ALTERNATIF mengajar Praktek Secara Daring? ……dengan “video reaction”

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama satu tahun ini telah merubah berbagai cara hidup biasa menjadi tidak biasa. Dan ketidak biasaan itu akhirnya terpaksa harus dibiasakan . Dengan kata lain, secara ilmiah boleh dikatakan bahwa ada penambahan variabel dalam menentukan suatu tujuan. Dan variabel itu adalah…..VIRUS COVID-19Itulah cara hidup ini yang sekarang umum dikenal dengan “NEW NORMAL” atau “NORMAL BARU”. Berbagai cara hidup itu artinya berbagai aktivitas yang menyangkut kehidupan kita terpaksa harus dilakukan dengan cara yang baru agar virus COVID-19 tidak menyebar. Hal yang sama terjadi di dunia pendidikan. Telah hampir setahun pendidikan kita dilaksanakan tidak dengan cara bertatap muka di kelas seperti biasanya. Kebiasaan baru atau New normal dalam mengajar sekarang adalah mengajar jarak jauh, dimana siswanya berada di rumah, sedangkan gurunya berada di kampus atau bahkan di rumah juga. Interaksi mereka dihubungkan dengan berbagai aplikasi teknologi yang keseluruhannya menyatu di dalam jaringan internet. Kebiasaan baru dalam belajar seperti ini disebut dengan “BELAJAR DARING”. Ok..belajar tatap muka dalam jaringan memang tidak jauh berbeda dengan belajar tatap muka seperti biasanya di kelas, atau gampangnya kita sebut belajar luar jaringan. Guru menerangkan di depan komputer, siswa mendengarkan di depan komputer atau handphone androidnya masing-masing. Sesederhana itu…no problem….it is easy…gampang…dengan merancang kelas hybrid learning selesai. Persoalannya adalah ketika siswa belajar praktek untuk keterampilan tertentu. Bagaimana caranya agar siswa dapat melakukan belajar praktek jika siswanya ada di rumah? Terus bagaimana cara guru dalam mentransfer ilmu atau materi belajarnya? Itulah persoalan yang sekarang muncul di pendidikan-pendidikan vokasi. Di dalam pendidikan vokasi, sesuai kurikulumnya, porsi belajar praktek harus lebih banyak dari porsi belajar teori… Lalu bagaimana ALTERNATIF MENGAJAR PRAKTEK SECARA DARING?

OK..saya adalah guru…tepatnya guru vokasi bidang kelautan dan perikanan. Saya rasa saya punya problem yang sama dengan para guru vokasi lainnya atau guru SMK dalam mengajarkan praktek untuk para siswanya. karena itu saya mencoba berbagi mengenai cara mengajar praktek kepada siswa di dalam jaringan. Ok ini yang saya lakukan…

Yang pertama adalah saya membuat video tutorial. Anda bisa lihat video tutorial saya mengenai cara membuat jaring. Memang tidak gampang membuat video tutorial; perlu skenario, alat dan bahan, audio sistem, keterampilan edit video, dsb. Butuh tambahan pengetahuan yang lain. Namun apa mau di kata inilah NEW NORMAL….Terpaksa harus dibiasakan dalam mencari alternatif mengajar praktek secara daring.

Kemudian yang kedua, ketika saya masuk kelas daring (biasanya menggunakan aplikasi zoom), kemudian ucapan pembuka sebentar lalu saya memutarkan video belajar praktek yang saya buat tersebut kepada para siswa sambil saya mengomentari video tersebut. Kegiatan seperti ini; mengomentari video yang sedang diputar; jika dalam youtube lebih umum dikenal dengan “video reaction”. Jadi saya upload video saya ke channel youtube, kemudian ketika mengajar diputar videonya, dan di komentari saat video berlangsung. Itulah kira-kira video reaction. Setelah video berakhir, guru boleh demonstrasi lagi di depan kamera secara live atu tidak pun tidak apa-apa…

Lalu ketiga…nah ini yang utama…saya menugaskan para siswa untuk meniru materi yang ditampilkan di video tersebut. Pada video cara membuat jaring, saya berarti memerintahkan para siswa untuk membuat jaring sesuai dengan langkah-langkah yang ada di video tersebut. Mengenai alat dan bahan untuk mereka praktek, karena kondisi siswa adalah berada di rumah, maka tentu mereka harus menyediakan sendiri bahan prakteknya..Oleh sebab itu guru mengupayakan bahan praktek haruslah berbiaya murah, namun tidak mengurangi tujuan pembelajaran yang akan di capai. Penugasan ini tentu berbatas waktu, dan biasanya saya menyuruh upload tugas ke google classroom hasil karyanya dalam bentuk foto. Lho….koq upload foto? bagaimana itu kita bisa tahu bahwa mereka bisa? Bisa jadi fotonya foto orang kemudian di upload…Penilaiannya tidak valid dong??

Tenang….saya menyuruh upload foto tidak bertujuan untuk melakukan penilaian. Tentu saja hal itu saya juga ketahui. Saya meyuruh mereka uplaod foto ke google classroom semata-mata hanya agar mereka merasa terawasi . Saya sih maunya mereka mengerjakan tugas sambil di videokan, namun saya rasa itu sangat memberatkan siswa lah…bikin jaringnya aja belum tentu bisa, ditambah lagi persiapan ambil video…. Bisa jadi mereka malah fokus bagimana bikin videonya yang bagus… wah…malah bisa keluar dari tujuan pembelajaran aslinya. Jadi foto saja. Penilaian mereka mengenai apakah mereka menjadi bisa atau tidak mengenai materi tersebut dilakukan tetap dengan tatap muka. Misal di akhir semester mereka dipanggil ke kampus per kelompok-kelompok kecil, lalu kemudian mereka unjuk keterampilan.

Saya tidak tahu apakah alternatif mengajar praktek secara daring cara ini berhasil membuat si anak menjadi bisa dalam melakukan suatu keterampilan atau tidak, karena ya itulah…semuanya terkendala karena jarak jauh…dalam jaringan…pada akhirnya semua kembali kepada siswanya apakah mereka mau melakukan atau tidak. Guru hanya bisa memantau, dan menegur jika belum melakukan atau terlambat mengumpulkan…Selebihnya siswa yang menentukan perihal ketekunan, kemauan, kerajinan, dan kejujuran mereka sendiri. Karena ada saja siswa yang tidak jujur mengumpulkan foto bagus hasil pekerjaannya padahal yang buat adalah bapaknya ha..ha…Pokoknya itu nanti terlihat pada saat penialain unjuk terampil di akhir semester..Semoga ini bisa menjadi inspirasi para guru semua dalam mengajar praktek secara daring. Oh iya…sebagai informasi, aplikasi yang saya gunakan untuk saya mengajar praktek secara daring adalah youtube (tentu saja channel saya sendiri ya he..he..), google classroom, dan zoom. Untuk contoh inspirasi, atau contoh video belajar, Anda semua bisa melihat video-video pembelajaran yang telah saya buat di yusep channel 33.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *