Category Archives: Kepemimpinan

Pemimpin Pengecut

Hits: 21

Apa yang dimaksud dengan pemimpin pengecut?

Bagiku, pemimpin pengecut adalah:

1. Pemimpin yang “mendelegasikan” segalanya kepada anak buahnya. Tidak pandang bulu apakah tugas itu seharusnya dikerjakan oleh pemimpin, namun pada faktanya ia “menyruh” orang untuk melakukannya.

2. Pemimpin yang tidak berani terbuka kepada bawahannya. ia selalu menutupi hal-hal yang seharusnya bisa dibuka atau dibagi kepada bawahannya.

3. Pemimpin yang tidak berani mengambil keputusan. Pemimpin ini tidak berani mengambil keputusan vital dan strategis. Segalanya diserahkan kepada forum untuk menyelesaikannya. Bahkan lebih parah lagi jika permasalahan tersebut dibiarkan mengambang tak berujung.

4. Pemimpin yang tidak berani berkorban. Dalam arti pemimpin ini pelit setengah mati. Ia tidak mau bermanuver untuk mengendalikan anggaran jika ada masalah di pembiayaan. Jangankan mengeluarkan uang pribadinya, mengatur anggaran yang sudah ada untuk menutupi masalah anggaran yang ada pun ia tidak bersedia berkorban.

5. Pemimpin yang tidak mau tahu. Pemimpin ini tidak mau tahu akan suatu masalah yang ada di organisasi. Ia hanya ingin segalanya “beres”. ia t

Cara Membangun Dan Menggali Inovasi-inovasi baru

Hits: 17

Mengingat perubahan terbaru yang begitu cepat dalam gaya konsumerisme dan komoditisasi banyak produk, maka perusahaan mencari cara yang lebih baik untuk berinovasi sehingga akan tetap memiliki pelanggan, dan produk yang dimiliki akan selalu tampil menjadi yang terdepan. Proses inovasi ini memerlukan berbagai macam hal, namun pada intinya, menurut Chip Heath dan Dan Heath dalam bukunya ” Made to Stick”, pada intinya adalah semua tentang menguasai proses perubahan sehingga inovasi yang benar dapat diambil dari akarnya. Ide mengenai proses perubahan ini adalah:

  • Menggunakan kerangka sederhana untuk mengubah perilaku. Tanpa modifikasi perilaku, perubahan (inovasi) akan banyak yang menolak.
  • Memanfaatkan kekuatan emosi. Inovator harus mempengaruhi rekan-rekannya untuk membuat ide-ide baru dalam merangkul pelanggan, yang pada gilirannya, adalah untuk menghasilkan produk baru sesuai dengan harapan pelanggan. Heath bersaudara  berpendapat bahwa ini paling baik dilakukan dengan menggunakan emosi, bukan pikiran rasional berdasarkan data.
  • Membuat mereka berpikir. Kekuatan brainstorming adalah penting, dan ini juga membantu memperkuat hal-hal yang sebenarnya masuk akal dan terpikirkan dari awal. Dengan membantu melalui cara memandu,  hal ini akan membuat hal masuk akal ini dapat terlaksana dengan lebh sederhana.
  • Menemukan keseimbangan antara fokus dan tujuan jangka pendek dengan jangka panjang. Artinya, menyeimbangkan kebutuhan untuk inovasi tambahan untuk jangka pendek dengan inovasi terobosan untuk masa depan perusahaan.
  • Menurut Dan Heath, karyawan perusahaan dapat didorong untuk menjadi kreatif dan inovatif jika perusahaan menyediakan tiga komponen penting:
    • Jelas arah. Berikan gambaran secara spesifik tentang cara Anda ingin berinovasi dan apa yang ingin Anda capai. Berikan pedoman yang jelas untuk mengasah orang dalam membuat perubahan yang Anda cari.
    • Motivasi. Gunakan emosi sebagai tuas untuk memotivasi orang untuk berinovasi mendapatkan mereka buy-in.
    • Membersihkan jalan. Menghapus hambatan yang menghalangi proses kreatif sangat penting. Dapatkah Anda memberikan waktu yang tenang untuk karyawan untuk berpikir tanpa PDA dan komputer? Dapatkah Anda merampingkan tugas? Dapatkah Anda melakukan sesi Brainstorming di lain tempat sehingga tiak ada gangguan?

Menurut Heaths, menciptakan pola pikir yang benar dan lingkungan yang tepat untuk inovasi adalah fungsi utama dari manajemen yang sukses.

Jangan Remehkan Kepemimpinan Anak Muda!

Hits: 15

Sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika seorang yang muda usia terpilih menjadi pimpinan tertinggi suatu organisasi, keniscayaan dalam memimpin akan selalu muncul. Terutama keniscayaan ini muncul dari para senior-senior yang sudah tidak muda lagi dan merasa memiliki banyak pengalaman.

Memang secara teori, bahwa makin banyak pengalaman maka ia akan semakin bijaksana. Tapi ini tidak menjadi dasar bahwa anak muda tidak dapat memimpin suatu organisasi. Ingat, ini adalah abad 21. Pemimpin di abad ini justru lebih memprioritaskan pada yang muda.

Pemimpin muda memiliki kelebihan yang dapat diandalkan dalam memimpin suatu organisasi, yaitu :

1. Pemimpin muda memiliki semangat yang menggebu. Semangat yang menggebu inilah yang menghadirkan mimpi dan ide yang bila terlaksana akan menjadi suatu karya yang cemerlang.

2. Anak muda melek teknologi. Ini adalah abad 21. Abad dimana internet dan gadget canggih merajai semua aktivitas manusia, termasuk bisnis. Anak muda jaman sekarang sudah dipastikan memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dengan lancar. Dan ini dapat mendukung kebijakan dan keputusan bisnis atau organisasinya. Tak perlu lagi surat berbentuk kertas, tak perlu lagi arsip-arsip administrasi berlembar-lembar. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu buah komputer, laptop, atau tablet. Bandingkan dengan orang-orang senior yang mengetik di komputer pun mungkin tidak mampu.

3. Anak muda adalah penantang birokrasi. Biasanya birokrasi sering menghambat kecepatan kerja suatu organisasi. Memang benar bahwa birokrasi ditujukan untuk menertibkan suatu sistem. Namun ada kalanya birokrasi itu rumit dan bahkan ada saja yang dibuat menjadi sulit. Mungkin saja bukan sistem birokrasinya yang rumit dan sulit, tapi pelaksana birokrasi itulah yang memperumit dan mempersulit. Kehadiran anak muda sebagai pemimpin biasanya cenderung mengamati birokrasi dan mengolah untuk lebih mempermudah proses birokrasi itu. Adakalanya pemimpin anak muda menemukan ide untuk memperpendek alur birokrasi sehingga lebih efektif dan efisien.

4. Pemikiran anak muda lebih efisien. Tidak ada cerita atau pendahuluan yang panjang lebar. Seorang anak muda biasanya to the point, jarang untuk basa-basi. Komunikasi bentuk ini justru lebih mudah dicerna oleh bawahan, dan dapat segera dilaksanakan.

Itulah kelebihan anak muda menjadi pemimpin. Karena itu, sudah saatnya suatu organisasi dipimpin oleh anak muda. Soal kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan? Saya yakin bahwa setiap pemimpin anak muda pasti memiliki mentor yang usianya lebih senior. Jadi jangan takut jika anda adalah senior yang dipimpin oleh nak muda,  sebab dibelakangnya pasti ada senior yang mendampinginya.

Pemimpin Yang Gagal

Hits: 19

“Jika Anda mengatakan Anda netral dalam suatu situasi ketidakadilan, Anda telah memilih sisi penindas. Jika gajah menginjakkan kakinya pada ekor tikus, dan Anda mengatakan Anda netral, maka tikus tidak akan pernah menghargai netralitas Anda” ~ Desmond Tutu. Sikap seorang pemimpin ada kalanya memutuskan berada di posisi yang netral, namun di suatu saat ia harus memiliki keberanian untuk memutuskan berada di pihak mana. Penghargaan seorang bawahan kepada pimpinan akan muncul dengan sendirinya ketika pemimpin tersebut dapat dengan sigap menentukan dimana ia berperan. Jika suatu keputusan yang seharusnya adalah hak dan kewajiban pimpinan tertinggi, namun ternyata itu diambil alih oleh seorang bawahan, maka sudah dapat dipastikan bahaw pemimpin tersebut akan mengalami kegagalan. Kenapa bisa demikian? Karena sudah jelas ia tidak dapat menempatkan dirinya. Ia tidak peka. Dan lebih jauh lagi mungkin bisa dibilang bahwa ia tidak memiliki kemampuan leadership yang cukup.

Orang mengatakan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik adalah ketika ia bersedia untuk mendengarkan keluhan dan pendapat dari berbagai pihak. Sebelum memutuskan suatu kebijakan, ia mendengarkan dahulu respon dan kebenaran suatu informasi. Ia tidak menerima informasi sepenggal-sepenggal, atau bahkan informasi yang belum teruji valid tidak akan ia gunakan. Pemimpin yang baik dan akan membuat keputusan berada di posisi yang benar akan berbekal informasi menyeluruh, insting yang tajam, dan kepercayaan diri yang kuat.

Tidak ada orang yang bersedia untuk diklaim sebagai pemimpin yang gagal, bahkan diri sendiri pun mungkin akan merasa berat untuk menyatakan dirinya gagal dalam memimpin. Akan tetapi proses dan hasil adalah bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa seorang pemimpin tersebut gagal atau tidak. Dan yang menyatakan bahwa pemimpin tersebut gagal atau tidak adalah bawahan (terutama bawahan yang teraniaya) seperti contoh tikus diatas, orang luar yang ada hubungan dengan organisasi, serta atasannya.

Lalu bagaimana agar seorang pemimpin tidak mengalami kegagalan dalam memimpin? Yang jelas ini semua dilandasi oleh:

  1. Jam terbang yang cukup di bidang managerial
  2. Kemampuan untuk membaca hati dan menggunakan hati dalam bekerja
  3. Kemampuan komunikasi
  4. Integritas

Paradigma Baru Kepemimpinan Abad 21

Hits: 18

Paradigma baru dalam model pembelajaran kepemimpinan telah ditemukan melalui sistem nilai generatif, dan dirilis oleh Integral Cultural Creatives, Dr. Paul Ray, 2002. Dan penyebaran benih untuk warisan kepemimpinan baru telah ditaburkan di atas lanskap yang telah berubah. Revolusi leadership telah merubah segala hal tentang leadership meliputi pengertian, tujuan, target, dan pengelolaan.

Berikut adalah transformasi kepemimpinan dalam abad ke-21 yang membentuk paradigma baru dalam suatu kepemimpinan:

1. Pemimpin ingin kemajuan dan prestasi dengan membuka pintu peluang dengan benar. Ini adalah otoritas intuitif, pewahyuan, dan transformatif otentik dalam tindakan. Mereka ingin dipersiapkan dengan baik dan dilengkapi untuk aplikasi kecerdasan spiritual dalam tujuan pemenuhan kepemimpinan dan dalam kehidupan organisasi. 2. Pemimpin ingin melakukan perubahan dan melakukan rekonsilisasi atas apa yang kurang dimanfaatkan atau hilang dari periode kepemimpinan sebelumnya. Mereka ingin mengoptimalkan (dalam lingkungan tertentu dan dalam hati orang lain) semua kecerdasan spiritual yang dimiliki dirinya dan bawahannya untuk bisa digunakan dalam melayani masyarakat. 3. Pemimpin ingin membentuk pasar dengan menyamaratakan lapangan bermain untuk semua orang. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memperoleh pengalaman nilai, keterampilan, dan kebijakan melalui demonstrasi solusi untuk setiap kali permasalahan. 4. Pemimpin ingin memobilisasi kaum muda. Secara spiritual, pemimpin abad ke-21 yang cerdas memfokuskan organisasi dalam mempersiapkan dan memperlengkapi kaum muda sebagai garis depan dengan berbagai pengalaman dan latihan keterampilan, sehingga mereka menjadi sumber daya yang handal dan semangat mereka dalam mewujudkan misi organisasi semakin tereksploitasi. 5. Pemimpin ingin secara etis untuk berpartisipasi dan mengontrol distribusi sumber daya dengan tepat melalui analisa kekayaan transferensi. Mereka ingin mengambil bagian dalam pembentukan suatu warisan sistem yang dijadikan dasar untuk pencapaian tujuan inti di masa depan. Mereka berupaya untuk membantu menciptakan dan melestarikan suatu tradisi baru (baik itu tujuan maupun sistem manajemen). Pemimpin abad ke-21 berusaha untuk hidup dari atribusi syukur, sehingga memperluas dan memperkaya kesadaran beroperasi dari tindakan yang benar-benar  terinspirasi. Mereka ingin mendeklarasikan diri sebagai kekuatan yang tangguh, siap untuk “all out” dalam berbagai pekerjaan untuk tujuan organisasi yang baik. Terlepas dari perusahaan, militer, akar rumput, pemuda, menteri, atau peran kepemimpinan global, subjek tujuan kepemimpinan adalah penting. Apapun bentuk organisasinya, apakah itu industri bisnis atau organisasi non bisnis, kepemimpinan otentik di abad 21 merespon dorongan perasaan untuk membangun secara bersama-sama dan memberikan kesempatan dan memfasilitasi pada kaum muda untuk berkarya dan mengeksploitasi dirinya.

Kunci Menjadi Anak Buah Yang Baik

Hits: 16

Tidak ada pemimpin yang tidak memiliki anak buah,dan tidak ada anak buah yang tidak memiliki pemimpin. Ada pemimpin maka sudah pasti ada anak buah. Anak buah merupakan ujung tombak keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas. Dalam kemiliteran, anak buah adalah prajurit dan pemimpinnya mungkin seorang jendral. Dalam Bisnis, anak buah disebut karyawan, sedangkan pemimpinnya adalah direktur. Dalam suatu institusi, anak buah mungkin disebut pegawai, sedangkan pemimpinnya bisa disebut ketua atau kepala.  Dimanapun tempatny, yang pasti anak buah itu harus selalu loyal kepada pemimpin dalam organisasinya bukan kepada yang lain.

Bagaimana agar menjadi seorang anak buah yang baik? Gampang saja! Ikuti saja setiap perintah yang diberikan, tentu saja menyangkut pekerjaan, bukan yang lain. Jangan pernah membuat sesuatu alasan untuk tidak mengerjakan tugas, dan jangan pernah mengeluh akan tugas yang diberikan.

Bagaimana jika anda dimutasi atau dipindahtugaskan? Jangan mengeluh apalagi protes: “Kenapa gak ada konfirmasi dulu saya dipindahkan?” Perlu diketahui, ini adalah kunci utama suatu organisasi, bahwa seorang atasan memiliki hak untuk memindahtugaskan seseorang dengan atau tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Kenapa demikian? Karena hal ini sangat komplek alasannya. Bisa jadi ini menyangkut masalah keamanan, keberlangsungan bisnis, atau ini adalah suatu promosi. Karena itu, jika anda dimutasi, maka anda jangan protes. Laksanakanlah dengan baik.

Itu saja kunci menjadi seorang anak buah yang baik.

Menyusun Kekuatan Sang Pemimpin

Hits: 26

Ketika seorang pemimpin pertama kali memegang jabatan di suatu organisasi, hal yang pertama ia lakukan biasanya adalah menyusun kekuatan. Penyusunan kekuatan ini adalah sangat penting untuk keberhasilan misi dan visi yang ia bawakan. Selain itu menyusun kekuatan berarti ia melakukan konsolidasi untuk mengetahui siapa saja yang bisa ia andalkan untuk menjadi tim suksesnya, serta untuk mengetahui siapa saja yang bisa menjadi hambatan baginya.

Penyusunan kekuatan oleh seorang pemimpin baru ada dua, yaitu secara internal dan eksternal. penyusunan kekuatan secara internal berarti penyusunan kekuatan dengan cara memperhatikan dan merangkul apra pegawai yang berada di bawah kepemimpinannya. Sedangkan penyusunan kekuatan secara eksternal adalah bahwa pemimpin tersebut melaukan konsolidasi dengan organisasi-organisasi luar yang dianggap berhunungan dengan organisasinya.

Prinsip dari penyusunan kekuatan ini adalah bahwa semakin banyak kawan-kawan yang mendukung, maka ia akan semakin mudah dalam bekerja, hingga pada akhirnya misi dan visi akan semakin cepat selesai. Seorang peimpin yang baik sudah tentu akan memiliki kemampuan seperti ini. Dan ia akan berusaha untuk terus meningkatkan kemampuannya akan hal ini.