Category Archives: Dunia Pendidikan

potensi sumberdaya ikan di wpp indonesia

Data potensi sumberdaya ikan di wpp Indonesia ini diambil dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Januari, 2018). Dan Peta sebaran pemanfaatan tiap jenis ikan diambil dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan , Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2016.

Yang pertama adalah
WPP 571 Meliputi Selat Malaka dan Laut Andaman. Wilayah ini memiliki karakteristik perairan dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 425.444 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah Ikan karang dan cumi-cumi. Sedangkan jenis ikan pelagis besar dan rajungan, sudah mencapai fully exploited,
dan jenis ikan demersal, pelagis kecil, udang, lobster, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 572 meliputi Perairan Samudera Hindia sebelah barat sumatera dan selat sunda. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 992.779 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah Ikan karang dan cumi-cumi. Sedangkan jenis ikan demersal, pelagis kecil, dan rajungan sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan pelagis besar, udang, lobster, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 573 meliputi Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara, Laut sawu dan laut Timor Bagian Barat. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebihd dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 1.267.540 ton per tahun. Berdasarkan data dari Dirjen Tangkap KKP, wilayah ini sudah tidak ada ikan yang berada dalam status dalam status moderate. Jenis ikan pelagis besar, pelagis kecil, demersal, lobster, dan rajungan sudah mencapai fully exploited,
dan jenis ikankarang, cumi-cumi, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 711 meliputi Selat karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan.
Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 613.429 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah pelagis besar Sedangkan jenis ikan demersal, rajungan, dan ikan karang sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan pelagis kecil, lobster, cumi-cumi, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 712 meliputi Perairan Laut Jawa. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 1.341.632 ton per tahun. Wilayah ini sudah tidak ada ikan yang berstatus pemanfaatan moderate. Jenis ikan demersal, ikan karang, dan pelagis kecil sudah mencapai fully exploited,
Sedangkan jenis ikan cumi-cumi, lobster, pelagis besar, rajungan, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 713 meliputi Selat Makasar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.177.852 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang,
Sedangkan jenis ikan pelagis besar dan pelagis kecil , sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan demersal, cumi, udang, lobster, kepiting, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 714 meliputi Teluk Tolo dan laut Banda. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 788.939 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang. Sedangkan jenis udang, lobster, pelagis besar, pelagis kecil, cumi-cumi, dan ikan demersal sudah mencapai fully exploited, sementara kepiting dan rajungan sudah over exploited.

WPP 715 meliputi Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, laut Seram dan Teluk Berau. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.242.526 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang. Sedangkan jenis ikan ikan demersal sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan ikan pelagis besar, pelagis kecil, cumi-cumi, udang, lobster, kepiting, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 716 meliputi laut Sulawesi dan Sebelah utara Pulau Halmahera. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 597.139 ton per tahun….
Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan demersal dan pelagis kecil. Sedangkan jenis ikan pelagis besar, udang, dan kepiting sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan karang, cumi-cumi, lobster, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.054.695 ton per tahun….
Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan demersal dan udang. Sedangkan jenis ikan karang, cumi-cumi, pelagis kecil, pelagis besar dan kepiting sudah mencapai fully exploited, Sementara jenis ikan lobster dan rajungan sudah over exploited.

WPP 718 meliputi laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor Bagian Timur. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal dengan kedalaman perairan kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 2.110.053 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang dan rajungan. Sedangkan jenis ikan cumi-cumi, pelagis kecil, pelagis besar, dan kepiting sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan demersal, lobster, dan udang sudah over exploited.

Itulah sebaran potensi sumberdaya ikan di WPP Indonesia untuk tiap jenis-jenis ikan di Wilayah Pengrlolaan Perikanan Republik Indonesia yang bersumber dari. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan , Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2016.

Sumber Peta sebaran potensi: https://kkp.go.id/artikel/1185-faq-kebijakan-perikanan-di-indonesia
Sumber Peta WPP-RI : Permen-KP Nomor 18 tahun 2014 Tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan republik Indonesia
Sumber angka potensi : https://darilaut.id/berita/ini-potensi-di-11-wilayah-pengelolaan-perikanan

CIRI-CIRI GEROMBOLAN IKAN DI LAUT

Ciri-ciri gerombolan ikan di laut wajib diketahui oleh nelayan.
video ciri gerombolan ikan di laut

Ciri-ciri gerombolan ikan di laut wajib diketahui oleh nelayan. Ada banyak spesies ikan yang hidup di lautan.  Dan spesies ikan ini memiliki karakteristik yang beragam. Ada spesies endemic, dimana hanya hidup di suatu daerah tertentu, dan tidak ditemukan di tempat lain, dan ada juga spesies ikan yang dapat ditemukan di banyak perairan di dunia.

Spesies-spesies ikan yang ditemukan di banyak perairan di dunia biasanya adalah ikan-ikan pelagis yang memiliki kemampuan bermigrasi jarak jauh. Ikan pelagis adalah ikan yang habitat hidupnya adalah di kolom perairan bagian tengah hingga ke permukaan. Contoh ikan pelagis adalah tongkol, cakalang, kembung, tuna, marlin, teri, selar, bentong, dsb. Sedangkan ikan yang habitat hidupnya di dasar perairan disebut dengan ikan demersal, contohnya adalah kerapu, kakap, karang gigi, buntal, ikan sebelah dan lain-lain. Ciri Fisik yang mudah dilihat pada ikan demersal biasanya adalah bahwa ikan-ikan ini memiliki bentuk yang unik-unik dan memiliki warna-warna beragam. Berbeda dengan ciri fisIk ikan pelagis yang hamper semua bentuknya adalah bulat lonjong seperti torpedo, berwarna seragam mengikuti warna air dan biasanya hidup secara bergerombol. Dan gerombolan-gerombolan ikan ini, yang dalam Bahasa inggris disebut dengan fish schooling, seringkali muncul atau terlihat di permukaan air. Dan ini menandakan ciri-ciri gerombolan ikan di laut.

Bagi para nelayan, menemukan fish schooling atau gerombolan ikan-ikan pelagis merupakan berkah. Karena hamper dapat dipastikan bahwa mereka akan memperoleh hasil dalam menangkap ikan. Bukan hanya nelayan saja yang gembira jika menemukan gerombolan ikan di tengah laut. Para pemancing pun akan antusias jika melihat gerombolan ikan ini, dan mereka akan segera menurunkan alat pancingnya. Lalu bagaimana ciri-ciri gerombolan ikan di laut berdasarkan pengamatan Fisik di permukaan laut? Berikut adalah ciri-cirinya..

Yang pertama adalah terlihatnya warna gelap di permukaan air yang berbeda dengan warna air di sekelilingnya. Semakin besar warna gelapnya, maka dapat dipastikan bahwa gerombolan ikan atau fish schooling tersebut makin besar. Dan gerombolan ikan ini tidak hanya ada di tengah lautan, terkadang gerombolan ikan ini berada dekat sekali dengan pantai. Silahkan simak video berikut ini..

Tanda yang kedua bahwa di dalam air tersebut ada gerombolan ikan pelagis adalah adanya ikan lumba-lumba yang berenang tak beraturan. Adanya banyak lumba-lumba yang bergerak kesana kemari dengan gesit menandakan bahwa ikan lumba-lumba tersebut sedang pesta makan. Sudah dipastikan bahwa didalam air, terdapat gerombolan ikan pelagis kecil seperti tongkol, selar, bentong, atau ikan kembung. yang menjadi sumber makanan ikan lumba-lumba tersebut.

Perlu diperhatikan, bahwa memang setiap waktu jika kita berlayar, atau berada di tengah laut sering melihat lumba-lumba yang berenang. Jika lumba-lumba tersebut hanya berenang dalam satu arah, maka lumba-lumba tersebut tidak sedang pesta makan, mereka hanya sedang berenang berpindah tempat. Tapi jika lumba-lumba tersebut berenang dengan gesit dan berada tidak berpindah tempat dari satu area tertentu, maka mereka sedang pesta makan…Dipastikan ada gerombolan ikan di daerah tersebut.

Tanda yang ketiga yang merupakan petunjuk adanya gerombolan ikan pelagis adalah adanya banyak burung yang menyambar ke permukaan air dan ikan-ikan yang berloncatan ke atas permukaan air. Sama seperti prilaku lumba-lumba, sambaran burung ke permukaan air menunjukkan bahwa burung-burung tersebut sedang melakukan pesta makan. Ikan-ikan yang berloncatan ke atas permukaan air menunjukkan bahwa mereka sedang berusaha meloloskan diri karena diburu baik oleh burung-burung tersebut maupun ikan pelagis lain yang lebih besar, contoh marlin, tuna atau cakalang. Seperti yang terlihat di video ini.

Ketiga ciri tersebut tidak harus terlihat secara berbarengan. Ada kalanya hanya terlihat burung-burung saja, atau lumba-lumba saja, atau bahkan hanya warna air yang gelap saja. Dan umumnya, setiap gerombolan ikan yang terlihat merupakan gerombolan ikan suatu spesies tertentu.  Misal gerombolan ikan tongkol, gerombolan ikan kembung dan lain-lain. Dan tentu saja, para nelayan akan mendekat ke daerah-daerah tersebut untuk melakukan operasi penangkapan ikan, baik dengan menggunakan jaring maupun pancing.

Berikut adalah gambaran operasi menangkap ikan dengan alat tangkap pancing yang dilakukan dan ikan hasil tangkapannya ketika kapal nelayan berada tepat di daerah gerombolan ikan. klik videonya disini.

sejarah perairan indonesia

Sejarah perairan Indonesia diawali pada masa sebelum Indonesia Merdeka yaitu pada tahun 1939, dimana Belanda masih berada di Indonesia, dan masih disebut Hindia Belanda. PADA MASA ITU, laut wilayah Hindia Belanda diatur dengan ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim tahun 1939. Ordonansi ini menyatakan bahwa laut teritorial Indonesai adalah selebar 3 mil diukur dari garis air terendah dari pulau-pulau di wilayah daratan Indonesia.

Ketika Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, maka secara otomatis wilayah Indonesia berdasarkan Ordonansi tahun 1939 ini diwariskan menjadi milik Negara Indonesia. Akan tetapi, lebar laut 3 mil ini oleh Pemerintah Indonesia dirasa terdapat kelemahan dan sudah tidak dapat menjamin kepentingan-kepentingan negara, terutama di bidang pertahanan. Yang paling jelas terlihat dalam ordonansi 1939 ini adalah bahwa setip pulau memiliki laut teritorial sendiri. Dan diantara pulau-pulau, akan terdapat laut bebas yang dapat dimasuki oleh kapal-kapal perang milik negara lain. Hal ini jelas akan mengancam pertahanan dan kemanan negara. Belum lagi pada kepentingan ekonomi dimana dengan
adanya laut bebas di antara pulau, maka pengawasan dan pengelolaan sumberdaya akan sulit dilakukan.

Atas dasar inilah, pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan atau deklarasi tentang wilayah perairan Indonesia. Penggagas deklarasi ini adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, yang pada waktu itu merupakan Perdana menteri Indonesia, sehingga deklarasi ini dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menyatakan:

“Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan negara Republik Indonesia”

“Penentuan batas laut l2 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang” (Sekretariat Jenderal MPR-RI,2006:108)”.

Dengan adanya deklarasi ini, maka wilayah laut bebas antar pulau sudah tidak ada lagi. Laut antar pulau ini sudah menyatu menjadi wilayah Negara Republik Indonesia.

Deklarasi Djuanda ini pada tahun 1960 mulai dikukuhkan dalam bentuk Undang-undang Nomor 4 PRP Tahun 1960. Dengan lahirnya undang undang ini, maka ordonansi tahun 1939 warisan pemerintah kolonial Belanda dinyatakan tidak berlaku lagi…

Akan tetapi pengukuhan pernyataan wilayah laut ini belum diakui oleh negara asing. Deklarasi Djuanda ini mendapat reaksi keras dari negara-negara asing. Negara pertama yang memprotes keras pernyataan konsep Indonesia archipelagic state atau negara kepulauan Indonesia ini adalah… Amerika serikat, kemudian segera disusul Inggris, Australia, Belanda, Perancis, dan Selandia Baru.

Konsep wilayah negara kepulauan mulai diakui oleh dunia internasional dan menjadi hukum internasional pada Konvensi PBB ketiga tentang hukum laut di Teluk Montego Jamaica pada tanggal 10 Desember 1982.
Ini berarti butuh waktu 25 tahun bagi Indonesia untuk memperjuangkan konsep negara kepulauan, yaitu dari tahun 1957 hingga tahun 1982.

Ketika perjuangan pengakuan konsep negara kepulauan masih berlangsung, pada tahun 1973, Pemerintah mengeluarkan Undang-undang Nomor 1 tahun 1973 tentang landas Kontinene Indonesia.
Terbitnya Undang-undang tentang Landas Kontinen ini adalah didasari oleh Konvensi Jenewa Tahun 1958 tentang Continental shelf yang isinya adalah pengakuan hak eksploitasi kekayaan alam di landas kontinen
dan penetapan garis batas landas kontinen antar negara yang berdekatan.

Landas Kontinen adalah dasar laut dan tanah di bawahnya di luar Perairan wilayah Republik Indonesia hingga kedalaman 200 meter atau lebih dimana masih mungkin diselenggarakan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam.

Dengan adanya Undang-undang ini, maka Indonesia memiliki hak eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut di wilayah landas kontinen
termasuk di dalam lapisan tanah di bawahnya seluas kurang lebih 2.500.000 km persegi.

Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada tahun 1982, selain mengukuhkan hukum internasional mengenai negara kepulauan, konvensi ini juga mengukuhkan hal yang dinamakan..Zona Ekonomi Ekslusif atau lebih dikenala dengan singkatan ZEE. Zona Ekonomi Ekslusif adalah wilayah laut bebas yang berada dan tunduk pada hukum
internasional, namun isi kekayaan alamnya menjadi hak eksklusif negara pantai dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasinya.

Dengan dasar konvvensi internasional ini, maka Pemerintah RI mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Keslusif Indonesia, yang lebarnya adalah 200 mil laut yang diukur dari garis-garis pangkal laut wilayah Indonesia. melalui pengaturan ZEE, Indonesia memiliki hak ekslusif atas pengelolaan kekayaan alam seluas kurang lebi 2.700.000 km persegi.

UU no Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan rezim hukum negara kepulauan hasil konvensi PBB tahun 1982, maka atas dasar itu, maka UU no Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia dicabut dan diganti dengan UU nomor. 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.

Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia mengeluarka PP Nomor 37 tahun 2008 tentang perubahan PP No. 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik- Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.
Daftar koordinat titik garis pangkal ini merupakan titik nol perhitungan jarak Zona Ekonomi Ekslusif dan juga sekaligus batas wilayah teritorial Indonesia.

Demikianlah sejarah perairan Indonesia semenjak perang kemerdekaan hingga kini. Lengkaplah sudah aturan-aturan hukum yang melindungi batas-batas maritim Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang kini disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

sumber tulisan:

jurnal tulisan

foto peta wilayah Indonesia

perbandingan Peraturan benih lobster 3 menteri kkp

Lobster merupakan komoditas perikanan yang dapat memberikan devisa untuk negara baik dari sejak berukuran kecil, maupun sudah berukuran dewasa. Ada banyak spesies lobster yang menjadi permintaan pasar dunia untuk dikonsumsi, dan masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Indonesia adalah negara kepulauan dimana terdapat banyak habitat lobster yang menjadi sumber ekspor. Bukan hanya lobster dewasa, namun benih lobster pun merupakan komoditas yang potensial untuk diperjualbelikan.

Atas dasar keberlanjutan pengelolaan sumberdaya alam, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan peraturan dimana penangkapan dan ekspor benih lobster keluar negeri dilarang. Bukan hanya penangkapan dan ekspor benih, bahkan jual beli benih lobster untuk budidaya dalam negeri pun dilarang dilakukan, sehingga tidak ada yang dapat melakukan budidaya lobster.

Setelah Susi Pudjiastuti tidak menjabat sebagai menteri, dan digantikan oleh Edhy Prabowo, peraturan tersebut direvisi dengan peraturan baru yang isinya memperbolehkan ekspor benih lobster walau dengan syarat tertentu. Demikian pula dengan budidaya lobster, Edhy Prabowo memperbolehkan budidaya lobster walau dengan syarat harus
berada di propinsi yang sama dengan lokasi benihnya.

Akan tetapi, Edhy Prabowo tertangkap KPK karena terkait kasus suap ekspor benih lobster. Berdasarkan pemberitaan, kasus suap ini dianggap buah dari peraturan yang dibuatnya mengenai kebijakan ekspor benih lobster ini.

Pengganti Edhy Prabowo adalah Wahyu Sakti Trenggono. Di era ini, kembali, ekspor benih lobster dilarang, namun didorong untuk dilakukan pengembangan budidaya lobster.
Sehingga lalu lintas benih lobster ke tempat-empat budidaya boleh dilakukan selama berada di dalam wilayah dalam negeri.
Pada era mentri Wahyu Sakti trenggono ini pula, istilah benih lobster mulai dicantumkan pada peraturan yang dibuatnya.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah perbandingan peraturan benih lobster 3 menteri KKP di masing-masing era, yairu Susi udjiastuti, Edhy Prabowo, dan Wahyu Sakti Trenggono. Atas dasar peraturan terbaru, maka akhirnya ekspor benih lobster dilarang, dan hanya boleh diperdagangkan untuk kepentingan budidaya di dalam negeri.

Klik disini untuk download seluruh peraturan terkait benih lobster dari 3 menteri KKP.

Lalu bagaimanakah benih lobster yang dimaksud dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 tahun 2021? Klik disini untuk melihat video benih lobster yang dilarang di ekspor dari jarak dekat melalui kamera dalam air.

OPTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN BERBASIS POTENSI LESTARI SUMBER DAYA IKAN

Optimasi jumlah kapal penangkap ikan berbasis potensi lestari sumberdaya ikan adalah judul jurnal saya yang saya submit di jurnal wave milik BPPT atau Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi. Berikut adalah abstraknya.

Trend produksi ikan tahun 2016 di PPS Bungus yang terletak di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trendpenurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumber dayaikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi lestari sumber daya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumber dayaikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine.

Artikel ini merupakan abstrak jurnal yang telah dibuat oleh Yusep Sugianto dan telah diterbitkan di JURNAL WAVE BPPT.

Tips Agar Buku Anda Tetap Layak Dibaca dan Selalu Berkondisi Baik

Beberapa minggu yang lalu, teman saya datang ke rumah saya, dan dia menemukan bahwa buku-buku saya tersimpan dalam kondisi baik. Ya, saya memiliki banyak buku di rumah saya, dan saya selalu mencoba yang terbaik untuk menjaga mereka semua dalam kondisi baik. Dibandingkan dengan e-buku, saya lebih suka buku yang konvensional, yang dapat memberi saya pengalaman membaca lebih memuaskan. Memang ada orang-orang yang telah meninggalkan buku ke e-book, namun bagi saya, buku yang konvensional masih belum dapat mengalahkan sensasi membaca dan kemudahan dalam kepraktisan. Jika Anda menyukai buku sebanyak seperti yang saya lakukan tapi tidak punya petunjuk tentang bagaimana untuk menjaga mereka dalam kondisi baik, ini adalah artikel yang harus Anda baca. Saya akan senang untuk berbagi beberapa tips dengan Anda tentang bagaimana untuk menjaga buku agar tetap layak baca dan selalu dalam dalam kondisi baik.

Pertama, berapa banyak buku yang Anda miliki di rumah Anda? Dan apakah Anda memiliki cukup rak buku untuk menjaga buku-buku Anda? Jika tidak ada cukup ruang untuk menjaga buku Anda, Anda mungkin harus menambahkan rak buku baru ke rumah Anda atau menjual beberapa buku-buku lama. Namun, saya yakin bahwa sebagian besar dari Anda tidak bersedia untuk menjual buku-buku berharga.

Masalah kedua mungkin debu. Jika Anda tidak mengambil ini dengan serius, mungkin akan menyebabkan banyak masalah. Untuk menjaga buku dari debu, hal yang paling penting adalah untuk memastikan bahwa Anda telah menempatkan mereka di tempat yang tepat bukannya di kamar berangin. Jika kamar Anda berangin, Anda bisa membeli rak buku dengan kaca sehingga menjaga rak buku selalu bersih di dalam.

Ada banyak faktor yang akan membuat perbedaan besar untuk buku Anda saat Anda menjaga mereka di rumah Anda, misalnya, sinar matahari, kelembaban, dan panas. Dalam pandangan itu, sangat penting untuk memilih tempat yang tepat untuk menjaga buku-buku Anda jauh dari sinar matahari. Dan jika ada kelembaban yang berlebihan, yang akan mempengaruhi kertas buku di kamar Anda, Anda mungkin perlu untuk menjaga buku menjauh dari jendela. Untuk menghindari panas yang menyebabkan kerusakan buku Anda, pastikan buku Anda berada jauh dari sumber panas.

Ada sedikit trik bagi Anda untuk mengatur buku-buku Anda karena Anda punya banyak buku sehingga Anda bisa menemukan buku yang ingin Anda baca dalam beberapa detik. Sebagian besar dari Anda mungkin hanya menempatkan buku kembali di rak secara acak, yang menjadikan alasan mengapa Anda harus menghabiskan waktu untuk mencari buku yang Anda inginkan. Untuk mempercepat pencarian buku, sebaiknya setiap rak anda beri label sesuai dengan tema buku. Misalnya anda dapat membuat label buku autobiografi, fiksi, manajemen bisnis, sejarah, dan lain-lain.

Jika Anda meluangkan waktu Anda untuk merawat buku-buku Anda, anak-anak Anda dan cucu anda akan dapat membaca buku-buku Anda suatu saat nanti. Dab ini adalah warisan yang menakjubkan untuk anak-anak, sebab anda mewariskan ilmu kepada anak-anak anda.

Hasil Test IELTS Berdasarkan Strategi

Menyambung tulisan saya sebelumnya yang berjudul Strategi Menghadapi Tes IELTS, saya baru saja mendapatkan informasi hasil resmi tes IELTS saya. Saya mendapatkan skor 6 untuk listening, 5 untuk reading, 4 untuk writing, dan 5 untuk speaking. Jadi total skor saya adalah 5. Nilai yang cukup lumayan untuk yang baru pertama ikut tes IELTS sebelum kursus. Dan itu juga seauai dengan prediksi saya dari awal.

Hasil ini menunjukkan bahwa strategi yang saya lakukan untuk listening dan reading sudah benar. Kelemahan terletak pada writing yamg hanya dapat nilai 4. Ini terjadi karena saya tidak punya partner untuk mengoreksi hasil tulisan saya pada saat latihan, sehingga saya tidak memiliki bayangan mengenai mana yang benar atau salah dalam penulisan, grammar, atau pun kosakata. Ini berarti bahwa saran saya adalah jika menginginkan hasil yang ideal dalam writing, maka sebaiknya harus ada partner untuk menilai tulisan kita. Pun demikian halnya dengan apeaking, amda harus punya lawan bicara untuk melatih kemampuan bahasa inggris anda.

Hal lainnya dalam task writing, penulisan juga sangat berpengaruh. Saya menggunakan pensil yang tumpul dalam menulis, yang mengakibatkan tulisan saya sulit untuk dibaca. Ditambah lagi dengan banyaknya coretan-coretan dalam pemggunaan kosakata bahasa inggris. Ini juga yang mungkin memyebabkan nilaibsaya di writing tidak menggembirakan. Selain latiham dengan partner, penggunaan penail yang tajam dan penghapus yang baik sangat membantu hasil akhir di tes writing. Mudah-mudahan artikel ini dapat membantu anda semua yang akan melakukan placement test IELTS.

Kesimpulan terakhir adalah bahwa test IELTS, menurut saya adalah bukan sekedar skill saja, tapi termasuk juga adalah strategi dan konsentrasi dalam mengerjakannya. On IELTS, skill without strategy is useless, and also strategy with no skill will gaining a bad result. So, practice, practice, and practice…

 

 

 

 

 

 

 

Alasan Kita Harus Belajar IT Online

Harus kita sadari bahwa saat ini kita akan mengalami kesulitan hidup jika tidak terhubung dengan computer. Segala macam pekerjaan, bahkan hingga belanja pun kini dapat dilakukan dengan computer. Bayangkan jika kita tidak memahami sama sekali tentang computer atau IT. Alangkah susahnya hidup kita.

Namun harus kita sadari pula bahwa ketika kita sudah berusia tua dan sudah sibuk dengan pekerjaan kantor, menuntut ilmu atau belajar regular di kelas sudah tidak dimungkinkan lagi. Kita sudah tidak punya waktu untuk itu. Terobosan terbaik adalah dengan belajar secara jarak jauh kepada mentor-mentor di dunia maya.

Harus kita sadari pula bahwa semakin usia bertambah, maka daya pikir kita akan semakin berkurang. Kita sudah tidak sanggup lagi untuk belajar hal-hal yang rumit secara mendetail. Kita cenderung menginginkan  pembelajaran yang praktis. Praktis artinya adalah bahwa hasil belajar dapat langsung diaplikasikan dan tanpa perlu memahami lebih detail mengenai prosesnya.

Mau kursus IT tapi sibuk dengan aktifitas? Atau anda ingin belajar computer tanpa keluar rumah? Maka solusinya adalah bahwa anda harus belajar secara online. Itcourses online adalah alternative yang dapat diandalkan untuk belajar IT secara praktis. Anda akan sangat terbantu dengan belajar secara online. Kenapa? Karena inilah metode belajar masa kini yang memahami kesulitan anda karena aktifitas, namun tidak mengurangi kualitas dalam proses belajar mengajar sebagaimana layaknya bertatap muka di kelas.

Peserta di kursus online dapat belajar dengan cepat tanpa harus pergi ke suatu tempat untuk belajar. Dengan demikian ini tentu dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan. Pembelajaran di tempat ini menawarkan metode belajar yang sangat cepat, dimana peseta cukup berada di rumah atau café, atau dimanapun berada asal ada jaringan internet. Bahasa yang disampaikan pun sangat mudah dipahami, sehingga orang awam pun dapat mengerjakannya tanpa kesulitan yang berarti. Ada banyak keunggulan lain yang ditawarkan tempat belajar IT online ini. Selain kemudahan akses, dari sisi biaya pun relative murah dengan hasil yang memuaskan.

Pendidikan Di Kelas VS Pendidikan Online: Mana Yang Lebih Baik?

Pendidikan di kampus vs pendidikan online! Mana yang lebih baik? Bisakah yang satu sepenuhnya menggantikan yang lain? Memang tampaknya pendidikan online adalah cara pendidikan masa depan. Lembaga pendidikan, perusahaan dan organisasi pemerintah sama-sama sudah menawarkan berbagai bentuk pengajaran elektronik jarak jauh. Namun, bisakah komputer benar-benar menggantikan guru dan papan tulis?

Bagaimana orang belajar

Setiap individu memiliki bentuk pembelajaran yang sesuai dengan dirinya dan apa yang terbaik untuk mereka. Beberapa individu mencapai hasil fantastis di kursus yang diajarkan secara online, namun kebanyakan orang putus pendidikan dari pendidikan online ini. Lembaga pendidikan, serta perusahaan dalam melaksanakan pelatihan staf, harus mengakui bahwa tidak ada cara yang ideal untuk melaksanakan ajaran kelompok besar individu, dan sebagainya, karena itu harus mereka merancang program yang paling sesuai dengan kebutuhan kelompok secara keseluruhan.

Orang belajar menggunakan beberapa indera. Ini melibatkan belajar melalui kedua komponen teoritis serta interaksi sosial dengan instruktur atau guru. Siswa belajar dari kesalahan masing-masing dan keberhasilan bukan hanya dari apa yang mereka diberitahu oleh instruktur.

Masing-masing siswa memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, Instruktur dihadapkan dengan tantangan untuk merancang program yang maju sehingga para pelajar dengan kecepatan belajar lambat tidak akan tertinggal di belakang, sementara itu tidak pula bergerak sangat lambat sehingga siswa lebih cepat bosan.

pendidikan online

Dalam abad kecepatan transfer informasi yang sangat tinggi, pendidikan online menjadi sarana populer dan murah untuk memberikan pengajaran kepada individu di luar kelas, dan dalam beberapa kasus di seluruh dunia. Pengajaran bisa melalui CD, website, atau melalui fasilitas online real-time seperti webcast, webinar dan kelas virtual. Namun, metode yang berbeda dari pendidikan online masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan mereka sendiri.

Pendidikan online masih merupakan konsep yang relatif baru, dan dalam banyak hal masih dalam tahap tumbuh gigi. Dengan demikian, berbagai masalah muncul di lingkungan pendidikan online. Sebagai contoh:

1. Kurangnya umpan balik langsung dalam lingkungan belajar: Sementara beberapa lingkungan pendidikan online seperti webcast, webinar dan kelas virtual beroperasi dengan penambahan instruktur, sebagian tidak. Pengajaran yang disampaikan melalui CD atau website, meskipun memiliki keuntungan menjadi serba cepat dan mudah, namun tidak memberikan umpan balik langsung dari instruktur.

2. Diperlukan persiapan lebih pada instruktur: Dalam lingkungan pendidikan online, instruktur tidak bisa hanya berdiri di depan papan tulis dan memberikan kelas. Pelajaran di lingkungan pendidikan online harus dipersiapkan terlebih dahulu, bersama dengan catatan dan petunjuk yang dapat menyertai pengajaran.

Dalam banyak kasus juga akan diperlukan bahwa instruktur tidak hanya memahami konsep yang diajarkan, tetapi teknologi yang digunakan untuk menyampaikan ajaran itu. Oleh karena itu, hal ini perlu peningkatan keterampilan bidang teknologi informasi yang diperlukan oleh instruktur pendidikan online.

Perlu adanya kekompakan setiap lini agar pembelajaran online ini berjalan dengan lancer dan sukses. Instruktur atau pengajar harus mampu mengajar baik isi kursus dan terampil dalam penggunaan teknologi yang terlibat. Fasilitator harus dapat membantu instruktur dalam memberikan konten, dan melakukannya dari jarak jauh. Help Desk menawarkan bantuan kepada instruktur, fasilitator dan siswa dalam penggunaan perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan dalam pembelajaran.

3. Tidak semua orang merasa nyaman dengan pendidikan online: Pendidikan tidak lagi hanya dicari oleh pemuda dunia. Dengan kecenderungan orang dewasa untuk meningkatkan pendidikan berkelanjutan, ada kebutuhan untuk merancang program yang sesuai bagi siswa menurut usia, latar belakang dan variasi kepentingan. Hal ini dirasa sulit untuk merancang lingkungan pendidikan online yang cocok untuk semua orang.

4. Peningkatan potensi frustrasi, kecemasan dan kebingungan: Dalam lingkungan pendidikan online, ada sejumlah besar bagian system yang mengarah kepada kegagalan. Kegagalan Server dapat menyebabkan kegagalan operasional pembelajaran online. Software berbasis aplikasi pengajaran memerlukan komponen tertentu lainnya untuk beroperasi. Virus komputer dapat menginfeksi perangkat lunak yang diperlukan. Jika sistem ini sangat kompleks, siswa mungkin lebih memilih kemudahan pendidikan di kampus daripada sistem pendidikan online.

5. Digital Divide: Banyak orang yang tinggal di daerah terpencil dan negara-negara berkembang tidak memiliki akses ke komputer, membuat segala bentuk pendidikan online hampir tidak mungkin. Untuk alasan ini, pendidikan online hanya mampu ditargetkan pada orang-orang yang cukup beruntung tinggal di daerah yang memiliki akses online cepat. Demikian pula, pengajaran online di seluruh dunia berarti bahwa zona waktu yang berbeda dan kebangsaan yang berbeda meningkatkan permintaan untuk instruktur agar menjadi multi-terampil.

Selain itu, ada juga beberapa masalah hukum yang terkait dengan menjaga lingkungan pendidikan online. Misalnya, hukum kekayaan intelektual, terutama yang berkaitan dengan hak cipta. Misalnya, informasi pada sebuah situs web tidak selalu dianggap sebagai domain publik, meskipun tersedia untuk semua orang.

Pendidikan di Kelas

On-campus education masih bentuk yang paling umum dan tradisional. Lingkungan yang dipimpin guru di pembelajaran ini lebih pribadi daripada lingkungan pendidikan online, dan juga memiliki keuntungan yang memungkinkan untuk umpan balik segera baik ke siswa atau kepada guru.

Instruktur di lingkungan kelas modern masih dapat mengambil keuntungan dari beberapa bentuk alat pengajaran elektronik namun tetap mempertahankan suasana yang berhubungan dengan lingkungan kelas tradisional. Sebagai contoh, slide PowerPoint dapat dimanfaatkan sebagai pengganti papan tulis. Handout dapat didistribusikan melalui situs sebelum acara pembelajaran dimulai tanpa mengesampingkan siswa masih bisa berpartisipasi secara aktif dalam pelajaran.

Seperti lingkungan pendidikan online, di pendidikan di kampus dilengkapi dengan kelemahan tertentu. Misalnya dalam satu kelas bisa mencapai beberapa ratus orang dalam ukuran ruangan terbatas, Ini dapat menyebabkan pembelajaran yang tidak efektif.

Namun, lingkungan semacam ini yang paling akrab bagi siswa di seluruh dunia. Orang dari segala usia dapat mengakses lingkungan kelas merasa nyaman dengan cara kursus kelas-lari dilakukan. Siswa yang lebih tua yang mungkin tidak nyaman dengan penggunaan teknologi informasi yang tidak diperlukan untuk menavigasi jalan melalui lingkungan pendidikan online mungkin rumit, membuat On-kampus pendidikan bentuk yang paling mudah mengajar.

Pendidikan di kampus memiliki satu keuntungan yang 100% tidak dapat diberikan oleh pendidikan elektronik, yaitu interaksi sosial. Belajar berasal dari mengamati, tidak hanya apa yang tertulis pada halaman atau disajikan dalam slide. Kebanyakan siswa secara alami ingin tahu, dan akan ingin mengajukan pertanyaan kepada guru mereka. Lingkungan kelas memungkinkan siswa untuk menanyakan apa yang tidak dimengerti oleh mereka kepada gurunya maupun kepada siswa lain.

Jadi, mana yang lebih baik?

Tidak ada gaya pembelajaran yang terbaik akan sesuai dengan setiap siswa. Penelitian telah menunjukkan pendidikan online yang digunakan untuk melengkapi pendidikan On-kampus telah terbukti lebih efektif daripada program yang disampaikan sepenuhnya dengan menggunakan hanya satu metode. Pendidikan yang mengambil keuntungan dari kedua bahan pendidikan baik online maupun interaksi langsung telahmenghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan satu metode. Siswa memiliki keuntungan dari umpan balik langsung dan interaksi sosial yang datang dari lingkungan kelas, serta memperoleh kenyamanan melalui modul pendidikan online.

Akan terlihat bahwa lingkungan pendidikan online tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan pendidikan On-kampus. Tidak ada metode pengajaran yang cocok untuk semua. Gaya mengajar akan terus beradaptasi untuk menemukan metode yang paling sesuai dengan kelompok belajar. Menggunakan campuran lingkungan pendidikan online dan sesi kelas dapat memastikan bahwa pelatihan yang disampaikan akan lebih nyaman dan efektif baik bagi instruktur maupun siswa.

Fakta dibalik DUPAK dan cara Menyiasati Pembuatan DUPAK Agar Tidak Repot

DUPAK, alias Daftar Usulan Pengajuan Angka Kredit adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap pegawai negeri sipil fungsional. Pun demikian halnya dengan PNS yang berstatus guru, setiap tahun sekali mereka harus mengirimkan DUPAK. Ini merupakan syarat untuk kenaikan pangkat golongan.

Fakta dibalik penyusunan DUPAK adalah bahwa hal ini selalu menyita waktu banyak, memakan biaya, dan cenderung membuat para guru stress berat. Kenapa bisa demikian? Sebab penyusunan DUPAK ini adalah bersifat administratif  dimana semua data- data kegiatan harus dilampirkan secara otentik kepada tim penilai.

Karena sifat administratif inilah, maka akan selalu muncul kecurangan-kecurangan dalam penyusunan DUPAK. Misalnya adalah pembuatan data-data yang tidak otentik, data hasil contekan, atau lebih parah lagi adalah pembuatan SK kegiatan palsu. Maka itu tidak heran jika ada guru atau PNS yang kinerjanya biasa saja atau bahkan bisa dikatakan tidak spesial (sepertinya terlalu kasar juka disebut malas), justru pangkatnya lebih cepat naik atau nilai PAK-nya tinggi. Sementara ada PNS yang justru kerjanya cemerlang justru selalu terlambat untuk naik pangkat atau nilau PAK-nya rendah. Penyebabnya adalah PNS atau guru yang malas lebih sigap dalam menyusun DUPAK. Ketika surat edaran penyusunan DUPAK telah datang, guru atau PNS yang tidak spesial ini dengan sigap mencari data kesana kemari, termasuk mungkin membuat data-data boongan. Sementara itu PNS yang rajin malah tidak sempat menyusun DUPAK karena sibuk dalam tugas-tugas yang nyata ia kerjakan. Kadangkala kalau difikir, DUPAK ini tidak mewakili cerminan kinerja seorang PNS, namun apadaya, ini adalah aturan dari pemerintah yang harus dilaksanakan. Sebab apalagi parameter bagi pemerintah untuk menaikkan pangkat PNS jika bukan DUPAK.

Oleh karena itu, guru atau PNS yang rajin alias yang spesial sudah semestinya tidak boleh kalah cerdas dengan PNS yang tidak spesial. Ia harus dapat menyiasati agar DUPAK dapat selesai tanpa meninggalkan tugas-tugasnya. Caranya adalah ia harus lebih rajin sejak awal. Ia harus rajin mengumpulkan data ketika pertama kali ia membuat data. Ketika muncul Surat Penugasan untuk kegiatan tertentu, ia harus menyimpan kopi suratnya sesegera mungkin. Dengan demikian, ketika ada surat edaran penyusunan DUPAK, ia tidak lagi tertinggal, dan kerepotan. Ia tidak akan kalah lagi oleh PNS yang tidak spesial.

DUPAK itu mungkin bisa sangat menyebalkan, terutama jika kolega kita yang tidak spesial justru lebih bagus dalam penyusunan DUPAK-nya. Namun jika kita siasati dengan baik dan cerdas, maka sudah dipastikan bahwa hasil penyusunan kita dari awal akan berbuah hasil yang lebih baik dan lebih otentik dari mereka para guru PNS yang tidak spesial.