Category Archives: kepemimpinan/leadership

Jangan Remehkan Kepemimpinan Anak Muda!

Sudah menjadi kebiasaan bahwa ketika seorang yang muda usia terpilih menjadi pimpinan tertinggi suatu organisasi, keniscayaan dalam memimpin akan selalu muncul. Terutama keniscayaan ini muncul dari para senior-senior yang sudah tidak muda lagi dan merasa memiliki banyak pengalaman.

Memang secara teori, bahwa makin banyak pengalaman maka ia akan semakin bijaksana. Tapi ini tidak menjadi dasar bahwa anak muda tidak dapat memimpin suatu organisasi. Ingat, ini adalah abad 21. Pemimpin di abad ini justru lebih memprioritaskan pada yang muda.

Pemimpin muda memiliki kelebihan yang dapat diandalkan dalam memimpin suatu organisasi, yaitu :

1. Pemimpin muda memiliki semangat yang menggebu. Semangat yang menggebu inilah yang menghadirkan mimpi dan ide yang bila terlaksana akan menjadi suatu karya yang cemerlang.

2. Anak muda melek teknologi. Ini adalah abad 21. Abad dimana internet dan gadget canggih merajai semua aktivitas manusia, termasuk bisnis. Anak muda jaman sekarang sudah dipastikan memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dengan lancar. Dan ini dapat mendukung kebijakan dan keputusan bisnis atau organisasinya. Tak perlu lagi surat berbentuk kertas, tak perlu lagi arsip-arsip administrasi berlembar-lembar. Semua bisa dilakukan hanya dalam satu buah komputer, laptop, atau tablet. Bandingkan dengan orang-orang senior yang mengetik di komputer pun mungkin tidak mampu.

3. Anak muda adalah penantang birokrasi. Biasanya birokrasi sering menghambat kecepatan kerja suatu organisasi. Memang benar bahwa birokrasi ditujukan untuk menertibkan suatu sistem. Namun ada kalanya birokrasi itu rumit dan bahkan ada saja yang dibuat menjadi sulit. Mungkin saja bukan sistem birokrasinya yang rumit dan sulit, tapi pelaksana birokrasi itulah yang memperumit dan mempersulit. Kehadiran anak muda sebagai pemimpin biasanya cenderung mengamati birokrasi dan mengolah untuk lebih mempermudah proses birokrasi itu. Adakalanya pemimpin anak muda menemukan ide untuk memperpendek alur birokrasi sehingga lebih efektif dan efisien.

4. Pemikiran anak muda lebih efisien. Tidak ada cerita atau pendahuluan yang panjang lebar. Seorang anak muda biasanya to the point, jarang untuk basa-basi. Komunikasi bentuk ini justru lebih mudah dicerna oleh bawahan, dan dapat segera dilaksanakan.

Itulah kelebihan anak muda menjadi pemimpin. Karena itu, sudah saatnya suatu organisasi dipimpin oleh anak muda. Soal kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan? Saya yakin bahwa setiap pemimpin anak muda pasti memiliki mentor yang usianya lebih senior. Jadi jangan takut jika anda adalah senior yang dipimpin oleh nak muda,  sebab dibelakangnya pasti ada senior yang mendampinginya.

Pemimpin Yang Gagal

“Jika Anda mengatakan Anda netral dalam suatu situasi ketidakadilan, Anda telah memilih sisi penindas. Jika gajah menginjakkan kakinya pada ekor tikus, dan Anda mengatakan Anda netral, maka tikus tidak akan pernah menghargai netralitas Anda” ~ Desmond Tutu.

Sikap seorang pemimpin ada kalanya memutuskan berada di posisi yang netral, namun di suatu saat ia harus memiliki keberanian untuk memutuskan berada di pihak mana. Penghargaan seorang bawahan kepada pimpinan akan muncul dengan sendirinya ketika pemimpin tersebut dapat dengan sigap menentukan dimana ia berperan. Jika suatu keputusan yang seharusnya adalah hak dan kewajiban pimpinan tertinggi, namun ternyata itu diambil alih oleh seorang bawahan, maka sudah dapat dipastikan bahaw pemimpin tersebut akan mengalami kegagalan. Kenapa bisa demikian? Karena sudah jelas ia tidak dapat menempatkan dirinya. Ia tidak peka. Dan lebih jauh lagi mungkin bisa dibilang bahwa ia tidak memiliki kemampuan leadership yang cukup.

Orang mengatakan bahwa untuk menjadi pemimpin yang baik adalah ketika ia bersedia untuk mendengarkan keluhan dan pendapat dari berbagai pihak. Sebelum memutuskan suatu kebijakan, ia mendengarkan dahulu respon dan kebenaran suatu informasi. Ia tidak menerima informasi sepenggal-sepenggal, atau bahkan informasi yang belum teruji valid tidak akan ia gunakan. Pemimpin yang baik dan akan membuat keputusan berada di posisi yang benar akan berbekal informasi menyeluruh, insting yang tajam, dan kepercayaan diri yang kuat.

Tidak ada orang yang bersedia untuk diklaim sebagai pemimpin yang gagal, bahkan diri sendiri pun mungkin akan merasa berat untuk menyatakan dirinya gagal dalam memimpin. Akan tetapi proses dan hasil adalah bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa seorang pemimpin tersebut gagal atau tidak. Dan yang menyatakan bahwa pemimpin tersebut gagal atau tidak adalah bawahan (terutama bawahan yang teraniaya) seperti contoh tikus diatas, orang luar yang ada hubungan dengan organisasi, serta atasannya.

Lalu bagaimana agar seorang pemimpin tidak mengalami kegagalan dalam memimpin? Yang jelas ini semua dilandasi oleh:

  1. Jam terbang yang cukup di bidang managerial
  2. Kemampuan untuk membaca hati dan menggunakan hati dalam bekerja
  3. Kemampuan komunikasi
  4. Integritas

Paradigma Baru Kepemimpinan Abad 21

Paradigma baru dalam model pembelajaran kepemimpinan telah ditemukan melalui sistem nilai generatif, dan dirilis oleh Integral Cultural Creatives, Dr. Paul Ray, 2002. Dan penyebaran benih untuk warisan kepemimpinan baru telah ditaburkan di atas lanskap yang telah berubah. Revolusi leadership telah merubah segala hal tentang leadership meliputi pengertian, tujuan, target, dan pengelolaan.

Berikut adalah transformasi kepemimpinan dalam abad ke-21 yang membentuk paradigma baru dalam suatu kepemimpinan:

1. Pemimpin ingin kemajuan dan prestasi dengan membuka pintu peluang dengan benar.

Ini adalah otoritas intuitif, pewahyuan, dan transformatif otentik dalam tindakan. Mereka ingin dipersiapkan dengan baik dan dilengkapi untuk aplikasi kecerdasan spiritual dalam tujuan pemenuhan kepemimpinan dan dalam kehidupan organisasi.

2. Pemimpin ingin melakukan perubahan dan melakukan rekonsilisasi atas apa yang kurang dimanfaatkan atau hilang dari periode kepemimpinan sebelumnya.

Mereka ingin mengoptimalkan (dalam lingkungan tertentu dan dalam hati orang lain) semua kecerdasan spiritual yang dimiliki dirinya dan bawahannya untuk bisa digunakan dalam melayani masyarakat.

3. Pemimpin ingin membentuk pasar dengan menyamaratakan lapangan bermain untuk semua orang.

Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan bagi orang lain untuk memperoleh pengalaman nilai, keterampilan, dan kebijakan melalui demonstrasi solusi untuk setiap kali permasalahan.

4. Pemimpin ingin memobilisasi kaum muda.

Secara spiritual, pemimpin abad ke-21 yang cerdas memfokuskan organisasi dalam mempersiapkan dan memperlengkapi kaum muda sebagai garis depan dengan berbagai pengalaman dan latihan keterampilan, sehingga mereka menjadi sumber daya yang handal dan semangat mereka dalam mewujudkan misi organisasi semakin tereksploitasi.

5. Pemimpin ingin secara etis untuk berpartisipasi dan mengontrol distribusi sumber daya dengan tepat melalui analisa kekayaan transferensi.

Mereka ingin mengambil bagian dalam pembentukan suatu warisan sistem yang dijadikan dasar untuk pencapaian tujuan inti di masa depan. Mereka berupaya untuk membantu menciptakan dan melestarikan suatu tradisi baru (baik itu tujuan maupun sistem manajemen).

Pemimpin abad ke-21 berusaha untuk hidup dari atribusi syukur, sehingga memperluas dan memperkaya kesadaran beroperasi dari tindakan yang benar-benar  terinspirasi. Mereka ingin mendeklarasikan diri sebagai kekuatan yang tangguh, siap untuk “all out” dalam berbagai pekerjaan untuk tujuan organisasi yang baik.

Terlepas dari perusahaan, militer, akar rumput, pemuda, menteri, atau peran kepemimpinan global, subjek tujuan kepemimpinan adalah penting. Apapun bentuk organisasinya, apakah itu industri bisnis atau organisasi non bisnis, kepemimpinan otentik di abad 21 merespon dorongan perasaan untuk membangun secara bersama-sama dan memberikan kesempatan dan memfasilitasi pada kaum muda untuk berkarya dan mengeksploitasi dirinya.

Kunci Menjadi Anak Buah Yang Baik

Tidak ada pemimpin yang tidak memiliki anak buah,dan tidak ada anak buah yang tidak memiliki pemimpin. Ada pemimpin maka sudah pasti ada anak buah. Anak buah merupakan ujung tombak keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugas. Dalam kemiliteran, anak buah adalah prajurit dan pemimpinnya mungkin seorang jendral. Dalam Bisnis, anak buah disebut karyawan, sedangkan pemimpinnya adalah direktur. Dalam suatu institusi, anak buah mungkin disebut pegawai, sedangkan pemimpinnya bisa disebut ketua atau kepala.  Dimanapun tempatny, yang pasti anak buah itu harus selalu loyal kepada pemimpin dalam organisasinya bukan kepada yang lain.

Bagaimana agar menjadi seorang anak buah yang baik? Gampang saja! Ikuti saja setiap perintah yang diberikan, tentu saja menyangkut pekerjaan, bukan yang lain. Jangan pernah membuat sesuatu alasan untuk tidak mengerjakan tugas, dan jangan pernah mengeluh akan tugas yang diberikan.

Bagaimana jika anda dimutasi atau dipindahtugaskan? Jangan mengeluh apalagi protes: “Kenapa gak ada konfirmasi dulu saya dipindahkan?” Perlu diketahui, ini adalah kunci utama suatu organisasi, bahwa seorang atasan memiliki hak untuk memindahtugaskan seseorang dengan atau tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Kenapa demikian? Karena hal ini sangat komplek alasannya. Bisa jadi ini menyangkut masalah keamanan, keberlangsungan bisnis, atau ini adalah suatu promosi. Karena itu, jika anda dimutasi, maka anda jangan protes. Laksanakanlah dengan baik.

Itu saja kunci menjadi seorang anak buah yang baik.

Pemimpin Imajiner

Setiap organisasi sudah pasti memiliki pemimpin. Berkembang atau tidaknya organisasi tersebut terletak pada kinerja pemimpinnya. Jika pemimpin dalam suatu organisasi memiliki visi dan misi yang jelas, serta dilaksanakan dengan konsisten, maka sudah dapat diyakini bahwa organisasi tersebut akan mengalami kemajuan. Mengenai kecepatan kemajuan organisasi tersebut, kembali lagi kepada kinerja pemimpinnya.
Adakah organisasi yang tidak memiliki pemimpin? Menurut saya tidak ada, yang ada adalah organisasi yang pemimpinnya tidak berperan dengan baik.Itulah yang saya sebut dengan pemimpin imajiner. Pemimpin imajiner adalah pemimpin yang berada diantara ada dan tiada.Dikatakan ada karena sudah jelas bahwa setiap organisasi ada pemimpinnya.
Hal itu ditunjukkan dan dibuktikan dengan adanya bukti otentik pengangkatan seseorang menjadi pemimpin organisasi. Disisi lain pemimpin dikatakan tidak ada adalah karena peran pemimpin dalam organisasi tersebut relative tidak berfungsi dengan baik.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa suatu organisasi berada di bawah pemimpin imajiner:
1. Tidak ada visi dan misi yang jelas,
2. Kebingungan bawahan dalam menentukan sikap.
3. Para bawahan menentukan kebijakannya sendiri tanpa ada arahan inti dari pemimpin.
4. Tidak ada kerjasama tim, alias bawahan bekerja sendiri-sendiri.
5. Pemimpin lebih banyak tidak ada di tempat.
Akibat dari adanya pemimpin imajiner dalam suatu organisasi adalah sangat fatal, dan yang paling utama adalah adanya kemunduran kinerja secara signifikan baik dari para individu anggota organisasi maupun kinerja secara kolektif.
Pemimpin imajiner timbul sebagai akibat dari tidak memilikinya pengetahuan leadership, ditambah dengan karakter dirinya yang bukan type seorang pemimpin, termasuk kekurangmampuan pemimpin tersebut dalam mengkomunikasikan sesuatu. Suatu organisasi yang memiliki pemimpin imajiner sudah seharusnya segera diganti agar kinerja organisasi dan produk yang dihasilkan organisasi tersebut tidak mencapai titik nadir. Jika hal ini terjadi, dan sudah menjadi budaya, maka organisasi tersebut akan sangat sulit untuk bangkit kembali. Ini berlaku untuk semua bentuk organisasi, baik organisasi bisnis, organisasi pemerintah, ataupun organisasi social. Apakah organisasi tempat anda bernaung dipimpin oleh seorang pemimpin imajiner? Tuliskan komentar anda!

Tingkatan Manajemen Dan Manajer

Manajemen digunakan dalam segala bentuk kegiatan baik kegiatan profesi maupun non profesi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, maka manajer dapat diklasifikasi dalam dua cara yaitu tingkatan dalam organisasi dan lingkup kegiatan yang dilaksanakan. Bila dilihat dari tingkatan dalam organisasi, manajemen dibagi menjadi tiga golongan yang berbeda yaitu :
1. Manajemen Lini : atau manajemen tingkat pertama yaitu tingkatan yang paling rendah dalam suatu organisasi, dimana seorang yang bertanggung jawab atas pekerjaan orang lain, misalnya mandor atau pengawas produksi dalam suatu pabrik pengawas teknik suatu bagian riset dan lain sebagainya.
2. Manajemen menengah (Midle Manager) yaitu mencakup lebih dari satu tingkatan didalam organisasi. Misalnya adalah seorang store manager.
3. Manajemen Puncak (Top Manajer) terdiri atas kelompok yang relatif kecil, yang bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer fungsional bertanggung jawab pada satu kegiatan organisasi, seperti produksi pemasaran, keuangan dan lain sebagainya, manajer umum membawahi unit yang lebih rumit misalnya sebuah perusahaan cabang atau bagian operasional yang independen yang bertanggung jawab atas semua kegiatan unit.

6 Kendala Komunikasi

Seorang manajer dituntut untuk memiliki kemampuan briefing dan komunikasi ide gagasan dan tujuan dalam lingkungan organisasinya serta bagaimana menyampaikan produk atau jasa yang dimilikinya kepada pelanggan. Terdapat 6 kendala yang mungkin muncul saat manajer mengkomunikasikan bisnis organisasinya, yaitu :
a. Struktur komunikasi yang buruk
Struktur komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis. Tidak penting apakah audiencenya hanya satu orang atau ribuan orang dan sekalipun di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran, pesan yang disampaikan haruslah terdengar dan dimengerti.
b. Penyampaian yang lemah
Tidak menjadi menjadi masalah, apakah pesan itu penting atau impresif. Namun apabila disampaikannya tanpa “sentuhan yang kuat”, hasilnya tidak akan dapat menyakinkan orang lain sesuai harapan. Disamping itu, meskipun telah dilakukan “sentuhan “ yang sudah tepat ternyata seringkali juga masih memerlukan waktu untuk mendapatkan respons. Dengan demikian, pesan yang kuat, tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu. Pesan yang disampaikan haruslah ‘menyentuh’ secara kuat dan telak, tidak sekedar mengelus-elus atau mengingatkan.
c. Penggunaan media yang salah
Perlu untuk mempertimbangkan siapa, dari kalangan atau status sosial mana dan karakteristik unik lainnya dari sasaran yang kita tuju, sehingga kita dapat memilih media yang tepat. Jika pesan yang disampaikan sangat kompleks, berikanlah ruang agar audience kita dapat mencerna pesan tersebut secara lebih leluasa, sesuai dengan kecepatan mereka.
d. Pesan yang campur aduk
Pesan yang campur aduk, hanya akan menimbulkan kebingungan atau bahkan cemoohan dari audience. Seperti, larangan untuk memberikan hadiah kepada klien, tetapi pada saat yang sama memberikan pengecualian untuk klien-klien baru atau pelanggan VIP yang berpotensi besar pada bisnis perusahaan. Sementara, kriteria dari klien potensial atau pelanggan VIP tersebut tidak dirinci secara jelas.
e. Salah Audience
Topik yang dipilih hendaknya relevan dan sesuai dengan ekspektasi audience. Sebagai contoh, misalnya dalam event pertemuan antara wakil dari Pemerintah dan Pengusaha, namun dalam presentasi disajikan tentang analisis situasi politik dan pemerintahan, sedangkan para pengusaha, sebenarnya lebih mengharapkan penjelasan bagaimana tindakan atau langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
f. Lingkungan yang mengganggu
Lingkungan yang mengganggu jelas merupakan kendala dalam komunikasi, sehingga pesan yang disampaikan tidak dapat diterima / didengar secara optimal. Seperti Suara penyaji yang tidak cukup terdengar oleh Audience, Suara keras dari luar ruangan, (seperti raungan sirine ambulan atau suara lalu lintas yang padat ), Bunyi handphone dari kantong audience, Interupsi, Sesi bicara yang menegangkan, dsb. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan tempat yang tepat serta upaya agar audience fokus dengan pesan yang disampaikan.
Kendala komunikasi bisnis dapat bermacam-macam, namun dengan kehati-hatian serta kecermatan, sebagian kendala tersebut akan dapat diatasi. Presentasi yang disampaikan akan lebih bermakna dengan kendala yang diminimalisir, sehingga pesan yang disampaikan dapat memberikan efek yang diharapkan.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan sistim informasi, komunikasi berkembang menjadi suatu bisnis tersendiri. Perkembangan sistim informasi dan teknologi mempercepat proses Globalisasi, sehingga proses komunikasi terjadi setiap saat tanpa berhenti dan berlangsung pada saat yang hampir bersamaan di seluruh belahan dunia. Informasi dengan mudah dan cepat menyebar, bahkan nyaris tanpa penghalang apapun .
Perkembangan teknologi yang semakin pesat, memungkinkan orang untuk berkomunikasi melalui berbagai macam media. Tantangan ke depan, bukan saja sekedar menjual produk & jasa perusahaan, tetapi bagaimana menyampaikan pesan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan dapat memberikan manfaat kepada banyak orang dari berbagai ragam budaya, latar belakang, dan sebagainya. Proses penyampaian pesan atau informasi tersebut, dapat dilakukan secara satu arah, seperti melalui media elektronik atau media cetak juga dapat dilakukan secara dua arah (interaktif) melalui jaringan internet.

Kerjasama Membutuhkan Komunikasi

Tim merupakan kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan kemampuan, talenta, pengalaman, dan latar belakang yang berbeda. Pada tim yang ideal, mereka berkumpul bersama-sama untuk mencpai tujuan yang sama dengan memandang perbedaan sebagai sumber kekuatan, bukan sebagai penghalang.
Pada realita di lapangan, menjaga kekompakan suatu teamwork merupakan hal yang cukup sulit. Egoisme masing-masing anggota, serta perasaan paling pintar sendiri dapat menutupi kenyataan bahwa tujuan utama adalah untuk menghasilkan sesuatu dengan kerjasama.
Bekerja secara tim dapat mempercepat proses kerja jika dibandingkan bekerja secara individu. Melalui keahlian yang dimiliki oleh masing-masing anggota, suatu pekerjaan akan selesai dengan cepat dan sempurna. Namun untuk mencapai kecepatan dan ketepatan ekerjaan tersebut, maka interaksi dan komunikasi yang baik di antara para anggota tim merupakan hal yang sangat penting. Kerjasama tidak akan terbentuk jika tidak ada komunikasi yang baik diantara anggotanya.
Pada suatu perusahaan bisnis, kerjasama antar berbagai departemen di dalamnya akan berujung pada tingkat kesehatan perusahaan tersebut, dan tentunya juga akan mengoptimalkan laba penjualan. Disinilah peran seorang manajer diuji. Seorang manajer bukan saja bertugas untuk mencapai tujuan perusahaan, akan tetapi juga bertugas untuk merangkul dan membentuk komunikasi yang baik di antara para anak buahnya sehingga mereka menjadi suatu tim yang solid. Lagipula factor tim yang solid merupakan salah satu syarat agar tujuan perusahaan tercapai, bukan begitu?

Cara Membangun Team Work

Anda tidak dapat bekerja sendiri. Jika tahu bagaimana cara mengelola teamwork,maka anda akan mendapatkan hasil kerja yang luar biasa. Teamwork yang efektif akan menghasilkan produktivitas, kualitas dan loyalitas diatas rata-rata. Berikut adalah tips-tips membangun teamwork:
1. Fokus
Jelaskan rencana organisasi bisnis anda kepada para anggota tim, dan lakukan follow up secara teratur. Follow up berguna bukan hanya untuk mengetahui progress pekerjaan saja, akan tetapi juga berguna untuk mengingatkan agar mereka tetap focus pada tujuan awal.
2. Definisikan peran
Garis bawahi dengan jelas tanggung jawab dan peran setiap individu dalam suatu tim. Hall ini sangat penting untuk menjamin kesuksessan tim. Dengan mendefinisikan peran masing-masing,maka para angota tidak akan bertanya-tanay tentang apa tugas mereka dan bagaimana mereka bekerja.
3. Tetapkan tujuan
Anggota tim perlu untuk memperhatikan tujuan pekerjaan anggota tim lainnya. Dengan mengetahui tujuan sesama anggota, maka mereka akan saling mendukung saling dan membantu.
4. Bagikan informasi
Seorang pemimpin tim wajib membagikan informasi yang dirasa perlu untuk mendukung pekerjaan mereka. Itulah sebabnya mengapa briefing pagi sebelum melakukan aktifitas kantor adalah hal yang penting untuk dilakukan. Jangan sampai ada kesalahan komunikasi bahkan kesulitan komunikasi di dalam internal tim, karena hal ini kan menghambat pekerjaan. Sampaikan informasi-informasi yang dibutuhkan sesegera mungkin.
5. Kepercayaan
Perlakukan setiap anggota tim dengan perlakuan yang sama. Bangun kepercayaan terhadap merekadan diantara mereka sendiri. Mengajak makan malam bersama diluar jam kantor atau mengadakan pesta kecil-kecilan di akhir pekan dapat membangun kepercayaan mereka terhadap anda.
6. Dengarkan
Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide dan keluhan dari anggota tim. Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dalam suatu rapat.
7. Bersabar
Bila tim anda terlihat bermasalah dan tidak menunjukkan hasil yang signifikan, maka anda harus bersabar. Beri waktu dan amati perkembangannya. Setelah mengetahui permasalahannya, anda harus bertindak cepat untuk memperbaikinya.
8. Dukungan
Setiap anggota tim harus ditantang untuk berkontribusi dalam segala hal.Dorong mereka untuk mengikuti pelatihan bila memang diperlukan. Beri mereka kesempatan untuk keluar sejenak dari tugas dan tanggung jawabnya untuk melakukan kegiatan pribadi mereka.

Anda Pun Dapat Melakukan Personal Branding Dengan Murah Meriah

Apa itu personal branding? Personal branding menurut pemahaman saya adalah upaya untuk meningkatkan citra pribadi kita di mata orang lain. Pentingkah personal branding? Bagi saya ya, personal branding adalah penting, sebab itu menunjukkan kehormatan, kebanggaan, dan harga diri seseorang di mata orang lain. Personal branding dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan prestasi dan nilai seseorang. Seseorang yang memiliki citra diri yang baik, dan keahlian yang dimilikinya telah diakui oleh orang lain, maka akan lebih mudah dalam memperoleh rejeki, sebab orang itu adalah orang yang terpercaya dan mampu dalam memegang amanat.
Sebenarnya, menurut yang saya alami, personal branding itu adalah suatu hal otomatis berjalan tanpa perlu banyak membuang energi untuk melakukan berbagai macam strategi marketing, asal kita tahu prinsip dan langkah-langkahnya. Prinsip dari personal branding adalah bagaimana agar nama baik kita dan kemampuan kita dikenal oleh orang lain, dan efek “word of mouth” sangat signifikan sekali dalam mengaktifasi personal branding secara otomatis. Lalu bagaimana langkah-langkahnya?
Menurut yang saya alami, ini adalah langkah-langkahnya:
1. Melakukan yang terbaik di setiap kesempatan.
Jika anda diberikan kesempatan untuk memegang suatu jabatan, atau menjadi pimpinan suatu kegiatan atau proyek, maka yang harus anda lakukan adalah mencurahkan segala upaya agar proyek yang anda pimpin berjalan dengan sukses. Kesuksesan proyek atau kegiatan anda adalah suatu prestasi yang bisa dinilai oleh atasan anda, perusahaan anda, hingga kolega anda. Keluarkan segala kemampuan yang anda miliki, baik kemampuan teknis, manajerial, hingga leadership. Nilai pribadi anda akan menjadi bertambah jika kegiatan yang anda lakukan dapat berjalan dengan sukses. Dan penambahan nilai pribadi anda tersebut akan meningkatkan nilai jual anda dimata orang lain.
2. Carilah mentor yang baik
Jika anda ingin menjadi orang yang berhasil atau sukses, anda harus tidak boleh sungkan untuk berguru. Kemampuan yang anda miliki tidak dapat anda jadikan pegangan dan keyakinan bahwa anda mampu melakukan segalanya, sebab beda lingkungan beda sifat kerja, dan beda anggota tim maka beda pula gaya kepemimpinan yang harus dilakukan. Bertanyalah kepada senior-senior anda yang sudah pernah merasakan menjadi pemimpin kegiatan atau proyek di periode-periode yang lalu. Dengan demikian, anda bukan saja dapat menambah wawasan mengenai kepemimpinan, namun juga anda dapat menentukan sikap bagaimana yang seharusnya dalam menangani anggota-anggota tim anda. Jika anda sudah bisa menangani anggotatim anda, maka kesenjangan dan penolakan terhadap anda sebagai pemimpin akan tereduksi, dan anda akan dterima dan diakui sebagai pemimpin yang baik yang dapat mengakomodir semua anggota tim anda. Jika anggota tim anda terpuaskan,maka nama baik anda akan disebarluaskan oleh mereka kepada orang-orang lain, dan anda akan semakin mudah dalam bekerja.
3. Bersikap jujur
Ini adalah hal yang paling mendasar. Kebohongan yang anda buat akan cepat tersebar luas di institusi tempat anda bekerja, atau di lingkungan anggota tim anda. Kebohongan yang anda buat akan memberikan citradiri anda menjadi negatif, dan anda dianggap sudah tidak dapat dipercaya lagi. Jadi bersikaplah jujur.
4. Miliki dan tunjukkan karakter khas
Jika anda seorang pemimpin, maka anda harus memiliki karakter kepemimpinan yang khas, dan pada suatu kesempatan, anda harus menunjukkan karakter tersebut. Mungkin saja pada awalnya ada ketidaksukaan dari anggota-anggota tim anda terhadapa karakter khas anda, namun seiring waktu mereka akan memahami bahwa karakter yang anda tunjukkan itu menghasilkan kesuksesan. Ketika kesuksesan datang, mereka akan mengacungkan jempol mereka keatas sebagai ungkapan salut. Dan sekali lagi anda menorehkan prestasi dengan karakter anda yang berujung pada personal branding anda menjadi semakin meningkat.
Itulah bebarapa langkah dalam melakukan personal branding secara murah meriah, tidak perlu menggunakan biaya. Saya merasakan bahwa personal branding itu sangat rapuh, artinya membangun personal branding yang kuat membutuhkan waktu yang cukup lama, karena ini adalah proses pembangunan kepercayaan orang lain. Akan tetapi personal branding akan cepat hancur bagaikan kaca yang tersenggol sedikit maka dia akan pecah berantakan. Personal branding pun demikian, sekalinya anda terpeleset melakukan tindakan negatif, maka citra diri positif anda akan langsung jatuh dan cacat. Kejatuhan akan lebih cepat menyebar dan lebih lama menempel di bayangan orang lain, yang pada akhirnya mungkin tingkat kepercayaan mereka terhadap anda menjadi berkurang. Jadi berhati-hatilah dalam bertindak, sebab itu sangat menentukan citra diri anda.