ALTERNATIF MENGAJAR PASCA PANDEMI COVID-19

ALTERNATIF ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CARA MENGAJAR JARAK JAUH DENGAN MENGGUNAKAN ZOOM, GOOGLE CLASSROOM, DAN YOUTUBE CHANNELMENGAJAR PASCA PANDEMI

Pasca pandemi covid-19 merebak di Indonesia, maka kebiasaan hidup setiap orang akan mengalami perubahan. Pun demikian dengan kegiatan belajar mengajar. Jika sebelum pandemi, kegiatan belajar mengajar dilakukan melalui tatap muka di kelas, maka pada saat pandemi kegiatan mengajar dilakukan secara jarak jauh. Mungkin saja hal ini akan berlangsung terus hingga pasca pandemi. Konsekuensi dari hal ini adalah bahwa pendidik atau pengajar mau tidak mau harus melek teknologi. Para pengajar harus mau dan mampu kreatif dalam menyampaikan materi ajar dengan menggunakan berbagai alternatif mengajar pasca pandemi covid-19.

Kreatif dalam mengajar pasca pandemi secara jarak jauh tidak hanya dilihat dari penggunaan aplikasi yang canggih, namun yang paling penting adalah bagaimana setiap peserta didik dapat menerima materi dengan baik. Adalah penting untuk mempertimbangkan pemilihan metode mengajar jarak jauh dengan tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Harapannya adalah agar pengajar tidak sia-sia dalam melakukan proses belajar mengajar dan peserta didik dapat secara efektif dan efisien menyerap ilmu yang disampaikan. Untuk itu maka pengajar harus tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing metode mengajar jarak jauh ini. Berikut saya tampilkan kelebihan dan kekurangan 3 metode mengajar secara jarak jauh, yaitu :

  1. Menggunakan aplikasi zoom
  2. Menggunakan aplikasi Google Classroom
  3. Menggunakan Youtube Channel

Kelebihan dan kekurangan ketiga metode ini disajikan dalam bentuk matriks dan didasarkan kepada beberapa kriteria keberhasilan suatu proses belajar mengajar.

Adapun kriterianya adalah sebagai berikut:

  1. Kualitas penyampaian materi.

Kualitas penyampaian materi maksudnya adalah penggunaan berbagai variasi dalam penyampaian materi ajar, baik itu media yang digunakan, teknik penyampaian, suara, maupun gerak-gerik pengajar. Semakin banyak variasi yang digunakan maka kualitas penyampaian materi dianggap baik.

  1. Perilaku peserta didik ketika menggunakan aplikasi dalam ketiga metode belajar tersebut.

Perilaku peserta didik maksudnya adalah bagaimana respon para peserta didik dalam menggunakan aplikasi tersebut. Apakah terlihat prilakunya secara langsung atau tidak.

  1. Tingkat kesulitan pengajar dalam mempersiapkan materi.

Tingkat kesulitan ini menyangkut waktu yang digunakan untuk mempersiapkan bahan mengajar. Selain itu tingkat kesulitan ini juga berarti keterampilan yang dibutuhkan pengajar dalam membuat materi ajar dengan menggunakan ketiga metode mengajar pasca pandemi ini

  1. Hubungan interaktif antara pengajar dengan peserta didik.

Tolok ukurnya adalah apakah siswa dan pengajar dapat melakukan tanya-jawab pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

  1. Kontrol pengajar terhadap peserta didik pada saat proses belajar berlangsung.

Tolok ukur kriteria ini adalah apakah pengajar dapat mendeteksi kehadiran peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung.

  1. Kualitas bukti mengajar

Kualitas bukti mengajar ini maksudnya adalah pengakuan orang lain atau institusi, atau system terhadap bukti atau rekaman kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan ketiga cara diatas.

  1. Isi materi

Ini berarti isi materi yang akan disampaikan. Misal: apakah suatu metode mengajar dapat digunakan untuk menjelaskan materi belajar praktek atau tidak,

Ok, tanpa perlu panjang lebar lagi berikut saya sajikan matriks perbedaan 3 metode mengajar jarak jauh yang sekarang lagi trend pasca pandemic covid-19.

 

matriks alternatif mengajar pasca pandemi covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *