Category Archives: Pelayanan Pelanggan

Saya Bukan Pebisnis Multi Level Marketing! Saya adalah Konsumen, dan Saya Berharap Anda Melakukan Ini Kepada Saya!

Ada banyak alasan kenapa seseorang tidak menyukai Bisnis Multi Level Marketing (MLM), bahkan ada yang berpandangan negatif terhadap bisnis ini. Ada lagi yang tak suka bisnis MLM karena harus merekrut orang dan perlu memasarkan produknya yang harganya relatif tidak murah.
Saya bukanlah pelaku bisnis MLM, namun dari apa yang saya alami ketika di jadikan “target” oleh pemasar MLM, saya rasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis MLM dalam mendekati dan mempengaruhi prospeknya. Dengan hal-hal ini saya rasa sikap antipasti terhadap bisnis MLM bisa berubah.
1. Jangan memaksa. Salah satu alasan mengapa orang tidak suka bisnis Multi Level Marketing (MLM) adalah karena ada pebisnis MLM yang terlalu menggebu-gebu dalam mengajak orang untuk bergabung. Hal ini justru membuat orang yang diajak jadi antipati dan akhirnya memberikan pandangan bahwa bisnis MLM adalah bisnis yang buruk. Sebagai seorang konsumen dan orang yang tidak tahu tentang bisnis ini, saya mengharapkan penjelasan yang detail dan menarik tentang keuntungan yang bisa didapatkan jika menjadi member suatu bisnis MLM. Selanjutnya adalah jangan pernah memaksa saya untuk bergabung dengan anda,sebab ini akanmenyebabkan saya menjadi tidak respect dan antipasti terhadap anda.
2. Jadilah pendengar yang baik. Kebanyakan pebisnis MLM lebih sering banyak bicara mengenai produk dan programnya namun tidak pernah mencari tahu apakah saya tertarik pada anda. Sebaiknya anda jangan terlalu banyak bicara dan jadilah pendengar yang baik. Cari tahu terlebih dahulu apakah saya adalah orang yang berminat dengan MLM yang anda tawarkan. Dengarkan keluhan dan tanggapan saya, lalu berikan penjelasan secukupnya. Jika saya tertarik, anda bisa prospek saya lebih lanjut.
3. Jangan katakan bahwa bisnis ini adalah untuk semua orang. Sadarilah bahwa sesungguhnya MLM itu bukan untuk semua orang. Hanya orang-orang yang berani dan tangguh yang akan sukses di bisnis ini. Karena itu berikan saya semangat agar saya bisa lebih berani dalam mengambil keputusan berbisnis MLM dan tangguh dalam menjalankannya.
4. Hargai saya jika tak mau bergabung dengan MLM anda. Sekalipun anda merasa sudah capek menjelaskan kepada seseorang dan hasil akhirnya ternyata saya belum mau bergabung, tetap hargai keputusannya itu. Bersabarlah, karena bisa jadi saya butuh waktu untuk berfikir dengan tenang.

Cara Mendapatkan Perhatian Calon Pembeli

Di era digital ini, terpecahnya focus seorang konsumen terhadap rencana pembelian suatu barang sering terjadi. Ketika konsumen sedang berbelanja di sebuah toko, pada waktu yang sama ia melakukan searching, browsing, membandingkan harga, dan mencari masukan dari teman-temannya di media sosial melalui perangkat mobile yang ia miliki. Perhatiannya terpecah dan terlarut dalam dunia paralel.

Meluasnya penggunaan perangkat mobile mendorong pola dan model pembelian konsumen semakin sulit diukur oleh para pemasar. “Apakah calon pembeli ini berubah pikiran untuk tidak membeli?” Mungkin itu yang ada di benak para penjual di toko ketika melihat calon pembelinya sibuk dengan perangkat mobile.

Kondisi ini memberikan tantangan tersendiri bagi penjual sebuah produk untuk memenangkan perhatian konsumen yang terpecah. Penjual perlu memasuki dan mengantisipasi dinamika baru ini dengan memastikan bahwa konsumennya tetap focus pada produk yang ada dihadapannya.

Berikut beberapa contoh bagaimana penjual dapat memenuhi tantangan tersebut.

1. Bangun keintiman dengan pelanggan. Setiap strategi diawali dengan pemahaman tentang konsumen yang ingin kita bidik. Namun, pemahaman tersebut tak sekadar mencakup apa yang diinginkan dan dibutuhkan target. Penjual perlu membangun pemahaman mendalam tentang kesukaan, dan pola penggunaan produk konsumennya. Pemahaman ini didapat dengan cara mendengarkan. Buatlah konsumen anda berbicara banyak tentang dirinya, dan anda harus mendengarkan dengan penuh perhatian.

2. Berikan pengalaman. Sangat mudah membuat konsumen terkesima oleh pengalaman yang didapat dari sebuah produk. Berilah kesempatan konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan. Dengan demikian ia akan mendapatkan pengalaman dan tentunya ia akan focus kepada anda. Berikan kesempatan untuk memberikan komentar atas produk yang dicobanya, dan berikan pula penjelasan yang jujur jika ia bertanya.