Cara Mendapatkan Perhatian Calon Pembeli

Di era digital ini, terpecahnya focus seorang konsumen terhadap rencana pembelian suatu barang sering terjadi. Ketika konsumen sedang berbelanja di sebuah toko, pada waktu yang sama ia melakukan searching, browsing, membandingkan harga, dan mencari masukan dari teman-temannya di media sosial melalui perangkat mobile yang ia miliki. Perhatiannya terpecah dan terlarut dalam dunia paralel.

Meluasnya penggunaan perangkat mobile mendorong pola dan model pembelian konsumen semakin sulit diukur oleh para pemasar. “Apakah calon pembeli ini berubah pikiran untuk tidak membeli?” Mungkin itu yang ada di benak para penjual di toko ketika melihat calon pembelinya sibuk dengan perangkat mobile.

Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri bagi penjual sebuah produk untuk memenangkan perhatian konsumen yang terpecah. Penjual perlu memasuki dan mengantisipasi dinamika baru ini dengan memastikan bahwa konsumennya tetap focus pada produk yang ada dihadapannya.

Berikut beberapa contoh bagaimana penjual dapat memenuhi tantangan tersebut.

1. Bangun keintiman dengan pelanggan. Setiap strategi diawali dengan pemahaman tentang konsumen yang ingin kita bidik. Namun, pemahaman tersebut tak sekadar mencakup apa yang diinginkan dan dibutuhkan target. Penjual perlu membangun pemahaman mendalam tentang kesukaan, dan pola penggunaan produk konsumennya. Pemahaman ini didapat dengan cara mendengarkan. Buatlah konsumen anda berbicara banyak tentang dirinya, dan anda harus mendengarkan dengan penuh perhatian.

2. Berikan pengalaman. Sangat mudah membuat konsumen terkesima oleh pengalaman yang didapat dari sebuah produk. Berilah kesempatan konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan. Dengan demikian ia akan mendapatkan pengalaman dan tentunya ia akan focus kepada anda. Berikan kesempatan untuk memberikan komentar atas produk yang dicobanya, dan berikan pula penjelasan yang jujur jika ia bertanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *