Category Archives: investasi

Cara Cerdas Mengamankan Uang Anda

Berapa uang yang anda kumpulkan selama anda bekerja? Dimanakah anda menyimpan uang tersebut? Apakah disimpan di bank, dalam bentuk giro, atau dalam bentuk emas? Jika anda menyimpan uang hasil jerih payah anda di bank, saya sarankan untuk segera memikirkan dipindahkan ke bentuk lain. Kenapa? sebab menyimpan uang di bank saat ini menurut saya adalah konyol.

Saat ini bank sepertinya sudah teredefinisi bukan sebagai tempat untuk menabung, melainkan sebagai tempat untuk kemudahan dan keamanan bertransaksi. Betapa tidak. Saat ini dengan satu jari saja anda bisa dengan mudah melakukan pembelian suatu barang. Anda tidak perlu mengeluarkan uang, namun yang pasti saldo anda akan menjadi berkurang. Bank sat ini tidak ada bedanya dengan dompet virtual. Anda hanya perlu satu kartu di dompet anda, atau aplikasi bank di handphone android anda. Jadi, menyimpan uang di bank saat ini bukan pilihan yang cerdas dalam menginvestasikan atau mengamankan uang anda. Belum lagi jika anda melihat biaya administrasi bulanan yang nilainya justru lebih besar (walau tidak kelihatan) dari bunga simpanan anda. Secara perlahan uang yang anda simpan akan semakin menurun. Sekali lagi, menyimpan uang di bank bukanlah pilihan yang cerdas untuk mengamankan uang anda. Pun demikian halnya menurut saya dengan produk-produk perbankan lainnya seperti giro atau deposito.

lalu bagaimana dengan emas? ya, banyak orang berpendapat bahwa menyimpan atau mengamankan uang dalam bentuk emas adalah solusi yang lebih aman. Benarkah begitu? Jika dibandingkan dengan menyimpan uang di bank, maka menyimpan uang dalam bentuk emas memang benar lebih aman. Bahkan dengan harga emas yang cenderung stabil, mengamankan uang dalam bentuk emas adalah pilihan yang lebih tepat dibandingkan dengan menabung di bank. Tapi pertanyaannya adalah? Apakah itu pilihan yang paling tepat dan paling aman? Menurut saya tidak! Kenapa? Mengamankan uang dengan emas memang akan tidak berkurang jika dilihat dari sisi value atau nilai. Kita tahu bahwa emas merupakan produk finansial yang paling stabil. tapi ingat, menyimpan emas dalam jumlah banyak di dalam rumah akan rentan terhadap pencurian atau perampokan. Jika anda mengalami nasib naas, misalnya rumah anda disatroni maling, emas yang sudah anda kumpulkan akan hilang begitu saja. Dan anda akan menangis sejadi-jadinya. Emas memang lebih aman daripada bank, namun bukan yang paling aman.

Lalu apa yang paling aman dalam mengamankan uang anda? Saya berpendapat bahwa yang paling aman adalah mengamankan uang anda dengan cara membeli property. Apa properti yang dimaksud? Ya banyak, bisa berbentuk tanah, rumah, ruko, atau lainnya. Kenapa disebut paling aman? Jika anda membeli property, maka :

  1. Uang anda tidak akan mudah terpakai karena uang anda tidak mudah keluar semudah menggesekkan kartu debit atau transaksi online.
  2. Uang anda tidak akan menurun jumlahnya karena biaya administrasi, karena di property tidak ada biaya administrasi bulanan seperti di bank.
  3. Anda akan terhindar dari resiko pencurian atau kemalingan, tidak seperti emas yang anda taruh di bawah bantal setiap tidur.
  4. Nilai uang yang anda simpan tidak akan berkurang, namun justru akan bertambah. Inilah kerennya mengamankan uang dalam property. Bukan hanya aman, namun juga justru akan semakin berkembang.

Contoh konkrit: Jika anda mempunyai uang sebanyak Rp. 50.000.000, 00, apa yang akan terjadi dua tahun kemudian:

  1. Jika anda simpan uang itu di bank, maka dua tahun kemudian uang tersebut akan berkurang sangat jauh. Anggaplah tidak ada transaksi belanja atau hal lainnya (dan saya rasa itu tidak mungkin). Uang anda akan berkurang karena biaya adminitrasi bulanan. Apalagi jika rekening anda sudah terafiliasi dalam aplikasi android. Saya pastikan uang anda akan habis bahkan belum sampai dua tahun.
  2. Jika anda simpan uang itu dalam bentuk emas, anggap selama dua tahun itu rumah anda tidak kemalingan (walau saya yakin ada rasa was-was apalagi jika ditinggal bepergian), maka uang anda akan tetap Rp. 50.000.000,00. Bertambah mungkin sedikit, dan berkurang pun mungkin sedikit jika dibandingkan dengan bank.
  3. Jika uang anda disimpan dalam bentuk property, maka dua tahun mendatang uang anda akan lebih dari Rp. 50.000.000. Karena dipastikan bahwa nilai property apalagi tanah akan selalu meningkat secara signifikan setiap tahun. Gak perlu setahun deh. Jika anda beli tanah seharga Rp. 50.000.000 hari ini, bukan tidak mungkin 6 bulan beikutnya tanah anda bisa terjual Rp. 60.000.000, atau bahkan lebih.

jadi, mulai saat ini, saya sarankan jika anda memiliki simpanan uang yang lumayan agak banyak baik dalam bentuk emas ataupun di bank, maka saya sarankan untuk segera dilaihkan ke bidang  properti. Maka anda telah melakukan cara cerdas mengamankan uang anda, sebab anda akan terbebas dari : rasa khawatir dicuri/dirampok, nafsu untuk belanja, dan resiko nilai berkurang di masa mendatang.

Strategi Membeli Rumah Tanpa Modal

Rumah merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang. Salah satu parameter kesuksesan seseorang dapat dilihat dari rumah yang dimilikinya. Setiap orang pasti berhasrat untuk memiliki rumah. Bahkan orang yang memiliki kemampuan keuangan terbatas pun pasti akan memprioritaskan dana keuangannya untuk memenuhi kebutuhan ini, yaitu memiliki rumah. Seorang pasangan muda yang baru menikah, dalam proyeksi masa depannya tentu akan memikirkan untuk memiliki rumah.

 Akan tetapi, memiliki rumah dan membeli rumah bukanlah perkara yang mudah. Membeli rumah tidak semudah membeli makan ringan di swalayan, dimana ia tinggal ambil kemudian langsung membayar di kasir. Membeli rumah harus dipikirkan dengan matang sehingga rumah yang dibeli tidak disesali. Bisa jadi, jika kita salah membeli rumah atau asal saja dalam membeli rumah, misalnya tanpa berdiskusi dulu dengan anggota keluarga, maka rumah yang akan ditinggali justru menjadi tidak nyaman. Anggota keluarga perlu terlibat dalam hal pembelian rumah. Diskusi keluarga sangat penting untuk keberlangsungan kenyamanan rumah tangga. Hal yang perlu didiskusikan itu bukan hanya mengenai lokasi, lingkungan, atau akses ke fasilitas sosial saja, melainkan juga dalam hal pembiayaan untuk membeli rumah.

 Membeli rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bisa jadi uang tabungan yang terkumpul selama beberapa tahun bisa langsung terkuras habis demi memiliki rumah saja. Itu pun mungkin baru membeli rumah, belum lagi harus memikirkan biaya untuk renovasi rumah, atau membeli furniture. Bisa saja kita mampu untuk membeli rumah, namun kita kehabisan dana untuk melakukan renovasi. Memikirkan biaya untuk membeli rumah itu harus satu paket dengan memikirkan biaya renovasi. Kenapa? Sebab biasanya rumah yang baru kita beli tentu belum sepenuhnya sesuai dengan keinginan dan definisi kenyamanan kita. Setelah membeli rumah, sudah dapat dipastikan akan ada bagian-bagian rumah yang perlu direnovasi dan furniture yang harus dibeli. Untuk itu kita harus dapat menyiasati pembelian rumah sehingga biaya renovasi pun dapat teranggarkan.

 Salah satu cara untuk menyiasati pembelian rumah adalah dengan cara melakukan peminjaman dana tanpa agunan. Di era internet ini, peminjaman dana tanpa agunan dapat dilakukan dengan cara mengajukan aplikasi peminjaman dana secara online.  Untuk panduan cara submit aplikasinya mungkin anda dapat mengunjungi laman tersebut. Yang ingin saya bahas disini adalah strategi pendanaannya.

 Misalnya jika anda menemukan rumah seharga Rp100.000.000 (anggaplah anda sudah berdiskusi dengan keluarga dan setuju mengenai faktor lokasi, dan akses sosial), kini anda tinggal memikirkan pembiayaan pembelian properti tersebut. Anggaplah pula anda memiliki tabungan hanya sebanyak Rp50.000.000. Maka ada  beberapa cara untuk menyiasati hal ini.

  1. Mengajukan aplikasi peminjaman tanpa agunan  sebesar Rp50.000.000. Pinjaman yang anda terima ditambah dengan uang tabungan anda akan cukup untuk membeli rumah tersebut, namun resikonya adalah anda tidak memiliki pembiayaan untuk melakukan renovasi rumah.
  2. Mengajukan aplikasi peminjaman tanpa agunan sebesar Rp100.000.000. Itu berarti dana pinjaman anda digunakan untuk membeli rumah, dan dana tabungan anda digunakan untuk melakukan renovasi rumah. Resikonya adalah jika anda menghabiskan seluruh tabungan anda untuk biaya renovasi rumah, maka anda tidak memiliki dana lagi untuk kebutuhan darurat.
  3. Mengajukan aplikasi peminjaman tanpa agunan sebesar lebih dari Rp100.000.000. Misalnya anda mengajukan dana peminjaman sebesar $150.000.000. Dengan demikian dana pembelian rumah dan renovasi rumah adalah dengan menggunakan dana pinjaman, sementara uang tabungan anda adalah dana  untuk kebutuhan lain misalnya saja kekurangan renovasi, atau membeli furniture, serta untuk hal-hal darurat.

Tidak ada yang salah dalam ketiga strategi itu, semuanya kembali kepada kepentingan masing-masing. Anda dapat memilih strategi pertama, kedua, atau ketiga. Yang perlu anda ingat adalah bahwa ketenangan dan kebahagiaan keluarga adalah hal yang palking utama. Ingat! Dana pinjaman anda harus dikembalikan berikut dengan bunga jika ada. Itu juga harus anda pikirkan. Pikirkan cicilan pembayaran anda agar mampu terbayar setiap bulan dan tidak mengganggu pembiayaan bulanan anda.

 

Bisakah Membeli Real Estate Dengan Bitcoin?

Bitcoin merupakan sebuah kehebohan di abad ini. Banyak orang yang mendadak menjadi kaya karena bitcoin, terutama penambang pemula. Di Tahun 2013 lalu nilai 1 bitcoin bisa setara dengan lebih dari US$1000. Hal ini membuat semakin banyak orang serius dalam memburu bitcoin. Situs-situs yang berhubungan dengan bitcoin service banyak dikunjungi orang, demikian pula dengan toko-toko online yang melayani pembayaran dengan bitcoin.

Bitcoin, mata uang virtual yang mulai banyak dipakai, sudah bisa digunakan untuk membeli roti lapis Subway di Pennsylvania, membersihkan gigi di klinik Los Angeles, atau membeli produk-produk lainnya. Lalu apakah Bitcoin bisa membeli sebuah real estate? Ya, jawabannya bisa!

Baru-baru ini, seorang pecinta bitcoin membeli sebuah vila mewah dengan dua kamar tidur di Bali dengan harga lebih dari 800 bitcoin.Transaksinya terjadi tanggal 19 Februari di BitPremier, sebuah situs yang mengklaim sebagai “pasar barang mewah bitcoin.” Pengguna dapat menjual properti dan barang lainnya di situs ini, yang mematok harga dalam bitcoin atau mata uang biasa. Jika sebuah barang terjual, BitPremier mendapat komisi 5% dalam bitcoin.

Perlukah Anda Memiliki Asuransi Jiwa?

Apabila anda tentang perlunya asuransi, maka jawabannya adalah ya. Terlepas dari bentuk dan system asuransi itu seperti apa, yang pasti asuransi itu sangat penting. Asuransi ialah sebuah penjaminan untuk menanggung kerugian akibat dari suatu peristiwa atau musibah. Biasanya, meninggalnya seseorang yang tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, namun juga biasanya meninggalkan masalah finansial. Dan di saat seorang telah meninggal diusia yang masih produktif dan meninggalkan dua orang anak yang masih dalam usia sekolah, maka pertanggungan jiwa atau yang biasa di sebut asuransi bagi almarhum setidaknya akan bisa membantu mereka untuk tetap menatap masa depan berkat uang pertanggungan.

Begitu pula apabila seseorang telah sakit dan harus dirawat dalam jangka waktu yang cukup panjang dengan berbagai terapi yang telah memakan biaya, apabila si penderita tidak memiliki sebuah asuransi tentu hal ini akan bisa menjadi sebuah kesulitan tersendiri, dan pada akhirnya akan lebih menguras keuangan. Karenanya asuransi ini akan bisa di katakan penting. Karena suatu penyakit kadang-kadang akan datang dengan tanpa terduga dan bisa mengganggu rencana keuangan keluarga anda.

Dimanakah membeli asuransi?
Asuransi terdapat dimana-mana. Setiap Negara selalu terdapat perusahaan asuransi, baik itu perusahaan asuransi milik pemerintah atau milik swasta. Jika ada perusahaan penyedia asuransi, maka di Negara tersebut pun akan terdapat konsultan asuransi. Tujuan konsultan ini adalah untuk menenrangkan dan memandu anda dalam memilih asuransi terbaik untuk kehidupan anda. Tergantung anda tinggal dimana, maka anda bisa berkonsultasi tentang asuransi yang sesuai dengan kehendak anda di tempat anda tinggal.

Kapan Membeli Asuransi?
Asuransi data dibeli kapan saja, namun patut diingat bahwa usia akan terus bertambah tiada henti dan tidak dapat ditunda. Sebaiknya anda membeli life insurance secepatnya ketika anda masih muda. Semakin anda lebih muda membeli asuransi, maka nilai pertanggungan yang didapatkan akan lebih besar.

Bagaimana membeli asuransi?
Membeli asuransi sangatlah mudah, anda tinggal mengunjungi perusahaan asuransi yang menurut anda baik, dan memilih produk asuransi yang menurut anda tepat. Jika anda tidak berkesempatan untuk mengunjungi perusahaan asuransi tersebut, maka anda bisa menghubungi agen asuransi seperti LIC India untuk bisa mengunjungi rumah anda.

Penting atau tidaknya sebuah system asuransi tergantung pada kondisi kebutuhan dari anda pribadi. Namun pada dasarnya selain untuk kebutuhan primer, setiap manusia membutuhkan suatu jaminan hidup, dan salah satu jaminan tersedia ialah asuransi jiwa. Namun sebenarnya tidak hanya itu, anda mungkin juga membutuhkan suatu jaminan untuk putra putri agar dapat meraih pendidikan yang layak, masa tua anda yang cukup nyaman dan juga tenang.

Menentukan atau memilih suatu produk asuransi bagi sebagian orang mungkin bukan merupakan suatu perkara yang mudah yang dapat dipelajari dalam waktu singkat. Untuk itulah konsultan asuransi hadir untuk membantu mereka dalam pemilihan asuransi yang tepat, serta penentuan pembayaran premi rutin yang tidak akan mengganggu biaya hidup sehari-hari anda.

4 Level Penghasilan

Setiap orang pasti memiliki kebutuhan dan harapan untuk masa depannya. Harapan-harapan tersebut pada prinsinya dapat terwujud jika kita memiliki uang. Oleh sebab itu setiap orang akan berusaha untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, apakah itu dengan cara yang benar ataupun tidak. Lupakan mencari uang dengan cara yang tidak benar. Kita hanya membahas mencari dan mengelola uang dengan cara yang benar saja.
Mengelola keuangan sangatlah penting. Keuangan bersal dari penghasilan, dan tahukah anda bahwa sebetulnya terdapat 4 level penghasilan. Keempat level ini memiliki cirri khas tertentu dan memiliki tujuan tertentu. Namun demikian pengelolaan keempat level ini tidak baku, alias setiap orang bisa mengelolanya dengancara sendiri-sendiri. Berikut adalah 4 level penghasilan
Level 1. Penghasilan utama
Pada level ini, keuangan seseorang berasal dari penghasilan atas rutinitas pekerjaannya. Jika dia adalah seorang pegawai, maka gaji yang ia peroleh setiap bulan merupakan penghasilan utamanya. Jika ia seorang pengusaha atau pedagang, maka penghasilan utama yang ia peroleh adalah profit atas penjualan produk yang dimilikinya. Pada level ini, penghasilan yang diperoleh digunakan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari, dan sebagian mungkin disisihkan untuk ditabungkan, dan dijadikan sebagai sumber level kedua penghasilan. Ini adalah sumber keuangan “siaga”
Level 2. Penghasilan tambahan
Pada level ini, penghasilan diperoleh dari sumber-sumber yang bukan merupakan hasil kerja rutinitas sehari-hari. Penghasilan ini diperoleh dari sumber-sumber keuangan tambahan seperti honor atas pekerjaan sampingan. Jika seseorang pandai menyisihkan penghasilannya di level pertama, maka penghasilan tersebut ia gunakan untuk berinvestasi jangka pendek. Misalnya seorang pegawai menggunakan tabungan dari gajinya untuk membeli kebun. Hasil dari panen kebun setiap tahun itulah yang merupakan sumber penghasilan level kedua. Penghasilan di level kedua ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekundernya, seperti membeli perlengkapan rumah tangga, atau tambahan fashion. Jika ia cerdas, penghasilan di level kedua akan ia sisihkan untuk memperoleh penghasilan di level ketiga.
Level 3. Penghasilan investasi jangka menengah.
Penghasilan di level kedua yang disisihkan digunakan untuk membeli investasi jangka panjang seperti membeli property atau saham. Selama satu atau dua tahun, mungkin ia tidak akan mendapatkan apapun. Akan tetapi setelah 5 atau 10 tahun, ia akan memperoleh penghasilan yang sangat besar, pendapatan dari level ketiga ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertiernya seperti membeli mobil atau tamasya ke luar negeri. Jika ia cerds, ia tidak menghabiskan seluruh uang di level ini, akan tetapi akan ia sisihkan untuk digunakan sebagai modal memperoleh penghasilan di level 4.
Level 4. Kebebasan financial.
Kebutuhan sehari-hari, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tertier sudah terpenuhi. Apalagi yang dipikirkan? Jika itu semua sudah terpenuhi sebetulnya hidup sudah merasa aman dan nyaman. Pada level 4 ini, penghasilan yang diperoleh biasanya digunakan untuk memenuhi keinginan prestise, walaupun sebenarnya prestise bisa dilakukan di level ketiga. Selain itu penghasilan di level 4 ini bisa digunakan sebagai modal untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Misalnya membuat bisnis baru yang membutuhkan modal agak besar. Harapan membangun bisnis memang tik mau merugi, akan tetapi jika itu terjadi setidaknya tidak akan terlalu mengalami stress karena tidak membuat keuangan sehari-hari terganggu. Jika seseorang telah memiliki level keempat penghasilan, maka seolah-olah apapun bisa ia lakukan. Sesungguhnya setiap orang memiliki peluang untuk menuju ke level empat penghasilan ini, tergantung bagaimana ia mengelola keuangannya di level pertama.

Berinvestasi di Properti

Menjadi seorang Millionare tidak semudah membalikkan telapak tangan, Seorang entrepreneur harus memiliki tiga hal dalam memulai bisnis property, yaitu knowledge, skill,dan passion. Ketiga hal ini bila di gabungkan maka anda akan mencapai impian untuk menjadi kaya dan bebas finansial melalui properti. Tiga hal tersebut tentunya butuh kerja keras, mau belajar, dan tetap konsisten.
Real Estate merupakan sektor yang besar untuk Investasi, ada banyak manfaat dari investasi di real estate. Besaran keuntungan investasi sangat bervariasi tergantung dari real estate yang dimiliki, apakah itu tanah, rumah tunggal, kondominium mewah, atau preconstruction real estate. Faktor keuntungan dalam bisnis real estate lebih dipengaruhi oleh lokasi yang cocok dan menonjol dengan ketersediaan semua jenis fasilitas umum. Namun secara makro, bisnis real estate bisa dipengaruhi oleh factor-faktor yang bersifat politik, seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
Pendapatan sewa adalah keuntungan yang paling disukai oleh para investor real estate. Orang –orang yang memiliki property membangun property mereka untuk keuntungan tambahan dan menyewakannya kepada orang lain untuk menikmati pendapatan sewa rutin bulanan yang membuat mereka secara finansial kuat untuk investasi lebih lanjut.
Selain dari keuntungan sewa, alasan orang-orang berinvestasi pada real estate adalah karena harga real estate biasanya cenderung naik setiap tahun. Itu artinya,para investor berharap bahwa dikemudian hari, misalnya ketika usia mereka sudah tidak produktif lagi, maka mereka masih dapat menikmati hidupnya karena telah memiliki tabungan real estate. Mereka berharap bahwa di hari tuanya mereka akan mendapatkan kebebasan financial karena memiliki real estate.
Pada investasi kepemilikan tanah, profit investasi rutin akan diperoleh ketika tanah tersebut berfungsi sebagai tanah yang produktif. Artinya tanah produktif adalah tanah tersebut digunakan sebagai sumber usaha, misalnya tanah yang diatasnya dijadikan perkebunan, kolam budidaya perikanan, atau bahkan dijadikan lahan parker jika itu memungkinkan.
Jadi sebetulnya keuntungan memiliki property bisa berujung pada dua hal, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, investasi property berarti dapat digunakan sebagai sumber mata pencaharianbaru atau tambahan yang penghasilannya bisa rutin. Sementara untuk jangka panjang, investasi propertiberarti si pemiliknya akan memperoleh keuntungan financial di masa yang akan datang sebagai akibat dari naiknya nilai property tersebut. Property adalah salah satu alternatif investasi yang baik selain emas.