All posts by yusep

Tesis Saya : Desain Konseptual Pelabuhan Perikanan Terapung

Hai…barangkali ada teman-teman atau para pembaca yang ingin membaca mengenai tesis saya yang berjudul “Desain Konseptual Pelabuhan Perikanan Terapung: Studi Kasus Perairan Lepas Pantai Sumatera Barat”. Anda dapat download disini.

Berikut adalah abstraknya:

Kecenderungan penurunan nilai tangkapan per ton setiap tahun mengindikasikan bahwa ada penurunan ukuran ikan hasil tangkapan sehingga harga jual ikan mengalami penurunan. Dengan harga jual ikan yang lebih kecil karena ukuran ikan yang semakin kecil, maka jumlah pendapatan yang diterima oleh kapal ikan akan mengalami penurunan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kapal ikan yang terkonsentrasi hanya di tempat-tempat tertentu. Untuk meningkatkan nilai tangkapan per ton, kapal ikan harus mencari daerah penangkapan baru yang lebih jauh dari pelabuhan pangkalan. Akan tetapi semakin jauh jarak daerah penangkapan dari pelabuhan pangkalan maka biaya operasi penangkapan ikan menjadi semakin meningkat. Salah satu solusi untuk mengakomodasi kapal-kapal ikan agar mampu beroperasi lebih jauh, adalah dengan cara membuat pelabuhan perikanan yang terapung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perikanan di perairan Sumatera barat, pola operasi dan menghitung ukuran minimum pelabuhan perikanan terapung.

Potensi sumberdaya ikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Data yang digunakan adalah data time series jumlah tangkapan ikan, jumlah kapal penangkap ikan, dan jumlah upaya penangkapan ikan. Untuk mengetahui kondisi perikanan di perairan Sumatera Barat, hasil perhitungan pada metode surplus produksi dibuat grafik Maximum Sustainable Yield (MSY). Penelitian dilanjutkan dengan metode optimasi untuk mendapatkan jumlah tangkapan ikan maksimum masing-masing tipe kapal ikan dan jumlah kapal maksimum tiap tipe kapal ikan. Hasil optimasi jumlah kapal ikan digunakan bersama dengan panduan dari FAO mengenai pembangunan fasilitas pelabuhan perikanan untuk menghitung kapasitas setiap fasilitas yang akan disediakan oleh pelabuhan perikanan terapung. Total kapasitas fasilitas pelabuhan perikanan terapung selanjutnya digunakan untuk menghitung ukuran pelabuhan perikanan terapung.

Jumlah ikan pelagis yang boleh ditangkap adalah sebanyak 3.025,78 ton per tahun. Jumlah tangkapan ikan maksimum untuk kapal tipe longline adalah 1.004,7 ton dan kapal tipe purse seine adalah 2.019,96 ton. Pelabuhan perikanan terapung dibangun untuk melayani jumlah optimal kapal ikan sebanyak 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine. Untuk memindahkan ikan dari pelabuhan ikan terapung ke daratan, digunakan 3 unit kapal pengangkut berukuran 78 GT. Pelabuhan perikanan terapung berbentuk ponton dan memiliki panjang keseluruhan (LOA) 82,41 meter, lebar (B) 16,48 meter, dan tinggi 5,89 meter dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp. 43.182.536.474,00.

Hotel Murah Di Dekat Bandara Raden Intan Bandar Lampung

Sudah lama saya tidak aktif menulis. Bukan malas, tapi karena kesibukan saya menyelesaikan studi di Surabaya sehingga tidak ada waktu untuk menulis di website ini. Pada kesempatan pertama setelah menyelesaikan studi di Surabaya, saya ingin menulis pengalaman saya ketika kembali pulang dari Surabaya ke Bandar Lampung.

Saya kembali dari Surabaya menuju Lampung dengan menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 18.40 dan mendarat Radin Intan alias Bandara di Lampung pada pukul 20.04. Setelah mendarat di Bandara Lampung, sebetulnya tujuan saya adalah ke Way Kanan, akan tetapi karena bis tujuan Way Kanan sudah tidak ada maka saya terpaksa harus menginap dulu. Perlu diketahui bahwa bis tujuan Way Kanan hanya ada pada pagi hari sekitar jam 8-10 pagi dan jam 12-13.00. Bis ini hanya ada dua kali pemberangkatan setiap harinya, ditambah dengan travel pada jam 16.00.

Saya menginap di Hotel Aero Guesthouse. Jaraknya adalah 600 meter ke arah Tanjung Karang jika dilihat di Google Map, dan jika berjalan kaki menghabiskan waktu 15 menit, sedangkan dengan menggunakan motor seperti Go-jek membutuhkan waktu 1 menit perjalanan. Hotel ini walaupun kamarnya kecil, akan tetapi boleh dibilang bagus jika hanya untuk sekedar transit saja. Di hotel ini sudah tersedia wi-fi, AC, dan TV khusus untuk kamar tertentu. Saya menginap semalam dengan biaya Rp. 200.000 per malam. Tidak ada TV sih, akan tetapi Wi-fi super kencang. Jadi walau tidak ada TV saya tetap dimanjakan dengan hiburan menggunakan wi-fi. Toh TV juga hanya siaran lokal saja dan itu pun bisa streaming kalo saya mau. Jika mau yang ada TV ya ongkos per malamnya lebih malam, yaitu Rp. 300.000 per malam. Tapi menurut saya sayanglah, mending yang Rp. 200.000 saja.

Luas kamar yang saya tempati mungkin hanya berukuran 3×3 meter. Hanya ada satu tempat tidur dan kamar mandi. Tidak ada lemari ataupun wastafel. Namun begitu, kondisi kamarnya bagus, rapi, dan bersih. Ada handuk dan peralatan mandi serta air mineral disediakan bagi pengunjung yang ingin menginapdi hotel Aero Guesthouse ini. Pelayanan juga baik. Penerima tamunya bapak-bapak namun energik dan gaul enak untuk diajak ngobrol. Tanya sedikit saja dia bakal cerita banyak he..he.. Jadi kalo bete di kamar ngobrol aja sama bapaknya di lobby hotel wkwkwk. Jadi kesimpulannya jika anda mendarat di bandara Raden Intan dan ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan anda, Hotel Aero Guesthouse sangat direkomendasikan.

5 Tips Cara Memberikan Presentasi Dengan Powerpoint Yang Wajib Anda Ketahui

Jika lima tips ini Anda lakukan, Anda akan dapat menampilkan presentasi Anda dengan lebih efektif, lebih menarik dan berkesan untuk audiens Anda.

Apa saja tips tersebut, silakan Anda simak ulasannya.

1. Sebelum tampil jangan lupa lakukan cek peralatan

Ini sangat penting Anda lakukan.

Tujuannya adalah supaya saat Anda tampil Anda bisa menghindari adanya kesalahan teknis yang bisa mengganggu jalannya presentasi.

Saran saya, ada tiga alat utama yang harus Anda cek.

Pertama, adalah leptop. Pastikan leptop Anda sudah Anda setting dengan cara yang benar.

Kedua adalah LCD proyektor. Seperti yang sudah Anda ketahui tanpa LCD Anda tidak akan bisa menampilkan slideshow presentasi Anda. Karena itu LCD yang akan Anda gunakan juga harus Anda cek.

Bagaimana gambarnya, buramkah atau malah warnanya tidak sama dengan warna asli dari slide Anda. Kalau misalnya Anda menemukan masalah seperti di atas segera ganti LCD dengan yang lebih baik.

Ketiga, remote presentasi.

2. Saat tampil manfaatkan fitur presenter view

Presenter view adalah salah satu fitur dari powerpoint yang memungkinkan kita melihat slide presentasi kita, melihat urutan slide presentasi kita, melihat catatan presentasi kita di layar monitor leptop sementara audiens hanya melihat slide presentasi Anda di layar monitor.

Dengan membuat presenter view kita seperti memiliki sebuah telepromter yang bisa kita lihat seandainya kita lupa posisi slide, urutan slide atau pun materi presentasi. Sedangkan audiens tidak melihat hal tersebut.

Selain itu dengan presenter view akan membuat Anda tidak perlu bolak-balik badan untuk melihat slide presentasi Anda.

Dengan demikian penampilan Anda akan lebih baik dan lebih percaya diri.

Bagaimana cara mengaktifkan fitur presenter view?

Sudah saya jelaskan dalam video yang sudah bisa Anda download di member area bersama puluhan video tutorial lainnya saat Anda beli Great presentation Design Pack.

Tapi ingat jika Anda mengaktifkan fitur presenter view ini pastikan saat Anda presentasi Anda bisa meletakkan leptop yang Anda gunakan di depan atau disamping depan diri Anda. Ini supaya ketika Anda butuh melihat catatan atau melihat alur dari slide Anda, dengan mudah Anda bisa melihatnya.

3. Kontrol jalannya slide Anda dengan remote presenter

Saya harap Anda sudah punya yang namanya remote presenter.

Karena ini alat yang sangat fital untuk mengontrol jalannya presentasi.

Saya pribadi, selalu menggunakan alat ini, karena benar-benar ngebantu banget saat saya presentasi.

Mau dari mana pun saya berdiri saya bisa memindah slide tanpa harus mendekati meja tempat dimana leptop saya letakkan.

Kan bisa minta bantuan teman pak?

Memang bisa sih, cuma agak mengkhawatirkan.

Karena yang sering terjadi presenter ngomong ini, eh malah slide yang tampil beda.

Pokoknya gak rekomended banget lah.

Kalau bisa jangan gunakan pihak ketiga, mending pakai remote saja.

Saran saya kalau Anda belum punya investasikan sedikit uang untuk membelinya.

4. Hindari terlalu sering melihat ke layar

Saya tidak sekali dua kali ya, melihat presenter yang sebenarnya sudah menggunakan slide bagus. Teksnya ringkas dengan gambar yang juga menarik perhatian. Tapi masih ada saja lo yang saat bicara malah melihat gambar pada slide mereka.

Dan kalau Anda pernah melihat yang demikian atau malah Anda sendiri juga masih melakukannya, maka masalahnya hanya satu. Itu dikarenakan kebiasaan yang sering dilakukan sebelumnya.

Atau kalau boleh saya pertegas, karena dulu mungkin sering menggunakan slide yang penuh teks dan sering presentasi dengan membaca akhirnya setelah mengunakan slide yang sudah baik pun kebiasaan tersebut masih terbawa.

Karena itulah saran saya, cobalah sering-sering berlatih. Kemudian saat tampil selalu sadari apa saja yang Anda lakukan. Dengan demikian Anda akan bisa meminimalisir melihat tampilan layar.

Apakah itu berarti tidak boleh sama sekali melihat layar?

Tentu saja boleh, kalau misalnya Anda ingin menunjukkan sesuatu pada slide Anda, yang memang perlu Anda perlihatkan Anda memang harus menghadap pada layar.

Hanya saja kalau sudah ya harus segera kembali ke audiens Anda.

Dan kalau tidak sedang ingin menunjukkan sesuatu pada layar, lihat layar Anda sekilas saja.

Kemudian segera langsung arahkan pandangan ke audiens Anda.

5. Optimalkan penggunaan tombol B pada remote atau leptop Anda

Ini yang terakhir, sebuah teknik yang sangat mudah namun tidak banyak presenter yang mengoptimalkannya yaitu tombol B.

Memang ada apa sih dengan tombol B?

Jadi begini dalam presentasi terkadang kita itu perlu mematikan layar, di saat kita ingin audiens fokus dengan apa yang akan kita sampaikan.

Atau misalnya saat kita ingin berpindah tempat sedangkan proyektor di tempatkan terlalu rendah sehingga saat kita melewati cahaya proyektor bayangan kita akan muncul di layar.

Dalam situasi yang semacam mematikan layar juga merupakan cara yang bijak.

Nah itulah fungsi tombol B, yaitu untuk mematikan layar Anda.

Percayalah meski ini sepele namun jika bisa Anda optimalkan presentasi powerpoint yang akan Anda bawakan akan terlihat berkelas.

Baik, itulah tadi 5tips membawakan presentasi powerpoint untuk hasil yang lebih baik.

Saya ulangi 5 tips tersebut adalah:

Cek peralatan

Aktifkan fitur presenter view

Gunakan remote presenter

Hindari terlalu sering melihat ke layar

Optimalkan penggunaan tombol B untuk mematikan layar

Silakan Anda terapkan untuk presentasi powerpoint Anda berikutnya.

Peranan Pelabuhan Dalam Pertumbuhan Ekonomi

Pelabuhan, yang dalam hal ini adalah pelabuhan umum yang dikomersilkan, memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ada beberapa alasan mengapa pelabuhan berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu:

  1. Pelabuhan sebagai mesin ekonomi menciptakan multiplier effect yang sangat besar bagi ekonomi di daerah dimana pelabuhan tersebut berada. Multiplier effect berarti bahwa kegiatan di pelabuhan akan menciptakan kegiatan-kegiatan ekonomi baru yang berkaitan (linkage) dengannya, baik backward linkage maupun forward linkage. Semakin besar pelabuhan, maka multiplier effect (efek pengganda) yang diciptakanakan semakin besar.
  1. Pelabuhan sebagai pintu gerbang negara (nation gate) dapat dikatakan sebagai tempat dimana kegiatan ekonomi global dimulai. Kegiatan ekonomi global berarti ada transaksi yang terjadi di pelabuhan, dan transaksi tersebut tidak lagi bersifat lokal namun sudah antar negara. Semakin besar suatu pelabuhan, maka jumlah transaksi yang tercipta akan semakin besar.
  1. Pelabuhan sebagai suatu perusahaan/industri tersendiri (port as a corporation) merupakan sumber devisa negara bernilai tambah sangat tinggi. Pelabuhan memiliki nilai tambah yang tinggi karena ia merupakan suatu industri sektor tersier dimana ia memberikan pelayanan jasa kepada para penggunanya baik lokal maupun internasional. Pelayanan jasa yang diberikan akan memberikan income kepada negara. Semakin besar suatu pelabuhan maka income yang diperoleh akan semakin besar.

Oleh karena ketiga alasan tersebut, maka suatu negara akan berusaha untuk mengembangkan pelabuhan yang dimilikinya menjadi semakin besar. Besar pelabuhan yang dimaksud tidaklah hanya mengartikan tentang luas pelabuhan secara geografis saja, melainkan juga mengenai volume aktifitas pelabuhan tersebut. Volume aktifitas pelabuhan dapat dilihat dari jumlah kapal yang singgah, ukuran kapal, jumlah muatan, serta nilai muatan. Dan untuk memperbesar volume aktifitas pelabuhan, maka pelabuhan harus dapat bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan lain sehingga kapal-kapal berminat untuk singgah dan melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut.

Dari sisi suatu industri, dimana pelabuhan dikatakan sebagai suatu industri tersendiri (port as a corporation), maka seperti layaknya perusahaan lain, agar dapat bersaing dengan kompetitornya ia harus mempertahankan dan meningkatkan performance yang dimilikinya. Performance suatu pelabuhan dapat dianalogikan sebagai keunggulan suatu produk jika dalam suatu perusahaan. Sama halnya seperti perusahaan yang menawarkan keunggulan suatu produk, maka pelabuhan pun menawarkan performance yang dimilikinya kepada calon konsumen. Harapannya adalah bahwa performance atau keunggulan yang dimilikinya dapat membuat konsumen setia untuk menggunakan jasanya.

Menurut Rasha Fouad (2016), performance suatu pelabuhan adalah menyangkut efektifitas, efisiensi, dan kepuasan partisipan/penggunanya. Efektifitas berarti ketepatan dalam pencapaian tujuan, sedangkan efisiensi menyangkut hubungan antara manfaat yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan. Jika suatu pelabuhan tidak efisien maka biaya bongkar muat akan tinggi, dan hal ini akan berdampak kepada harga barang-barang baik impor maupun ekspor menjadi tinggi. Inefisiensi pada pelabuhan disebabkan oleh pemanfaatan sumberdaya yang tidak maksimal, penurunan produktifitas, dan waktu tunggu kapal yang lama. Kepuasan partisipan/kepuasan pelanggan merupakan ukuran yang  mungkin dapat dilihat dari jumlah keluhan yang disampaikan oleh pengguna terkait dengan pemanfaatan berbagai fasilitas yang ada di pelabuhan. Dalam istilah bisnis, kepuasan pelanggan yang menunjukkan performa terbaik adalah dengan tidak adanya keluhan sama sekali atau “zero complaint”.

Pengelolaan SDA Maritim Renewable dan Non-Renewable Agar Tidak Terjadi Tragedy of Commons

Tragedy of Commons atau “tragedi atas kepemilikan bersama” merupakan suatu kondisi ketidakbahagiaan kelompok manusia karena lahan yang biasanya mereka manfaatkan untuk hidup, dalam hal ini sumber daya alam, sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhannya. Dikatakan tragedy karena kesedihan atau ketidakbahagiaan kelompok manusia tersebut terjadi karena ulahnya sendiri dalam memanfaatkan SDA. Tragedy of commons berkaitan erat dengan carrying capacity sumberdaya alam, jumlah populasi, modal kapital, teknologi, serta pasar yang tidak lain merupakan faktor-faktor produksi.

 Carrying capacity berarti kemampuan sumberdaya alam dalam memenuhi kebutuhan manusia. Tragedy terjadi ketika carrying capacity SDA sudah mencapai titik maksimum dalam melayani kebutuhan manusia sehigga terjadi deminishing return. Jumlah populasi berarti jumlah manusia atau kelompok manusia yang ikut bersama-sama memanfaatkan SDA tersebut. Tragedy terjadi misalnya ketika jumlah populasi yang memanfaatkan SDA yang terbatas tersebut terlalu banyak sehingga hasil yang diperoleh tidak memenuhi kebutuhannya atau yang diharapkannya. Modal kapital adalah jumlah uang yang dikeluarkan sebagai biaya memanfaatkan SDA tersebut. Contoh tragedy akibat kapital terjadi ketika kapital yang dikeluarkan sangat besar namun hasil yang diperoleh jauh lebih kecil, atau dapat pula terjadi ketika kelompok yang memiliki kapital besar mengancam kelangsungan hidup kelompok bermodal kecil Teknologi merupakan cara/alat yang digunakan untuk memanfaatkan SDA tersebut. Contoh tragedy akibat teknologi terjadi ketika teknologi yang digunakan justru merusak atu menghancurkan lahan SDA tersebut sehingga biasanya menimbulkan dampak kerusakan lingkungan. Pasar merupakan tempat terjadinya transaksi. Tragedy terjadi ketika misalnya jumlah SDA yang ada di pasar sangat besar sehingga tidak memiliki nilai atau nilainya sangat kecil. Kecilnya harga ini membuat SDA yang dieksploitasi menjadi sia-sia.

 Oleh karena itu, pengelolaan SDA maritim berarti adalah pengelolaan dan pengendalian atas seluruh faktor-faktor produksi yang berpotensi menimbulkan tragedi.

Faktor Produksi

Bentuk Pengelolaan dan Pengendalian

Sumberdaya Alam Membuat aturan yang membatasi jumlah SDA yang diekstraksi
Populasi/perusahaan Menentukan jumlah peserta yang mengeksploitasi SDA
Kapital Menyediakan bantuan/subsidi kepada peserta yang memiliki modal sedikit untuk melakukan eksploitasi. Atau dapat juga dengan cara ekslusifitas, yaitu mengkhususkan lahan tersebut dekstraksi oleh kelompok-kelompok bermodal kecil
Teknologi Membuat aturan yang mengharuskan teknologi yang digunakan tidak merusak lingkungan. Atau menciptakan sumber-sumber alternatif sebagai pengganti SDA
Pasar Membuat kebijakan atas kestabilan harga

 Contoh eksplorasi SDA Maritim dengan pendekatan teori ekonomi mikro

Dari sisi demand atau permintaan, minyak bumi tidak hanya dibutuhkan oleh tumah tangga saja, namun juga oleh transportsai, industri, dan kegiatan komersial yang lain. Begitu pentingnya sumber energi minyk ini, membuat pelaku-pelaku ekonomi sangat bergantung terhadap keberadaan minyak bumi tersebut.  Ketergantungan dan kebutuhan minyak bumi ditangkap oleh negara-negara yang kaya akan sumber daya minyak bumi sebagai peluang untuk menciptakan supply dengan cara melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya minyak di wilayah terirorialnya. Persediaan serta permintaan SDA yang ada akan menciptakan pasar dimana harga jual beli minyak ditentukan. Berhubung minyak merupakan SDA yang non-renewable, maka pada suatu saat akan ada keadaan dimana terjadi kelangkaan energi yang menyebabkan harga minyak tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme supply and demand, namun ditentukan oleh persediaan stok yang ada (monopoli) yang menyebabkan harga minyak menjadi sangat tinggi. Berikut adalah diagram mekanisme supply and demand pada pasar sumber daya energi tak terbarukan.

 Peran pemerintah dalam mengendalikan pasar SDA maritim

 Pemerintah ikut serta dalam kegiatan perekonomian dalam rangka untuk menanggulangi kegagalan pasar. Kegagalan pasar terjadi ketika mekanisme harga yang terbentuk di pasar gagal dalam memperhitungkan biaya maupun manfaat dari SDA, baik untuk yang menyediakan maupun yang mengkonsumsinya. Bentuk-bentuk kegagalan pasar adalah seperti monopoli dan eksternalitas yang merugikan.

 Agar tidak terjadi kegagalan pasar, maka pemerintah melakukan intervensi terhadap mekanisme pasar SDA. Bentuk intervensi pemerintah bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Intervensi langsung adalah dengan menentukan harga minimum atau maksimum untuk harga SDA. Contohnya adalah penentuan harga jual Bahan Bakar Minyak. Intervensi tidak langsung adalah dengan cara memberikan subsidi atau menetapkan tarif pajak impor maupun ekspor SDA. Subsidi diberikan kepada pelaku-pelaku ekonomi yang baru berkembang untuk menekan biaya produksi agar mampu bersaing. Contohnya adalah pemberian subsidi harga bahan bakar minyak untuk para nelayan, sehingga para nelayan mampu melaut dengan biaya operasional yang tidak terlalu besar. Sementara itu, tarif pajak diberlakukan dengan tujuan untuk melindungi            produsen dalam negeri. Contohnya adalah penetapan tarif pajak impor produk-produk perikanan dengan tujuan agara konsumen dalam negeri membeli produk perikanan dalam negeri dengan harga yang lebih murah.

 Intervensi pemerintah selain tersebut diatas, dapat juga dilakukan intervensi pemerintah dalam rangka menciptakan iklim pasar domestik yang baik, yaitu dengan cara membuat peraturan-peraturan dan menciptakan hak ekslusifitas. Contoh intervensi pemerintah dalam kebijakan peraturan adalah menetapkan peraturan mengenai jumlah tangkapan maksimum yang diperbolehkan oleh suatu perusahaan penangkapan ikan. Tujuannya adalah untuk melindungi dan mengatur ketersediaan stok agar tidak terjadi kelangkaan ikan yang menyebabkan kegagalan pasar. Sedangkan contoh hak ekslusifitas adalah dengan cara menetapkan Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPPI) dan Jalur Penangkapan Ikan (JPI). WPPI dan JPI pada prinsipnya menetapkan daerah-daerah penangkapan ikan yang diperbolehkan menurut ukuran kapal dan alat tangkap tertentu. Sehingga kapal-kapal berskala industri tidak melakukan penangkapan di jalur penagkapan untuk  nelayan kecil. Tujuannya adalah agar ketersediaan ikan untuk masyarakat kecil selalu tersedia dengan harga yang wajar.

Sektor Maritim Yang Paling Cepat Membentuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ini adalah rangkuman paper yang berisi 13 halaman. Untuk lebih lengkapnya anda bisa unduh di SEKTOR MARITIM YANG PALING CEPAT MEMBENTUK PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Sektor tertier atau disebut service based sactor merupakan sektor ekonomi dimana output yang dihasilkan merupakan brang yang dibutuhkan oleh masyarakat (end product). Produk pada sektor tertier tiak memerlukan pemrosesan lagi, sehingga ia dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sektor ekonomi maritim yang termasuk dalam sektor tertier adalah pariwisata bahari, jasa angkutan laut, dan jasa perdagangan.

Alasan yang menyatakan bahwa sektor tertier dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, adalah: efek sumberdaya alam, value added, eksternalitas, dan pasar. Pada efek sumberdaya alam, sektor tertier tidak terkendala stock seperti halnya eksploitasi sektor primer (renewable dan non-renewable resources), sehingga sektor ini tidak akan memunculkan “kutukan sumber daya alam”, maupun “tragedi kepemilikan bersama” yang berujung kepada konflik sosial dan politik di dalam negeri. Sektor tertier merupakan sektor yang memiliki value added tertinggi. Value added merupakan parameter pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dari sisi eksternalitas, sektor tertier membentuk eksternalitas positif yaitu penyerapan tenaga kerja yang banyak, iklim ekonomi yang mandiri, dan pembentukan pasar-pasar baru. Dari sisi pasar, sektor tertier dapat membentuk banyak pasar, mempertinggi nilai output tiap unit, dan apabila suatu output memiliki daya saing, maka jumlah transaksional output tersebut akan semakin besar.

Agar ekonomi sektor tertier bidang maritim dapat lebih cepat tumbuh, maka kualitas sumberdaya manusia bidang maritim harus ditingkatkan sehingga mereka mampu menggunakan dan memanfaatkan faktor produksi teknologi utnuk mengolah material atau sumber daya menjadi bernilai tambah baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Meningkatnya kualitas dan kuantitas nilai tambah suatu output akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka negara harus membangun dan mempersiapkan sekolah-sekolah bidang kemaritiman di berbagai level pendidikan, membuat program beasiswa untuk belajar teknologi maritim di negara yang lebih maju, dan memfasilitasi penelitian-penelitian bidang kemaritiman, dan penyediaan fasilitas kredit untuk usaha bidang maritim. Iklim politik dan sosial dalam negeri yang kondusif dapat membuat kenyamanan para sumberdaya manusia maritim yang unggul untuk menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan membangun negaranya secara mandiri.

Untuk paper versi lengkapnya anda bisa unduh di SEKTOR MARITIM YANG PALING CEPAT MEMBENTUK PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Menghitung Carbon Footprint Usaha Kecil

Apa itu carbon footprint?

Carbon footprint adalah jumlah emisi karbon yang dikeluarkan oleh suatu aktifitas, baik aktifitas bisnis maupun aktifitas individu. Carbon footprint atau jejak karbon merupakan perhitungan yang menentukan jumlah karbon yang dikeluarkan ke atmosfer dalam kaitannya untuk mengetahui kontribusi suatu aktifitas terhadap efek rumah kaca secara global. Lalu bagaimana menghitung carbon footprint?

Berikut adalah contoh menghitung carbon footprint untuk penjualan bakso selama satu hari. Patut diingat, bahwa kasus ini hanyalah contoh saja. Intinya adalah cara untuk menghitungnya saja, bukan hasil akhirnya. Hasil akhir setiap usaha tergantung dari banyaknya proses yang dilakukan.

Carbon Footprint Penjual Bakso Dalam Satu Hari (Sektor Tersier)

Diketahui:

  1. Jumlah daging sapi yang dibutuhkan untuk membuat bakso dalam satu hari adalah 5 kg
  2. 1 kg daging sapi bisa menjadi 90 butir bakso ukuran sedang
  3. Waktu merebus 1 kg daging sapi hingga matang adalah 30 menit
  4. Waktu untuk membuat bakso adalah 3 jam dengan cara direbus
  5. Bahan bakar untuk membuat bakso adalah LPG Propana
  6. Pembuatan bakso dilakukan di malam hari dengan penerangan lampu 40 Watt selama 10 jam
  7. Bakso dijual di siang hari dengan waktu kerja 10 jam, dimana kuah bakso dipanaskan dengan LPG secara terus menerus.
  8. Emisi gas CO2 dari LPG = 12,17 lbs/gallon (Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi)
  9. Emisi listrik = 1,297 CO2 per kWh (0,0005883 metrik ton CO2 per kWh) (Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi)
  10. Debit LPG dalam 8 jam pemakaian adalah 500 gram

Ditanyakan : Total Emisi Karbon dioksida dari usaha dagang bakso selama satu hari

Jawaban :

I.                   Pembuatan Bakso

a. Memasak daging sapi

Waktu rebus daging sapi hingga matang:

5 kg x 30 menit = 150 menit = 2,5 jam

LPG yang terpakai :

(2,5 jam/8 jam ) x 500 gram = 156,25 gram = 0,156 kg

b. Konversi 1 kg LPG ke liter

Jika massa jenis LPG adalah 0,493 gr/cm3 atau 493 gr/liter, maka

V = m/ρ = 1000 gram : 493gr/liter

= 2,028 liter

Maka 1 kg LPG = 2,028 liter

c. LPG yang terpakai dalam satuan liter

0,156 kg x 2,028 liter = 0,31 liter

d. LPG yang terpakai dalam satuan gallon

Jika 1 gallon = 4,55 liter, maka

(0,31 liter/4,55 liter) x 1 gallon = 0,068 gallon

e. Emisi gas CO2 dari LPG pada saat memasak daging sapi:

Diketahui  Emisi gas CO2 dari LPG = 12,17 lbs/gallon

(Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi) maka:

0,068 x 12,17 lbs = 0,0827 lbs = 3,75 x 10-4metric ton

(1 Metric Tonne = 2204.6 Pounds)

 f. Emisi gas CO2 dari listrik pada saat pembuatan bakso

Waktu pemakaian listrik = 10 jam

Daya lampu yang digunakan = 40 Watt

Watt Hour = 40 x 10 = 400 WH = 0,4kWH

Emisi listrik = 1,297 lbs CO2 per kWh (0,0005883 metrik ton CO2 per kWh)

(Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi)

 Maka CO2 yang dikeluarkan : 0,4 kWH x  0,0005883 = 2,35 x 10-4 Metric Ton

 g. Perebusan Bakso

Waktu perebusan = 3 jam

Diketahui Debit LPG selama 8 jam = 500 gram

Debit LPG selama perebusan bakso = (3 jam/8 jam) x 500 gram

= 0,375 x 500

= 187,5 gram

= 0,187 kg

= 0,38 liter

= 0,083 gallon

h. Emisi CO2 Pada saat perebusan

Diketahui  Emisi gas CO2 dari LPG = 12,17 lbs/gallon

(Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi)

Maka

 0,083 gallon x 12,17 lbs = 1,017 lbs = 4,6 x 10-4 Metrik Ton

 

Emisi Pembuatan Bakso = Emisi Memasak daging sapi + Emisi pemakaian listrik +  Emisi perebusan bakso

                                        = 3,75 x 10-4 + 2,35 x 10-4 + 4,6 x 10-4

                                        = 0,00107 metrik ton

 II. Penjualan bakso

a. Jumlah Pemakaian LPG pada saat berjualan

Waktu berjualan = 10 jam

Diketahui Debit LPG selama 8 jam = 500 gram

Debit LPG selama berjualan   =  x 500 gram

= 1,25 x 500

= 625 gram

=0,625 kg

b. LPG yang terpakai dalam satuan liter

0,625 x 2,028 liter = 1,27 liter

 c. LPG yang terpakai dalam satuan gallon

 (1,27/4,55) = 0,28 gallon

 

d. Emisi CO2 pada saat berjualan

Diketahui  Emisi gas CO2 dari LPG = 12,17 lbs/gallon

(Departemen Energi AS Administrasi Informasi Energi)

Maka

 0,28 gallon x 12,17 lbs = 3,41 lbs = 0,00154 Metrik ton

 TOTAL EMISI CO2 PADA USAHA BAKSO SELAMA SATU HARI ADALAH

Emisi Pembuatan Bakso + Emisi CO2 pada saat berjualan

= 0,00107 + 0,00154= 0,00261 metrik ton

 

Kesimpulan:

1.      Semakin berkembang suatu usaha, maka makin besar emisi CO2

2.      Makin panjang proses produksi, maka makin besar emisi CO2

Kutukan Sumber Daya Alam: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Mengantisipasinya

Pengertian “kutukan sumberdaya alam”

Kutukan sumberdaya alam atau “ curse of natural resources” merupakan suatu istilah yang menyatakan bahwa negara yang memiliki ketersediaan alam berlimpah cenderung mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki atau sedikit memiliki sumberdaya alam. Dengan kata lain, ketersediaan sumberdaya alam yang berlimpah di suatu negara tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Contoh mengenai hal ini dikemukakan oleh Sachs dan Warner merujuk pada hasil penelitiannya bahwa pada rentang tahun 1970 hingga 1989, negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab memperoleh penerimaan terbanyak dari ekspor minyak bumi, bahkan lebih dari 60% dari total GDP negara tersebut berasal dari ekspor minyak. Namun pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita rakyatnya justru sangat kecil. Ini berbanding terbalik dengan negara Singapura, yang pada rentang waktu yang sama tidak memiliki sumber daya alam untuk di ekspor namun memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi.

Selain pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah, negara dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah juga biasanya mengalami keterlambatan dalam hal inovasi industri, tingkat aktivitas wirausaha yang sangat kecil, sistem pemerintahan yang buruk dan penuh korupsi, serta rawan konflik.

Penyebab “kutukan sumberdaya alam”

Negara yang memiliki kelimpahan sumberdaya alam menurut Shinji Asanuma akan menerima “kutukan” jika kelimpahan tersebut tidak memberikan kesejahteraan yang nyata dan merata bagi rakyatnya. Shinji mengemukakan bahwa ada tiga faktor yang membuat suatu negara mendapatkan “kutukan” sumberdaya alam, yaitu:

1. Dutch Disease

Dutch disease adalah suatu kondisi dimana sektor industri dan manufaktur tidak berkembang sebagai akibat dari ketergantungan pendapatan dari eksploitasi faktor produksi primer seperti agrikultur, minyak, dan mineral.

2. Voracity Effect

Voracity effect adalah suatu keadaan dimana sumberdaya alam yang ada dimanfaatkan untuk menerapkan praktek sewa pengelolaan sumberdaya alam. Pengaturan sewa ini cenderung dimanfaatkan oleh para politisi atau penentu kebijakan untuk melakukan praktek korupsi, sarana melanggengkan kekuasaan, atau pemanfaatan pendapatan untuk investasi yang tidak ekonomis dan salah dalam penggunaannya. Kesalahan dalam pemanfaatan dana dari hasil kegiatan sewa kelola ini mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan korupsi, dan negara menjadi memiliki utang banyak.

3. Volatility Effect

Volatilitas menyangkut kepada perubahan harga pasar atas komoditas-komoditas primer di tingkat internasional. Harga-harga komoditas sumber daya alam di pasar internasional mempengaruhi perdagangan domestik secara keseluruhan, dan ini dipengaruhi pula oleh pengaruh alam dan kondisi politik di negara pemilik sumberdaya alam tersebut. Ketika harga komoditas melambung tinggi, negara pemilik komoditas primer atau sumberdaya alam akan memperoleh pendapatan yang besar. Namun pendapatan yang besar ini, negara justru mengalami kesulitan dalam memetakan pengeluarannya. Pada saat harga komoditas tinggi ini pun, negara cenderung untuk membuat proyek-proyek raksasa yang berbiaya besar, sehinggga tanpa perhitungan yang cermat negara melakukan pinjaman skala besar ke pihak lain. Ketika harga mulai turun, negara mulai mengalami kesulitan keuangan karena tidak memiliki revenue yang cukup ditambah dengan kewajiban membayar utang atau pinjaman ke negara lain.

 Indonesia pernah mengalami kutukan sumberdaya alam dari sektor minyak pada rentang waktu tahun 1970-1980. Kala itu negara melakukan monopoli atas eksploitasi minyak di Indonesia melalui Pertamina. Pada tahun 1974, pendapatan ekspor sebanyak 70% merupakan kontribusi hasil ekspor minyak. Akibatnya pendapatan pemerintah sangat bergantung pada hasil ekspor minyak ini dan melemahkan industri manufaktur  maupun sektor industri sekunder dan tertier lainnya (Dutch Disease).

Harapan untuk eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi sebanyak-banyaknya tidak dibarengai dengan kemampuan teknologi yang dimiliki, sehingga Indonesia menawarkan kontrak kerjasama eksploitasi dengan negara lain tanpa ada pertimbangan matang dari para pemangku jabatan, bahkan bersifat otoriter. Pada tahun 1974, negara memiliki surplus yang luar biasa dari ekspor minyak, dan pendapatan ini digunakan untuk membiayai proyek-proyek raksasa seperti pembangunan pabrik Krakatau Steel, proyek “Floating Fertilizer”, dan pembangunan armada tanker super besar. Semua proyek ini didanai oleh hasil ekspor minyak ditambah dengan dana pinjaman pihak ketiga (voracity effect).

 Ketika kemampuan eksploitasi dan harga minyak menurun, maka penerimaan negara menjadi berkurang. Negara mengalami kesulitan keuangan karena penerimaan yang diperoleh lebih kecil daripada pengeluaran negara rutin. Ketika Pertamina diaudit, ternyata telah memiliki utang sebanyak 10,5 milyar US$ sementara nilai produksi ekspor Indonesia hanya sebesar 7 Miliar US$ (volatility effect).

 Mengantisipasi “kutukan sumberdaya alam”

Dalam mengantisipasi kutukan sumberdaya alam diperlukan analisi secara mendalam mengenai faktor mana yang lebih dominan sebagai penyebab  kutukan. Secara ringkas antisipasi kutukan sumberdaya alam melalui “Dutch Disease” dan “Volatility Effect” dapat dilakukan dengan cara mendorong peningkatan inovasi di bidang industri-industri lain sehingga tidak bergantung pada hasil ekspor sumberdaya alam.

Selain itu inovasi dan studi teknologi eksploitasisumberdaya dilakukan agar praktek sewa atau kontrak eksploitasi berkurang dan nilai tambah produk sumberdaya alam menjadi menjadi lebih tinggi. Investasi di lura negeri pun bisa dilakukan sebagai langkah mengantisipasi “Dutch Disease”, sedangkan transparansi keuangan yang termasuk didalamnya mengenai perjanjian atas hak-hak eksploitasi, syarat-syarat eksploitasi yang dilakukan pihak ketiga merupakan antisipasi pada “voracity effect”. Transparansi akan mendorong masyarakat, media, maupun stakeholder internasional untuk ikut mengawasi dan memastikan agar keuangan negara dikelola dengan baik dan tidak dikorupsi. Seara kongkrit, pengelolaan pendanaan harus lebih profesional baik dari sisi teknis maupun leadership sehingga terbebas dari pengaruh politik yang dapat mengakibatkan kesalahan penggunaan.

“Volatility Effect” dapat diantisipasi melalui kebijakan fiskal negara tersebut. Kebijakan ini termasuk didalamnya mengenai program subsidi pemerintah, restrukturisasi anggaran, skema penerimaan ekspor, maupun pengaturan pajak. Antisipasi “volatility effect” cenderung kepada cara untuk melakukan penyeimbangan antara anggaran pendapatan dengan anggaran pengeluaran.

Digital Printing Sebagai Sarana Komunikasi Bisnis

Saat ini, segala sesuatu baik bisnis maupun kegiatan lainnya sangat bergantung pada teknologi. Demikian pula halnya dengan mencetak. Percetakan melalui berbagai media dan format yang berbeda-beda merupakan pemecahan masalah yang sangat penting dalam dunia bisnis saat ini. Bisnis saat ini menjadi lebih antusias dengan adanya proses pencetakan yang memberikan kualitas gambar yang tinggi dan waktu penyelesaian yang cepat.

Bisnis memerlukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan, dan komunikasi tersebut dapat menggunakan berbagai alat. Sekarang Anda dapat mencetak brosur, kartu nama, brosur dan bahan lainnya dalam volume besar dengan harga yang terjangkau. Jika kebutuhan Anda adalah untuk menghasilkan cetakan dalam waktu yang singkat, maka cetak digital adalah jawabannya. Kecepatan proses ini cukup luar biasa dan kapasitasnya membuatnya menjadi prospek yang bisnis yang sangat menjanjikan.

Bisnis cetak digital tidak hanya terpaku pada produk cetaknya saja. Jasa desain khusus untuk setiap pelanggan dalam men”deliver” pesan yang akan disampaikan kepada target pasar juga merupakan peluang bisnis pelengkap bahkan bisa menjadi utama dalam bisnis digital printing. Hal ini tentunya luar biasa mengingat fakta bahwa suatu bisnis justru bisa fokus pada bagaimana mengembangkan hubungan dengan setiap pelanggan dalam konteks tertentu. Dan ini semua bisa tersampaikan hanya dengan sebuah gambar yang didesain secara unik dalam waktu yang singkat dan jumlah yang banyak. Percetakan digital dapat mengubah jalannya komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Seberapa efektif suatu profil bisnis dikomunikasikan kepada target pasar, sedikit banyak hal tersebut tergantung pada kualitas gambar cetakan serta desain yang dibuat.

Digital Printing dapat menawarkan leverage yang signifikan untuk kebutuhan komunikasi bisnis. Anda dapat menukar manfaat dengan bermitra dengan penyedia layanan. Penyedia layanan akan bekerja pada pendekatan yang akan memberikan pengaruh untuk kebutuhan komunikasi Anda. Dengan memiliki solusi pencetakan yang disesuaikan untuk brosur Anda, brosur dan kartu nama Anda dapat berakhir sebagai pemenang. Anda harus memberikan diri Anda kesempatan untuk menanggapi situasi yang berbeda dengan cara yang terjangkau.  Anda akan mendapatkan apa yang diinginkan untuk terlibat dengan para pemangku kepentingan dalam cara yang lebih baik.

Perubahan dan Kegagalan (Breakdown)

Kegagalan dan keberhasilan adalah hasil dari perubahan. Tidak peduli bagaimana Anda melihat keduanya, mereka masing-masing bergantung pada hal yang tidak bisa ditinggalkan, “kepemimpinan.” Kita tidak bisa sukses dalam suatu kinerja di tingkat yang lebih tinggi jika kita mempertahankan status quo, alias bertahan dalam keadaan yang ada, akan tetapi bekerja dalam perubahan adalah ada resiko bahwa kemungkinan kita akan gagal atau mengalami gangguan dalam proses. Jadi setiap diskusi tentang “takut perubahan” atau “takut gagal” harus dimulai dengan diskusi tentang transisi dan transformasi. Meskipun ada kelemahan dan resiko yang terlibat dalam perubahan (termasuk risiko kegagalan), pikirkan mengenai semua hal positif yang bisa datang dari perubahan, yaitu:

– Proses Perbaikan untuk Kepemimpinan dan Manajemen,

– Secara keseluruhan akan  meningkatkan kinerja karyawan,

– terbentuknya tim Pengembangan, transisi dan transformasi,

– Kepuasan Besar (Individu) – Personal Proficiency,

– Renewal Organisasi – Profesional Penguasaan, dan

– Marketplace Ekspansi, dan banyak lagi.

Patut diingat bahwa semua perubahan melibatkan sejumlah ketidakpastian dan ambiguitas dan dua kondisi ini memprovokasi kecemasan. Ini adalah alasan untuk terus berada dan selalu melihat ke masa lalu sebagai  pelajaran; itu wajar, karena ada pepatah, “lebih baik lakukan apa yang Anda ketahui dibandingkan mengasah apa yang Anda tidak tahu.” Jadi, meskipun perubahan memiliki kemampuan untuk mempromosikan sistem, struktur, organisasi dan tim baru, perubahan akan selalu berhadapan dengan dengan “tua “, “sama”, dan “mau melepaskan masa lalu”. Itulah sebabnya melihat sisi positif dan menjaga pikiran yang terbuka sangat penting untuk keberhasilan dalam proses perubahan.