Category Archives: Bisnis Retail

swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda

Jika kita berusaha untuk membuka sebuah usaha, misalnya saja membuka suatu toko retail, maka tentunya kita harus melakukan suatu investasi. Investasi disini bisa saja berupa bangunan, karyawan, barang dagangan, dan bahkan suatu merk sekalipun. Dan seperti kita tahu bahwa merk merupakan aset investasi yang paling berharga dalam dunia bisnis. Kekacauan dan konflik yang terjadi di dalam internal bisnis / antar karyawan akan membuat investasi yang sudah ditanamkan akan terancam hilang. Karena itu penanganan dan tindakan pencegahan suatu konflik sangat penting dilakukan untuk melindungi aset dan investasi yang sudah ditanamkan. ini merupakan bagian dari swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. lebih tepatnya adalah analisis kelemahan yang dimiliki oleh toko kita.

Konflik adalah salah pengertian, pertentangan keinginan yang menimbulkan ketegangan, ketidakcocokan, atau perbedaan pendapat diantara karyawan. Ada yang mengatakan bahwa konflik mencakup perbedaan antara nilai sosial dan pribadi, ketidakmampuan bertindak sesuai dengan prinsip dan nilai pribadi, kurangnya komunikasi, problema yang dibesar-besarkan atau perbedaan tingkah laku karena perbedaan latar belakang kultur, agama, pendidikan, dan faktor-faktor lain.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain :

a. Aspek Organisasi

Aspek ini meliputi kurangnya tenaga kerja, perubahan-perubahan organisasi, perasaan kurang aman dari segi keamanan dan keselamatan kerja, tidak adanya standar pekerjaan, pembinaan karir yang kurang lancar, diskriminasi di pekerjaan,tujuan perusahaan yang kurang jelas, serta problema mengenai peralatandan instrumen antar bagian.

b. Aspek Manajerial

Aspek ini meliputi delegasi wewenang yang tidak cukup, loyalitas yang tidak utuh, manajemen yang kurang pakar, dan sentralisasi power yang terus menerus.

c. Aspek Behaviour

Biasanya behaviour mencerminkan dua kategori diatas. Secara khusus disebabkan oleh kurang baiknya komunikasi tentang bagaimana suatu informasi disampaikan, tidak disampaikan, atau justru ditutupi karena kurangnya kepercayaan di dalam organisasi.

d. Aspek lainnya

Konflik disebabkan karena organisasi yang kompleks, adanya pertentangan antara task melawan process, dan perbedaan-perbedaan di dalam nilai belief dan objektif.

Penyelesaian Konflik

Ada 3 metode yang sering digunakan dalam penyelesaian konflik, yaitu :

1. Dominasi dan Penekanan

Metode ini meliputi :

  • Kekerasan, yang bersifat penekanan otokratif.
  • Penenangan, merupakan cara yang lebih diplomatif.
  • Penghindaran, menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
  • Aturan mayoritas, mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara melaluiprosedur yang adil.

2. Kompromi

Konflik diselesaikan melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

3. Pemecahan masalah integratif

Konflik antar karyawan diubah menjadi situasi pemecahan masalah melalui konsensus, konfrontasi, dan pengertian mengenai tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

itulah swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. yang merupakan analisa weakness yang ada di toko anda, harapannya adalah agar kelemahan atau weakness yang muncul di toko anda dimana pegawai yang menjadi sumber kelemahannya dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan sehingga produktifitas toko anda dapat meningkat.

Cara Menghitung Produktifitas Per Transaksi Untuk Meningkatkan Omzet Toko Anda

Dalam konteks bisnis, produktifitas adalah suatu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa bagi banyak orang dengan menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin. Produktivitas merupakan suatu ukuran sejauh mana suatu sumber daya dipergunakan dengan baik untuk menunjukan hasil tertentu yang diinginkan. Produktifitas tentunya dapat dihitung, dan jika kita berada dalam bisnis retail, maka kita perlu mengetahui cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan toko anda.

Secara filosofis produktifitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Produktifitas adalah tingkat efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. Produktifitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber produksi. Secara umum produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan satuan ukur yang digunakan (input), dan ini sifatnya adalah kualitatif.

Produktifitas per transaksi dalam suatu toko berarti kemampuan suatu toko dalam melakukan penjualan dengan cara memanfaatkan sumber-sumbernya, yaitu semua jenis produk dan jasa yang dimilikinya. Produktifitas per transaksi merupakan perbandingan antara jumlah penjualan (output) dengan jumlah transaksi (input). Secara matematika dirumuskan sebagai berikut:

Semakin besar nilai yang dihasilkan, maka produktifitasnya semakin baik. Dalam suatu usaha toko, meningkatkan produktifitas per transaksi berarti bahwa terjadi peningkatan nilai penjualan setiap transaksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui berapa produktifitas per transaksi toko kita, maka semua data terkait dengan aktifitas toko adalah sangat penting.

Berikut ini adalah contoh cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan omzet toko anda:

Suatu toko X pada bulan Januari 2021 memperoleh omzet sebesar Rp4.000,000.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 200 transaksi. Berapakah produktifitas per transaksinya ?

Jawab :

Artinya adalah bahwa pada bulan januari, setiap customer rata-rata membelanjakan uangnya di toko X sebesar Rp 20.000,00. Omzet dapat meningkat apabila produktifitas per transaksi dengan jumlah transaksi yang sama dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas per transaksi adalah dengan cara membantu pelanggan membeli produk yang terbaik, harapannya adalah mereka akan menjadi senang terhadap toko kita dan frekwensi pembelian pelanggan tersebut bertambah.

Bantu Pelanggan Membeli Yang Terbaik Dan Buat Mereka Senang

Harry Bullis, mantan presiden komisaris General Mills, menganjurkan para wiraniaganya atau para penjualnya agar melupakan penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Mereka didorong untuk bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang. Seperti yang dikatakan Bullis, jika setiap kali bangun pagi, anda mulai dengan berkata dalam hati bahwa “saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, alih-alih, “Saya ingin membuat penjualan sebanyakmungkin penjualan hari ini” maka anda akan merasakan bahwa pendekatanyang anda lakukan terhadap pembeli akan lebih mudah dan lebih terbuka, dan sekaligus anda akan bisa membuat lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dari kesadaran untuk menolong sesamanya agar memperoleh hidup yang lebih bahagia dan dan lebih mudah, berarti sedang melaksanakan suatu bentuk kewiraniagaan yang paling sempurna.

Hal yang lebih baik dari prinsip tersebut ternyata juga merupakan prinsip penjualan yang paling ampuh. Cepat atau lambat, uang dan kepuasan yang anda peroleh akan sebanding dengan pelayanan yang telah anda berikan kepada orang lain. Pada suatu kesempatan, apa yang anda peroleh mungkin lebih sedikit dari yang anda berikan. Tapi pada kesempatan lain, anda akan merasakan hal yang sebaliknya. Karena itu cepat atau lambat, semua akan menjadi seimbang. Apa yang anda tanam, maka itulah yang akan anda tuai. Lebih banyak memberikan layanan yang natural, apa adanya, tanpa mengada-ada apalagi rayuan penuh kepalsuan akan memberikan efek psikologis kepada pembeli dimana bukan hanya puas membli barang saja, akan tetapi mereka akan terikat dengan anda. Dan mereka akan dengan senang hati kembali lagi untuk berbelanja di tempat anda.

Pelayanan yang baik atau pelayanan yang excellent yang anda berikan kepada orang lain akan anda rasakan hasilnya bebrapa waktu kemudian. Karena itu, pelayanan boleh dibilang sebagai suatu investasi bagi bisnis toko retail. Hidup dan matinya toko retail dalam jangka panjang bergantung kepada pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Pelayanan pelanggan yang baik akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan pelanggan loyal adalah sumber pundi-pundi uang untuk bisnis retail yang kita jalankan. oleh sebab itu….bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

5 Hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT Analysis di toko anda

SWOT ANALYSIS adalah analisa yang sering digunakan di berbagai persoalan, baik bisnis maupun hal lainnya. Anda tentunya sudah sering mendengar tentang istilah analisa SWOT, dan setiap bisnis harus melakukan hal itu secara berkesinambungan. Pun demikian halnya jika anda terjun di bisnis retail, dimana anda memiliki toko jualan eceran yang menjadi harapan kesuksesan bisnis anda. Lalu dalam melakukan analisa SWOT ini, apa saja yang harus diamati agar analisa toko anda menjadi efektif den efisien ? Berikut adalah 5 hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT analysis di toko anda.

Inilah 5 hal yang harus diamati untuk mendukung SWOT analysis.

  1. Sumberdaya manusia (MAN).

Sumber daya manusia merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap toko. Semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki oleh toko tersebut maka semakin efektif pula kinerja toko tersebut. Karena itu suatu toko harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan toko yang berketerampilan, bersikap, dan berpengetahuan baik, selain itu sumber daya manusia tersebut harus dapat mengembangkan dirinya mengikuti lingkungan dan perkembangan teknologi yang ada.

2. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dibuat oleh suatu toko agar tujuannya dapat terwujud. Metode yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang menyangkut konsep pemasaran dan penjualan, promosi produk, keselamatan kerja,dan jaringan informasi.

3. Material

Kualitas,kuantitas,dan harga suatu produk yang dijual merupakan hal yang termasuk dalam segi pengamatan material. Selain hal tersebut, keragaman dan kenyamanan produk juga termasuk dalam segi pengamatan ini. Setiap toko memiliki memiliki produk-produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh toko lain. Material ini nantinya akan mengarah kepada suatu peluang yang ada di pasar. Berdayakan Point Of Purchase (POP) dengan tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat.

4. Lingkungan

Segi pengamatan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lokasi, kenyamanan, persaingan dagang, dan juga termasuk kebijakan pemerintah. Suatu usaha tidak akan maju jika kondisi lingkungan tidak mendukungnya. Oleh sebab itu maka suatu usaha dalam hal ini toko, tentu akan melihat sisi lingkungan sebagai faktor penting dalam penentuan strategi untuk meraih keberhasilan.

5. Money

Perhatikan data transaksi yang diperoleh dari Point Of Sales atau POS anda setiap harinya. Perhatikan kapan saja transaksi-transaksi yang dalam kondisi ramai dan kapan transaksi dalam kondisi tidak ramai. Jika transaksi ramai, anggaplah misalnya hingga mencapai 30 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan peak time. Pada kondisi ini, ini adalah saatnya bagi anda untuk melakukan maksimasi kecepatan dalam pelayanan. Jangan biarkan customer anda menunggu terlalu lama di antrian POS. Jika transaksi sedang sepi, misal 5 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan weak time. Pada kondisi ini, maka anda dapat melaksanakan strategi Impulse Buying Customer. Impulse Buying Customer dapat mendorong memperbesar nilai penjualan tiap transaksinya.

Inilah 5 hal SWOT analysis yang harus diamati kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancamannya, sehingga akan disusun suatu strategi SWOT yang mampu membuat toko anda atau bisnis retail anda memenangkan kompetisi bisnis yang ada geluti.

Kepemimpinan – Pentingnya kehadiran seorang pemimpin

Saya menonton film yang berjudul U-571. Film ini adalah film berlatar Perang Dunia II yang dibintangi oleh Matthew McConaughey dan Jon Bon Jovi. Berkisah mengenai kepemimpinan dan perjuangan para pelaut kapal selam Angkatan Laut Amerika yang berusaha untuk membebaskan diri dari kejaran kapal laut Nazi Jerman. Di awal film dikisahkan bahwa kapten kapal selam AS gugur, sehingga diganti oleh perwira lainnya. Film ini selain seru, juga memberikan nilai-nilai pelajaran kepemimpinan yang bisa dipetik oleh kita semua. Yaitu bahwa dimanapun, dan dalam kondisi apapun, pentingnya kehadiran seorang pemimpin adalah sangat penting. Itu adalah film…yang tentunya merupakan hasil karangan atau fiksi. Namun dalam kehidupan nyata juga, tercermin bahwa pemimpin itu memang penting…dalam kondisi apapun..

Contoh lain adalah ketika Barack Obama memperoleh kemenangan dalam pemilu sehingga menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Salah satu kemenangan kepemimpinan Obama adalah karena ia menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang kharismatik dan memiliki kepedulian tinggi terhadap rakyatnya. Misalnya saja sewaktu terjadi badai Sandy yang menerpa beberapa negara bagian Amerika Serikat, Obama dengan sigap langsung memantau wilayahnya dan membatalkan jadwal kampanyenya. Saya tidak memahami apakah ini kunjungan tersebut juga merupakan suatu kesempatan dalam berkampanye agar menarik simpati para pemilih atau tidak. Namun yang pasti, ketika seseorang atau suatu masyarakat mengalami musibah, maka kehadiran pemimpin sangat dapat membantu dan menyejukkan hati, disamping penampilan yang amazing di mata rakyatnya.

Demikian pula halnya dalam bidang bisnis. Kehadiran pemimpin dalam suatu acara-acara perusahaan sangat penting akan sangat membantu kepercayaan diri para karyawannya. Sebagai contoh, dalam suatu pertemuan/gathering seluruh karyawan toko, kehadiran CEO dan pemilik perusahaan sangat dapat memotivasi meningkatkan spirit kerja para karyawan toko tersebut. Dengan kehadiran para management tingkat atas tersebut, para karyawan merasa mereka dipedulikan dan diperhatikan. Ini adalah hal yang sangat penting dan harus menjadi perhatian utama. Ketika para karyawan telah merasa dipedulikan, maka perusahaan dapat memperoleh beberapa keuntungan yang sangat penting, yaitu :

  1. Karyawan akan secara terus terang mengungkapkan keluh kesahnya tentang kehidupan pribadinya. Dari hasil curahan hati ini maka perusahaan dapat menentukan kebijakan yang menyangkut kesejahteraan karyawannya.
  2. Perusahaan akan memperoleh informasi mengenai kendala operasional di lapangan secara jujur dan transparan. Dari informasi ini maka perusahaan akan dapat membuat langkah-langkah operasional yang baru atau emmperbaiki sistem operasional yang dirasa mengalami gangguan.
  3. Perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai pasar dan keinginan konsumen. Dari informasi ini, maka strategi marketing dapat dibuat bukan hanya berdasarkan statistik angka dan data dari laporan para managemen tingkat menengah saja, melainkan langsung berdasarkan informasi dari para karyawan garis depan. Saya meyakini bahwa akurasi informasi dari karyawan garis depan akan lebih baik, sebab mereka mengungkapkan apa adanya tanpa ditunggangi oleh kepentingan apapun.

Itulah pentingnya kepemimpinan serta kehadiran seorang pemimpin. Tapi tentunya, kehadiran pemimpin pun bukan sekedar pemimpin. Ada banyak tipe kepemimpinan, dimana setiap tipe kepemimpinan memiliki karakter yang berbeda, dan tentu saja….setiap karakter pemimpin itu tidak akan menyenangkan semua orang atau bawahannya. Ada yang suka, ada yang tidak… Namun bagaimanapun, suka atau tidak suka…baik atau jelek…suatu organisasi, institusi, atau perusahaan harus memiliki seorang pemimpin. Pemimpin yang berorientasi kepada tujuan organisasi, peduli terhadap bawahan, dan selalu tampil di depan jika ada persoalan..

Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren…..

Rata-rata pemilik produk dagangan, atau bahkan hampir semuanya pemilik produk yang baru berdiri, dalam pemikirannya merasa bahwa masuknya produk mereka ke supermarket kelas besar seperti indomaret, alfanart, Transmart, atau lainnya merupakan suatu kebanggaan…keren..luar biasa…Padahal…tunggu dulu…Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Cermati dulu aturan-aturan yang ditawarkan oleh supermarket tersebut, dan ngaca diri mengenai kesanggupan perusahaan kita..jangan buang energi…Lho…Maksudnya gimana??

Begini…

Sudah dipastikan, bahwa menjadi supplier supermarket besar atau memasukkan produk dagangan ke supermarket tentu ada syarat-syarat tertentu. Dan biasanya, mereka tidak bersedia menerima produk hanya untuk satu atau beberapa gerai saja. Mereka menginginkan bahwa produk tersebut dapat dipasok ke seluruh gerai miliknya. Misal deh…Untuk memasukkan suatu produk dagangan ke supermarket A, supermarket A ini mematok syarat minimal bisa menyuplai 5 buah produk dagangan untuk setiap gerainya setiap dua minggu. Itu artinya, jika supermarket itu punya 1000 gerai di seluruh Indonesia, maka calon supplier tersebut harus mampu menyediakan produk minimal 5 pcs x 1000 gerai = 5.000 pcs barang setiap 2 minggu.

Persoalannya adalah, sanggupkah calon supplier tersebut memasok 5.000 pcs produk per dua minggu ? Banyak yang mungkin emosional menjawab..”Kita usahakan, yang penting kita bisa masuk supermarket itu…kan keren barang saya ada di rak display supermarket terkenal itu…” Atas dasar pemikiran tersebut, akhirnya sang calon supplier nekad pinjam uang di bank, menambah karyawan, pending order konsumen yang sudah langganan. Semua hanya demi memenuhi target pengiriman 5.000 pcs per dua minggu Oh, bagi saya, pemikiran pebisnis seperti itu adalah keliru besar… Kenapa? begini alasan saya ..

  1. Jika tidak mampu, mendingan tidak usah. Alangkah ruginya membatalkan pesanan konsumen yang sudah percaya dengan produk kita hanya demi pemenuhan kewajiban. Ujung-ujungnya, konsumen langganan menjadi tidak puas…dan….kabur…….
  2. Bicara soal kewajiban, secara alamiah sebetulnya manusia itu berharap untuk menghindari kewajiban…karena kewajiban adalah beban.. Aneh rasanya kita menandatangani kontrak kerjasama yang didalamnya ada kewajiban suplai sekian ribu barang per dua minggu yang kita belum tentu mampu dan belum pernah melakukannya. Lain soal kalo sudah mampu ya…
  3. Mending dapat uang yang pasti daripada dapat uang yang belum pasti. Maksudnya?? Ingat..pesanan konsumen setia kita adalah pesanan yang dipastikan kita dapat duit. bahkan mungkin karena mereka sudah percaya, mereka akan transfer uang dulu sebelum barangnya ada…Mereka sudah percaya loh…Trus apakah supermarket itu memperlakukan hal yang sama dengan konsumen loyal kita? Percaya kalo kita punya produk bagus?? TIDAK!!! Kalo nama merk kita kalah besar dengan nama merk supermarket itu, (dalam bahasa kerennya brand awareness) maka dipastikan supermarket itu ya gak mungkin bayar duluan…atau “barang datang saya bayar” Gak mungkin. Mereka pasti menerapkan sistem konsinyasi atau consignment, dimana mereka membayar setelah produk kita yang ada di display laku…dan itu biasanya tidak per toko. Tapi kumulatif dari penjualan 1000 gerai mereka. Sistem pembayaran konsinyasi dapat dilakukan ya terserah supermarketnya…bisa dua minggu sekali, atau bahkan sebulan sekali…Nah itu artinya, kita harus puasa dapat duit selama dua minggu atau satu bulan karena tertahan di supermarket tersebut. Karena tertahan dapat duit, maka..
  4. Kita memproduksi barang untuk suplai produk secara berkelanjutan adalah dengan cara meminjam dulu tabungan hasil untung kita sebelumnya, atau bahkan ada yang nekat meminjam uang ke bank untuk biaya operasional..wah itu tidak sehat..Mending kalo supermarketnya bayarnya lancar, kalo gak lancar, pembayaran macet? apa jadinya….malah bikin stress..

Jadi sebetulnya, jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren..Jika anda tidak cermat, mak bisa-bisa anda bunuh diri…perusahaanmu bisa tumbang gara-gara emosional ingin merk daganganmu mentereng di display supermarket…Saya mengalami hal itu karena 8 tahun saya di dunia retail…saya bekerja di perusahaan yang menyuplai produk ke salah satu supermarket terbesar di tahun 2000-an yang punya lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia. Apakah keren? tidak!!! Pusing setengah mati, hitung stok, nunggu pembayaran, kejar target suplai, ah…macam-macam deh pokoknya..dan itu gak keren…

Slow aja…mendingan jika punya produk sendiri maka merintis memasarkan sendiri. Tidak usah emosional ingin supali ke supermarket..justru ini berbahaya. Bahkan zaman sekarang, marketing atau menjual produk dan menjadi terkenal itu medianya banyak yang mudah. Anda bisa menjual melalui toko online, mengiklankan produknya melalui facebook, instagram, atau media sosial lainnya. Bahkan yang sekarang terbukti sukses, adalah dengan menjual sekaligus mengiklankan produk yang dimiliki melalui “landing page“. Ini menarik kalo kita buat iklan landing page, sudah pasti ada aja yang beli…atau alternatif lain adalah dengan mengiklankan melalui pihak ketiga yang bertarif tidak mahal seperti mengiklan di adsterra,

jadi sekali lagi…..jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Itu gak keren kalo maksa, yang akhirnya jadi gak mampu…Pelan-pelan saja…yang penting aliran uang masuk lancar terus…

Menjaga Kualitas Produk Adalah Tindakan Berhemat Yang Cermat

Saat mengawali bisnis membuka toko, selain memperhitungkan pelayanan, display, dan strategi penjualan, hal yang harus juga dipikirkan adalah menjaga kualitas produk. Karena apapun bisnis ataupun usaha yang dijalankan, sangatlah penting untuk memikirkan dan menjaga kualitas produk yang akan dijual.

Bisnis yang kita jalankan, atau toko yang kita buka  jangan sampai menodai kepercayaan konsumen dengan keberadaan kualitas produk yang menurun. Pembeli itu adalah sumber kelangsungan usaha anda, maka ketika mereka mengetahui atau mendapatkan toko kita menjual produk berkualitas rendah, bisa saja mereka berpaling  ke lain hati untuk membeli produk yang sama di toko lain.

Menurunnya kualitas produk yang dijual ditoko bisa terjadi  karena dua  hal:

1. Produk yang dijual memang berkualitas buruk

2. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena factor umur produk

3. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena tidak terawat dan terpelihara dengan baik

Untuk bisa menjaga kualitas produk, sudah pasti memerlukan komitmen dan ketegasan yang kuat. Menjaga kualitas itu penting karena: pertama bisa menekan biayadan kedua tentu bisa mencegah timbulnya kekecewaan konsumen karena produk rusak. Harus diingat bahwa konsumen adalah “asset”. Semakin banyak “asset” yang loyal, maka toko akan memperoleh income yang berkelanjutan dan tentu saja semakin meningkat.

Sisi Lain Pendukung Pelayanan Prima Dalam Bisnis Farmasi

Dalam suatu bisnis retail, ketika kita bicara mengenai pelayanan prima, maka biasanya pikiran kita akan secara otomatis tertuju kepada pelayanan pelanggan, memuaskan konsumen, dan sikap par pramuniaga untuk menuju hal tersebut. Memang benar, porsi besar dari pelayanan  prima adalah mengenai sikap dan prilaku pramuniaga dalam melayani pelanggan. Hampir semua bisnis retail setuju akan hal itu.

Akan tetapi sebetulnya pelayanan prima dalam bisnis retail bukan hanya mengenai penanganan pelanggan oleh pramuniaga saja. Kelengkapan pendukung produk pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima dalam jangka panjang. Contoh nyata dapat dilihat dalam bisnis farmasi.

Menjual obat dalam suatu bisnis farmasi, selain ketersediaan produk yang tidak kadaluarsa, pelayanan pramuniaga, dan kelengkapan produk, masalah steril atau keawetan obat pun akan sangat mempengaruhi pelayanan prima suatu toko farmasi kepada pelanggannya. Penyimpanan obat yang sembarangan akan menyebabkan produk menjadi tidak steril dan cepat rusak. Jika ini terjadi, maka akan ada akibat-akibat yang tentu akan berdampak besar pada keberlangsungan bisnis toko farmasi tersebut. Akibat yang terjadi tentu saja bahwa toko akan mengalami kerugian karena obat sudah menjadi kadaluarsa sebelum waktunya. Jika ini dipaksakan untuk dijual kepada pelanggan, dengan alasan agar tidak mau mengalami kerugian, maka toko tersebut dipastikan sedang melakukan proses bunuh diri. Mengapa demikian? Karena toko tersebut kini tidak menjual obat, melainkan racun kepada pelanggannya. Pelanggan yang kecewa akan produk yang dibeli sudah tentu akan menghilangkan kepercayaan mereka pada toko tersebut. Belum lagi efek word of mouth yang akan semakin mempercepat toko farmasi tersebut bangkrut.

Adalah tidak rugi agar demi menjaga kepercayaan pelanggan, dan menjaga kualitas produknya, suatu toko farmasi melengkapi tokonya dengan dry heat sterilizer. Keberadaan alat ini secara tidak langsung justru akan meningkatkan pelayanan pelanggan, dan lebh jauh lagi akan menyelamatkan bisnisnya di masa mendatang. Kenapa demikian? Sudah jelas bahwa dengan keberadaan alat ini maka:

1. Produk akan terjamin kualitasnya
2. Produk yang dijual ke pelanggan adalah produk yang betul-betul steril dan aman.
3. karena produknya awet, maka kerugian toko akbiat produk kadaluarsa akan di reduksi.
4. Secara tidak langsung dan jangka panjang, alat ini akan semakin meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap toko.

Itulah sisi lain dari bisnis farmasi, dimana perlengkapan-perlengkapan toko yang sangat krusial harus tersedia karena secara tidak langsung akan mempengaruhi pelayanan prima kepada pelanggan.

Bisnis Tutup Tergerus Zaman ( An Outlook On Disctarra Music Store)

disctarraBaru-baru ini di beberapa news media online ada berita yang lumayan bikin heboh para pelaku musik, ataupun pencinta musik. Toko Disctarra, yaitu toko musik terbesar di Indonesia dikabarkan tutup pada tanggal 31 Desember 2015. Rumor menyebutkan bahwa bisnis Disctarra akan beralih ke era musik digital.

Dari sisi bisnis, saya menyikapi mengenai rumor tutupnya toko tersebut.

Saat ini adalah era dimana internet dan dunia digital sudah menjadi padanan hidup. Seolah olah hidup tidak lengkap jika tidak ada internet. Dan lagi, segala sesuatu sangat mudah didapatkan melalui internet. Toko konvensional seperti Disctarra, dimana ia menjual keping CD musik atau DVD, atau Blu-ray film, ia tutup karena ia kehilangan pelanggan. Kehilangan pelanggan Disctarra tidak berarti bahwa ini adalah karena kesalahan dalam pelayanan (kita semua tahu kalau Disctarra memiliki pelayanan yang luar biasa). Disctarra kehilangan pelanggan karena semua pelanggannya sudah mulai bergeser dalam pola hidupnya. Jika mereka biasanya membeli CD atau film untuk kebutuhan hiburannya, kini tanpa perlu berangkat ke toko, ia sudah bisa mendapatkan musik atau film yang dinginkan melalui internet.

disctarra2

Lalu bagaimana agar bisnis survive atau bertahan hidup agar tidak tergerus zaman? tentu saja, bisnis harus menyesuaikan dengan kemajuan zaman. Inovasi tidak melulu mengenai pelayanan, atau perbaikan produk. Perubahan produk secara drastis pun mungkin harus dilakukan demi bisnis terus berjalan. Ingat Blackberry? ia pernah merajai dunia telekomunikasi dengan keunggulan push email-nya. namun karena terlena, ia tidak melihat bahwa teknologi selalu dinamis, Blackberry kini hanya berusaha untuk “tidak mati”. ia bukan lagi menjadi raja. Karena tidak memperhatikan perubahan zaman, ia kalah dengan Android.

Pun demikian halnya dengan Disctarra, ia tidak bisa melawan perubahan zaman. Toko konvensional Disctarra memang “harus terpaksa” tutup karena zaman sudah berbeda, zaman sudah berubah. Model musik berbentuk CD atau DVD mungkin sudah usang. Kini adalah era digital dimana musik dan film lebih mudah diperoleh hanya dengan “satu klik ujung jari” saja dari rumah atau bahkan dari kamar mandi sekalipun. Inovasi drastis harus diciptakan demi keberlangsungan brand Disctarra yang sudah lama berada di benak setiap orang. Jika dulu ada ungkapan” ingat musik, ingat Disctarra!” maka sekarang? Apakah ungkapan itu sudah usang?

Ungkapan tersebut usang atau tidak tergantung pada strategi yang dibuat manajemen Disctarra tentunya. Dapat dikatakan menjadi usang jika brand awareness Disctarra memang total hilang dari mindset para penikmat musik atau pelaku musik. Namun isa jadi akan terus berkibar jika Disctarra dapat berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada, dimana musik digital kini menjadi pilihan banyak orang.