Fakta dibalik DUPAK dan cara Menyiasati Pembuatan DUPAK Agar Tidak Repot

DUPAK, alias Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pegawai negeri sipil fungsional. Pun demikian halnya dengan PNS yang berstatus guru, setiap tahun sekali mereka harus mengirimkan DUPAK. Ini merupakan syarat untuk kenaikan pangkat golongan.

Fakta dibalik penyusunan DUPAK adalah bahwa hal ini selalu menyita waktu banyak, memakan biaya, dan cenderung membuat para guru stress berat. Kenapa bisa demikian? Sebab penyusunan DUPAK ini adalah bersifat administratif  dimana semua data- data kegiatan harus dilampirkan secara otentik kepada tim penilai.

Karena sifat administratif inilah, maka akan selalu muncul kecurangan-kecurangan dalam penyusunan DUPAK. Misalnya adalah pembuatan data-data yang tidak otentik, data hasil contekan, atau lebih parah lagi adalah pembuatan SK kegiatan palsu. Maka itu tidak heran jika ada guru atau PNS yang kinerjanya biasa saja atau bahkan bisa dikatakan tidak spesial (sepertinya terlalu kasar juka disebut malas), justru pangkatnya lebih cepat naik atau nilai PAK-nya tinggi. Sementara ada PNS yang justru kerjanya cemerlang justru selalu terlambat untuk naik pangkat atau nilau PAK-nya rendah. Penyebabnya adalah PNS atau guru yang malas lebih sigap dalam menyusun DUPAK. Ketika surat edaran penyusunan DUPAK telah datang, guru atau PNS yang tidak spesial ini dengan sigap mencari data kesana kemari, termasuk mungkin membuat data-data boongan. Sementara itu PNS yang rajin malah tidak sempat menyusun DUPAK karena sibuk dalam tugas-tugas yang nyata ia kerjakan. Kadangkala kalau difikir, DUPAK ini tidak mewakili cerminan kinerja seorang PNS, namun apadaya, ini adalah aturan dari pemerintah yang harus dilaksanakan. Sebab apalagi parameter bagi pemerintah untuk menaikkan pangkat PNS jika bukan DUPAK.

Oleh karena itu, guru atau PNS yang rajin alias yang spesial sudah semestinya tidak boleh kalah cerdas dengan PNS yang tidak spesial. Ia harus dapat menyiasati agar DUPAK dapat selesai tanpa meninggalkan tugas-tugasnya. Caranya adalah ia harus lebih rajin sejak awal. Ia harus rajin mengumpulkan data ketika pertama kali ia membuat data. Ketika muncul Surat Penugasan untuk kegiatan tertentu, ia harus menyimpan kopi suratnya sesegera mungkin. Dengan demikian, ketika ada surat edaran penyusunan DUPAK, ia tidak lagi tertinggal, dan kerepotan. Ia tidak akan kalah lagi oleh PNS yang tidak spesial.

DUPAK itu mungkin bisa sangat menyebalkan, terutama jika kolega kita yang tidak spesial justru lebih bagus dalam penyusunan DUPAK-nya. Namun jika kita siasati dengan baik dan cerdas, maka sudah dipastikan bahwa hasil penyusunan kita dari awal akan berbuah hasil yang lebih baik dan lebih otentik dari mereka para guru PNS yang tidak spesial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *