Category Archives: entrepreneurship

Kini Saatnya Melakukan Bisnis Dari Rumah

Tidak dapat dipungkiri bahwa bekerja sebagai seorang karyawan yang dituntut untuk selalu mentaati jam kerja dapat membuat rasa jenuh yang luar biasa. Gaji yang sifatnya “dibatasi” mungkin saja sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidup yang kian bertambah setiap waktu. Ketika rasa jenuh melaksanakan pekerjaan sebagai karyawan itu datang, mimpi untuk bekerja dari rumah dan membuat uang bekerja untuk kita adalah harapan yang harus dijadikan kenyataan. Karena tidak ada pekerjaan yang lebih baik dan menyenangkan selain bekerja dari rumah dengan perolehan pendapatan yang tidak terbatas. Mimpi untuk menjadi bos, dan mimpi untuk memiliki dan mengelola bisnis sendiri, dan mimpi untuk mencapai kebebasan finansial. Mimpi ini harus menjadi kenyataan!

Mimpi ini bisa menjadi kenyataan melalui  Network Marketing. Network marketing memungkinkan seseorang untuk memperoleh penghasilan yang tidak terbatas. Bahkan ketika jaringan sudah terbangun, income akan selalu diperoleh walau ia duduk santai di rumah. Tidak perlu kerja keras lagi! Kini Anda hanya tinggal menentukan apakah penghasilannya perlu ditambah atau tidak. Jika merasa cukup, maka anda tidak perlu lagi bekerja menambah jaringan, cukup dengan mengelola jaringan yang sudah ada. Namun jika ingin memperoleh penghasilan yang lebih banyak lagi, Anda tinggal mengembangkan jaringan yang sudah ada dengan merekrut tim-tim anda yang baru. Itupun dapat dilakukan tanpa kerja extra keras. Cukup bekerja dari rumah saja!

Network marketing dapat dilakukan oleh siapa saja dan tidak membutuhkan jenjang pendidikan atau gelar akademis yang tinggi. Telah banyak ribuan orang yang telah bergabung dengan industri pemasaran jaringan dan telah sukses. Network Marketing / MLM adalah seperti memiliki bisnis sendiri, tapi tanpa membutuhkan biaya tinggi untuk memulai profesi itu. Network Marketing dapat membawa Anda dari pekerjaan bergaji terbatas yang Anda benci ke kehidupan bebas stres dan membuat uang yang lebih banyak tanpa perlu keluar rumah. Cobalah dan tekuni, dijamin beberapa waktu ke depan semua mimpi diatas akan menjadi kenyataan.

Bagaimana cara mudah mendapatkan uang / modal usaha ?

Ada beberapa kalangan yang mengatakan bahwa bisnis tidak memerlukan uang. Pernyataan itu ada benarnya,akan tetapi tidak dapat dipungkiri, uang atau financial merupakan salah satu kekuatan yang signifikan dalam pengembangan bisnis. Semakin banyak uang dimiliki, maka kita akan semakin leluasa dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Tidak dipungkiri pula bahwa salah satu faktor penyebab kegagalan seseorang dalam berbisnis adalah masalah kekurangan finansial. Tidak sedikit orang menunda atau membatalkan keinginannya untuk berbisnis, hanya karena tidak memiliki uang atau modal. Padahal, mendapatkan uang untuk modal usaha itu sangatlah mudah.

 Bagaimana cara mudah mendapatkan uang / modal usaha ?

Cara termudah untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan cara mengajukan pinjaman kepada perusahaan jasa keuangan, baik bank atau perusahaan swasta lainnya yang bergerak di bidang peminjaman modal.

Perlu dipahami bahwa biasanya meminjam modal ke bank biasanya agak rumit persyaratannya, selain pihak bank akan memverifikasi rencana usaha yang akan dilaksanakan, meminjam di bank pun membutuhkan jaminan. Belum lagi jika seorang peminjam sudah termasuk dalam kategori bad credit loan, maka ia akan sulit untuk memperoleh pinjaman bank.

Alternatif peminjaman selain kepada bank adalah kepada perusahaan jasa keuangan swasta lainnya yang  masih bersedia memberikan personal loan walau ia tergolong dalam people with bad credit. Biasanya perusahaan ini tidak memberikan persyaratan agunan, dan pengajuannya pun tidak serumit bank.

Dampak Self-Esteem Bagi Kehidupan Pribadi

Studi menunjukkan bahwa setidaknya 85% atau lebih dari penduduk dunia menderita perasaan kurang percaya diri. Meskipun orang mungkin berpikir bahwa tantangan tersebut hanya karakteristik dari anggota sosio-ekonomi yang buruk, tidak berpendidikan, atau lebih rendah dari masyarakat, orang-orang dari semua lapisan masyarakat dapat menderita tantangan situasional atau lebih luas dengan tingkat mereka diri.

Banyak orang tidak memiliki kepercayaan diri di beberapa bidang kehidupan mereka. Mungkin mereka mengalami rendah diri berkaitan dengan penampilan fisik atau sesuatu yang dipakainya.
Banyak orang “sukses” didorong untuk berhasil atau terlihat berhasil. Untuk itu mereka mengkompensasi dirinya dengan penampilan diri menggunakan perhiasan yang terlihat mewah tapi replica, seperti menggunakan omega replica watches atau cartier replica.

Memakai produk-produk replica seperti jam tangan memberikan mereka tambahan kepercayaan diri tanpa membuat keuangan terkuras. Hal ini biasanya dilakukan para professional yang dituntut oleh lingkungan sosialita mereka.

Dengan menaikkan kepercayaan diri, walau dengan menggunakan replica breitling watches misalnya, akan diperoleh berbagai manfaat dalam kehidupan profesional dan pribadi mereka. Mereka yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi lebih efektif dalam komunikasi dan lebih cenderung untuk membangun hubungan yang lebih bermanfaat. Orang dengan kepercayaan diri yang lebih memiliki harapan lebih positif untuk masa depan. Mereka merasa lebih baik tentang kemampuan mereka untuk mencapai suatu hasil sehingga mereka lebih proaktif, dan lebih terfokus dalam melakukan suatu tindakan.

Pekerja Teredukasi dan Pekerja Tidak Teredukasi

Bagi kaum pria, bekerja adalah suatu kewajiban. Apalagi jika sudah menikah, bekerja sudah merupakan kewajiban yang utama dimana setiap langkah dan keringat yang keluar akan menjadi suatu berkah pahala bagi dirinya maupun keluarganya. Akan tetapi bekerja tidaklah mudah, dan bagi sebagian orang, bekerja bukanlah hanya semata-mata menggerakkan tangan atau kaki sehingga keluar keringat yang berubah menjadi uang. Bagi sebagian orang, bekerja adalah berfikir, berinovasi, dan mengembangkan kreatifitas.

Disinilah letak perbedaan antara pekerja yang teredukasi dengan pekerja yang tidak teredukasi. Pekerja yang tidak teredukasi mendefinisikan bahwa bekerja adalah sesuatu yang menghasilkan keringat secara nyata. Biasanya mereka membutuhkan kekuatan otot ketika sedang bekerja. 95 persen waktu mereka digunakan untuk beraktifitas menggunakan otot di luar ruangan. Sedangkan bagi pekerja teredukasi, definisi bekerja telah berkembang luas. Bekerja tidak hanya menggunakan otot. Bekerja bagi mereka adalah menggunakan seluruh kemampuan otaknya untuk menghasilkan dan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Kreatifitas adalah kunci utama bagi pekerja yang teredukasi.
Keringat yang keluar dari pekerja teredukasi ini tidak terlihat, bahkan rasa lelahnya pun tidak terlihat. Wajar saja, karena mereka hanya “sekedar” duduk di depan computer dalam ruangan ber-AC. Mungkin selama 8 jam kerja setiap harinya, mereka tidak pernah keluar gedung. Apalagi mengangkat beban-beban berat.
Lalu manakah yang akan kita pilih? Sebelum menjawab itu, Ada kunci yang harus dipegang, yaitu:

“Pekerja teredukasi akan lebih cepat naik karir, sedangkan pekerja tidak teredukasi tidak ada karir sama sekali.”

Dengan demikian sudah sangat jelas, bahwa kita harus menjadi pekerja yang teredukasi. Menjadi pekerja teredukasi akan menjamin masa depan diri kita maupun keluarga kita. Lalu bagaimanakah caranya agar menjadi pekerja yang teredukasi? Belajar adalah kuncinya. Belajar di jenjang formal seperti sekolah tidak boleh disia-siakan. Belajar di jenjang non formal seperti kursusu harus dimanfaatkan. Jika masa depan ngin bagus, maka jadilah pekerja yang teredukasi.

Satu-Satunya Pembeda Antara Pemenang dan Pecundang

Saudara, mungkin tulisan tentang pemenang dan pecundang ini adalah yang paling penting dari semua tulisan yang selama ini telah saya buat. Saya ingin menyampaikan satu gagasan tunggal yang sangat menentukan apakah anda akan sukses sebagai pemenang, atau tetap membeku tidak kemana-mana sebagai (maaf) pecundang.
Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah indormasi tentang seorang pengusaha online, dia bisa memiliki bisnis sukses luar biasa dengan omset ratusan juta rupiah per bulan. Dia memiliki beberapa karyawan dan mengembangkan usaha online ke bidang-bidang yang lebih luas. Dia menjadi manusia bebas sekarang, dengan limpahan passive income yang semakin lancar mengalir ke kantongnya.
Saya tanya ke dia, apakah ada ‘strategi ajaib’ yang dia lakukan? Dia jawab, tidak ada. Dia hanya melakukan apa yang diinstuksikan oleh hatinya dan konsisten menjalankannya.
Saya kagum dengan hasil tersebut. Dari apa yang dia jelaskan, saya tahu cara bisnis dia sama persis dengan yang selama ini saya lakukan. Sama persis.
Tapi belum selesai saya dengan semua rasa itu, saya dengar lagi suatu berita yang berseberangan. Seorang pengusaha online yang belum sukses dan banyak mengeluh.
Saya balik tanya ke dia, apa saja yang sudah dia lakukan agar berhasil? Yang mengejutkan, dia bilang begini:
“Saya memang belum melakukan apa-apa. Karena menurut saya, ilmu anda sudah basi. Saya sudah tahu semua materi yang anda ajarkan. Tidak ada hal baru. Jadi saya pikir, SMUO anda pasti tidak ada gunanya! Jadi kembalikan duit saya!”
Pikir saya, satu lagi pecundang dilahirkan di muka bumi ini.
Saudara, setelah membaca cerita singkat tadi, tahukah anda mengapa seseorang bisa berhasil dan mengapa yang lainnya tidak? Mengapa seseorang bisa menjadi pemenang, sedangkan yang satunya menjadi pecundang? Padahal, ilmu yang mereka miliki sama, fasilitas yang mereka dapatkan sama, modal mereka pun tidak jauh beda. Intinya mereka memulai start benar-benar dari posisi yang sama.
Jawabannya hanya satu kata… ACTION!

ACTION adalah satu-satunya pembeda, antara pemenang dan pecundang.

Anda tidak bisa sukses hanya dengan membaca.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan belajar.
Anda tidak bisa sukses hanya dengan berdoa.
Tidak dengan bicara, tidak dengan meminta.
Anda hanya bisa sukses jika anda mau bertindak. Melakukan action, sekecil apapun awalnya, yang penting anda konsisten melakukannya. Anda tidak punya pilihan lain.
Anda tidak perlu mencari metode yang sempurna, canggih ataupun kompleks. Cukup jalankan satu cara sederhana, dan ulangi terus hingga anda menuai keberhasilan. Sangat banyak kisah sukses bisnis yang dijalankan dengan konsep yang sangat sederhana. Di dunia online maupun offline.
Ilmu apapun yang anda beli, seberapapun mahalnya, seberapapun bagusnya… dia hanya sampah jika anda tidak melakukan sesuatu terhadapnya. Itulah kenapa akhir-akhir ini banyak sekumpulan pecundang yang menyebut ebook bisnis adalah ebook sampah. 100% mereka benar! SMUO menjadi seonggok sampah karena mereka tidak mau melakukan action.
Bukan hanya itu, mereka cenderung ingin menjatuhkan orang lain. Bukannya melakukan sesuatu yang produktif dan berguna bagi bisnisnya, mereka justru melakukan apapun untuk menggalang teman (sesama pecundang) dan menjatuhkan ‘lawan’. Menyedihkan, karena begitu banyak waktu produktif yang telah mereka buang sia-sia.
Impian tanpa action hanyalah mimpi! Hanya action yang akan membuat semua impian anda, seliar apapun, menjadi kenyataan. Tidak ada yang terlalu bombastis, tidak ada yang terlalu muluk. Apapun bisa dicapai asal anda percaya dan melakukan action.
Action yang anda lakukan sekarang akan menjadi penentu kesuksesan atau kegagalan anda di masa depan. Mutlak, hukum alam memang seperti itu. Anda tidak punya pilihan lain.
Lalu, bagaimana menumbuhkan semangat action pada diri kita?
Saudara sesama pejuang bisnis, saya sering memikirkan cara apa yang bisa saya lakukan, yang bisa menggerakkan motivasi seseorang untuk melakukan ACTION demi kesuksesan mereka. Dengan pengetahuan yang saya miliki, dengan semua rekan yang saya kasihi, saya berpikir sangat-sangat keras mencari solusinya.
Dan akhirnya saya menemukan jawabannya. Saya merancang sebuah program sederhana yang akan mengingatkan kita akan pentingnya action dalam kehidupan bisnis kita. Untuk itulah, hari ini saya luncurkan sebuah kampanye sukses. Sebuah kampanye sederhana yang bisa anda ikuti untuk membantu anda tetap termotivasi dan bersemangat saat berjuang menggapai kesuksesan dalam bisnis di internet. Bukan hanya itu, anda juga bisa menularkan semangat itu ke setiap orang yang mengunjungi blog anda.

Menerapkan Semangat Wirausaha Dalam Mencari Karyawan

Jiwa wirausaha harus ada dalam setiap individu agar menghasilkan kinerja yang tinggi bagi organisasi, bukan unruk diri sendiri. Dalam penciptaan kembali oganisasi wirausaha perlu mendefinisikan kembali manajemen dengan melibatkan kombinasi dalam merekrut orang yang menunjukkan perilaku wirausaha dan melatih karyawan yang telah siap untuk memikul tanggung jawab yang dituntut perusahaan.
Ada 10 kualitas kewirausahaan yang perlu dimiliki seorang wirausaha, yaitu :
• Menyadari, senantiasa waspada dan tetap proaktif
• Menangkap dan memanfaatkan keuntungan dari ketidakpastian
• Mencari apa yang hilang dari pasar
• Beradaptasi, mengadopsi, meningkatkan, mengubah atau merancang kembali
• Penuh gairah mengejar peluang-peluang yang terpilih
• Menumbuhkan disiplin untuk menindaklanjuti
• Fokus pada hal-hal yang spesifik tetapi dengan fleksibilitas
• Memberdayakan energi dari keseluruhan jaringan kerja (network)
• Menerima bahwa kesalahan membuat kemajuan
Membentuk karakteristik kewirausahaan dan mengembangkan atribut kepemimpinan wirausaha pada setiap tingkatan organisasi merupakan kunci pembentukan organisasi. Salah satu cara untuk membangun kepercayaan adalah dengan menunjukkan karakter yang baik meliputi keyakinan, nilai, kemampuan dan sifat.
Menciptakan budaya kewirausahaan merupakan upaya nyata membentuk human capital (sumber daya manusia) untuk menjaga martabat dan harga diri, melepaskan diri dari subordinasi dan ketergantungan, serta mengembangan social control sebagai modal ketangguhan membanguan economic capital.

Pelajaran Bisnis dari Google

Siapa yang tidak mengenal Google? Mungkin dia adalah teman yang pertama kali Anda kunjungi saat pertama kali mengenal internet. Google adalah salah satu contoh perusahaan yang sukses berkat adanya inovasi yang terus-menerus. Google didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin pada 4 September 1998 ketika mereka masih menjadi mahasiswa di Universitas Stanford. Berawal dari sebuah mesin pencari Google kini telah menjadi perusahaan internet terbesar yang menciptakan berbagai layanan dan aplikasi.
Tentu dibutuhkan perjalanan yang panjang untuk menjadi Google seperti sekarang ini. Dibutuhkan kerja keras dan inovasi yang terus menerus untuk senantiasa berkembang. Google menerapkan beberapa kebiasaan unik yang dikembangkan untuk menumbuhkan budaya inovasi dan kreativitas di lingkungan perusahaannya. Salah satunya adalah dengan mengadakan pertemuan mingguan. Dalam pertemuan itu semua karyawan Google dari seluruh dunia bebas memberikan pertanyaan kepada para eksekutif Google, baik secara langsung maupun melalui email. Dalam pertemuan itu para karyawan juga berhak memberikan kritik atau saran dan juga menyampaikan ide-ide kreatif pada para pemimpin perusahaan.
Berikut adalah beberapa nasihat dan tips sukses perusahaan Google dalam berbisnis yang disampaikan CEO Google, Larry Page, seperti dikutip dari Wired.com :
1. Lakukan Hal “Gila”
Dalam mendorong timnya untuk berinovasi, Larry Page selalu memberi nasihat “Jika tidak melakukan hal-hal gila, kamu melakukan hal-hal yang salah.” Mungkin ungkapan tersebut sangat sesuai di dunia perusahaan, khusunya yang bergerak di bidang teknologi kreatif. Banyak perusahaan yang setelah menjadi besar kemudian lengah dan lupa untuk berinovasi. Hal ini sangat dihindari oleh perusahaan Google. Setiap karyawan Google dituntut untuk “Think Big” atau selalu berpikir kreatif, untuk menemukan dan melakukan hal-hal yang tidak biasa.
Sejak kecil Larry Page mempunyai mimpi kelak ingin menjadi seorang penemu. Dia tidak hanya sekedar ingin menciptakan produk yang hebat, tetapi juga ingin mengubah dunia. Dan terbukti mimpi itu terwujud dan tetap hidup hingga kini yang dia wujudkan bersama Google. Kepuasan adalah ketika dia dan timnya bisa mengembangkan inovasi 10 kali lipat dari yang telah mereka kembangkan sebelumnya. Jadi tidak mengherankan jika inovasi adalah inti utama dari bisnis Google. Kita bisa melihat dari layanan Google seperti Gmail. Layanan email yang menawarkan kapasitas penyimpanan 100 kali lipat lebih besar dibanding dengan kapasitas yang diberikan oleh layanan-layanan email lainnya.
Berbagai layanan Google lainya juga muncul dari ide-ide “Gila”. Seperti yang kita lihat saat ini, seperti layanan penerjemah berbagai bahasa Google Translate. Layanan peta Google Maps dan yang terbaru adalah layanan penyimpanan data berbasis internet dan cloud computing, Google Drive. Dan tentu layanan berbagi video YouTube, sistem operasi Android, dan browser Chrome yang sangat menarik dan telah digunakan jutaan orang di dunia. Semua berawal dari ide-ide “Gila” yang di wujudkan.
Informasi terbaru Google dikabarkan sedang membangun sebuah proyek dan lab khusus bernama Google X. Lab tersebut berisi berbagai fasilitas yang dibuat untuk mendukung riset Google untuk menciptakan beragam teknologi masa depan. Seperti mobil yang dapat berjalan sendiri serta kacamata berbasis teknologi Augmented Reality.
2. Inovasi Harus Sejalan Dengan Komersialisasi
Satu lagi nasihat CEO Google, Larry page dalam berbisnis adalah, Inovasi yang dilakukan harus diikuti dengan langkah komersialisasi. Kita dapat mengambil pelajaran dari perusahaan Xeroc PARC, salah satu anak perusahaan Xerox Corp. Didirikan pada tahun 1970, Xerox PARC terkenal dengan berbagai inovasi di bidang teknologi dan hardware. Beberapa dari inovasi yang dibuat Xeroc PARC memegang peranan penting dalam perkembangan dunia komputasi modern, di antaranya seperti Ethernet, Graphical User Interface (GUI), serta teknologi printer laser.
Sayangnya Xeroc PARC tidak terlalu fokus pada komersialisai. Itulah yang membuat perusahaan tersebut gagal. Larry memberikan contoh berikutnya, yaitu perusahaan Tesla. Tesla adalah salah satu perusahaan yang dia kagumi. Tesla bergerak dalam mengembangkan mobil inovatif. Namun pada akhirnya perusahaan yang didirikan oleh Nikola Tesla tersebut gagal. Disebabkan karena terlalu fokus pada inovasi. Tesla menghabiskan 99 persen tenaganya untuk mengembangkan produknya agar disukai banyak orang.
Dari contoh kedua perusahaan di atas, kita dapat mengambil peajaran. Bahwa setiap perusahaan membutuhkan dua hal untuk sukses dan berkembang, yaitu inovasi dan komersialisasi.
3. Jangan Terlalu Fokus Pada Persaingan
Berbeda dengan perusahaan-perusahaan lainya, Google menerapkan filosofi untuk tidak terlalu fokus pada persaingan. Google lebih memfokuskan diri pada pengembangan produk dan layanan-layanannya, bukan hanya fokus pada persaingan dan kompetisi.
“Apa yang menarik dari bekerja jika hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengalahkan perusahaan lain yang melakukan hal yang sama dengan kita? Itulah yang membuat banyak perusahaan jatuh secara perlahan. Mereka cenderung melakukan hal yang sama dengan yang pernah mereka lakukan dan membuat beberapa perubahan kecil.” kata Larry Page.
Menurut Page, memang wajar jika banyak orang selalu fokus dan ingin mengerjakan hal-hal yang menurut mereka yakin tidak akan gagal. Namun lebih dari itu, untuk mencapai kesuksesan, sebuah perusahaan teknologi perlu membuat suatu perubahan yang besar.
Kita bisa melihat ketika Google merilis layanan Gmail. Saat itu Google masih sebatas menjadi perusahaan mesin pencari. Menciptakan layanan email berbasis web merupakan suatu lompatan yang besar bagi Google. Apalagi Gmail berani menyediakan kapasitas penyimpanan email yang berkali-kali lipat lebih besar jika dibandingkan penyedia layanan email serupa pada saat itu.
Pada saat Google mengembangkan Gmail. Sudah ada beberapa perusahaan lain yang memiliki mesin pencari. Gmail tidak akan ada jika Google hanya fokus untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan mesin pencari tersebut. Google lebih memilih untuk fokus mengembangkan produk-produk dan layanannya.
Itu tadi tiga hal Nasihat CEO Google Dalam Berbisnis. Kita dapat mengambil pelajaran dari nasihat-nasihat tersebut untuk mengembangkan dan menggapai visi bisnis yang sekarang sedang kita geluti. Semoga bermanfaat.

Lakukan Restrukturisasi Hutang Anda, Atau Anda Akan Benar-benar Bangkrut

Adalah suatu hal yang wajar jika suatu bisnis memiliki hutang. Akan tetapi hutang bisnis tersebut menjadi tidak wajar jika ternyata hutang tersebut tidak sesuai dengan operasional bisnis. Dengan kata lain, cicilan hutang tidakdapat ditutup dengan pendapatan bisnis. Lebih parah lagi jika hutang-hutang tersebut tidak terbayar yang mengakibatkan jumlah bunganya melebihi jumlah pokok hutangnya.

Jikaitu terjadi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemilik bisnis, yaitu:
1. Menjual bisnisnya kepada investor lain.
2. Restrukturisasi hutang.

Menjual bisnis kepada investor yang lain dapat menyelesaikan solusi hutang bisnis yang menumpuk, akan tetapi konsekuensinya adalah anda tidak dapat lagi mengendalikan bisnis anda secara penuh. Bagi entrepreneur yang sangat cinta akan bisnisnya, pilihan ini adalah pilihan yang sangat berat.

Pilihan kedua, yaitu restrukturisasi hutang adalah pilihan yang ideal bagi entrepreneur skala menengah atau kecil yang masih cinta dan berkeinginan untuk tetap mengendalikan bisnisnya secarapenuh. Restrukturisas hutang biasanya dilakukan dengan cara menyewa bankruptcy law firm. Firma hukum inilah yang nantinya akan berperan sebagai wakil pengusaha pemilik hutang untuk melakukan negosiasi dengan pemilik piutang mengenai perubahan tagihan hutang. Firma hukum ini akan berusaha semaksimal mungkin agar hutang dapat realistis untuk dibayar dan tetap mempertahankan bisnis agar bisa berjalan terus.

Satuhal yang harus digarisbawahi, jika anda menginginkan bisnis anda tetap dalam kendali anda, maka jangan jual bisnis anda utnuk menutup hutang. Lakukanlah restrukturisasi hutang dengan bantuan bankruptcy law firm.

Menyongsong Tahun 2014

Tahun 2013 sebentar lagi akan berakhir. Sudah banyak yang telah kita lakukan dan tentu sudah banyak pula profit yang kita terima sepanjang tahun 2013 ini, Namun pertanyaannya adalah apakah itu sudah memberikan kepuasan? Apakah pendapatan yang diperoleh di tahun 2013 ini telah sesuai dengan target yang direncanakan sebelumnya? Jika sudah, apa yang harus dilakukan di tahun 2014? Jika belum mencapai target? Apakah target itu realistis untuk tetap dilaksanakan di tahun 2014atau ada restrukturisasi target yang lebih realistis? Dalam prinsip bisnis, realistis atau tidak, yang penting anda harus punya rencana. Jika tidak, maka anda akan seolah-olah berjalan tak tentu arah. Tentukan target bisnis untuk tahun 2014!
Mungkin saja di antara kita masih ada yang kecewa dengan target yang belum tercapai di tahun 2013 ini. Tapi, kekecewaan ini harus segera diatasi. Waktu sangat berharga karena ia tidak bisa diputar ulang. Masih ada waktu tersisa 2 bulan ke depan. Jangan tunggu lebih lama lagi.Lakukan segera action yang nyata untuk mengejar target yang tertinggal. Bersikaplah realistisakan sia target yang masih ada. Jika memang pada faktanya nanti tidak dapat mencapai target, setidaknya dalam dua bulan ke depan ada peningkatan proses operasional dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Peningkatan proses ini dapat dijadikan acuan untuk pelaksanaan operasoanl di tahun depan
Menyongsong tahun 2014
Untuk menyongsong tahun 2014, segarkan pikiran dan ciptakan peluang-peluang baru! Kembangkan berbagai kreativitas baru dalam bisnis. Tinggalkan strategi lama yang sudah usang dan tidak mendatangkan hasil, dan mulai gunakan strategi baru. Terbukalah pada perubahan!
Jika anda punya tujuan, petakanlah! Susun berdasar jangka waktunya. Ada jangka panjang, menengah, dan jangka pendek, kemudian jalankan. Tetapi, jangan lupa juga untuk menjalaninya secara alami. Jangan sampai target-target itu justru membelenggu anda. Jangan biarkan diri anda tertekan karena banyak target jangka pendek yang tidak terpenuhi sehingga merasa khawatir gagal meraih apa yang sudah diidam-idamkan. Ini bahaya!
Tujuan hanyalah poin-poin atau jalur penanda. Kurang lebih seperti rambu lalu lintas yang akan membantu anda agar tidak tersesat atau menuju arah yang salah. Jadi, cobalah bersikap lebih terbuka dan fleksibel. Rebut setiap kesempatan yang membantu anda ke arah tujuan. Lakukan hal-hal yang sekiranya realistis dan dapat anda lakukan.
Di bawah ini ada beberapa hal yang bisa anda renungkan:
1. Biarkan setiap kejadian merubah hidup anda. Anda harus mau berkembang karena andalah orang yang menciptakan dan menghidupkan adanya perubahan itu. Terbukalah pada pengalaman-pengalaman yang sebelumnya pernah anda alami. Anda harus mau belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalu…
2. Proses itu lebih penting dari hasil. Jika hasil mengendalikan proses, kita hanya akan jalan di tempat. Kita akan selalu terpaku di tempat kita ada sekarang. Tidak berkembang! Sebaliknya, jika proses mengendalikan hasil, meski kita belum melihat tujuan kita, tapi kita tahu pasti kita akan sampai disana. Yakinlah!
3. Mulailah dari manapun anda berada. Ketidaktahuan untuk memulai dari mana sering membuat kita tidak beranjak. Ambillah inisiatif untuk menangkap peluang baru. Lakukan dari manapun anda berada, sekarang juga!
Jadi, tentukan target dan tujuan anda tahun ini. Andalah yang menjadi penuntun target. Andalah pusat dari target-target anda. Andalah yang mengendalikannya, bukan target yang mengikat anda. Dan, jangan pernah berhenti berubah… ke arah yang lebih baik tentunya…

Hal-Hal yang Membuat Penjualan Gagal dan Solusinya

Penjual harus selalu menjadi pengendali dalam setiap langkah yang diambil oleh calon pembeli. Termasuk ketika penjualannya menghadapi serangkaian kendala dan permasalahan yang bisa menghambat proses transaksi. Tentunya tidak dengan harus memperlihatkannya kepada calon pembeli tersebut. Ada penjual yang berhasil membawa calon pembelinya sukses melakukan transaksi. Namun, ada pula yang tak sengaja menjerumuskan rencananya sehingga rencana penjualanmenjadi gagal.
Ada beberapa hal bisa membuat seorang penjual mengalami kegagalan dalam menjual.Penjual yang ingin sukses sebaiknya bisa mengatasi hal-hal berikut ini:
Ketakutan
Ketika presentasi penjualan sudah mulai tak terkendali, hal yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan. Namun, terkadang seseorang justru menghadapi ketakutan ketika hendak mengambil keputusan itu. Akibatnya, ia tak melakukan perubahan dan secara perlahan membawa presentasinya dan juga tujuan bisnisnya menuju kegagalan. Solusi untuk menghadapi ketakutan ini yaitu melakukan perubahan dan jangan takut untuk mencoba.
Kebingungan
Kebingungan bisa ditimbulkan dari ketidakpahaman atas masalah yang sedang terjadi atau karena tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk memberikan solusi. Bila seorang penjual dilanda kebingungan, ia tidak akan bisa melakukan pengendalian kepada calon pembeli,sehingga transaksi akan cenderung gagal. Untuk itu, sebaiknya penjual berusaha menyiapkan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban seputar masalah-masalah yang diperkirakan akan terjadi.
Kepercayaan
Menjual sesuatu kepada pelanggan tidak hanya sebatas menjual produk saja, akan tetapi harus bersama dengan kepercayaan. Bahkan prinsip menjual yang utama adlah bahwa anda harus menjual kepercayaan, nukan produk anda. Orang yang membeli produk anda adalah orang yang percaya kepada anda, karena itu anda harus mempertahankan kepercayaan tersebut. Jika tidak, maka akan bisa membawa bisnis Anda pada kegagalan. Selalu pantau pelanggan yang pernah bertransaksi dengan anda secara rutin. Lakukan evaluasi dan jangan segan untuk memberikan pertanyaan seputar pemanfaatan atau kendala dari produk yang mereka beli dari anda. Berikan mereka solusi atas permasalahan mereka.