Category Archives: entrepreneurship

Apa Beda MARKETING dengan ADVERTISING

Anda mungkin sering menemukan banyak orang sulit membedakan antara marketing dengan advertising atau sebaliknya. Walaupun kedua ilmu tersebut sama-sama penting, tapi sangatlah berbeda. Jika Anda memahami perbedaannya dan rajin melakukan riset maka perusahaan sudah berada dalam jalur yang tepat untuk bertumbuh. Mari kita mulai dengan meneliti definisi formal dari keduanya, lalu kita telusuri lebih lanjut apa beda marketing dengan advertising.

Advertising

Advertising adalah suatu pengumuman atau pesan persuasif berbayar, publik dan non-personal oleh suatu sponsor yang jelas. Bisa juga diartikan suatu presentasi atau promosi non-personal yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk suatu produknya, yang ditujukan untuk semua pelanggan atau calon pelanggannya.

Marketing

Marketing adalah suatu perencanaan, implementasi, dan kendali sistematik dari sekelompok aktivitas bisnis, yang bertujuan untuk menyatukan semua pembeli dan penjual yang terlibat dalam suatu interaksi yang sama-sama menguntungkan.

Setelah membaca kedua definisi tersebut, maka mudah untuk mengerti bagaimana perbedaannya, dan mengapa bisa membingungkan sehingga banyak orang menganggapnya sama. Jadi coba kita uraikan lagi sedikit demi sedikit.

Advertising hanyalah satu bagian dari suatu proses marketing. Bagian tersebut adalah bagian yang mencakup aktivitas penyampaian pesan yang menyangkut bisnis, produk, atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Semua itu juga mencakup proses pengembangan strategi seperti placement, frekuensi penayangan, dan lain-lain.

Advertising mencakup placement atau penempatan suatu iklan dalam macam-macam media seperti koran, direct mail, billboard, televisi, radio, dan Internet. Advertising adalah bagian yang paling banyak memakan budget dari kebanyakan aktivitas marketing. Bagian PR mungkin adalah yang kedua memakan budget terbesar, yang bersaing ketat dengan riset marketing.

Cara terbaik untuk membedakan antara advertising dan marketing adalah mengumpamakan marketing sebagai sebuah kue, dimana di dalam kue marketing tersebut terdapat irisan advertising, riset, media planning, PR, product pricing, distribusi, customer support, strategi penjualan, serta komunitas. Advertising hanya bagian dari marketing. Semua bagian tersebut harus bekerjasama dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan secara keseluruhan.

Marketing adalah suatu proses yang butuh waktu dan menghabiskan banyak waktu untuk riset dan implementasi marketing plan supaya bisa menjadi efektif. Marketing adalah segala sesuatu yang diperbuat perusahaan untuk memfasilitasi segala interaksi yang terjadi antara perusahaan dengan konsumen atau pelanggannya. Itulah jawaban dari apa beda marketing dengan advertising.

tujuan segmentasi Pasar

Secara umum segmentasi pasar mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi bisnis dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Selain tujuan utama tersebut terdapat tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti, menigkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, dan memperkuat citra. Setidaknya terdapat 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:

1. Mendisain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Perusahaan menempatkan konsumen di tempat yang utama, dan menyesuaikan produknya untuk memuaskannya (customer satisfaction at a profit).

2. Menganalisis pasar. Segmentasi pasar membantu penjual mendeteksi siap saja yang menyerang pasar produknya.

3. Menilai peluang (niche) Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai konsep segmentasi dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang. Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar, tetapi pada masanya akan menjadi besar.

4. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnyaadalah mereka yang paham betul konsumennya. Perusahaan memahami pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.

5. Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien. Setelah mengetahui segmen yang dituju, maka perusahaan akan menentukan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan segmen yang dituju.

facebook marketing

Dalam dunia marketing, tentunya suatu bisnis membutuhkan massa yang sebanyak-banyaknya, karena massa inilah yang akan membantu menyebarluaskan informasi tentang suatu produk, jasa, ataupun merk. Word of mouth promotion lebih banyak berperan disini,dan semakin banyak massa yang mau menyebarluaskan informasi bisnis anda, maka proses pemasaran akan semakin mudah dan murah. Akan tetapi massa yang banyak adalah bukan segalanya, massa yang yang harus anda kuasai adalah massa yang sudah tersegmen dan menjadi target utama pemasaran anda. Cobalah anda untuk melakukan facebook marketing.

Bagi facebooker, tentu sudah terbiasa berbagi informasi dengan orang lain mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukannya melalui kotak status. Melalui kotak status inilah seseorang bisa tahu mengenai eksistensi seseorang, komunitas, organisasi, public figure, atau bahkan suatu bisnis. Bagi anda yang kreatif memanfaatkan kotak status, pasti anda akan menulis di halaman profile anda dengan tulisan yang menarik, unik, dan mampu mendatangkan perhatian teman-teman anda sehingga mereka berkomentar terhadap status anda.

Kreatif, menarik, dan unik. Inilah kuncinya. Dalam dunia marketing, istilah ini disebut soft marketing.

Facebook adalah media yang sangat efektif untuk memperkenalkan bisnis anda ataupun pribadi anda. Anda ingin terkenal ? Anda ingin memperkenalkan diri anda sebagai seorang ahli bidang bisnis, pembicara motivasi, pelatih sukses atau lainnya ? Atau anda ingin mempopulerkan komunitas, organisasi, atau kegiatan sosial nada ? Maka facebook adalah tempat yang bagus untuk memulai.

Tekuni dan jalankan dengan serius program pemasaran online anda melalui facebook ini, dan lihatlah hasilnya beberapa bulan kemudian.

Pertanyaannya adalah  Bagaimana memaksimalkan akun facebook untuk kepentingan bisnis kita ? Adakah tips-tipsnya? Dan seberapa sulitkah caranya ? Well, pada prinsipnya facebook marketing tidaklah terlalu sulit jika kita mengetahui beberapa tips dan strategi memaksimalkan facebook. Yang paling utama adalah tetap fokus pada visi dan misi yang akan anda sampaikan, dan tetap tidak meninggalkan prinsip-prinsip ilmu marketing.

every business is a service business

Jika anda memiliki sebuah toko, mislanya toko cell phone, toko blu-ray, toko komputer, atau toko apapun, maka sebetulnya yang anda jual bukanlah produk yang ada di toko anda. Produk anda hanyalah merupakan output dari bagian produksi saja, sedangkan yang menentukan penghasilan anda agar berkelanjutan adalah service, manfaat, dan keuntungan yang diberikan toko anda kepada para konsumen. Bukan hanya di toko saja, yang menjadi tempat akhir produk sebelum sampai ke konsumen. Setiap bisnis adalah tentang pelayanan. Every business is a service business. Buat pelanggan puas, maka mereka akan kembali lagi dan kembali lagi. Inilah yang membuat penghasilan anda berkelanjutan, dan produktivitas per transaksi anda akan stabil bahkan meningkat.

Tidak percaya ? Ok, mari kita lihat contoh kasus berikut ini.

Di suatu pusat perbelanjaan, terdapat dua buah toko film yang saling berdampingan, yaitu Toko A dan Toko B. Kedua toko tersebut menjual dan memiliki koleksi produk yang sama, yaitu produk fashion terbaru. Yang membedakan adalah bahwa jika di Toko A pelayanan para pramuniaganya hanya biasa saja, sedangkan di Toko B mengedepankan service beyond service excellent. Dan apa yang terjadi ? Ternyata banyak pengunjung yang mendatangi Toko B dibandingkan dengan Toko A, dan tentu saja omzet penjualan Toko B lebih besar daripada Toko A. Kenapa? Karena dengan service yang dilakukan oleh Toko B membuat para pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama dan berbelanja di toko tersebut. Pelanggan puas, lalu akhirnya mereka menjadi pelayan setia, dan kesetiaan pelanggan adalah omzet bagi toko.

Semua itu adalah karena service. Service-lah yang menentukan omzet penjualan dan umur toko anda, bukan produk yang anda jual. Bagaimanapun lengkapnya koleksi barang di toko anda, anda akan rentan oleh serangan kompetitor jika anda tidak memiliki bentuk service yang hebat kepada konsumen anda.

Dan ini service ini berlaku bukan hanya untuk bisnis saja. Institusi, organisasi, pelayanan publik, bahkan hingga sekolah sekalipun umurnya akan dipengaruhi oleh service kepada penggunanya.Apabila service yang diberikan dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada para penggunanya, maka dengan kekuatan word of mouth akan membuat institusi, organisasi, atau sekolah tersebut banyak dilirik orang. Banyak orang yang ingin menggunakan jasanya. Tapi apabila service-nya buruk, maka lama kelamaan institusi, organisasi, atau sekolah tersebut akan ditinggalkan, dan pada akhirnya bubar. Sama seperti toko A yang akhirnya bangkrut dan tutup karena kalah bersaing dengan Toko B dalam hal service.

Jadi apapun yang anda jual, atau bahkan apapun bidang yang anda tekuni, maka ketahuilah bahwa service menentukan hidup dan matinya usaha anda, karena pada intinya every business is a service business.

Hubungan Insentif Penjualan dengan motivasi kerja

Motivasi karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dibutuhkan perusahaan untuk kemajuan perusahaannya. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk memotivasi karyawannya. Secara umum faktor-faktor yang menentukan seorang karyawan termotivasi adalah karena pengakuan dari perusahaan atas prestasi yang diperoleh, pekerjaannya itu sendiri, pemberian tanggung jawab yang lebih besar,dan tantangan atas suatu pekerjaan. Salah satu bentuk pengakuan perusahaan adalah dengan cara memberikan insetif penjualan kepada para karyawannya. Lalu apa hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja ? Berikut adalah penjelasannya.

“Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. Kebutuhan adalah suatu keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik. Begitu tiap kebutuhan ini telah dipenuhi, maka kebutuhan berikutnya akan menjadi dominan. Meskipun tidak ada kebutuhan yang pernah dipenuhi secara lengkap, suatu kebutuhan yang dipuaskan secara cukup banyak (substansial) tidak lagi memotivasi. Karena itu jika ingin memotivasi seseorang, maka perlu dipahami sedang berada diposisi manakah seseorang itu memfokuskan kebutuhannya, atau kebutuhan yang berada diatasnya.” (Stephen P. Robbins)

Abraham Maslow berkata bahwa pada diri manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis : Yaitu rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), serta kebutuhan ragawi lainnya.
  2. Kebutuhan Keamanan : Yaitu kebutuhan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
  3. Kebutuhan Sosial : Mencakup kasih sayang, rasa dimiliki, diterima, dan persahabatan.
  4. Kebutuhan Penghargaan : Mencakup rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi, prestasi. Dan rasa hormat eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu dorongan untuk mejadi apa yang ia rasa mampu, mencakup pertumbuhan, pencapaian potensialnya, dan pemenuhan diri.

Salah satu kriteria seorang pemimpin atau manager yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan memotivasi bawahannya. Karena itu seorang atasan sangatlah penting untuk menempatkan bawahannya sebagai rekan kerja. Dengan menempatkan bawahan sebagai rekan kerja, maka secara tidak langsung akan timbul kepercayaan diri dalam diri bawahan sehingga akan lebih mudah untuk mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan.

Dalam suatu usaha toko retail modern, salah satu bentuk yang umum dalam memotivasi karyawan adalah dengan cara pemberian insentif atau komisi. Insentif adalah upah yang dibayarkan secara langsung atas dasar hasil kerjanya. Pemberian insentif merupakan suatu bentuk penghargaan perusahaan atas prestasi yang diraihnya dalam hal penjualan.Dan penghargaan itu adalah berupa uang. Insentif berbeda dengan bonus, sebab insentif memberikan gambaran kenaikan yang terus menerus, sedangkan bonus merupakan bentuk imbalan yang menggambarkan pembayaran satu kali.

Insentif penjualan berkaitan erat sekali dengan target penjualan. Apabila seorang penjual berhasil mencapai target yang ditentukan perusahaan dalam menjual produk miliknya, maka karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan insentif. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam pengaturan insentif penjualan kepada karyawannya. Dan biasanya insentif penjualan dibayarkan paling lama bersamaan dengan gaji bulan berikutnya. Pemberian insentif penjualan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas seorang karyawan. Semakin produktif seorang karyawan dalam melakukan penjualan, maka semakin besar besaran insentif penjualan yang diterima.

Setiap orang memiliki kebutuhan,dan setiap kebutuhan harus dipenuhi dengan uang. Adanya insentif penjualan maka secara psikologis akan meningkatkan motivasi karyawan dalam melakukan pekerjaan. Sebagai akibat dari termotivasinya diri mereka, maka secara otomatis kemampuan mereka akan selalu digunakan sehingga akan semakin terampil. Dan jika karyawan telah termotivasi,maka akan semakin mudah bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan mereka dalam melakukan suatu operasional toko. Itulah hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja.

cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling

Penjualan adalah suatu transaksi untuk memperoleh pendapatan dimana barang atau jasa dikirim ke seorang pelanggan untuk memperoleh imbalan dalam bentuk uang. Produk adalah suatu barang yang diproduksi dan diperjualbelikan baik berwujud maupun tidak berwujud. Secara harfiah, suggestive selling berarti saran penjualan. Ini berarti bahwa sumber daya manusia yang ada di toko dalam hal ini disebut penjual, menawarkan produk-produk yang dimilikinya kepada konsumen agar bersedia membeli produk-produk yang ditawarkan tersebut. Berikut adalah cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling.

  1. Menawarkan produk yang lebih mahal

Ini berarti bahwa karyawan toko menawarkan suatu produk yang lebih mahal dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang lebih mahal dilakukan dengan harapan pembeli tertarik untuk membeli produk tersebut, sehingga jumlah penjualan menjadi meningkat. Biasanya bentuk ini dilakukan ketika toko memiliki dua produk dengan judul yang sama, misalnya suatu toko penjual film memiliki film berjudul “Taxi” dalam bentuk DVD Rp79.000 dan Blu-ray seharga Rp. 499.000. Suggestive selling dengan cara menawarkan produk yang lebih mahal berarti maka karyawan toko akan menawarkan kepada pelanggan untuk membeli Blu-ray.

2. Menawarkan produk yang sejenis

Pada bentuk ini, karyawan toko menawarkan alternatif produk lain dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang sejenis biasanya dilakukan pada saat toko tidak memiliki stok yang diinginkan pelanggan. Ketika stok barang yang diinginkan pelanggan tidak ada, maka untuk menghindari pelanggan tidak melakukan transaksi maka karyawan toko menawarkan produk alternatif yang sejenis dengan keinginan pembeli. Pada suggestive selling bentuk ini, para karyawan toko harus memiliki pengetahuan produk yang sangat mendalam dan kemampuan berbicara yang handal. Contoh : Pada toko penjual musik, seorang pembeli berencana untuk membeli CD artis “Kenny G”, sayangnya stok yang diinginkan tersebut tidak tersedia di toko, maka karyawan toko menawarkan CD yang sejenis dengan jenis musik yang diminati oleh pembeli tersebut, misalnya menawarkan CD “Richard Clayderman”. Diketahui bahwa Kenny G dan Richard Clayderman adalah sama-sama sebagai pemusik instrumentalia.

3. Menawarkan produk baru

Menawarkan produk baru berarti bahwa karyawan toko menawarkan produk-produk terbaru yang dimilikinya kepada pembeli, sehingga diharapkan selain membeli produk yang diminati, si pembeli juga membeli produk baru yang ditawarkan tersebut. Menawarkan produk baru dilakukan setiap waktu dimulai dari kedatangan produk-produk baru tersebut. Bentuk ini lebih efektif dilakukan ketika produk yang ditawarkan sejenis dengan produk yang diminati pelanggan.

4. Menawarkan produk-produk promosi

Pada suggestive selling bentuk ini, karyawan toko memberi informasi dan menawarkan produk-produk yang sedang promosi di tokonya, walaupun tidak sejenis dengan produk yang dicari pelanggan. Dengan adanya informasi ini diharapkan pelanggan berminat untuk membeli produk promosi saat itu juga.

5. Menawarkan produk pelengkap

Pada bentuk ini karyawan toko memberikan informasi dan menawarkan kepada pelanggan mengenai produk-produk yang menunjang produk yang dibeli pelanggan. Contoh : Seorang pengunjung membeli CD Karaoke, maka karyawan toko menawarkan alat karaoke atau headphone yang berkualitas untuk menunjang produk yang dibeli tersebut.

Pada kenyataannya, betuk suggestive selling yang dilakukan oleh karyawan toko merupakan kombinasi dari semua bentuk suggestive selling yang ada, yaitu menawarkan produk yang lebih mahal, sejenis, dan terbaru. Pramuniaga memberikan suggestive selling kepada para pengunjung toko atau pelanggan pada saat mereka berada di arena display, sedangkan kasir melakukan suggestive selling pada saat pelanggan akan melakukan transaksi. Cara yang dilakukan oleh para kayawan toko ini menyebabkan penjualan menjadi efektif, untuk memaksimalkan pencapaian target penjualan.

Agar suggestive selling lebih efektif, maka dilakukan suatu strategi untuk mendukung teknik suggestive selling tersebut, misalnya adalah dengan membuat window display yang menarik, pemberian hadiah dalam jumlah tertentu, atau demo produk yang ditawarkan.

Mengetahui cara meningkatkan penjualan toko dengan Suggestive selling dengan baik dan benar dikombinasikan dengan product knowledge karyawan toko yang baik, prinsip menjual, customer service yang baik, serta sikap mental dan kepercayaan diri yang tinggi akan semakin meningkatkan bisnis toko anda.

cara Menghitung Efektifitas Customer Untuk Meningkatkan Omzet Toko

Efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai secara kualitas atau waktu. Semakin besar persentase target yang dapat dicapai, maka semakin tinggi tingkat efektifitasnya. Efektifitas berarti ketepatan sasaran. Pada suatu usaha toko retail, efektifitas customer berarti ketepatan strategi toko dalam meraih konsumen yang datang untuk berbelanja di tokonya. Ini berarti bahwa meningkatkan efektifitas customer berarti terjadi peningkatan jumlah pembeli. Harapannya adalah tentu saja, dengan adanya peningkatan jumlah pembeli maka omzet toko akan semakin meningkat. Cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko adalah sebagai berikut:

Berikut adalah contoh perhitungan Efektifitas Customer:

Jika pada bulan September Toko X dikunjungi oleh 400 orang, dan terjadi transaksi sebanyak 200 orang, maka berapakah efektifitas customer di toko X pada bulan tersebut ?

Jawab:

Nilai 0,5 berarti bahwa jumlah pengunjung yang melakukan trasaksi adalah sebesar 50% dari jumlah total pengunjung. Atau dapat dikatakan bahwa setiap harinya pada bulan September, rata-rata terjadi transaksi penjualan sebanyak 200 : 30 hari = 6,66 ~ 7 buah transaksi.

Dengan memadukan analisa antara efektifitas customer dengan Produktivitas per Transaksi, maka Toko dapat meningkatkan omzetnya melalui peningkatan Efektifitas Customer, yaitu meningkatkan jumlah pembeli. Dan pembeli dapat bertambah apabila jumlah pengunjung yang datang juga bertambah.

Berbicara mengenai jumlah, maka kita berbicara mengenai kuantitas. Nilai yang dimiliki oleh suatu kuantitas merupakan suatu nilai baku berdasarkan deret hitung. Nilai yang diperoleh ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang terjadi dan sikap mental yang terdapat didalamnya.

Pada bisnis toko retail, meningkatkan jumlah pengunjung berarti menambah nilaideret hitung yang dipengaruhi oleh perlakuan toko dalam memberdayakan man, material, method, machine, dan environment. Di tempat inilah maka marketing akan bekerja. Melalui analisa SWOT, maka toko akan membuat suatu strategi untuk menarik minat publik untuk berkunjung ke tokonya. Beberapa contoh strategi yang biasa dibuat oleh suatu toko untuk menarik pengunjung diantaranya adalah :

  1. Meberikan pelayanan pelanggan sebaik mungkin.
  2. Menciptakan, mempertahankan, dan meningkatkan kenyamanan toko.
  3. Melakukan perubahan lay out toko
  4. Melakukan program-program promosi.
  5. Melakukan demo produk

Oleh sebab itulah, maka adalah penting untuk mengetahui cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko anda.

impulse buying customer dalam operasional toko

Impulse Buying Customer dalam operasional toko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk merangsang konsumen agar membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya. Ketika seseorang datang berkunjung ke suatu toko, ada kemungkinan bahwa pengunjung tersebut ingin membeli barang sesuai kebutuhannya, atau hanya sekedar ingin melihat isi ruangan toko tersebut karena tertarik pada penataan ruangannya. Impulse buying customer bertujuan agar pengunjung yang tadinya hanya berniat untuk sekedar melihat-lihat menjadi berminat untuk membeli produk yang dimiliki toko tersebut, atau seorang konsumen yang hanya akan membeli suatu produk yang dibutuhkannya, menjadi tertarik untuk membeli lebih banyak diluar yang direncanakannya. Beberapa contoh impulse buying customer adalah : teknik pemajangan, Point of Purchase, window display, desain interior toko, dan demo produk.

Menurut penelitian, impulse buying customer didasari oleh suatu fakta dari perilaku konsumen sebagai berikut :

  1. Alasan konsumen belanja adalah karena toko menarik perhatian konsumen, toko terlihat indah, konsumen mudah mencari barang yang dibutuhkannya, dan karyawan toko yang mudah membantu dan melayani.
  2. 2/3 keputusan pembelian terjadi di toko. Ketika seorang datang berkunjung ke suatu toko, hasrat beli yang dimiliki oleh seorang pengunjung akan semakin muncul setelah pengunjung tersebut melihat fisik produk, serta memahami fungsi dan manfaat yang diterima dari produk tersebut. Dan itu terjadi di dalam toko !
  3. 55% kunjungan konsumen adalah tanpa direncanakan sebelumnya. Perbedaan swalayan dengan toko biasa adalah karena swalayan menganggap semua orang yang berkunjung adalah pembeli yang potensial. Berawal dari pemahaman ini, maka mereka akan berusaha untuk menarik perhatian konsumen agar bersedia untuk berkunjung ke dalam tokonya walaupun sebelumnya tidak berniat untuk membeli. Dengan usaha seperti ini maka logis dikatakan bahwa swalayan lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang yang sebelumnya tidak berencana untuk berkunjung.
  4. Konsumen membeli 15%-20% lebih banyak karena menarik secara visual serta sesuai dengan kondisi emosinya. Karena swalayan adalah untuk memanjakan dan memudahkan konsumen, maka ketika seseorang berencana untuk membeli suatu barang kebutuhannya secara tidak langsung mereka akan melihat barang-barang lain yang dipajang di toko. Adakalanya karena produk yang dipajang tersebut menarik maka mereka akan bersedia untuk membeli. Kondisi emosi yang dimaksud adalah keadaan yang terjadi pada diri konsumen pada saat itu, apakah sedang bersedih, gembira, marah, atau yang lainnya. Kondisi emosi tersebut sangat mempengaruhi hasrat beli konsumen, sebagai contoh di dalam suatu toko musik apabila ada seorang pengunjung yang terlihat sedang bersedih tentu akan mencari musik-musik yang sesuai dengan kondisi perasaannya,dan apabila dirasa cocok maka ia akan bersedia untuk melakukan transaksi atas produk tersebut.

Usaha-usaha dalam rangka impulse buying customer sebetulnya merupakan bagian dari strategi yang dilakukan oleh pengelola toko. Pemahaman strategi ini sangatlah komplek karena hal itu sangat berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh toko berikut dengan kesempatan dan ancamannya.

Tujuan utama dari toko adalah untuk memperoleh penjualan yang maksimal, oleh karena itu menciptakan impulse buying customer saja tidak akan cukup jika tidak timbul transaksi penjualan. Oleh karena itu untuk mendukung usaha-usaha yang telah dilakukan, maka keaktifan karyawan toko dalam melayani pelanggan sangat berperan dalam keputusan pelanggan untuk membeli produk. Para karyawan harus berupaya agar pelayanan yang diberikannya membuat konsumen merasa puas dan ingin kembali lagi berbelanja di toko anda. Ketika pelanggan sudah mulai tertarik dengan produk yang dipajang di toko, maka karyawan segera aktif melakukan suggestive selling atas produk-produk tersebut. Dengan cara seperti ini maka keputusan pembelian oleh pelanggan akan semakin cepat terlaksana. Teori yang mengatakan bahwa 2/3 keputusan pembelian terjadi di dalam toko adalah suatu hal yang logis karena hal tersebut didukung oleh keaktifan karyawan toko dalam mendekati pelanggan. Itulah penjelasan mengenai impulse buying customer dalam operasional toko.

swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda

Jika kita berusaha untuk membuka sebuah usaha, misalnya saja membuka suatu toko retail, maka tentunya kita harus melakukan suatu investasi. Investasi disini bisa saja berupa bangunan, karyawan, barang dagangan, dan bahkan suatu merk sekalipun. Dan seperti kita tahu bahwa merk merupakan aset investasi yang paling berharga dalam dunia bisnis. Kekacauan dan konflik yang terjadi di dalam internal bisnis / antar karyawan akan membuat investasi yang sudah ditanamkan akan terancam hilang. Karena itu penanganan dan tindakan pencegahan suatu konflik sangat penting dilakukan untuk melindungi aset dan investasi yang sudah ditanamkan. ini merupakan bagian dari swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. lebih tepatnya adalah analisis kelemahan yang dimiliki oleh toko kita.

Konflik adalah salah pengertian, pertentangan keinginan yang menimbulkan ketegangan, ketidakcocokan, atau perbedaan pendapat diantara karyawan. Ada yang mengatakan bahwa konflik mencakup perbedaan antara nilai sosial dan pribadi, ketidakmampuan bertindak sesuai dengan prinsip dan nilai pribadi, kurangnya komunikasi, problema yang dibesar-besarkan atau perbedaan tingkah laku karena perbedaan latar belakang kultur, agama, pendidikan, dan faktor-faktor lain.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara lain :

a. Aspek Organisasi

Aspek ini meliputi kurangnya tenaga kerja, perubahan-perubahan organisasi, perasaan kurang aman dari segi keamanan dan keselamatan kerja, tidak adanya standar pekerjaan, pembinaan karir yang kurang lancar, diskriminasi di pekerjaan,tujuan perusahaan yang kurang jelas, serta problema mengenai peralatandan instrumen antar bagian.

b. Aspek Manajerial

Aspek ini meliputi delegasi wewenang yang tidak cukup, loyalitas yang tidak utuh, manajemen yang kurang pakar, dan sentralisasi power yang terus menerus.

c. Aspek Behaviour

Biasanya behaviour mencerminkan dua kategori diatas. Secara khusus disebabkan oleh kurang baiknya komunikasi tentang bagaimana suatu informasi disampaikan, tidak disampaikan, atau justru ditutupi karena kurangnya kepercayaan di dalam organisasi.

d. Aspek lainnya

Konflik disebabkan karena organisasi yang kompleks, adanya pertentangan antara task melawan process, dan perbedaan-perbedaan di dalam nilai belief dan objektif.

Penyelesaian Konflik

Ada 3 metode yang sering digunakan dalam penyelesaian konflik, yaitu :

1. Dominasi dan Penekanan

Metode ini meliputi :

  • Kekerasan, yang bersifat penekanan otokratif.
  • Penenangan, merupakan cara yang lebih diplomatif.
  • Penghindaran, menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
  • Aturan mayoritas, mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara melaluiprosedur yang adil.

2. Kompromi

Konflik diselesaikan melalui pencarian jalan tengah yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

3. Pemecahan masalah integratif

Konflik antar karyawan diubah menjadi situasi pemecahan masalah melalui konsensus, konfrontasi, dan pengertian mengenai tujuan-tujuan yang lebih tinggi.

itulah swot analysis : faktor penyebab konflik antar pegawai di toko anda. yang merupakan analisa weakness yang ada di toko anda, harapannya adalah agar kelemahan atau weakness yang muncul di toko anda dimana pegawai yang menjadi sumber kelemahannya dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan sehingga produktifitas toko anda dapat meningkat.

Cara Menghitung Produktifitas Per Transaksi Untuk Meningkatkan Omzet Toko Anda

Dalam konteks bisnis, produktifitas adalah suatu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa bagi banyak orang dengan menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin. Produktivitas merupakan suatu ukuran sejauh mana suatu sumber daya dipergunakan dengan baik untuk menunjukan hasil tertentu yang diinginkan. Produktifitas tentunya dapat dihitung, dan jika kita berada dalam bisnis retail, maka kita perlu mengetahui cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan toko anda.

Secara filosofis produktifitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Produktifitas adalah tingkat efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. Produktifitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber produksi. Secara umum produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan satuan ukur yang digunakan (input), dan ini sifatnya adalah kualitatif.

Produktifitas per transaksi dalam suatu toko berarti kemampuan suatu toko dalam melakukan penjualan dengan cara memanfaatkan sumber-sumbernya, yaitu semua jenis produk dan jasa yang dimilikinya. Produktifitas per transaksi merupakan perbandingan antara jumlah penjualan (output) dengan jumlah transaksi (input). Secara matematika dirumuskan sebagai berikut:

Semakin besar nilai yang dihasilkan, maka produktifitasnya semakin baik. Dalam suatu usaha toko, meningkatkan produktifitas per transaksi berarti bahwa terjadi peningkatan nilai penjualan setiap transaksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui berapa produktifitas per transaksi toko kita, maka semua data terkait dengan aktifitas toko adalah sangat penting.

Berikut ini adalah contoh cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan omzet toko anda:

Suatu toko X pada bulan Januari 2021 memperoleh omzet sebesar Rp4.000,000.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 200 transaksi. Berapakah produktifitas per transaksinya ?

Jawab :

Artinya adalah bahwa pada bulan januari, setiap customer rata-rata membelanjakan uangnya di toko X sebesar Rp 20.000,00. Omzet dapat meningkat apabila produktifitas per transaksi dengan jumlah transaksi yang sama dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas per transaksi adalah dengan cara membantu pelanggan membeli produk yang terbaik, harapannya adalah mereka akan menjadi senang terhadap toko kita dan frekwensi pembelian pelanggan tersebut bertambah.