Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat

Views: 184

Cara menentukan posisi kapal dengan baringan 4 surat juga dapat dlihat melalui aplikasi Belajar NKPI. Klik disini untuk mendapatkan aplikasi Belajar NKPI. Baringan empat surat atau baringan 45 adalah teknik menentukan posisi sejati kapal  dengan cara membaring sebuah benda darat ketika kapal tersebut memiiliki baringan relatif 45o. Baringan relatif adalah sudut yang dibentuk antara haluan sejati kapal dengan garis baringan kapal dengan benda. Baringan 45o disebut juga baringan empat surat, karena pada kompas, satu surat adalah memiliki nilai sudut 11 1/o atau 11,25o. Dengan demikian, maka empat surat adalah berarti 11,25x 4 = 45o. Yang merupakan sudut baringan relatif kapal tersebut ke benda darat yang dibaring. Baringan 45 merupakan aplikasi matematika pada segitiga 45o. Perhatikan segitiga ini.

Gambar segitiga 4 surat

Perhatikan segitiga matematika trigonometri ini. Jika sudut CAB adalah sama dengan 45o, dengan sudut CBA adalah 90o atau sudut siku-siku, maka Jarak AB akan sama dengan jarak CB (AB = CB). Teori segitiga ini digunakan untuk menentukan lokasi sejati kapal, dimana jika kapal bergerak dari A ke B, maka jarak AB merupakan jarak yang ditempuh kapal, akan sama dengan jarak dari benda darat atau Benda A ke Kapal tersebut. Dan jarak benda A ke kapal tersebut dapat digunakan untuk menentukan posisi kapal yang sebenarnya, atau posisi sejati kapal.

Agar lebih jelas tentang Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat, mari kita lihat contoh persoalan berikut ini:

Sebuah kapal berlayar dengan kecepatan 5 knot pada haluan pedoman 025o. Pada pukul 06.30, sebuah benda dibaring dengan menggunakan baringan 4 surat. Kemudian pada pukul 07.00, benda yang sama dibaring untuk yang kedua kalinya pada saat kapal melintang dengan tersebut atau dengan baringan relatif 90o. Diketahui variasi 2Timur, deviasi 3Timur. Tentukan haluan sejati kapal, jarak kapal ke benda pada jam 07.00, dan lukis dan tentukan posisi sejati kapal!

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, langkah pertama adalah menentukan haluan sejati kapal, sama seperti dalam cara menentukan posisi kapal dengan baringan silang.

Diketahui pada soal, haluan pedoman adalah 025o. variasi 2Timur, deviasi 3Timur. Haluan sejati merupakan penjumlahan antara haluan pedoman dengan variasi ditambah deviasi. sehingga : 025+ (+2o) + (+3o) = 030o.

Ingat tanda (+) di depan angka 2dan 3o menunjukkan arah Timur, sesuai pada soal.

Selanjutnya mari kita lukis haluan tersebut di peta laut. Tempatkan mistar segitiga di atas mawar pedoman yang ada di peta laut. Tarik garis dari titik pusat mawar pedoman ke angka tiga puluh derajat. Kemudian pindahkan garis tersebut dengan mistar jajar atau dua mistar segitiga ke tempat sembarang di peta laut. Garis ini merupakan garis haluan sejati kapal. Dan kita asumsikan benda yang dibaring adalah benda A yang terdapat di peta laut.

Langkah berikutnya pindahkan kembali garis haluan sejati kapal tersebut ke mawar pedoman. Kemudian buat sudut sebanyak 45 derajat dari garis haluan tersebut. Pada mawar pedoman akan menunjuk kepada angka 75 derajat. Ini karena 30 derajat yang ditunjukkan garis haluan ditambah dengan 45 derajat, yang mana garis ini merupakan baringan relatif pertama kapal ke benda Setelah itu, pindahkan garis baringan relatf tersebut ke benda A sehingga garis ini  berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Titik potong antara baringan relatif pertama dengan garis haluan sejati kapal merupakan posisi kapal pada pukul 06.30.

Berikutnya, tempatkan mistar segitiga siku-siku, dimana sudut siku-siku mistar tersebut menghadap sudut empat puluh lima derajat yang telah dibuat tadi. Buat garis dari benda A sehingga garis tersebut berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Ini merupakan baringan relatif kedua kapal sebesar 90 derajat atau ketika kapal sedang melintangi benda A pada pukul 07.00.

Diketahui kecepatan kapal adalah 5 knot. Waktu baringan pertama atau T satu adalah pukul 06.30, dan waktu baringan kedua atau T dua adalah pukul 07.00.Dengan demikian selisih waktu antar baringan adalah 07.00 – 06.30 = 30 menit atau 0.5 jam

Dengan demikian dengan menggunakan rumus s = V . t, dimana:

s = jarak (mil), V = Kecepatan kapal (knot), t  = waktu (jam)

maka jarak tempuh kapal adalah 5 mil/jam x 0.5 jam = 2,5 mil

Langkah berikutnya: Gunakan jangka untuk membuat skala jarak pada peta laut. Tempatkan jangka di sisi atas atau sisi bawah peta laut. Sisi ini menunjukkan garis bujur bumi. Telah dihitung sebelumnya bahwa jarak yang diperoleh adalah 2,5 mil. Perhatikan angka perubahan pada garis bujur pada peta laut tersebut.tersebut. Kita ketahui bahwa 1′ bujur = 1 mil laut.  Dengan demikian, pada garis bujur bumi ini, kita jangkakan sebesar 2,5 menit. Sesuai dengan kaidah segitiga 45 derajat, jarak tempuh kapal adalah sama dengan jarak dari kapal ke benda. sehingga jarak kapal ke benda tersebut adalah 2,5 mil. Oleh karena itu, kita tinggal pindahkan jangka tersebut ke garis baringan relatif kedua, dimana ujung satu menyentuh benda A. Ujung jangka lainnya inilah menunjukkan posisi sejati kapal, atau posisi kapal yang sebenarnya.

Lihat Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat versi video dibawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.