Category Archives: Bisnis Retail

Bantu Pelanggan Membeli Yang Terbaik Dan Buat Mereka Senang

Harry Bullis, mantan presiden komisaris General Mills, menganjurkan para wiraniaganya atau para penjualnya agar melupakan penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Mereka didorong untuk bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang. Seperti yang dikatakan Bullis, jika setiap kali bangun pagi, anda mulai dengan berkata dalam hati bahwa “saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, alih-alih, “Saya ingin membuat penjualan sebanyakmungkin penjualan hari ini” maka anda akan merasakan bahwa pendekatanyang anda lakukan terhadap pembeli akan lebih mudah dan lebih terbuka, dan sekaligus anda akan bisa membuat lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dari kesadaran untuk menolong sesamanya agar memperoleh hidup yang lebih bahagia dan dan lebih mudah, berarti sedang melaksanakan suatu bentuk kewiraniagaan yang paling sempurna.

Hal yang lebih baik dari prinsip tersebut ternyata juga merupakan prinsip penjualan yang paling ampuh. Cepat atau lambat, uang dan kepuasan yang anda peroleh akan sebanding dengan pelayanan yang telah anda berikan kepada orang lain. Pada suatu kesempatan, apa yang anda peroleh mungkin lebih sedikit dari yang anda berikan. Tapi pada kesempatan lain, anda akan merasakan hal yang sebaliknya. Karena itu cepat atau lambat, semua akan menjadi seimbang. Apa yang anda tanam, maka itulah yang akan anda tuai. Lebih banyak memberikan layanan yang natural, apa adanya, tanpa mengada-ada apalagi rayuan penuh kepalsuan akan memberikan efek psikologis kepada pembeli dimana bukan hanya puas membli barang saja, akan tetapi mereka akan terikat dengan anda. Dan mereka akan dengan senang hati kembali lagi untuk berbelanja di tempat anda.

Pelayanan yang baik atau pelayanan yang excellent yang anda berikan kepada orang lain akan anda rasakan hasilnya bebrapa waktu kemudian. Karena itu, pelayanan boleh dibilang sebagai suatu investasi bagi bisnis toko retail. Hidup dan matinya toko retail dalam jangka panjang bergantung kepada pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Pelayanan pelanggan yang baik akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan pelanggan loyal adalah sumber pundi-pundi uang untuk bisnis retail yang kita jalankan. oleh sebab itu….bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

5 Hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT Analysis di toko anda

SWOT ANALYSIS adalah analisa yang sering digunakan di berbagai persoalan, baik bisnis maupun hal lainnya. Anda tentunya sudah sering mendengar tentang istilah analisa SWOT, dan setiap bisnis harus melakukan hal itu secara berkesinambungan. Pun demikian halnya jika anda terjun di bisnis retail, dimana anda memiliki toko jualan eceran yang menjadi harapan kesuksesan bisnis anda. Lalu dalam melakukan analisa SWOT ini, apa saja yang harus diamati agar analisa toko anda menjadi efektif den efisien ? Berikut adalah 5 hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT analysis di toko anda.

Inilah 5 hal yang harus diamati untuk mendukung SWOT analysis.

  1. Sumberdaya manusia (MAN).

Sumber daya manusia merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap toko. Semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki oleh toko tersebut maka semakin efektif pula kinerja toko tersebut. Karena itu suatu toko harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan toko yang berketerampilan, bersikap, dan berpengetahuan baik, selain itu sumber daya manusia tersebut harus dapat mengembangkan dirinya mengikuti lingkungan dan perkembangan teknologi yang ada.

2. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dibuat oleh suatu toko agar tujuannya dapat terwujud. Metode yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang menyangkut konsep pemasaran dan penjualan, promosi produk, keselamatan kerja,dan jaringan informasi.

3. Material

Kualitas,kuantitas,dan harga suatu produk yang dijual merupakan hal yang termasuk dalam segi pengamatan material. Selain hal tersebut, keragaman dan kenyamanan produk juga termasuk dalam segi pengamatan ini. Setiap toko memiliki memiliki produk-produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh toko lain. Material ini nantinya akan mengarah kepada suatu peluang yang ada di pasar. Berdayakan Point Of Purchase (POP) dengan tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat.

4. Lingkungan

Segi pengamatan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lokasi, kenyamanan, persaingan dagang, dan juga termasuk kebijakan pemerintah. Suatu usaha tidak akan maju jika kondisi lingkungan tidak mendukungnya. Oleh sebab itu maka suatu usaha dalam hal ini toko, tentu akan melihat sisi lingkungan sebagai faktor penting dalam penentuan strategi untuk meraih keberhasilan.

5. Money

Perhatikan data transaksi yang diperoleh dari Point Of Sales atau POS anda setiap harinya. Perhatikan kapan saja transaksi-transaksi yang dalam kondisi ramai dan kapan transaksi dalam kondisi tidak ramai. Jika transaksi ramai, anggaplah misalnya hingga mencapai 30 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan peak time. Pada kondisi ini, ini adalah saatnya bagi anda untuk melakukan maksimasi kecepatan dalam pelayanan. Jangan biarkan customer anda menunggu terlalu lama di antrian POS. Jika transaksi sedang sepi, misal 5 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan weak time. Pada kondisi ini, maka anda dapat melaksanakan strategi Impulse Buying Customer. Impulse Buying Customer dapat mendorong memperbesar nilai penjualan tiap transaksinya.

Inilah 5 hal SWOT analysis yang harus diamati kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancamannya, sehingga akan disusun suatu strategi SWOT yang mampu membuat toko anda atau bisnis retail anda memenangkan kompetisi bisnis yang ada geluti.

Kepemimpinan – Pentingnya kehadiran seorang pemimpin

Saya menonton film yang berjudul U-571. Film ini adalah film berlatar Perang Dunia II yang dibintangi oleh Matthew McConaughey dan Jon Bon Jovi. Berkisah mengenai kepemimpinan dan perjuangan para pelaut kapal selam Angkatan Laut Amerika yang berusaha untuk membebaskan diri dari kejaran kapal laut Nazi Jerman. Di awal film dikisahkan bahwa kapten kapal selam AS gugur, sehingga diganti oleh perwira lainnya. Film ini selain seru, juga memberikan nilai-nilai pelajaran kepemimpinan yang bisa dipetik oleh kita semua. Yaitu bahwa dimanapun, dan dalam kondisi apapun, pentingnya kehadiran seorang pemimpin adalah sangat penting. Itu adalah film…yang tentunya merupakan hasil karangan atau fiksi. Namun dalam kehidupan nyata juga, tercermin bahwa pemimpin itu memang penting…dalam kondisi apapun..

Contoh lain adalah ketika Barack Obama memperoleh kemenangan dalam pemilu sehingga menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Salah satu kemenangan kepemimpinan Obama adalah karena ia menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang kharismatik dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyatnya. Misalnya saja sewaktu terjadi badai Sandy yang menerpa beberapa negara bagian Amerika Serikat, Obama dengan sigap langsung memantau wilayahnya dan membatalkan jadwal kampanyenya. Saya tidak memahami apakah ini kunjungan tersebut juga merupakan suatu kesempatan dalam berkampanye agar menarik simpati para pemilih atau tidak. Namun yang pasti, ketika seseorang atau suatu masyarakat mengalami musibah, maka kehadiran pemimpin sangat dapat membantu dan menyejukkan hati, disamping penampilan yang amazing di mata rakyatnya.

Demikian pula halnya dalam bidang bisnis. Kehadiran pemimpin dalam suatu acara-acara perusahaan sangat penting akan sangat membantu kepercayaan diri para karyawannya. Sebagai contoh, dalam suatu pertemuan/gathering seluruh karyawan toko, kehadiran CEO dan pemilik perusahaan sangat dapat memotivasi meningkatkan spirit kerja para karyawan toko tersebut. Dengan kehadiran para management tingkat atas tersebut, para karyawan merasa mereka dipedulikan dan diperhatikan. Ini adalah hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian utama. Ketika para karyawan telah merasa dipedulikan, maka perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan yang sangat penting, yaitu :

  1. Karyawan akan secara terus terang mengungkapkan keluh kesahnya tentang kehidupan pribadinya. Dari hasil curahan hati ini maka perusahaan dapat menentukan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan karyawannya.
  2. Perusahaan akan memperoleh informasi mengenai kendala operasional di lapangan secara jujur dan transparan. Dari informasi ini maka perusahaan akan dapat membuat langkah-langkah operasional yang baru atau emmperbaiki sistem operasional yang dirasa mengalami gangguan.
  3. Perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai pasar dan keinginan konsumen. Dari informasi ini, maka strategi marketing dapat dibuat bukan hanya berdasarkan statistik angka dan data dari laporan para managemen tingkat menengah saja, melainkan langsung berdasarkan informasi dari para karyawan garis depan. Saya meyakini bahwa akurasi informasi dari karyawan garis depan akan lebih baik, sebab mereka mengungkapkan apa adanya tanpa ditunggangi oleh kepentingan apapun.

Itulah pentingnya kepemimpinan serta kehadiran seorang pemimpin. Tapi tentunya, kehadiran pemimpin pun bukan sekedar pemimpin. Ada banyak tipe kepemimpinan, dimana setiap tipe kepemimpinan memiliki karakter yang berbeda, dan tentu saja….setiap karakter pemimpin itu tidak akan menyenangkan semua orang atau bawahannya. Ada yang suka, ada yang tidak… Namun bagaimanapun, suka atau tidak suka…baik atau jelek…suatu organisasi, institusi, atau perusahaan harus memiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang berorientasi kepada tujuan organisasi, peduli terhadap bawahan, dan selalu tampil di depan jika ada persoalan..

Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren…..

Rata-rata pemilik produk dagangan, atau bahkan hampir semuanya pemilik produk yang baru berdiri, dalam pemikirannya merasa bahwa masuknya produk mereka ke supermarket kelas besar seperti indomaret, alfanart, Transmart, atau lainnya merupakan suatu kebanggaan…keren..luar biasa…Padahal…tunggu dulu…Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Cermati dulu aturan-aturan yang ditawarkan oleh supermarket tersebut, dan ngaca diri mengenai kesanggupan perusahaan kita..jangan buang energi…Lho…Maksudnya gimana??

Begini…

Sudah dipastikan, bahwa menjadi supplier supermarket besar atau memasukkan produk dagangan ke supermarket tentu ada syarat-syarat tertentu. Dan biasanya, mereka tidak bersedia menerima produk hanya untuk satu atau beberapa gerai saja. Mereka menginginkan bahwa produk tersebut dapat dipasok ke seluruh gerai miliknya. Misal deh…Untuk memasukkan suatu produk dagangan ke supermarket A, supermarket A ini mematok syarat minimal bisa menyuplai 5 buah produk dagangan untuk setiap gerainya setiap dua minggu. Itu artinya, jika supermarket itu punya 1000 gerai di seluruh Indonesia, maka calon supplier tersebut harus mampu menyediakan produk minimal 5 pcs x 1000 gerai = 5.000 pcs barang setiap 2 minggu.

Persoalannya adalah, sanggupkah calon supplier tersebut memasok 5.000 pcs produk per dua minggu ? Banyak yang mungkin emosional menjawab..”Kita usahakan, yang penting kita bisa masuk supermarket itu…kan keren barang saya ada di rak display supermarket terkenal itu…” Atas dasar pemikiran tersebut, akhirnya sang calon supplier nekad pinjam uang di bank, menambah karyawan, pending order konsumen yang sudah langganan. Semua hanya demi memenuhi target pengiriman 5.000 pcs per dua minggu Oh, bagi saya, pemikiran pebisnis seperti itu adalah keliru besar… Kenapa? begini alasan saya ..

  1. Jika tidak mampu, mendingan tidak usah. Alangkah ruginya membatalkan pesanan konsumen yang sudah percaya dengan produk kita hanya demi pemenuhan kewajiban. Ujung-ujungnya, konsumen langganan menjadi tidak puas…dan….kabur…….
  2. Bicara soal kewajiban, secara alamiah sebetulnya manusia itu berharap untuk menghindari kewajiban…karena kewajiban adalah beban.. Aneh rasanya kita menandatangani kontrak kerjasama yang didalamnya ada kewajiban suplai sekian ribu barang per dua minggu yang kita belum tentu mampu dan belum pernah melakukannya. Lain soal kalo sudah mampu ya…
  3. Mending dapat uang yang pasti daripada dapat uang yang belum pasti. Maksudnya?? Ingat..pesanan konsumen setia kita adalah pesanan yang dipastikan kita dapat duit. bahkan mungkin karena mereka sudah percaya, mereka akan transfer uang dulu sebelum barangnya ada…Mereka sudah percaya loh…Trus apakah supermarket itu memperlakukan hal yang sama dengan konsumen loyal kita? Percaya kalo kita punya produk bagus?? TIDAK!!! Kalo nama merk kita kalah besar dengan nama merk supermarket itu, (dalam bahasa kerennya brand awareness) maka dipastikan supermarket itu ya gak mungkin bayar duluan…atau “barang datang saya bayar” Gak mungkin. Mereka pasti menerapkan sistem konsinyasi atau consignment, dimana mereka membayar setelah produk kita yang ada di display laku…dan itu biasanya tidak per toko. Tapi kumulatif dari penjualan 1000 gerai mereka. Sistem pembayaran konsinyasi dapat dilakukan ya terserah supermarketnya…bisa dua minggu sekali, atau bahkan sebulan sekali…Nah itu artinya, kita harus puasa dapat duit selama dua minggu atau satu bulan karena tertahan di supermarket tersebut. Karena tertahan dapat duit, maka..
  4. Kita memproduksi barang untuk suplai produk secara berkelanjutan adalah dengan cara meminjam dulu tabungan hasil untung kita sebelumnya, atau bahkan ada yang nekat meminjam uang ke bank untuk biaya operasional..wah itu tidak sehat..Mending kalo supermarketnya bayarnya lancar, kalo gak lancar, pembayaran macet? apa jadinya….malah bikin stress..

Jadi sebetulnya, jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren..Jika anda tidak cermat, mak bisa-bisa anda bunuh diri…perusahaanmu bisa tumbang gara-gara emosional ingin merk daganganmu mentereng di display supermarket…Saya mengalami hal itu karena 8 tahun saya di dunia retail…saya bekerja di perusahaan yang menyuplai produk ke salah satu supermarket terbesar di tahun 2000-an yang punya lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia. Apakah keren? tidak!!! Pusing setengah mati, hitung stok, nunggu pembayaran, kejar target suplai, ah…macam-macam deh pokoknya..dan itu gak keren…

Slow aja…mendingan jika punya produk sendiri maka merintis memasarkan sendiri. Tidak usah emosional ingin supali ke supermarket..justru ini berbahaya. Bahkan zaman sekarang, marketing atau menjual produk dan menjadi terkenal itu medianya banyak yang mudah. Anda bisa menjual melalui toko online, mengiklankan produknya melalui facebook, instagram, atau media sosial lainnya. Bahkan yang sekarang terbukti sukses, adalah dengan menjual sekaligus mengiklankan produk yang dimiliki melalui “landing page“. Ini menarik kalo kita buat iklan landing page, sudah pasti ada aja yang beli…atau alternatif lain adalah dengan mengiklankan melalui pihak ketiga yang bertarif tidak mahal seperti mengiklan di adsterra,

jadi sekali lagi…..jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Itu gak keren kalo maksa, yang akhirnya jadi gak mampu…Pelan-pelan saja…yang penting aliran uang masuk lancar terus…

Menjaga Kualitas Produk Adalah Tindakan Berhemat Yang Cermat

Saat mengawali bisnis membuka toko, selain memperhitungkan pelayanan, display, dan strategi penjualan, hal yang harus juga dipikirkan adalah menjaga kualitas produk. Karena apapun bisnis ataupun usaha yang dijalankan, sangatlah penting untuk memikirkan dan menjaga kualitas produk yang akan dijual.

Bisnis yang kita jalankan, atau toko yang kita buka  jangan sampai menodai kepercayaan konsumen dengan keberadaan kualitas produk yang menurun. Pembeli itu adalah sumber kelangsungan usaha anda, maka ketika mereka mengetahui atau mendapatkan toko kita menjual produk berkualitas rendah, bisa saja mereka berpaling  ke lain hati untuk membeli produk yang sama di toko lain.

Menurunnya kualitas produk yang dijual ditoko bisa terjadi  karena dua  hal:

1. Produk yang dijual memang berkualitas buruk

2. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena factor umur produk

3. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena tidak terawat dan terpelihara dengan baik

Untuk bisa menjaga kualitas produk, sudah pasti memerlukan komitmen dan ketegasan yang kuat. Menjaga kualitas itu penting karena: pertama bisa menekan biayadan kedua tentu bisa mencegah timbulnya kekecewaan konsumen karena produk rusak. Harus diingat bahwa konsumen adalah “asset”. Semakin banyak “asset” yang loyal, maka toko akan memperoleh income yang berkelanjutan dan tentu saja semakin meningkat.

Sisi Lain Pendukung Pelayanan Prima Dalam Bisnis Farmasi

Dalam suatu bisnis retail, ketika kita bicara mengenai pelayanan prima, maka biasanya pikiran kita akan secara otomatis tertuju kepada pelayanan pelanggan, memuaskan konsumen, dan sikap par pramuniaga untuk menuju hal tersebut. Memang benar, porsi besar dari pelayanan  prima adalah mengenai sikap dan prilaku pramuniaga dalam melayani pelanggan. Hampir semua bisnis retail setuju akan hal itu.

Akan tetapi sebetulnya pelayanan prima dalam bisnis retail bukan hanya mengenai penanganan pelanggan oleh pramuniaga saja. Kelengkapan pendukung produk pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima dalam jangka panjang. Contoh nyata dapat dilihat dalam bisnis farmasi.

Menjual obat dalam suatu bisnis farmasi, selain ketersediaan produk yang tidak kadaluarsa, pelayanan pramuniaga, dan kelengkapan produk, masalah steril atau keawetan obat pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima suatu toko farmasi kepada pelanggannya. Penyimpanan obat yang sembarangan akan menyebabkan produk menjadi tidak steril dan cepat rusak. Jika ini terjadi, maka akan ada akibat-akibat yang tentu akan berdampak besar pada keberlangsungan bisnis toko farmasi tersebut. Akibat yang terjadi tentu saja bahwa toko akan mengalami kerugian karena obat sudah menjadi kadaluarsa sebelum waktunya. Jika ini dipaksakan untuk dijual kepada pelanggan, dengan alasan agar tidak mau mengalami kerugian, maka toko tersebut dipastikan sedang melakukan proses bunuh diri. Mengapa demikian? Karena toko tersebut kini tidak menjual obat, melainkan racun kepada pelanggannya. Pelanggan yang kecewa akan produk yang dibeli sudah tentu akan menghilangkan kepercayaan mereka pada toko tersebut. Belum lagi efek word of mouth yang akan semakin mempercepat toko farmasi tersebut bangkrut.

Adalah tidak rugi agar demi menjaga kepercayaan pelanggan, dan menjaga kualitas produknya, suatu toko farmasi melengkapi tokonya dengan dry heat sterilizer. Keberadaan alat ini secara tidak langsung justru akan meningkatkan pelayanan pelanggan, dan lebh jauh lagi akan menyelamatkan bisnisnya di masa mendatang. Kenapa demikian? Sudah jelas bahwa dengan keberadaan alat ini maka:

1. Produk akan terjamin kualitasnya
2. Produk yang dijual ke pelanggan adalah produk yang betul-betul steril dan aman.
3. karena produknya awet, maka kerugian toko akbiat produk kadaluarsa akan di reduksi.
4. Secara tidak langsung dan jangka panjang, alat ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko.

Itulah sisi lain dari bisnis farmasi, dimana perlengkapan-perlengkapan toko yang sangat krusial harus tersedia karena secara tidak langsung akan mempengaruhi pelayanan prima kepada pelanggan.

Bisnis Tutup Tergerus Zaman ( An Outlook On Disctarra Music Store)

disctarraBaru-baru ini di beberapa news media online ada berita yang lumayan bikin heboh para pelaku musik, ataupun pencinta musik. Toko Disctarra, yaitu toko musik terbesar di Indonesia dikabarkan tutup pada tanggal 31 Desember 2015. Rumor menyebutkan bahwa bisnis Disctarra akan beralih ke era musik digital.

Dari sisi bisnis, saya menyikapi mengenai rumor tutupnya toko tersebut.

Saat ini adalah era dimana internet dan dunia digital sudah menjadi padanan hidup. Seolah olah hidup tidak lengkap jika tidak ada internet. Dan lagi, segala sesuatu sangat mudah didapatkan melalui internet. Toko konvensional seperti Disctarra, dimana ia menjual keping CD musik atau DVD, atau Blu-ray film, ia tutup karena ia kehilangan pelanggan. Kehilangan pelanggan Disctarra tidak berarti bahwa ini adalah karena kesalahan dalam pelayanan (kita semua tahu kalau Disctarra memiliki pelayanan yang luar biasa). Disctarra kehilangan pelanggan karena semua pelanggannya sudah mulai bergeser dalam pola hidupnya. Jika mereka biasanya membeli CD atau film untuk kebutuhan hiburannya, kini tanpa perlu berangkat ke toko, ia sudah bisa mendapatkan musik atau film yang dinginkan melalui internet.

disctarra2

Lalu bagaimana agar bisnis survive atau bertahan hidup agar tidak tergerus zaman? tentu saja, bisnis harus menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Inovasi tidak melulu mengenai pelayanan, atau perbaikan produk. Perubahan produk secara drastis pun mungkin harus dilakukan demi bisnis terus berjalan. Ingat Blackberry? ia pernah merajai dunia telekomunikasi dengan keunggulan push email-nya. namun karena terlena, ia tidak melihat bahwa teknologi selalu dinamis, Blackberry kini hanya berusaha untuk “tidak mati”. ia bukan lagi menjadi raja. Karena tidak memperhatikan perubahan zaman, ia kalah dengan Android.

Pun demikian halnya dengan Disctarra, ia tidak bisa melawan perubahan zaman. Toko konvensional Disctarra memang “harus terpaksa” tutup karena zaman sudah berbeda, zaman sudah berubah. Model musik berbentuk CD atau DVD mungkin sudah usang. Kini adalah era digital dimana musik dan film lebih mudah diperoleh hanya dengan “satu klik ujung jari” saja dari rumah atau bahkan dari kamar mandi sekalipun. Inovasi drastis harus diciptakan demi keberlangsungan brand Disctarra yang sudah lama berada di benak setiap orang. Jika dulu ada ungkapan” ingat musik, ingat Disctarra!” maka sekarang? Apakah ungkapan itu sudah usang?

Ungkapan tersebut usang atau tidak tergantung pada strategi yang dibuat manajemen Disctarra tentunya. Dapat dikatakan menjadi usang jika brand awareness Disctarra memang total hilang dari mindset para penikmat musik atau pelaku musik. Namun isa jadi akan terus berkibar jika Disctarra dapat berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada, dimana musik digital kini menjadi pilihan banyak orang.

Saran Untuk Memproduksi Dan Mempertahankan Pelanggan Antusias

Pelanggan antusias adalah salah satu sumber terbaik dari perjalanan bisnis karena mereka bersemangat tentang apa yang mereka beli dan ingin berbagi kegembiraan dengan orang lain.

Jika Anda memberikan apa yang pelanggan inginkan pada harga yang adil dan tanpa masalah, maka mereka akan puas. Dan anda membutuhkan lebih dari kepuasan ini untuk memastikan pelanggan setia kepada Anda  dan meningkatkan penjualan. Anda harus mengembangkan antusiasme pelanggan tentang produk dan jasa Anda. Anda harus memberikan lebih dari yang pelanggan harapkan. Antusiasme akan menghasilkan iklim yang menjamin loyalitas dan peningkatan penjualan dan rekomendasi kepada orang lain. Berikut adalah beberapa saran untuk memproduksi dan mempertahankan pelanggan antusias:

–          Tetap berhubungan: Periksa kembali setelah barang terkirim untuk melihat bahwa semuanya berjalan lancar. Periksa lagi mintalah petunjuk tentang prospek baru.

–          Tangani keluhan segera: Akan selalu ada masalah dalam setiap operasional bisnis. Jangan abaikan mereka. Lakukan hal yang lebih dari pelanggan harapkan dalam memuaskan keluhan.

–          Jadilah teman: Perlakukan pelanggan sebagai teman dan lakukan hal-hal yang sesuai untuk mereka. Kirim kartu ulang tahun atau kartu pos saat Anda berada di liburan. Ucapkan selamat kepada mereka atas penghargaan atau kemajuan yang mereka dapatkan di bidangnya.

–          Berikan pujian di saat yang tepat dengan segera: Cari hal-hal yang dapat anda berikan pujian kepada mereka, misal: sesuatu perusahaan telah meraih suatu penghargaan/prestasi, pendapatan meningkat, dan sebagainya. Pelanggan akan menghargai perhatian seperti ini.

–          Kirim prospek untuk pelanggan Anda: jika pelanggan Anda merupakan pebisnis, mengirim lead atau merujuk prospek untuk mereka adalah hal yang sangat signifikan. Saling membantu dalam mengembangkan bisnis masing-masing adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dan akan sangat dihargai

Prinsipnya adalah

Terus berupaya untuk membangun hubungan dekat dengan pelanggan Anda sehingga mereka dapat lebih tergantung pada Anda dan loyal kepada Anda.

Tips Untuk membangun Kerajaan Bisnis Retail Anda

Operasi bisnis ritel membutuhkan upaya yang konsisten dan berdedikasi dalam lingkungan bisnis global yang kompetitif saat ini. Ini penting untuk menjalankan entitas Anda pada bisnis ritel anda, disamping itu juga untuk memperoleh ide-ide baru. Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan keuntungan kompetitif yang menempatkan Anda memperoleh penjualan berkelanjutan dan pertumbuhan laba setiap waktu.

Berikut adalah 10 tips untuk membangun bisnis ritel Anda untuk mencapai tujuan di atas:

1. Pilih lokasi yang baik

Jika Anda hanya berada dalam tahap perencanaan usaha ritel baru Anda, hati-hati mempertimbangkan lokasi Anda. Pilih lokasi dengan lalu lintas yang tinggi dengan area parkir yang mencukupi. Pertimbangkan siapa ritel pesaing Anda.

2. Memahami pasar Anda

Ceruk pasar Anda harus memiliki kebutuhan yang spesial yang diinginkan pelanggan. Para konsumen akan mencari pengecer yang menawarkan produk dan jasa yang memenuhi kebutuhannya. Mereka akan mencari produk yang relevan secara up-to-date dan bermanfaat bagi mereka. Pelajari tren pasar untuk memahami produk apa yang pelanggan Anda dan pelanggan potensial inginkan.

3. Pertimbangkan barang yang Anda tawarkan

Persediaan produk Anda akan menjadi sumber kehidupan perusahaan Anda. Pikirkan baik-baik tentang produk line up dan bauran produk Anda (berbagai macam produk-produk terkait, biasanya dipasarkan bersama-sama). Studi tren bisnis lebih sering untuk membantu anda menentukan produk-produk tambahan yang tepat dan bauran produk yang tepat.

4. Studi tentang akuntansi yang dapat membantu Anda memahami kinerja Anda

Mempelajari akuntansi akan membantu Anda melacak kinerja bisnis. Rasio memberikan pengetahuan yang membantu Anda dalam operasi Anda untuk kinerja yang lebih baik. Rasio penting untuk mendapatkan pengetahuan tentang marjin kotor, rasio lancar, rasio cepat, rasio perputaran persediaan, dan return on asset.

5. Mengembangkan karyawan berdedikasi dengan menambah pengetahuannya

Karyawan Anda adalah duta untuk toko Anda. Berkomitmenlah untuk memberikan pelatihan kepada karyawan Anda dalam ajaran profesionalisme. Terus berikan pengetahuan sehingga mereka mengetahui bisnis Anda secara umum, pengetahuan produk, kebijakan pengembalian, dan banyak lagi. Pastikan mereka fokus pada kepuasan pelanggan melalui berempati dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan Anda.

6. Memiliki asisten berkualitas dan berdedikasi

Anda tidak dapat selalu berada di tempat usaha Anda. Tanggung jawab keluarga, janji, masalah kesehatan dan kepentingan akan memberikan kontribusi kepada kesibukan Anda yang kadang-kadang membuat anda meninggalkan toko Anda. Oleh karena itu, melatih seseorang untuk menjadi asisten anda adalah penting. Memiliki asisten yang baik akan membuat pekerjaan Anda lebih mudah dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan orang lain dalam industri.

7. Memahami pelanggan Anda

Pada dasarnya, Anda ingin tahu kelompok usia mayoritas pelanggan Anda, rentang pendapatan mereka, dan pekerjaan mereka. Anda dapat memperoleh informasi ini melalui survei, dan melalui tatap muka dengan mereka. Mengetahui rincian ini akan membantu Anda merumuskan materi pemasaran dan promosi penjualan. Anda juga dapat menyesuaikan program reward untuk pelanggan ini berdasarkan informasi yang diperoleh.

8. Memahami pesaing Anda

Pengetahuan adalah kekuatan. Pelajari pesaing Anda. Apa produk dan layanan baru yang mereka tawarkan di toko-toko ritel mereka? Apakah ini berdampak pada penjualan dan keuntungan Anda? Apa yang menyebabkan orang berbondong-bondong ke toko pesaing anda? Selidiki bagaimana Anda dapat mencocokkan dan bahkan melebihi upaya mereka dalam inisiatif ini untuk membangun bisnis Anda juga.

9. Gunakan media sosial

Pemasaran abad ke-21 berarti menggunakan cara-cara baru untuk tetap berhubungan dengan target pasar Anda. Memahami bagaimana menggunakan Facebook, Google +, Twitter, LinkedIn, dan situs lainnya dapat menambah kredibilitas bisnis Anda. Anda dapat berkomunikasi dengan pelanggan Anda melalui media sosial ini. Jaga semua yang Anda tawarkan di toko ritel Anda dalam lingkaran media sosial anda.

10. Berkomitmen untuk belajar terus-menerus

Kunci untuk membangun bisnis ritel yang sukses adalah dengan selalu terbuka untuk belajar terus-menerus. Anda harus melakukan ini untuk tetap mengikuti perubahan. Selanjutnya, Anda harus melakukan ini untuk tetap mengikuti dan membuat inovasi pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan yang selalu berubah akan produk-produk baru. Belajar terus-menerus berarti Anda tetap relevan dan bermakna untuk basis klien Anda.

Pertimbangkan atas 10 tips untuk membangun bisnis ritel Anda. Membuat janji untuk menggunakan beberapa atau semua dari mereka di perusahaan Anda. Sebuah upaya teguh dalam ini akan membantu Anda dalam mengemudi penjualan dan membangun bisnis untuk jangka panjang.