Efek word of mouth di Bisnis Pariwisata

Bagaimana efek word of mouth di bisnis pariwisata? Begini penjelasannya. Beberapa waktu yang lalu saya melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pantai Pesisir Tengah Krui, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung, Indonesia. Selama dua hari saya tinggal disana, saya merasakan nuansa yang hampir mirip dengan Bali, ada pantai yang indah, serta wisatawan mancanegara. Bedanya adalah jika di Bali sudah ramai dan terkenal, maka di Krui masih sepi dan mungkin belum banyak dikenal oleh orang. Bahkan mungkin kalangan lokal Indonesia pun belum mengenal pantai Pesisir Tengah Krui ini. Kenapa begitu? ini pastilah karena efek word of mouth di bisnis pariwisata bekerja secara otomatis di kalangan para pelancong bule. Buktinya lebih banyak wisatawan bule ketimbang wisatawan domestik. Bahkan selama saya disana, saya tidak menemukan wisatawan domestik satu pun. Wah ini aneh, tempat wisata di negeri sendiri tapi koq malah tidak dikenal. Atau mungkin karena pengaruh pandemi COVID-19 kali ya, sehingga sedang sepi…

Lalu kenapa pantai Krui ini lebih dikenal dikalangan wisatawan asing dibanding wisatawan domestik? Mungkin inilah alasannya.

The Power Of Word of Mouth

Berdasarkan penelitian, karakter wisatawan asing cenderung untuk melakukan eksplorasi dalam menjelajah suatu wilayah wisata, dan mereka biasanya mengeksplorasi suatu tempat yang belum pernah dituju sebelumnya. Apabila mereka menemukan tempat yang membuat mereka sebagai pelanggan merasa nyaman, mereka akan menyebarkan informasi mengenai tempat ini baik melalui social media, telepon, ataupun lainnya. Mereka akan bercerita di blog-blog miliknya tentang tempat wisata yang mereka singgahi ini. Dan dari cerita-cerita di blog mereka maupun di social media inilah akhirnya berita mengenai tempat wisata baru ini mulai tersebar di kalangan teman-temannya, dan akhirnya keseluruh dunia.

Inilah The Power of Word of Mouth. Kekuatan bahasa dan komunikasi dalam bergaul merupakan suatu senjata marketing yang berbiaya murah. Bahkan mungkin anda tidak perlu biaya untuk melakukan strategi marketing macam ini. Power of Word Of Mouth juga bisa menjadi senjata yang membinasakan bisnis anda ketika perbincangan negatif diarahkan ke produk anda.

Untuk tempat wisata Pantai Krui ini saya yakin Word Of Mouth-nya bernuansa positif, karena banyak wisatawan asing berkunjung kesini. Lalu kenapa bisa word of mouth-nya bersifat positif ? Saya yakin bukan hanya tempat yang indah dan bagus saja yang menjadi penilaian. Sisi pelayanan dan keramahan para penduduk pasti juga menjadi penilaian utama. Wisatawan adalah pendatang, dan pendatang akan merasa senang apabila mereka disambut dengan ramah, dilayani dengan sepenuh hati, dan mereka merasa aman tinggal ditengah-tengah masyarakat. Ini menunjukkan bahwa penduduk lokal di Krui sudah tahu bahwa pelayanan pelanggan adalah suatu investasi yang menguntungkan dan sangat murah.

Oleh karena itu, agar suatu pariwisata dapat maju sebetulnya dengan cara iklan yang gila-gilaan dan berbiaya mahal adalah kurang efektif jika para pelaku pariwisata yang berkepentingan tidak memahami arti penting pelayanan. Birokrasi dan regulasi pemerintah, karakter penduduk pribumi, infrastruktur wisata harus dirancang sedemikian rupa agar dapat melayani wisatawan dengan excellent. Dan jika pelayanan ini sudah excellent, maka untuk meningkatkan bisnis bidang pariwisata mungkin pemerintah akan bekerja lebih ringan untuk mengiklankan atau mempromosikan suatu tempat wisata. Dengan strategi marketing yang murah meriah yaitu Word of Mouth Marketing, devisa negara akan terkumpul banyak. itulah efek word of mouth di bisnis pariwisata yang berdampak sangat dahsyat baik pada lingkungan terkecil suatu daerah hingga suatu negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *