Category Archives: branding

Mencermati Inovasi Bisnis Blue Bird

Setiap kota-kota besar di dunia baik itu pusat bisnis maupun tujuan wisata, pasti terdapat penyedia jasa transportasi. Pun demikian halnya dengan kota Jakarta, yang merupakan kota tujuan bisnis bagi para penduduk Indonesia.

Kota Jakarta adalah kota yang padat, ramai, dan penuh pesona. Oleh karena itu, bisnis jasa transportasi di kota ini selain menjanjikan, namun juga penuh persaingan. Berbagai inovasi layanan, ekspansi, maupun metode marketing dilakukan demi berlangsungnya bisnis ini.

Blue Bird adalah salah satu bisnis jasa transportasi yang melakukan inovasi layanan yang boleh dibilang cerdas. Mengingat begitu banyaknya traffic pengunjung dari Bandara Soekarno Hatta ke berbagai wilayah Jakarta, termasuk pengunjung kelas premium, maka Blue Bird menyediakan layanan taxi premium. Layanan ini merupakan layanan untuk kelas premium dimana pendatang yang baru saja tiba di bandara Paris dapat menikmati perjalanan dengan penuh kenyamanan, dalam suasana relax dan dengan tetap memperhatikan keamanan.

Pelayanan maksimum dengan kendaraan Mercedes Seri E, atau kendaraan Toyota Alphard yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang lengkap didalamnya ( Leather seats, TV high resolution, surround sound system), ditambah dengan pengemudi yang profesional dan ramah akan membuat seseorang merasakan keramahan Jakarta sejak pertama kali tiba di bandara.

Blue Bird mungkin ingin memposisikan bahwa ia bukan hanya sekadar perusahaan jasa transportasi tapi juga menjadi bagian dari gaya hidup. Jika New York identik dengan yellow taxi dan London dengan  black cab, maka Jakarta, ketika pertama kali tiba di bandara akan mengingat Blue Bird dengan berbagai variasi layanannya.

Marketing Online is Exist

Search engine marketing adalah sebuah bagian dari usaha marketing yang memiliki tujuan untuk meningkatkan visibilitas sebuah website di search. SEO merupakan usaha yang dilakukan agar website kita dapat mencapai ranking yang lebih tinggi di halaman hasil pencarian search engine. Jika ranking sebuah website di halaman hasil pencarian search engine lebih tinggi maka diharapkan traffic website akan meningkat, yang artinya meningkatkan kemungkinan terjadinya konversi di website kita. Alasannya adalah karena sebagian besar klik yang terjadi di search engine terjadi di halaman pertama. SEO membutuhkan usaha yang konsisten dan merupakan sebuah investasi jangka panjang, sehingga jangan harap hasil yang maksimal dalam jangka waktu sebulan dua bulan. Tapi, ada cara lain yanglebih mudah dan lebih cepat untuk muncul di halamn pertama hasil pencarian search engine yaitu dengan menggunakan jasa SEO dari www.verticaladmarket.com.

SEO menjadi sebuah tahap penting yang harus dipahami dengan baik, sebab bila Anda ingin menjadi seorang internet marketer yang sukses dalam bisnis online maka Anda harus menerapkan SEO sebagai sebuah cara untuk membawa website atau blog Anda bisa masuk ke search angine dan memiliki SERP (Search Engine Results Page) yang tinggi.

Ciri khas search engine marketing adalah keyword. Jika dianalogikan Search engine merupakan media Televisi yang memiliki berbagai program acara dengan range penonton yang luas, dari muda hingga tua, dari kelas sosial ekonomi menengah atas hingga menengah bawah. Tetapi, tiap program punya audience-nya sendiri. Ada program acara yang memang paling banyak ditonton oleh pria dan ada juga oleh wanita. Tiap program acara punya karakteristiknya masing – masing. Nah, program acara ini yang dinamakan keyword jika dihubungkan dengan SEM. Jika kita menginginkan hasil yang efektif dan efisien maka kita diharuskan cerdas dalam memilih keyword mana yang akan kita incar. Bagaimana pemilihan keyword tersebut sehingga apa yang kita lakukan di search engine tidak sia sia? www.verticaladmarket.com dapat membantunya.

Situs ini dapat membantu suatu website menjadi terkenal. Parameter terkenalnya suatu website adalah padatnya traffic ke website tersebut. Untuke-commerce, sales dapat meningkat jika traffic website-nya padat. Ini menunjukkan bahwa website tersebut terpercaya. Bagi bisnis yang belum merambah secara online, www.verticaladmarket.com dapat membantu membuat design website sekaligus pengelolaan dan optimasi search engine-nya.

Perlu diketahui, untuk memperoleh dan mendapatkan tempat di pasar global, kehadiran website sangatlah penting. Di era sekarang, bisnis skala kecil pun bisa saja meraih penjualan dari transaksi dengan klienluar negeri. Semuanya adalah karena kehadiran website. Mungkin bisnis skala kecil tidak memiliki kemampuan untuk membuat design atau mengelola traffic website-nya. Kehadiran www.verticaladmarket.com ada untukmembantu bisnis skala kecil berkembang menjadi besar.

Brand Awareness dan Tingkatannya

Brand Awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori merek tertentu. Contoh sederhananya, jika anda ingat mobil, maka yang pertama kali muncul di pikiran anda adalah “Ford”. Atau jika anda ingat film, maka anda akan pertama kali mengingat “Hollywood”. Brand awareness adalah sesuatu hal yang sangat penting dan diutamakan di dunia bisnis. Suatu brand yang telah memiliki awareness tinggi (top brand) mungkin nilainya bisa jauh lebih tinggi dari produk yang diusungnya. Setiap pebisnis akan selalu berlomba-lomba dan berupaya agar brand miliknya memiliki awareness yang meningkat setiap waktu.

Ada 4 tingkatan brand awareness yaitu:

1. Unaware of brand (tidak menyadari merek)
Merupakan tingkat yang paling rendah dalam piramida kesadaran merek, dimana konsumen tidak menyadari akan adanya suatu merek. Ini biasanya dimiliki oleh produk atau merk yang baru muncul ke masyarakat. Perlu strategi-strategi marketing yang jitu agar orang mengetahui bahwa merk atau produk tersebut ada. Untuk menggaet pasar local, memperkenalan merk melalui scrolling LED sign yang ditempatkan di tempat-tempat strategis adalah strategi yang cerdas.

2. Brand recognition (pengenalan merek)
Tingkat minimal dari kesadaran merek. Hal ini penting pada saat seorang pembeli memilih suatu merek pada saat melakukan pembelian. Contoh kongkrit dari tingkatan ini adalah ketika di supermarket. Ada begitu banyak produk-produk dengan berbagai merk yang ditawarkan kepada calon pembeli, dan merk yang dapat menarik hati pelanggan untuk membelinya adalah pemenangnya. Karena itulah banner banyak bertebaran di sudut-sudut supermarket agar pembeli segera mengenalinya.

3. Brand recall (pengingatan kembali terhadap merek)
Pengingatan kembali terhadap merek didasarkan pada permintaan seseorang untuk menyebutkan merek tertentu dalam suatu kelas produk. Hal ini diistilahkan dengan pengingatan kembali tanpa bantuan, karena berbeda dari tugas pengenalan, responden tidak perlu dibantu untuk memunculkan merek tersebut.

4. Top of mind (puncak pikiran)
Apabila seseorang ditanya secara langsung tanpa diberi bantuan pengingatan dan orang tersebut dapat menyebutkan satu nama merek, maka merek yang paling banyak disebutkan pertama kali merupakan puncak pikiran. Dengan kata lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek yang ada di dalam benak konsumen. Contoh top of mind: Microsoft, Facebook, Ford, etc.

Elemen Merek Bisnis Yang Penting Untuk Diperhatikan

Membangun Merek Bisnis

Tidak ada merek bisnis yang dibuat semalam. Ini mengikuti proses metodis yang melibatkan strategi dan organisasi . Tapi jika Anda berpikir bahwa setelah Anda memiliki nama bisnis dan logo, pekerjaan Anda sudah selesai , maka Anda perlu tahu bahwa bahkan dengan bisnis lama proses manajemen merek masih berlangsung . Selain waktu , beberapa perusahaan besar bahkan menginvestasikan banyak waktu dan jumlah hanya untuk memastikan bahwa warisan merek tetap konsisten dengan nilai-nilai yang terkandung oleh perusahaan.

Pemilik usaha kecil-kecilan dapat mengambil kenyamanan di fakta bahwa membangun merek tidak perlu mahal . Yang Anda butuhkan adalah komitmen untuk proses untuk memberikan fokus dan konsistensi pada upaya branding Anda . Ada empat elemen yang terlibat dalam memproduksi merek bisnis yang sukses .

pesan yang konsisten

Salah satu cara terbaik untuk mencapai pendekatan pemasaran yang konsisten adalah untuk menciptakan slogan, logo, dan gambar . Ini adalah salah satu cara yang paling efisien yang dapat Anda mengkomunikasikan apa bisnis Anda adalah tentang untuk pelanggan potensial Anda . Oleh karena itu , Anda perlu diingat tentang visi dan misi perusahaan Anda , yang awalnya inspirasi di balik desain logo . Kemudian , Anda perlu menggunakan bahwa sehubungan dengan apa strategi pemasaran Anda terapkan untuk mempromosikan citra merek dan meningkatkan kesadaran .

Bahkan ketika Anda datang dengan ide-ide pemasaran yang inovatif untuk menemukan kembali gambar atau menawarkan pelanggan sesuatu yang baru , itu harus tetap setia pada cita-cita bisnis Anda.

Perencanaan merek

Merek perencanaan yang cermat sangat penting dalam membangun brand bisnis yang kuat . Terlepas dari apa metode pemasaran Anda memanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran merek , Anda perlu untuk melihat ke dalam setiap detail yang terlibat dengan proses tersebut . Ini akan membantu memastikan bahwa Anda mampu mencapai konsistensi , yang merupakan elemen penting yang ditunjukkan di atas .

Anda perlu mengidentifikasi apa strategi branding yang akan memungkinkan Anda untuk mencapai tujuan Anda . Jika tidak bekerja, apa rencana back- up yang Anda miliki? Semua upaya pemasaran ditujukan untuk memperkuat merek Anda untuk mendapatkan pengembalian investasi.

Branding Sistem

Ini adalah bagian di mana Anda dimasukkan ke dalam tindakan segala sesuatu yang Anda telah dirancang selama perencanaan merek . Sistem yang berbeda harus digunakan untuk setiap tahap yang terlibat dalam pengembangan bisnis dan merek secara keseluruhan . Ini benar harus menguraikan langkah-langkah apa yang Anda dan karyawan Anda harus mengambil selama keadaan tertentu . Ingatlah bahwa sistem holistik dan terintegrasi adalah kunci dalam menciptakan merek yang kuat .

Review dan Manajemen

Setiap merek harus terus menjalani proses pemeriksaan. Karena kebutuhan dan tuntutan konsumen berubah, jadi harus pendekatan pemasaran merek Anda . Berikut adalah aspek dari tinjauan merek dan prosedur manajemen yang harus Anda memperhitungkan :

• Manfaat Produk dan fitur

• Pasar persaingan

• Mengubah kebutuhan dan tuntutanpelanggan

• Metode Pemasaran yang digunakan

Evaluasi lanjutan dari faktor-faktor ini dalam kaitannya dengan strategi pemasaran merek Anda akan membantu menghasilkan upaya pemasaran yang lebih efisien dan kohesif . Anda akan memiliki manajer merek untuk melihat ke dalam kesejahteraan merek dan metode apa yang akan dieksekusi untuk meningkatkan kinerja pasarnya . Namun, internal branding masih penting karena mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab untuk memberikan produk atau jasa tersebut .

Pengaruh Word-of – Mouth Marketing Bagi Strategi Branding Anda

Word of Mouth Marketing
Mungkin tak ada strategi branding lebih efektif dalam keberadaan promosi suatu bisnis selain pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth). Namun, hanya sedikit yang menyadari potensi sebenarnya dalam membantu Anda membangun bisnis dan branding sistem yang berhasil . Apa yang bisa lebih baik daripada memiliki orang-orang yang sebenarnya bicara orang lain ke dalam melakukan bisnis dengan perusahaan Anda ? Ini adalah hal yang umum bagi orang untuk melakukan , yang adalah berbicara tentang sesuatu produk baru-baru ini bahwa mereka puas atau memiliki pengalaman yang baik dengan .

Namun , dari pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth)tidak dikenakan biaya apapun . Hal ini sama efektifnya dengan metode lain dari iklan atau meningkatkan kesadaran tentang produk atau jasa perusahaan Anda, tetapi tanpa biaya dan investasi yang melibatkan . Bahkan ahli pemasaran mengaku word of mouth marketing menjadi cara yang paling ampuh untuk mengkomunikasikan pesan pemasaran perusahaan .

Pengaruh Word of mouth

Jika Anda telah melihat berbagai iklan TV atau website yang menjual produk , maka Anda mungkin sudah akrab dengan testimonial . Ini adalah taktik pemasaran yang digunakan oleh sebagian besar pemilik bisnis untuk memberikan bukti yang sah berkaitan dengan manfaat dan klaim yang dibuat oleh perusahaan, yang dalam bentuk pengguna yang sebenarnya dari produk .

Namun, ada perbedaan di sini : jika pemilik bisnis adalah untuk menekan orang-orang untuk memberikan kesaksian tentang produk dan hasil yang dialami , maka kemungkinan besar demografis bias . Pemilik bisnis akan memilih hanya pengguna yang memiliki sesuatu yang positif untuk mengatakan tentang produk , karena niat utama mereka adalah untuk mempengaruhi pilihan pembelian konsumen .

Ini adalah ketika kekuatan word of mouth marketing menjadi jelas . Dengan menggunakan metode ini untuk mengkomunikasikan potensi merek tertentu menciptakan hubungan pribadi antara konsumen dan produk yang bersangkutan . Pengguna sebelumnya untuk produk yang mencapai kepuasan dari itu dapat merekomendasikan produk tersebut ke teman-teman mereka atau anggota keluarga . Oleh karena itu , pemilik usaha bisa mendapatkan iklan gratis dari itu, yang mungkin sama efektifnya ( atau lebih ) dari iklan TV tapi tanpa biaya .

Dari pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth)dapat bekerja untuk merugikan perusahaan juga. Ini terjadi ketika orang-orang yang telah mencoba produk memiliki keluhan tertentu tentang layanan buruk , atau kualitas produk yang buruk, dan hubungan pelanggan tidak memuaskan . Penelitian mengungkapkan bahwa word of mouth marketing pada dasarnya memiliki dampak yang lebih besar pada keputusan membeli dari orang-orang yang berusia antara 18 sampai 34 dan 35-54 .

Suara Pelanggan Yang Lebih Berperan

Telah sangat ditekankan oleh ahli pemasaran bahwa jika Anda ingin mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar Anda , Anda perlu untuk bekerja pada penyediaan layanan pelanggan yang sangat baik . Ini akan memastikan bahwa Anda mendapatkan bagian dari pelanggan setia yang percaya dan kepercayaan pada merek Anda . Jika Anda berhasil meningkatkan kepercayaan itu, maka Anda dapat menghasilkan suara pelanggan yang baik . Karena itu, ketika orang-orang ini diminta untuk mengatakan sesuatu tentang perusahaan Anda , mereka hanya memiliki pandangan positif untuk mengatakan .

Oleh karena itu , beberapa perusahaan kini merancang metode untuk meningkatkan mereka ” mendengarkan ” kemampuan ketika datang ke suara pelanggan . Memang , meningkatkan komunikasi pelanggan akan menghasilkan pelanggan yang puas dan akibatnya meningkatkan potensi menghasilkan kata yang lebih positif pemasaran mulut .

Tips untuk Meningkatkan Word of mouth

Sebuah studi terbaru yang dilakukan untuk menentukan metode pemasaran yang paling berpengaruh , kata pemasaran mulut keluar di atas . Oleh karena itu , telah mengangkat kesadaran akan peran penting bahwa konsumen bermain dalam mempengaruhi pilihan pembelian lain . Oleh karena itu , Anda dapat memanfaatkan kata positif dari pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth)untuk menciptakan strategi branding suara Anda sendiri . Berikut adalah bagaimana Anda dapat melakukannya :

• Membuat strategi branding yang akan membuat orang tertarik dan mereka berbicara tentang hal itu . Kecuali Anda dapat membangkitkan rasa ingin tahu dan perhatian mereka , Anda tidak akan berhasil dalam hal ini .

• Memastikan bahwa Anda memenuhi kebutuhan pelanggan . Ketika orang-orang senang tentang produk Anda , mereka dengan sukacita dan rela akan merekomendasikan hal ini kepada orang lain .

• Menanggapi masukan, baik positif maupun negatif . Selain mempromosikan bisnis Anda , Anda dapat memanfaatkan dari pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth)sebagai sarana untuk mengumpulkan informasi penting mengenai bagaimana Anda dapat meningkatkan layanan dan strategi branding.

4 Hal yang Menyebabkan Re-Branding Mengalami Kegagalan.

Adakalanya bisnis yang kita jalankan mengalami kemunduran, pendapatan menurun, hingga akhirnya profit bisnis dan nilai jual merk menjadi rendah. Hal ini bisa terjadi oleh beberapa factor, misalnya tingkat persaingan yang semakin tinggi, manfaat produk diluar ekspektsi pelanggan, hingga factor-faktor mnajemen internal di perusahaan. Jika itu terjadi, apa yang harus dilakukan? Anda memerlukan pertimbangan cermat dan perencanaan Re-Branding dalam rangka mencapai hasil yang sukses dan membawa bisnis Anda ke tingkat berikutnya. Tapi ini juga beresiko.
Anda harus menyadari semua risiko re-branding sebelum Anda melakukannya. Ketika melakukan Re-Branding, anda tidak boleh terjebak dalam desain dan isu-isu lain yang kurang penting. Re-branding bukan hanya sekedar mengubah logo atau menambahkan gambar lebih berani. Hal ini juga tentang meneliti dan memahami konsumen, menganalisis perubahan target pasar saat menjajaki peluang untuk perluasan merek dan reposisi.
banyak para pebisnis yang melakukan kesalahan ketika melakukan Re-Branding, yang justru mengakibatkan bisnisnya semkin tenggelam. Berikut adalah beberapa kekeliruan pada saat melakukan Re-Branding yang mengakibatkan kegagalan total pada tujuan bisnis:
1. Re-branding tanpa penelitian
Asumsi yang salah jika pebisnis berpendapat bahwa Brand adalah hanya sebuah logo.
Merek Anda lebih bahwa hanya logo. Sebuah merek mengintegrasikan semua aspek dari bisnis Anda, mulai dari tampilan, rasa, budaya, nada, suara, kualitas produk, layanan pelanggan … yang mengarah ke persepsi konsumen.
Setiap brand memiliki karakter tersendiri yang mewakili citra produknya. Ketika suatu produk merubah karakternya, maka perubahan karakter tersebut harus mengakomodasi kebutuhan dan harapan pelanggan. Dan itu semua memerlukan penelitian.
2. Memulai tanpa rencana
Jika sesuatu dimulai tanpa rencana, maka kegiatan apapun akan terheniti di tengah jalan. Kalaupun tidak terhenti, maka akan mengalami kebingungan menentukan arah, karena tidak ada rencana sebelumnya.
Pastikan Anda memiliki rencana dari awal sampai akhir.dan semua berdasar pada hasil penelitian dan analisis.
3. Tidak memanfaatkan ekuitas merek yang ada
Sebuah perusahaan dengan ekuitas merek yang tinggi mungkin tidak perlu melakukan transformasi besar , atau lebih tepatnya, tidak perlu merombak total karakter yang sudah dimilikinya. Bila Anda memiliki ekuitas merek yang sudah kuat namun penjualan menurun, biasanya itu terjadi karena adanya pesaing yang memiliki strategi baru yang belum kita lakukan. Yang perlu anda lakukan adalah meningkatkan karkter merk dengan strategi baru, bukan merombak total merk.
4. Tidak merombak manajemen internal.
Ketika melakukan Re-branding, sudah selayaknya bahwa manajemen internal pun harus mengalami perombakan. Sosialisasi Re-branding dan meningkatkan kembali kepercayaan karyawan terhadap mrk sangatlah penting sebelum meluncurkan ulang brand ke pasar. Mendapatkan karyawan untuk memahami alasan dan tujuan re-branding sangat penting karena mereka harus menjualnya kepada konsumen. Ini sama lebih penting sebagai pengganti media sosial. Internal branding semakin penting karena karyawan juga berperan sebagai brand ambassador. Singkatnya, jika karyawan sendiri saja tidak percaya, maka dipastikan tidak akan ada konsumen.
Melakukan re-Branding dapat menjadi sangat menantang, karena ini tidak hanya berbicara tentang tujuan memperoleh profit, akan tetapi berbicara tentang kesuksesan dan keberlangsungan hidu suatu merk. Semakin besar perusahaan, maka semakin banyak waktu yang diperlukan untuk memastikan semua orang mengerti mengapa harus ada perubahan. Jika mereka mengerti, mereka akan dapat menjelaskannya kepada konsumen.
Kesuksesan re-branding membutuhkan visi yang menginspirasi konsumen, investor dan lain-lain untuk melihat perusahaan dalam cahaya baru. Kita dapat belajar dari perusahaan lain yang telah melakukan re-branding. Sebaiknya belajar pada dua perusahaan besar yang telah melakukan re-branding, dimana yang satu menunjukkan re-branding yang gagal, dan satu lagi adalah re-branding yang sukses. Kita harus mempelajari apa saja yang membuat mereka mengalami kegagalan dan kesuksesan. Akhir kata, Re-Branding itu penting untuk menjaga keberlangsungan hidup suatu bisnis.

Brand Loyalty

Sebagai pemasar, kita semua tahu, konsep brand loyalty sebenarnya merupakan ukuran keterikatan pelanggan terhadap sebuah merek. Ukuran tersebut mampu memberikan gambaran tentang mungkin tidaknya seorang pelanggan beralih ke merek lain, terutama jika didapati adanya perubahan, baik menyangkut harga atau atribut lainnya, pada merek dimaksud. Menurut Henry Assael , loyalitas terhadap merek merupakan hasil dari keputusan yang berulang-ulang dan kuatnya komitmen terhadap suatu merek.
Seorang pelanggan yang sangat loyal kepada suatu merek tidak akan dengan mudah memindahkan pembeliannya ke merek lain, apapun yang terjadi dengan merek itu. Dan, apabila kesetiaan meningkat, maka kerentanan pelanggan terhadap serangan atau ancaman merek lain tak perlu dikhawatirkan.
Mengapa demikian? Pelanggan loyal umumnya sulit dipengaruhi walau dihadapkan pada banyak merek alternatif. Tetapi, tidak sedikit pelanggan yang akhirnya berpaling pada rayuan merek lain. Sebab, biasanya merek alternatif tersebut menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dari berbagai sudut atribut, seperti harga, ukuran produk, kenyamanan pemakaian, dan lain sebagainya.
Manfaat Loyalitas
Jadi, tingginya kesetiaan pelanggan amat penting bagi sebuah merek. Ada beberapa manfaat yang menguntungkan dari kesetiaan merek tersebut.
Pertama, efektivitas dan efisiensi program pemasaran. Artinya, pemasar tidak perlu mengeluarkan biaya lebih banyak daripada merek lain karena merek yang dipasarkannya sudah berada di hati konsumen. Philips, contohnya, sedikit beriklan tetapi menjadi raja di kategori lampu listrik.
Kedua, mampu menurunkan daya tawar para perantara. Para perantara akan berada dalam posisi tawar yang lebih rendah jika dibandingkan dengan produsen sehingga mereka cenderung mengikuti dan tidak neko-neko (macam-macam). Apakah perantara atau mungkin peritel berani menolak Indomi yang sangat laris manis?
Ketiga, mampu menarik pelanggan baru. Pelanggan loyal memungkinkan untuk memengaruhi konsumen lain agar membeli merek pilihannya. Mereka bisa menjadi pembela merek tersebut melalui word of mouth, member get member, dan lain-lain. Ini yang dimanfaatkan oleh Unilever Indonesia dalam mendongkrak penjualan sabun cuci piring Sunlight.
Keempat, merek yang tingkat kesetiaan pelanggannya tinggi mempunyai zone of tolerance( Zot) tinggi pula. Maksudnya, pelanggan akan memberikan toleransi terhadap segala perubahan yang terjadi, salah satunya jika ada kenaikan harga. Berapa banyak sih pelanggan yang akan meninggalkan Pepsodent ketika harganya dinaikkan Rp 500?. Tentu lebih sedikit dibandingkan dengan merek Ciptadent. Jadi Zot konsumen terhadap merek Pepsodent lebih tinggi jika dibandingkan dengan Ciptadent.
Tetapi, pengukuran loyalitas pelanggan terhadap sebuah merek juga harus dilakukan secara terus-menerus. Untuk itu, banyak cara yang bisa ditempuh.
Pertama, mengukur perilaku pelanggan menyangkut tingkat pembelian ulang, persentase pembelian, dan jumlah merek yang dibeli dalam satu kategori produk.
Kedua, dapat dilakukan dengan menghitung switching cost. Di dalamnya, meliputi berapa banyak pelanggan yang akan melakukan perpindahan pembelian, ke mana saja mereka berpindah, mengapa mereka pindah, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu harus mendapatkan jawabannya.
Ketiga, pengukuran tentang komitmen pelanggan. Untuk mengukur seberapa besar komitmen pelanggan terhadap merek kita, salah satu hal yang harus dipelajari adalah mengetahui jumlah interaksi dan komunikasi terkait merek tesebut.
Meningkatkan Loyalitas
Setelah mengetahui manfaat dan langkah-langkah untuk mengukur brand loyalty, lantas bagaimana strategi pemasar untuk memelihara dan meningkatkan loyalitas tersebut? Banyak perusahaan yang menjalankan strategi frequency marketing program. Artinya, perusahaan akan memberikan suatu penghargaan jika konsumen membeli dalam frekuensi tertentu.
Sebagai contoh, jika kita sering naik maskapai tertentu dengan frekuensi tertentu, maka pada jumlah tertentu kita akan mendapatkan tiket gratis. American Airline mulai menerapkannya sejak 1980-an dan menjadi pionir dalam strategi itu. Hampir semua perusahaan kartu kredit menjalankan strategi yang sama. Para penerbit menawarkan sejumlah poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah jika pembelanjaan dilakukan dengan kartu kredit tertentu.
Selanjutnya, membership marketing program bisa juga menjadi strategi yang digunakan oleh pemasar. Harley Davidson punya HOG (Harley Owners Group), kumpulan pencinta fanatik sepeda motor mewah Harley. Jumlah anggotanya sekarang sudah mencapai 150.000-an. Ini pun dilakukan oleh hampir semua ritel besar, misalnya Hero dengan Hero Customer Club-nya, Carrefour dengan Carrefour BCA-nya, Giant dengan Giant Citi, Alfamart dengan Aku. Ritel tersebut memberikan diskon, mulai dari 1,5-5%, kepada pemegang kartu.
Program loyalitas yang lain adalah dengan menjalankan relationship marketing. Dengan menjalankan program tersebut, kita berharap dapat mengembangkan sebuah proses perjalanan pelanggan dari suspect, prospect, first time, repeat, clients, advocates, dan akhirnya menjadi partner atas merek kita.
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.

Fakta-fakta Mengenai Pelanggan

Jika anda adalah seorang pebisnis dan memahami bahwa every business is service business, maka anda harus memperhatikan fakta-fakta mengenai pelanggan berikut ini :
1. Rata-rata perusahaan hanya mendengar keluhan 4%dari 100% pelanggannya yang tidak puas. Yang 96% lagi pergi secara diam-diam. Dan 91% dari pelanggan yang tidak puas itu tidak akan pernah kembali. Bagi perusahaan yang orang-orangnya tidak mengerti bagaimana harus memperlakukan pelanggan, hal ini merupakan kerugian finansial yang serius. Tapi sebaliknya pula hal ini merupakan keuntungan yang luar biasa bagi perusahaan yang orang-orangnya mengerti bagaimana harus memperlakukan pelanggan.
2. Suatu penelitian entang “mengapa pelanggan lari” menemukan kenyataan-kenyataan berikut :
– 3% karena pindah tempat tinggal
– 5% karena menemukan persahabatan baru di perusahaan atau toko lain
– 9% karena bujukan pesaing
– 14% karena merasa tidak puas dengan produk yang dibelinya
– 68% karena sikap masa bodoh yang diperlihatkan oleh pemilik, manajer,dan karyawannya.
3. Rata-rata seorang pelanggan yang tidak puas akan menceritakan masalahnya kepada delapan atau sepuluh orang temannya. Satu dari lima pelanggan yang tidak puas akan menceritakan masalahnya dan keluhannya di jejaring sosial. Untuk memperbaiki satu insiden yang negatif diperlukan selusin pelayanan yang positif.
4. Tujuh dari pelanggan yang mengeluh itu akan kembali meneruskan hubungan bisnisnya dengan anda setelah anda memecahkan masalah yang mereka hadapi. Jika masalah tersebut langsung anda pecahkan saat itu juga, maka 95% dari mereka akan meneruskan hubungan bisnis dengan anda. Seorang pelanggan yang puas karena keluhannya ditanggapi, rata-rata akan menceritakan pengalamannya itu kepada lima orang temannya.
5. Untuk menarik pelanggan yang baru, rata-rata perusahaan menghabiskan waktu enam kali lebih banyak daripada waktu yang dipakainya untuk mempertahankan pelanggan yang lama. Padahal dalam sebagian besar kasus, loyalitas pelanggan mempunyai nilai 10 kali lebih besar daripada uang yang dibelanjakannya dalam satu kali pembelian.
6. Bisnis yang kualitas pelayanannya rendah, rata-rata hanya memperoleh tambahan 1%pelanggan baru dan kehilangan pangsa pasar sebanyak 2% setahun. Pada pihak lain, bisnis yang kualitas pelayanannya sangat baik, bahkan beyond service excellent, rata-rata memperoleh 12% tambahan pelanggan baru, meraih pangsa pasar sebesar 6% setahun dan biasanya mampu menetapkan harga yang cukup tinggi.
Itulah beberapa fakta-fakta mengenai pelanggan yang harus anda perhatikan agar bisnis anda bertahan bahkan dapat terus berkembang.
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.

Brand Follower!

Zaman telah berubah dan benar-benar terus berubah. Tak satu pun orang, atau bahkan perusahaan, yang mampu menghentikan perubahan itu. Ibarat air mengalir, ia akan terus mengalir deras tanpa batas. Arahnya jelas, menuju ke mana ia harus melangkah.
Begitu pula dengan dunia pemasaran. Andaikan pasar itu lautan, airnya tampak terhampar luas tanpa ujung. Di situlah ikan-ikan bersaing mencari makan. Di tempat itulah para marketer berlomba menaklukkan konsumen. Dan, saat ini persaingan itu sudah semakin rapat, padat, ketat, sengit. Karena itu, marketer rela melakukan apa saja untuk sekadar merebut secuil pasar yang dimasukinya. Salah satunya dengan menjadi brand follower.
Brand follower dapat didefinisikan sebagai merek pengikut atau imitasi (immitation brand). Di Indonesia, merek semacam ini sungguh berjubel. Jadi, yang harus diingat oleh brand pioneer, keberadaan merek pengikut tersebut tidak bisa diabaikan. Kita meminjam sebentar pendapat Steven P Schnaars dalam buku Managing Immitations Strategies yang menyatakan, “But many who are now first will be last and many for a last will be first. Now that is sage advice for later entrant…”. Artinya, banyak yang pertama menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi pertama.
Sebagai marketer, kita bisa memahami ada banyak peluang bagi brand follower menjadi market leader dan market leader tergeser menempati posisi follower. Sebab, biasanya brand follower juga memiliki banyak keunggulan yang dapat mengancam pionir.
Meski demikian, brand pioneer tetap yang berpeluang paling besar menjadi market leader. Beberapa keunggulan pionir antara lain: memiliki konsumen yang loyalitasnya tinggi, posisi yang umumnya sangat mantap di pasar, biasanya dilatari kepemimpinan dalam hal teknologi, serta punya dana lebih besar dan research and development (R&D) yang kuat.
Pionir juga lebih dulu memiliki akses ke perantara (distributor) dan experience effect mereka juga jauh di atas para pendatang yang terlambat masuk ke pasar. Terakhir, mereka sudah menciptakan suatu hambatan yang sangat tinggi bagi pesaing yang masuk belakangan. Jadi, sebetulnya banyak sekali keuntungan yang telah digenggam oleh sang pionir. Itu harus dikelola tanpa henti.
Follower Chance
Melihat sederet keunggulan yang ditenteng merek pionir, tertutupkah kesempatan bagi para later entrants (follower) untuk memenangkan persaingan? Jawabannya, tidak! Betul kata Schnaars, yang pertama bisa jadi terakhir dan sebaliknya.
Alasannya, follower juga menawarkan banyak kelebihan. Pertama, mereka bisa menghindari produk-produk yang tidak potensial. Kedua, apabila produk itu punya risiko, risikonya sudah ditanggung oleh pionir. Ketiga, biaya R&D-nya lebih kecil karena follower masuk belakangan di saat pasar itu sudah terbentuk.
Keempat, mereka punya peluang untuk mendapatkan pangsa pasar dari market leader kalau pasarnya lemah. Kelima, biaya untuk mengedukasi konsumen sangat rendah. Sebab, proses edukasi sebelumnya sudah dilakukan oleh market leader. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa brand follower sebetulnya juga mengusung banyak keunggulan.
Lalu, strategi apa saja yang digunakan follower untuk menyerang market leader?
Umumnya strategi yang digunakan ada tiga, yakni: Cloner, Immitator, dan Adapter. Cloner berarti mengikuti produk, distribusi, iklan yang sama persis seperti pionir. Mereka meniru habis-habisan, hidup bak parasit dari investasi market leader.
Sementara Imitator meniru beberapa hal dari pionir dan mencoba membedakan dalam hal kemasan, iklan, harga, dan sejenisnya. Adapter, mereka mengikuti pionir lalu mengadaptasi serta memperbaiki apa yang menjadi kelemahan pionir itu. Cirinya, mereka selalu melihat apa yang menjadi kelemahan market leader, kemudian mencoba memperbaikinya. Contohnya, Smile Up mengikuti Close Up (Unilever), Mi Sedaap mengikuti Indomie (Indofood), Ale-Ale seperti Frutang, dan lain sebagainya.
Dari perusahaan lain, ada juga permen Kino (Kino Group) mengikuti Kopiko sehingga Kopiko sempat pontang-panting dan kemudian mengubah tagline-nya. Bahkan, minuman energi Kuku Bima Ener-G sukses mengambil alih tampuk pemimpin pasar. Merek follower besutan Sido Muncul ini berhasil melampaui penjualan Extra Joss yang pionir dan menguasai pasar sebelumnya.
Selain itu, strategi utama yang mereka sodorkan biasanya menawarkan harga lebih rendah. Mereka bermain di value marketing. Contoh mudah yang pernah kita lihat adalah hadirnya Star Mild ke pasar. Merek rokok ini berhasil “merampok” market share di kelas mild dengan persentase lumayan besar karena menawarkan harga lebih rendah daripada A Mild, merek yang lebih dulu ada.
Kedua, mereka juga punya kesempatan memperbaiki produk lewat teknologi yang lebih canggih. Ketiga, ini yang paling banyak dilakukan oleh para follower di Tanah Air dan cukup berhasil, yaitu menggunakan market power—seperti yang dilakukan Wings Food terhadap Indofood tadi. Implikasinya ialah iklan dan distribusi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi penguasa pasar. Karena pasarnya sudah ada dan besar, dua sisi itu telah terbukti paling efektif untuk meraih pangsa pasar bagi follower.
Nah, sebenarnya masih banyak strategi dan taktik pemasaran yang bisa disiapkan brand follower dalam upaya menyalip merek pionir. Gampangnya, senjata yang mumpuni bagi follower adalah: value leadership, real supperior product, dan full superior marketing effort.
Ingat, perubahan dan persaingan merangkak seiring sejalan. Resesi finansial global sekarang ini juga memicu perubahan dan ketatnya persaingan. Di dalam perubahan dan persaingan itu terdapat kata “menang” dan “kalah”. Oleh karena itu, susunlah strategi dengan tepat dan smart, agar kemenangan ada di tangan merek Anda. Jika follower, jadilah brand follower yang sukses. Bukankah the last will be first?
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.

Merek Dagang

Merk merupakan suatu identitas dari perusahaan yang diekspresikan melalui logo ataupun tagline. Merek sangat penting dimiliki oleh suatu bisnis untuk pengembangan usahanya. Dengan merek, suatu produk atau jasa yang ditawarkan akan dikenal oleh para pelanggannya.
Sebuah merek adalah kumpulan sifat yang sangat mempengaruhi pembelian. Merek memunginkan konsumen untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang menjanjikan manfaat khusus. Merek membangkitkan harapan konsumen akan mutu, harga, tujuan, dan performa. Nama merk yang terkenal adalah aset perusahaan yang paling bernilai. Mereka mewakili akumulasipengalaman konsumen yang menyenangkan selama bertahun-tahun dan investasi yang tinggi pada iklan, presentasi, dan mutu.
Ada dua jenispenamaan merk yang utama, yatiu :
1. Master Brand. Yaitu nama tunggal dan proposisi yang digunakan untuk mencakup berbagai area produk yang berbeda. Contoh master brand yang terkenal adalah Sony, Canon, Honda, Toyota, Hitachi. Brand tersebut bisa digunakan untuk semua produk yang diproduksi oleh mereka sendiri.
2. Individual Brand. Individual brand selalu mengandung satu jenis produk untuk satu pasar, dan mencakup pilihan model, ukuran, produk, dan format kemasan yang berbeda. Contoh individual brand ini misalnya adalah McDonald, KFC, CFC, dan lainnya yang khusus berbisnis di satu pasar yaitu pasar restoran cepat saji.
Pada perkembangannya, indvidual merk dapat berubah menjadi master brand apabila bisnis yang dijalankannya memproduksi produk atau jasa lain dengan menggunakan merk tersebut. Demikian pula halnya master brand. Untuk membuat suatu merk menjadi semakin kuat dan tersegmen, master brand akan diikuti oleh individual brand. Misalnya adalah Sony Vaio. Sony merupakan master brand terkenal yang bergerak di bidang elektronik.Untuk membuat citra dirinya semakin kuat, serta untuk membuat merk tersebut memiliki suatu segmen pasar di suatu produknya, maka Sony menciptakan individual brand “Vaio” untuk pasar komputer. Pada penyebutannya biasanya indvidual brand ini ditempatkan setelah master brand-nya. Contoh Sony Vaio, Sony PlayStation, Apple Iphone, dsb.
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.