. Bisa Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BSI, Bank BCA, atau bank lainnya yang menyediakan aplikasi internet banking.

Selain internet banking, metode pembayaran pada bisnis online adalah bisa dengan menggunakan uang virtual atau virtual money. Virtual money adalah  Dikutip dari Wikipedia, Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), sebuah biro Keuangan AS, mendefinisikan mata uang virtual adalah sebagai sebuah perwakilan digital dari nilai yang dikeluarkan oleh sebuah bank sentral atau sebuah otoritas publik, maupun kebutuhan yang ditujukan untuk mata uang fiat, tetapi diterima oleh orang-orang hukum atau alami sebagai alat pembayaran dan dapat ditransfer, disetor atau diperdagangkan secara elektronik”. Lebih lanjut menurut menurut ECB (2012), uang virtual adalah jenis uang digital yang penerbitan dan kotrolnya dilakukan oleh pengembangnya, tidak diatur oleh otoritas tertentu, dan biasanya hanya diterima dan digunakan oleh komunitas tertentu. Contoh mata uang virtual adalah OVO pay. Dengan OVO pay, GO Pay, dsb.

Selain itu untuk transkasi pembayaran yang bersifat internasionala tau lintas negara, anda harus memiliki akun Paypal untuk memudahkan bertransaksi.

3. Aplikasi pengiriman pesan

Aplikasi pengiriman pesan wajib dimiliki oleh pebisnis online. Tanpa aplikasi pengiriman pesan, maka komunikasi antara anda dengan pembeli atau dengan supplier dipastikan akan terhambat, dan ini akan mempengaruhi siklus hidup bisnis anda. Aplikasi pengiriman pesan yang saat ini populer digunakan dan tentunya hampir semua orang menggunakannnya adalah aplikasi Whatsapp. Namun tentu ada aplikasi pengiriman pesan yang lain seperti Telegram atau Blackberry Messenger (Namun sayang Blackberry Messenger kini sudah banyak ditinggalkan orang).

4. Aplikasi Sosial Media

Aplikasi sosial media merupakan alat untuk mempromosikan, memasarkan, atau bahkan mengenalkan toko dan brang anda. Perlu anda ketahui bahwa bisnis online itu sama saja dengan bisnis offline dimana bisnis tidak akan sukses jika tidak ada promosi penjualan, marketing, ataupun strategi bisnis. Aplikasi media sosial adalah sarana yang ahrus anda maksimalkan agar bisnis online anda sukses. Aplikasi media sosial untuk bisnis kini sudah banyak, dan anda bisa memanfaatkan dan memaksimalkan aplikasi tersebut. Aplikasi sosial media untuk bisnis online yang paling sederhana adalah melalui Facebook. Sebarkan dan kenalkan toko anda di news feed facebook anda. Selain itu, anda juga bisa memanfaatkan Youtube Channel untuk memperkenalkan bisnis anda dalam format video .

Itulah 4 Aplikasi Yang Harus Dimiliki Oleh Pemilik Toko Ritel Online agar jualannya laris manis tidak hanya di skala lokal, namun juga laris di skala internasional. Toko anda mungkin kecil, tapi bisa jadi, di era millenial ini, toko dan barang anda terkirim ke berbagai belahan dunia. Semua berkat teknologi informasi.

TIPS SUKSES MANAJEMEN RITEL UNTUK PEDAGANG ECERAN PEMULA

Views: 58

Pedagang eceran pemula berharap bisnis baru mereka akan cepat berkembang dan memperoleh progres pendapatan yang signifikan dalam waktu singkat. Saking bersemangatnya mereka, maka biasanya para pedagang eceran pemula ini melpakan aspek fundamental dari manajemen bisnis ritel. Manajemen bisnis ritel yang baik adalah tentang proses yang baik dan penerapan yang konsisten di lapangan. Manajemen Ritel adalah proses bagaimana mengelola kegiatan keseharian bisnis ritel, dimana kegiatan bisnis ritel ini tidak hanya tentang penjualan barangnya saja, melainkan juga mengenai proses pelayanan kepada pelanggan. Lalu bagaimanakah tips sukses manajemen ritel untuk pedagang eceran pemula? Berikut adalah tips sukses manajemen ritel untuk pedagang eceran pemula yag dirangkum berdasarkan pengalaman pribadi bergelut di bisnis toko eceran.

Tips 1: Bisnis adalah Bisnis

Jika anda terjun ke dunia bisnis, maka anda haru konsisten dalam hati bahwa segala hal yang berhubugan dengan bisnis anda, maka anda harus meperlakukannya atas dasar bisnis. Tidak ada yang lain. Dalam Bahasa Inggris: “Business is business.” Jangan buat keputusan bisnis terlalu diitervensi oleh perasaan. Bisnis anda baru berkembang, jangan rencana bisnis anda buyar hanya karena anda mempekerjakan teman, membeli dari pemasok yang anda anggap kenal baik. Ingat, kenal baik secara personal belum berarti kita mengenal baik secara bisnis. Bisnis adalah urusan uang, dan kadangkala teman baik pun akan menjadi tidak baik jika sudah menyangkut uang. Karakter atau kepribadian seseorang akan muncul dengan sebenarnya ketika mereka dilibatkan dengan uang. Anda harus hati-hati itu. Bisnis adalah bisnis, walaupun teman, anda harus tegas, lengkapi perjanjian bisnis dengan catatan hitam putih, sehingga kita akan saling terkendali.

Tips 2: Pelihara data-data yang menyangkut bisnis agar selalu akurat.

Setiap pembelian barang, penjualan barang, harga jual, harga beli, prduk yang laris atau best seller, produk yang terus laku barang fast moving, produk yang kurang laku atau barang slow moving, barang tidak laku atau dead stok, harus tercatat semua. Informasi ini sangat penting untuk keberlangsungan produk anda di toko dan juga keberlangsungan sirkulasi uang di toko agar tidak macet. Jangan sampai anda beli barang yang habis di toko anda dengan jumlah besar hanya gara-gara satu atau dua orang menanyakan barang itu dalam satu hari, sementara anda tidak membaca data jualan yang memperlihatkan bahwa barang tersebut tidak pernah laku alias dead stok. Memelihara data juga berarti bahwa akses untuk mendapatkan data tersebut harus tepat dan cepat. Untuk itu, pedagang eeran pemula harus sudah mulai belajar pencatatan data-data penjualan.

Tips 3: Gabung dengan komunitas

Pedagang eceran pemula akan sulit berkembang jika bekerja secara sendiri. Anda harus bergabung dengan komunitas. Tentunya komunitas yang anda ikuti adalah komunitas yang ada hubungannya dengan bisnis anda. Jika anda memiliki toko jualan onderdil sepeda, maka bergabunglah anda dengan komunitas pesepeda. Ini sangat bermanfaat, karena selain mendapatkan informasi mengenai produk onderdil sepeda yang banyak dibutuhkan, komunitas pun dapat menciptakan kemunculan pelanggan setia untuk toko anda.

Tips 4: Lindungi uang anda.

Jika anda melakukan transaksi secara tunai, maka penting bagi anda untuk memiliki laci penyimpanan uang penjualan yang aman. Demikian juga dengan nomor rekening bank untuk bisnis anda. Pastikan bahwa uang hasil jualan eceran masuk ke rekening khusus jualan, tidak campur aduk dengan nomor rekening gaji suami misalnya… Anda juga harus memastikan bahwa proses bisnis yang anda jalankan, serta alur perputaran uang terlindung dari dari penipuan, pemerasan, dan biaya-biaya yang tidak penting lainnya. Melindungi uang anda juga termasuk didalmnya adalah tentang pengeluaran. Anda harus memperhatikan pengeluaran anda, baik pengeluaran pribadi maupun pengeluaran bisnis. Anda harus berhemat, dan harus memiliki cadangan uang tunai untuk waktu darurat. Jangan sampai cashflow anda bernilai negative…itu berbahaya.

Tips 5: Ikuti perubahan

Jika dahulu anda berjualan eceran baju adalah dnegan cara diam di toko menunggu orang yang dating ke toko, maka kini dengan adanya internet, kebiasaan itu harus dirubah. Anda harus mulai berjualan secara online. Jualan nline tidak mesti roduk anda terjual secara global. Jualan online pun bisa difokuskan pada skala local, misal dengan menjual barang di marketplace facebook untuk jualan baju khusus di kota anda. Atau anda membuat grup jualan lokalan dengan telegram atau whatsapp. Ini bisa semakin meningkatkan nama toko anda di mata local. Dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan penjualan. Manfaatkan platform media sosial untuk mengembangkan bisnis anda.

Tips 6: Selesaikan masalah bisnis secepatnya, jangan ditunda-tunda.

Jika Anda menemukan suatu masalah dalam bisnis anda, misal banyak barang yang hilang di toko atau dikenal dengan istilah shrinkage, maka anda harus segera menyelidiki masalah itu dengan segera. Segera selidiki, dan buat keputusan dengan cepat. Karena semakin Anda menunda membuat keputusan, maka semakin banyak kerugan yang diterima, baik itu biaya, waktu, emosi, dan tentu saja UANG. Sebaliknya, jika anda punya masalah dengan utang jatuh tempo anda, maka segera selesaikan utang tersebut, karena keterlambatan pembayaran utang yang jatuh tempo akan mempengaruhi reputasi anda di mata supplier. Jika reputasi anda buruk, maka anda akan kesulitan untuk mendapatkan barang jualan anda, dan kemudahan-kemudahan lainnya dari supplier.

Tips 7: Pelanggan adalah Raja

Pelanggan adalah sumebr uang anda, karena itu perlakukan pelanggan bagaikan raja. Buat mereka merasa berkesan berbelanja di toko anda, sehingga mereka akan Kembali lagi dan Kembali lagi untuk berbelanja di toko anda. Anda harus mulai mempelajari bagaimana pelayanan pelanggan yang baik untuk bisnis ritel. Dalam hal pelayanan pelanggan, Anda harus memahami bahwa “Every business is a service business”. Artinya adalah bahwa apapun bisnis yang dijalankan, sesungguhnya itu semua adalah perkara pelayanan. Pelanggan adalah asset bisnis anda, pelayanan pelanggan adalah investasi anda. Memperlakukan dan memelihara asset dan investasi bisnis anda dengan baik maka uang akan mengalir dengan baik pula ke toko anda.

Itulah tips sukses manajemen ritel untuk pedagang eceran pemula. Inti dari semua ini adalah bahwa manajemen ritel itu harus selalu menggunakan akal sehat. Kedepankan akal sehat dalam mengurusi bisnis, dan selalu perhatikan faktor-faktor penentu penjualan di toko ritel.