Category Archives: Pendidikan

MACAM-MACAM PERILAKU IKAN MAKAN BERDASARKAN SUMBER MAKANANNYA

Views: 5

Pernah bertanya-tanya bagaimana ikan di laut dalam mencari makan di kegelapan yang gelap gulita? Ini adalah pertanyaan yang membingungkan para ahli biologi kelautan selama beberapa dekade. Laut dalam, hamparan air luas yang berada ribuan kaki di bawah permukaan, merupakan lingkungan yang penuh tantangan. Cuacanya dingin, tekanannya tinggi, dan mungkin yang paling menonjol adalah gelap. Namun, sejumlah besar spesies ikan tidak hanya bertahan hidup tetapi juga berkembang dalam kondisi ini. Jadi, bagaimana mereka melakukannya? Jawabannya sama beragamnya dengan ikan itu sendiri. Dari tarian anglerfish yang rumit hingga pengejaran ikan todak dengan kecepatan tinggi, setiap spesies telah mengembangkan perilaku makan yang unik dan menarik. Beberapa menggunakan bioluminesensi, yang lain menggunakan organ sensorik yang sangat sensitif, sementara yang lain masih berevolusi menjadi oportunis ulung. Tapi kami hanya menggores permukaannya saja. Selami bersama kami ke dalam dunia misterius perilaku memberi makan ikan. Berikut adalah macam-macam perilaku ikan makan berdasarkan sumber makanannya.

Pemangsa laut Dalam

Bayangkan menjadi predator di lingkungan yang jarak pandangnya hampir nol. Bagaimana cara Anda menemukan mangsa?” Selamat datang di dunia predator laut dalam, di mana normalnya adalah beradaptasi atau binasa. Mari menyelam ke kedalaman laut dan bertemu dengan beberapa pemburu luar biasa ini. Ambil contoh hiu. Hiu dilengkapi dengan adaptasi menakjubkan yang dikenal sebagai electroreception. Hal ini memungkinkan mereka mendeteksi medan listrik yang dihasilkan mangsanya. Bayangkan memiliki radar internal yang memperingatkan Anda setiap kali makanan Anda berada di dekat Anda. Itulah rasanya menjadi hiu. Ini adalah dunia di mana bahkan detak jantung yang paling lemah sekalipun tidak dapat luput dari perhatian.

Selain hiu, kita juga menemukan predator menarik lainnya, yaitu anglerfish. Makhluk ini telah membawa seni berburu ke tingkat yang baru. Anglerfish menggunakan bentuk bioluminesensi unik untuk memikat mangsanya. Ia memiliki tulang punggung khusus yang menonjol di atas mulutnya seperti alat pancing, dengan ujung umpan bercahaya. Di lautan gelap yang dalam, cahaya ini sangat menarik bagi makhluk lain. Bayangkan bisa menerangi makan malam Anda dengan lampu depan alami. Itulah realitas anglerfish.

Perilaku makan predator ini merupakan bukti kondisi ekstrim lingkungan mereka. Mereka telah berevolusi menjadi pemburu yang sangat efisien, menggunakan peralatan yang diberikan alam kepada mereka dengan cara yang luar biasa. Adaptasi mereka bukan hanya tentang kelangsungan hidup; mereka tentang berkembang di dunia di mana Anda tidak selalu bisa melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Dari elektroresepsi hingga bioluminesensi, ikan predator telah mengembangkan berbagai strategi untuk menemukan dan menangkap mangsanya. Adaptasi ini tidak hanya memberi mereka keuntungan untuk bertahan hidup tetapi juga memungkinkan mereka untuk mendominasi wilayahnya masing-masing di laut dalam. Para pemburu laut dalam ini telah mengembangkan teknik menarik untuk memastikan mereka tidak pernah melewatkan waktu makan. Saat kami menggali lebih dalam misteri lautan, kami terus menemukan betapa inovatifnya alam dalam mengamankan makanan berikutnya.

Raksasa Samudera

Beberapa makhluk terbesar di lautan bukanlah pemburu, melainkan penyaring makanan.” Bayangkan menjadi ikan terbesar di lautan, namun Anda tidak bergantung pada makhluk besar lainnya, namun pada organisme yang berukuran hampir mikroskopis. Hal ini merupakan kenyataan yang dialami hiu paus dan hiu penjemur, yang telah berevolusi menjadi hewan penyaring (filter feeder) yang unggul.

Hiu paus, ikan terbesar di lautan, dapat tumbuh hingga dua belas meter panjangnya – kira-kira sama dengan panjang bus sekolah. Namun makhluk raksasa ini kebanyakan memakan plankton, organisme kecil yang hanyut di arus laut. Mereka berenang dengan mulut besar terbuka lebar, menyaring air untuk makanan mikroskopis mereka.

Sekarang mari kita alihkan perhatian kita pada hiu penjemur. Ini adalah spesies ikan terbesar kedua, panjangnya mencapai sepuluh meter. Hiu penjemur mempunyai strategi makan yang sama dengan hiu paus. Mereka juga membuka mulut saat berenang, menyaring air, dan mengonsumsi zooplankton, ikan kecil, dan cumi-cumi dalam jumlah besar.

Namun bagaimana cara kerja filter feeding ini? Baik hiu paus maupun hiu penjemur memiliki adaptasi unik: penyapu insang. Ini adalah struktur tipis seperti sisir di insangnya yang berfungsi seperti saringan. Saat hiu ini berenang dengan mulut terbuka, air mengalir masuk, dan penyapu insang menyaring partikel makanan. Air yang disaring kemudian keluar melalui insangnya, sementara makanannya ditelan. Yang menarik adalah banyaknya volume air yang dapat diproses oleh raksasa ini. Diperkirakan hiu penjemur dapat menyaring air sebesar kolam renang ukuran Olimpiade hanya dalam waktu satu jam. Itu banyak air untuk banyak makanan kecil!. Strategi pemberian makan ini memungkinkan raksasa ini berkembang biak di daerah yang kaya akan plankton, itulah sebabnya mereka sering terlihat di daerah pesisir selama mekarnya plankton. Meskipun ukurannya menakutkan, hiu paus dan hiu penjemur tidak menimbulkan ancaman bagi manusia. Mereka adalah makhluk yang bergerak lambat dan lembut, sepenuhnya fokus pada pencarian tanpa akhir untuk mendapatkan makanan mikroskopis berikutnya. Raksasa yang lembut ini, meskipun ukurannya besar, hidup di kehidupan laut terkecil.

Ikan Pemakan Bangkai

Pemakan bangkai punya reputasi buruk, tapi di laut, mereka sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bayangkan dunia tanpa pengelolaan sampah. Bukan ide yang menyenangkan, bukan? Di laut, ikan pemakan bangkai memainkan peran ini, yaitu menjaga ekosistem laut tetap seimbang dan sehat.

Mari selami dunia menakjubkan makhluk air yang kurang dihargai ini, dimulai dengan hagfish. Hagfish, sering disebut sebagai ‘slime eel’, adalah penghuni laut dalam dengan pola makan yang tidak biasa. Mereka memakan sisa-sisa orang yang sudah meninggal, entah itu bangkai ikan paus yang tenggelam ke dasar laut atau sisa-sisa makanan predator. Mereka menggali ke dalam tubuh orang yang meninggal, memakan dari dalam ke luar. Ini bukan pekerjaan yang glamor, tapi ini pekerjaan yang penting. Dengan mengonsumsi sisa-sisa ini, hagfish membantu mendaur ulang nutrisi kembali ke ekosistem, berkontribusi terhadap keseimbangan kehidupan di bawah laut yang kompleks dan rumit.

Sekarang, mari kita beralih ke ikan lele, anggota kru pembersih laut terkemuka lainnya. Ikan yang hidup di dasar laut ini adalah pemakan bangkai omnivora, memakan beragam makanan yang mencakup alga, tumbuhan, serangga, dan hewan mati. Ikan lele menggunakan sungutnya, atau ‘kumisnya’, untuk mencari makanan di perairan keruh, sering kali mencari makan di malam hari. Mereka memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan ekosistem sungai dan danau dengan mengonsumsi tanaman berlebih dan menguraikan materi hewani. Penting untuk dicatat bahwa pemakan bangkai bukan sekadar ‘pembuang sampah’. Mereka adalah orang-orang yang mampu bertahan hidup, beradaptasi untuk berkembang di dunia yang sulit mendapatkan makanan. Perilaku makan mereka merupakan bukti kecerdikan alam dalam mengubah masalah – sampah – menjadi solusi – daur ulang makanan dan nutrisi. Jadi, lain kali Anda memikirkan tentang pemakan bangkai, jangan pikirkan faktor ‘menjijikkannya’, tapi pikirkan peran penting yang mereka mainkan di lautan kita. Pemakan bangkai, yang sering diabaikan, adalah pahlawan dunia kelautan tanpa tanda jasa.

Lautan adalah dunia yang penuh keajaiban, dengan penghuninya yang menunjukkan berbagai perilaku makan. Dari tarian ikan predator yang mematikan, hingga kebiasaan herbivora yang merumput dengan tenang, lautan adalah teater kelangsungan hidup, yang masing-masing bertindak sama menariknya dengan yang terakhir. Ini adalah dunia di mana raksasa seperti paus biru memakan krill kecil dalam jumlah banyak, menggunakan balin mereka sebagai filter dalam salah satu tontonan alam yang paling mengesankan untuk mencari makan.

Lalu ada pula pahlawan tanpa tanda jasa, para pemakan bangkai yang membersihkan dasar laut, mengubah sampah menjadi rezeki. Setiap makhluk, dan setiap perilaku, memainkan peran penting dalam keseimbangan ekosistem laut.

Semakin kita memahami perilaku-perilaku ini, semakin siap kita untuk melindungi dan melestarikan habitat-habitat ini. Ketika kita belajar lebih banyak tentang makhluk menakjubkan ini, rasa hormat dan tanggung jawab kita terhadap pelestarian habitat mereka akan semakin mendalam. Terima kasih telah menonton. tonton artikel tentang macam-macam perilaku ikan makan berdasarkan sumber makanannya versi video disini, silakan berlangganan dan bagikan kepada orang lain. Dan juga, tuliskan komentar Anda tentang tingkah laku ikan yang menakjubkan ini.

Memahami Tingkah Laku Ikan. Jenis-jenis, dan hubungannya dengan Penangkapan Ikan

Views: 29

Tingkah laku ikan merupakan pergerakan ikan dan respon ikan terhadap keadaan yang ada pada lingkungannya, dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan yang terjadi pada perairan dan kebiasaan ikan. Perilaku ikan adalah bidang yang menarik dan kompleks yang menyoroti kehidupan teman-teman akuatik kita. Baik Anda seorang pemancing, ahli biologi kelautan, atau sekadar ingin tahu tentang dunia bawah laut, memahami perilaku ikan sangatlah penting. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai aspek perilaku ikan, mulai dari pola makan hingga ritual pacaran, migrasi, dan banyak lagi.

Jenis Perilaku Ikan

Ikan menunjukkan beberapa jenis perilaku, masing-masing memiliki tujuan tertentu:

1. Perilaku Makan: Cara ikan menemukan, menangkap, dan mengonsumsi makanan bervariasi antar spesies. Beberapa ikan merupakan pengumpan visual, mengandalkan penglihatan, sementara yang lain menggunakan sentuhan (pengumpan taktil) atau penciuman (pengumpan penciuman) untuk mendeteksi mangsa1.

2. Perilaku Mencari Pasangan dan Kawin: Ikan menarik calon pasangannya melalui tampilan pacaran. Mereka berpasangan, terlibat dalam tarian yang rumit, dan memastikan reproduksi yang sukses. Memahami perilaku ini sangat penting untuk menjaga kesehatan populasi ikan.

3. Migrasi: Banyak spesies ikan melakukan perjalanan luar biasa melintasi jarak yang sangat jauh. Baik itu ikan salmon yang berenang ke hulu untuk bertelur atau spesies laut yang melintasi seluruh lautan, perilaku migrasi sangatlah menakjubkan.

4. Perilaku Teritorial: Ikan membangun dan mempertahankan wilayah. Interaksi agresif terjadi ketika batasan ditantang. Perilaku teritorial mempengaruhi penggunaan habitat dan alokasi sumber daya3.

5. Schooling and Shoaling: Ikan sering berenang bersama dalam kawanan atau berkelompok atau bergerombol. Perilaku sosial ini memberikan rasa aman, meningkatkan efisiensi pemberian makan, dan memfasilitasi komunikasi.

Konsekuensi Ekologis dari Variasi Tingkah Laku Ikan

Memahami perilaku ikan memiliki implikasi ekologis:

Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Individu: Ciri-ciri perilaku mempengaruhi kemampuan individu untuk menemukan makanan, menghindari predator, dan berkembang.

Keberhasilan Reproduksi: Perilaku mencari pasangan berdampak pada keberhasilan perkawinan dan kelangsungan hidup keturunan.

Pemanfaatan Habitat: Perilaku yang berbeda menyebabkan preferensi habitat yang beragam.

Pola Makan dan Pergeseran Niche: Perilaku makan membentuk pilihan makanan dan spesialisasi niche.

• Migrasi dan Penyebaran: Pola perilaku mempengaruhi dinamika populasi dan keragaman genetik.

Interaksi Spesies dan Fungsi Ekosistem: Perilaku ikan mempengaruhi dinamika komunitas dan stabilitas ekosistem.

Tantangan dan Implikasi Konservasi

Pengelolaan Perikanan: Mengakui perbedaan perilaku individu yang konsisten dapat memberikan masukan bagi praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan. Hal ini mempengaruhi strategi penangkapan ikan rekreasi dan komersial.

• Pemeliharaan Pembenihan dan Peningkatan Stok: Memahami perilaku akan membantu keberhasilan upaya peningkatan stok.

Upaya Konservasi: Studi perilaku berkontribusi dalam melestarikan populasi ikan dan habitatnya.

Hubungan tingkah laku ikan dengan teknik penangkapan ikan komersial

Tingkah laku ikan dan teknik penangkapan ikan komersial memiliki hubungan yang erat dalam konteks keberlanjutan perikanan. Mari kita bahas lebih lanjut:

  1. Tingkah Laku Ikan:
  1. Tingkah laku ikan merujuk pada aktivitas dan perilaku yang diamati pada ikan. Ini mencakup berbagai aspek, seperti tidur, respon terhadap lingkungan, pola komunikasi, dan perilaku kelompok 1.
  2. Ikan memiliki kecenderungan bergerak, mencari makan, berlindung, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya berdasarkan naluri dan adaptasi mereka.
  3. Teknik Penangkapan Ikan Komersial:
  1. Penangkapan ikan komersial melibatkan penggunaan berbagai metode untuk menangkap ikan dalam jumlah besar secara efektif.
  2. Beberapa teknik penangkapan ikan komersial meliputi penggunaan jaring, tali pancing panjang, dan jebakan 2.
  3. Tujuan utama dari teknik ini adalah untuk memperoleh hasil tangkapan yang optimal dan memastikan keberlanjutan sumber daya ikan.
  4. Hubungan Antara Keduanya:
  1. Teknik penangkapan ikan harus mempertimbangkan tingkah laku ikan agar lebih efisien dan berkelanjutan. Contoh:
    • Jaring: Pemilihan ukuran jaring, kedalaman penangkapan, dan waktu penangkapan harus memperhitungkan perilaku migrasi ikan dan pola berenang mereka.
    • Tali Pancing Panjang: Pemilihan lokasi dan kedalaman pancing harus memperhatikan kebiasaan makan ikan dan zona aktivitas mereka.
    • Jebakan: Penempatan jebakan harus berdasarkan pada perilaku ikan yang cenderung masuk ke lubang atau tempat perlindungan.
  2. Keberlanjutan Perikanan:Dengan memahami tingkah laku ikan, para nelayan dapat mengoptimalkan teknik penangkapan sehingga mengurangi dampak negatif pada populasi ikan non-target dan habitat.
  3. Penggunaan peralatan khusus yang meminimalisasi penangkapan spesies yang tidak menjadi target juga merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perikanan 2.

Tingkah laku ikan memiliki peran yang sangat penting dalam teknik penangkapan ikan komersial. Berikut adalah beberapa alasan mengapa mempelajari tingkah laku ikan menjadi krusial:

  1. Efisiensi Penangkapan:
    • Memahami perilaku ikan membantu nelayan memilih teknik penangkapan yang lebih efisien.
    • Contoh: Jaring yang ditempatkan berdasarkan pola migrasi ikan akan meningkatkan hasil tangkapan.
  2. Selektivitas:
    • Pengetahuan tentang tingkah laku ikan memungkinkan pengembangan alat tangkap yang lebih selektif.
    • Alat tangkap yang selektif dapat mengurangi penangkapan spesies non-target dan meminimalkan dampak pada lingkungan.
  3. Keberlanjutan Sumber Daya Ikan:
    • Dengan memahami kebiasaan makan, migrasi, dan reproduksi ikan, kita dapat merancang teknik penangkapan yang berkelanjutan.
    • Ini membantu mencegah penurunan stok sumber daya ikan dan menjaga keseimbangan ekosistem.
  4. Kesejahteraan Ikan:
    • Pengetahuan tentang tingkah laku ikan memungkinkan kita menghindari metode penangkapan yang menyebabkan penderitaan berlebih pada ikan.
    • Ini berkontribusi pada kesejahteraan ikan dan etika dalam penangkapan.
  5. Manajemen Perikanan yang Efektif:
    • Data tentang tingkah laku ikan membantu dalam pengambilan keputusan manajemen perikanan.
    • Kebijakan yang didasarkan pada pemahaman tentang perilaku ikan lebih efektif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya.

Jadi, mempelajari tingkah laku ikan adalah langkah penting untuk mencapai penangkapan ikan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dan pemahaman tentang tingkah laku ikan sangat penting dalam merancang teknik penangkapan yang efisien dan berkelanjutan

Ingat, di bawah permukaan air terdapat dunia yang penuh dengan perilaku, adaptasi, dan strategi bertahan hidup yang rumit. Baik Anda seorang pemancing yang mencari tangkapan sempurna atau pengamat yang penasaran, mengapresiasi perilaku ikan akan memperkaya hubungan kita dengan alam.

KPPS: Tugas dan Tanggung Jawab dalam Pemilu dan Pemilihan

Views: 7

Pemilu dan Pemilihan adalah proses demokrasi yang melibatkan partisipasi aktif dari seluruh rakyat Indonesia. Dalam proses ini, rakyat berhak memilih wakil-wakilnya di legislatif dan eksekutif, bik di tingkat pusat maupun daerah. Pemilu dan Pemilihan juga merupakan sarana untuk mengawasi kinerja pemerintah dan menyampaikan aspirasi rakyat .

Untuk menjamin pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan yang lancar, jujur, dan adil, diperlukan penyelenggara yang profesional, independen, dan netral. Salah satu penyelenggara yang berperan penting dalam Pemilu dan Pemilihan adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) .

Apa itu KPPS?

KPPS adalah badan ad hoc yang dibentuk oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk melaksanakan pemungutan suara dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilu dan Pemilihan . KPPS terdiri dari tujuh anggota, yaitu satu ketua yang merangkap sebagai anggota dan enam anggota lainnya. Masing-masing anggota KPPS memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, seperti memberikan surat suara, menjaga keamanan TPS, mengawasi proses pemungutan suara, dan sebagainya. KPPS juga mendapatkan honor atau gaji sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh KPU. KPPS bertugas selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari sebelum hari pemungutan suara hingga setelah penghitungan suara selesai. KPPS harus mengikuti kode etik dan bimbingan teknis yang diberikan oleh KPU.

Mengapa KPPS penting?

KPPS adalah ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. KPPS bertanggung jawab untuk melayani pemilih, mengamankan surat suara, menghitung suara, dan menetapkan hasil perolehan suara di TPS. KPPS juga harus menjamin hak-hak pemilih, seperti hak memilih, hak dipilih, hak mengawasi, dan hak mengajukan gugatan. KPPS harus bersikap netral, tidak memihak, dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik apapun. KPPS harus menjaga integritas, kredibilitas, dan transparansi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. KPPS harus bekerja sama dengan pemantau, saksi, dan pihak terkait lainnya untuk mengawal Pemilu dan Pemilihan.

Bagaimana cara menjadi anggota KPPS?

Untuk menjadi anggota KPPS, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Berusia minimal 25 tahun
  3. Pendidikan minimal SLTA atau sederajat
  4. Tidak menjadi anggota partai politik atau terlibat dalam kegiatan politik
  5. Tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih
  6. Tidak sedang menjalani sanksi administratif berupa pencabutan hak pilih
  7. Tidak sedang dinyatakan pailit oleh pengadilan
  8. Tidak sedang menjadi anggota TNI, Polri, atau ASN
  9. Tidak sedang menjadi anggota KPU, Bawaslu, atau DKPP
  10. Tidak sedang menjadi anggota PPK, PPS, atau PPLN
  11. Tidak sedang menjadi anggota tim kampanye pasangan calon
  12. Tidak sedang menjadi anggota organisasi terlarang atau teroris
  13. Tidak sedang menjadi anggota organisasi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945
  14. Memiliki integritas, kemampuan, dan pengalaman dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan
  15. Bersedia mengikuti seleksi, pelatihan, dan penugasan yang ditetapkan oleh KPU

Jika Anda memenuhi syarat-syarat di atas, Anda dapat mendaftarkan diri sebagai calon anggota KPPS melalui PPS di wilayah Anda. Anda akan mengikuti seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara. Jika Anda lolos seleksi, Anda akan mengikuti pelatihan dan penugasan sebagai anggota KPPS.

Kesimpulan

KPPS adalah penyelenggara Pemilu dan Pemilihan yang bertugas di TPS. KPPS memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam menjamin kelancaran, kejujuran, dan keadilan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. KPPS harus bersikap netral, profesional, dan independen dalam menjalankan tugasnya. KPPS harus mengikuti kode etik dan bimbingan teknis yang diberikan oleh KPU. KPPS harus bekerja sama dengan pemantau, saksi, dan pihak terkait lainnya untuk mengawal Pemilu dan Pemilihan. KPPS harus melayani pemilih dengan baik dan menghormati hak-hak pemilih. KPPS harus menjaga integritas, kredibilitas, dan transparansi dalam

Tips Bagi Guru Baru di Tempat Kerja Baru

Views: 5

Tips Bagi Guru Baru di Tempat Kerja Baru

Sebentar lagi guru PPPK 2023 akan terpilih, yang merupakan hasil proses seleksi penerimaan guru PPPK 2023. Ada kemungkinan guru yang terpilih akan ditempatkan di tempat baru, atau mungkin juga guru yang benar-benar baru terpilih pada seleksi PPPK atau CPNS 2023 ditempatkan di lokasi mengajar yang masih asing. Berikut adalah tips bagi guru baru ketika berada di tempat kerja baru.

MEMBUAT PERKENALAN

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah memperkenalkan diri kepada staf dan guru yang ada di tempat kerja baru anda. Ini akan sangat membantu anda menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bersiap menghadapi dunia kerja yang baru. Berkenalanlah dengan kolega baru Anda, baik sesama guru maupun tenaga kependidikan di sekolah baru tempat anda mengajar. Jika ada kesempatan untuk diajak makan siang, atau diajak berkeliling, anda harus ikut, jangan menolak. ini adalah kesempatan anda untuk mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang hal-hal yang ingin Anda ketahui, seperti sistem kedatangan dan pemberhentian siswa di sekolah, siapa yang mengetahui kebutuhan teknologi, dan bagaimana Anda akan memesan bahan-bahan untuk mengajar, misalnya bahan praktek sekolah.

HINDARI PEKERJAAN BERLEBIHAN

Banyak guru baru yang saking antusiasnya dan gembira karena diangkat sebagai guru PPPK baru atau guru ASN baru, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka sudah siap. Mereka mencoba merencanakan seluruh kegiatan selama satu semester ke depan. Saya berpendapat bahwa itu membuang-buang waktu. Pada minggu pertama anda masuk kerja, gunakan waktu untuk mendapatkan materi mengajar dari guru senior anda, menemukan jadwal harian, dan teknik serta prosedur kelas penting lainnya. Sasaran Anda adalah membuat semua orang memiliki pemahaman yang sama pada akhir minggu pertama sekolah. Sebelum Anda mulai membuat rencana untuk minggu depan, catatlah dan evaluasi apa yang telah Anda capai dan apa yang tidak Anda capai. Gunakan rumus ini sampai Anda merasa kelas Anda berjalan seperti mesin yang diminyaki dengan baik. Saat itulah saatnya mempelajari kurikulum. Ingat, Anda tidak dapat mengajarkan apa pun secara efektif sampai Anda mengembangkan rutinitas kelas yang solid.

SANTAI SAJA

Perjalanan awal anda dalam mengajar bukanlah sebuah lomba lari cepat, melainkan merupakan perjalanan dan petualangan yang jauh. Saya ingat tahun pertama saya mengajar dengan jelas. Saya terus-menerus terburu-buru, mencoba membuat rencana terlalu banyak, terlalu cepat. Saya akhirnya menyadari bahwa saya melakukan pekerjaan yang sia-sia. Jangan terburu-buru melakukan sesuatu yang terlalu rumit atau menantang. Simpan semuanya itu dalam masa kenyamanan Anda di mingu-minggu pertama. Yang penting adalah pikirkan bagaimana kolega anda ataupun siswa anda mengenal mengenal Anda! Dan cari tahu apa yang membuat Anda nyaman dan siswa anda nyaman.Apa yang Anda ingin siswa Anda lakukan ketika mereka masuk ke kelas? Anda dapat menggunakan pengetahuan ini untuk mengembangkan teknik mengajar Anda di tahun pertama anda mengajar, sehingga dapat berkomunikasi dengan baik dengan kelas anda.

Menjadi guru baru bisa menjadi saat yang menyenangkan namun juga melelahkan. Namun selama Anda memperhatikan zona nyaman Anda, meluangkan waktu, dan mendapatkan jawaban yang Anda butuhkan, Anda akan memulai dengan baik. Itulah tips bagi guru baru di tempat kerja baru.

APLIKASI BELAJAR GRAMMAR BAHASA INGGRIS

Views: 61

Grammar adalah struktur susunan kalimat dalam bahasa inggris, yang membuat suatu kalimat tersebut menjadi sempurna. Jika tidak menggunakan grammar yang baik, maka pengertian suatu kalimat dalam bahasa inggris akan menjadi berbeda. Untuk itulah penting untuk mempelajari garmmar bahasa inggris.

Memang agak sulit jika kita menghafal tentang grammar bahasa inggris, sebab grammar itu banyak bentuk dan aturannya. Namun dengan kemajuan teknologi saat ini, dan di era merdeka belajar, maka belajar menjadi lebih mudah. Sama seperti aplikasi belajar lainnya, seperti aplikasi belajar memasak, ada banyak aplikasi belajar bahasa inggris yang bisa kita gunakan, namun untuk aplikasi belajar grammar bahasa inggris yang mudah dimengerti dan digunakan, ini sangat jarang. Untuk itulah dibuat aplikasi pendidikan berupa aplikasi grammar Bahasa Inggris bernama grammar in use app.

Aplikasi English Grammar In Use adalah aplikasi pendidikan kunci tata bahasa inggris untuk memeriksa penggunaan tata bahasa ingrris atau grammar bahasa inggris yang benar. Aplikasi ini ditujukan untuk orang yang sedang belajar bahasa Inggris. Anda tinggal ketik kalimat yang Anda maksud, dan lihat teori grammar melalui English Grammar In Use ini. Dalam buku aslinya, kunci Grammar ini terdiri dari 145 unit dan dikelompokkan menjadi 17 kelompok. Grammar key ini didasarkan pada buku English Grammar In Use oleh Raymond Murphy. Berikut ini adalah logo aplikasi english grammar in use. Klik logo ini untuk download aplikasi english grammar in use.

Aplikasi grammar in use ini belum ada di Google Play, walaupun demikian, aplikasi ini sudah bebas virus dan dijamin tidak ada data yang diambil. Aplikasi berkekstensi apk ini adalah aplikasi gratis alias tidak berbayar. Anda tinggal install di hp android anda, dan aplikasi siap digunakan. Cocok untuk anda yang sedang belajar Bahasa Inggris atau bagi anda yang sedang bepergian ke luar negeri. Jika ragu dalam mengucapkan suatu kalimat dalam bahasa inggris apakah grammar-nya benar atau tidak, maka anda tinggal ketik di kolom search pada aplikasi grammar in use ini. Hebatnya lagi, jika sudah terinstall, maka anda dapat menggunakan aplikasi ini secara offline. Jadi ini lebih mudah, hemat biaya, dan tak perlu khawatir dengan kehabisan kuota internet.

Link download aplikasi grammar in use: https://sfile.mobi/1bEdQHAMoSI7

SYARAT-SYARAT PENEMPATAN RUMPON

Views: 89

Menurut (Ardidja, Pemasangan Rumpon 2011), terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam rangka penempatan rumpon di suatu perairan, yaitu:

Dasar Perairan

Kontur dasar perairan terbaik untuk menanamkan rumpon adalah dasar datar yang luas atau sedikit kemiringan. Daerah yang luas adalah penting karena alur pergeseran jangkar saat saat diturunkan sangat tidak bisa diprediksi. Akibatnya mungkin jangkar terletak beberapa ratus meter dari tempat penanaman yang telah ditentukan. Dasar rata yang sempit, slope yang sempit, lereng curam, lereng tajam dapat menyebabkan terjadinya kegagalan penempatan jangkar. Dasar laut landai juga akan membantu mencegah jangkar terseret ke kedalaman perairan yang dalam ketika terjadi tegangan geser rumpon akibat cuaca buruk.

Kedalaman Perairan

Rumpon yang ditempatkan di perairan dangkal dengan kedalaman kurang dari 500 meter umumnya tidak efektif mengagregasi tuna. Selain itu biaya penanaman rumpon meningkat sebanding dengan kedalaman, karena semakin dalam suatu perairan maka semakin panjang tali tambat yang dibutuhkan. Rumpon yang ditanam pada perairan dengan kedalaman antara 1.000 – 2.000 meter umumnya berfungsi dengan baik untuk meng-agregasi tuna.

Kondisi Laut dan Cuaca

Perairan yang berarus kuat harus dihindari. Seperti juga cuaca buruk dan laut kasar, arus yang kuat akan meningkatkan ketegangan tali tambat rumpon. Hal ini akan berakibat kepada rusaknya komponen rumpon. Wilayah yang berarus deras sering terjadi di daerah tanjung, dan selat sempit di antara pulau-pulau yang berdekatan.

Jarak Antar Rumpon

Umumnya rumpon akan mengagregasi lebih efektif jika ditempatkan pada jarak anatar 4-5 mil laut dari terumbu karang ke arah laut. Jarak antar rumpon adalah sekitar 10 – 12 mil laut untuk menghindari interferensi karang dan rumpon lainnya.

Aksesibilitas dan Keselamatan

Rumpon harus ditempatkan agar aman untuk dicapai dari pelabuhan. Letak lokasi dan jarak dari pantai tergantung pada kondisi laut dan jarak operasi yang aman untuk perahu berukuran kecil. Umumnya untuk meningkatkan keselamatan, rumpon dipasang dengan dikonsentrasikan pada wilayah yang sudah dikenal.

Regulasi

Merujuk kepada (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 26 Tahun 2014 tentang Rumpon, rumpon harus dipasang di tempat yang tidak mengganggu alur pelayaran, tidak boleh dipasang dengan cara pemasangan yang mengakibatkan efek pagar  (zig-zag) yang mengancam kelestarian jenis ikan pelagis, dan pemilik rumpon harus memasang reflektor dan identitas rumpon. Reflektor rumpon terbuat dari plat besi yang berfungsi untuk memantulkan gelombang elektromagnet dari radar dan peralatan navigasi yang sejenis pada kapal modern. Hal ini untuk mempermudah identifikasi keberadaan rumpon terutama pada malam hari guna kelancaran proses pelayaran.

CARA MENENTUKAN PANJANG TALI UNTUK MENGGANTUNGKAN JARING (HANGING RATIO)

Views: 433

Jaring merupakan salah satu alat yang biasa digunakan untuk menangkap ikan. Ada banyak jenis alat menangkap ikan berbahan jaring, seperti trawl, purse seine, atau gill net. Jaring memiliki kemampuan untuk merubah bentuk dan luasnya. Karena perubahan bentuk ini, maka bentuk dan ukuran mata jaring atau mesh size juga mengalami perubahan. Perubahan bentuk dan ukuran mata jaring ini dipengaruhi oleh proses penggantungan jaring pada tali ris. Artinya, untuk perubahan ukuran mata jaring dipengaruhi oleh panjang jaring dan panjang tali ris. Menentukan ukuran mata jaring ini disebut dengan Hanging Ratio, dengan satuan persen.

Hanging ratio merupakan persentase bukaan mata jaring ke samping yang diperoleh dari perbandingan antara panjang tali untuk menggantungkan jaring dengan panjang jaring yang digantungkan ketika teregang sempurna. Jadi, jika Panjang tali untuk menggantungkan jaring disimbolkan dengan L, dan panjang jaring yang digantungkan adalah Lo, maka Hanging ratio adalah L dibagi dengan Lo dikali 100%. Suatu jaring atau mata jaring yang teregang sempurna ke arah samping akan memiliki nilai Hanging ratio sebesar 1 atau 100%. Simak materi “Cara menentukan panjang tali untuk menggantungkan jaring” versi video di bagian akhir artikel ini.

Dengan demikian, semakin kecil nilai Hanging rasio maka mata jaring semakin terbuka ke arah samping, dan sudut yang dibentuk oleh kaki jaring akan semakin lebar. Perhatikan ilustrasi bukaan hanging rasio berikut ini:

Bukaan mata jaring untuk tiap Hanging Ratio

Pada HR=1, sudut yang dibentuk oleh kaki jaring a dan b adalah 180o, Pada HR = 0,9, sudut yang dibentuk oleh kaki jaring akan menjadi 128o, HR = 0,8 memiliki sudut 106o, HR = 0,7 memiliki sudut 90o, HR = 0,5 bersudut 60o, dan HR = 0,4 bersudut 45o. Penentuan ukuran hanging ratio ini sangat penting untuk menentukan ukuran ikan yang akan ditangkap, karena didasarkan oleh cara ikan tertangkap oleh jaring, menentukan panjang tali ris, dan menentukan jarak antar pelampung dari jumlah pelampung yang telah dihitung. Pada video di CHANNEL YOUTUBE: @YUSEPCHANEL sudah dibahas mengenai bagaimana cara ikan tertangkap oleh jaring dan cara menentukan jumlah pelampung. Jika lupa silahkan anda klik pada video di channel Youtube @yusepchanel

Agar lebih jelas mengenai pengertian hanging ratio ini, perhatikan contoh soal berikut ini.

Diketahui, suatu jaring dengan jumlah mata jaring 200 mata. Ketika teregang sempurna, ukuran mata jaring tersebut adalah 50 mm. Jika jaring tersebut diinginkan memiliki hanging rasio sebesar 80%, tentukanlah panjang tali ris yang diperlukan.

Mari kita selesaikan persoalan ini:

Diketahui: jumlah mata = 200 mata

Ukuran 1 mata jaring = 50mm

HR = 80% atau 0,8

Ditanyakan L atau panjang tali ris

Jawab.

Untuk mencari L atau panjang tali ris maka harus diketahui terlebih dahulu panjang jaring teregang sempurna.

Panjang jaring teregang sempurna adalah

Ukuran mata jaring teregang sempurna dikali dengan jumlah mata jaring,

Yaitu 50 mm atau 0,050 meter dikali dengan 200 mata sama dengan 10 meter.

Dengan demikian, maka L atau panjang tali ris adalah

HR dikali dengan Lo

Sama dengan 0.8 dikali 10 sama dengan 8 meter.

Dengan kata lain, bahwa

Dengan HR 0,8, maka Ukuran mata jaring tersebut mengalami perubahan dari 50 mm menjadi 40 mm, sehingga panjang jaring adalah sama dengan panjang tali ris yaitu 0,04mm dikali 200 mata sama dengan 8 meter.

Hanging Ratio

Persyaratan Untuk Membuat Rumpon Ikan

Views: 83

Ardidja 2010 dalam bukunya Bahan Alat Penangkap Ikan menjelaskan bahwa persyaratan untuk membuat rumpon atau Fish Aggregating Devices (FAD) berbahan tumbuhan adalah sebagai berikut:

  1. Tumbuhan harus yang mengandung banyak klorofil dan segar (bukan kering).
  2. Harus dapat cepat membusuk dan tahan lama (sekitar 15 hari) atau lebih (berserat memanjang dan liat).
  3. Harus dapat menciptakan lingkungan yang teduh.
  4. Mudah diangkat, diperbaharui, dipindah, dan berharga murah.

Dari persyaratan-persyaratan tersebut diatas, tumbuhan yang cocok untuk dijadikan rumpon adalah tumbuhan dari famili Palma atau (Arecaceae) seperti daun kelapa, aren, dan pinang. Gambar berikut menunjukkan jenis pohon yang daunnya digunakan utuk membuat rumpon.

Daun untuk bahan rumpon ikan

Sedangkan untuk rumpon yang berbahan bukan tumbuhan, persyaratan bahan pembuatan rumpon adalah sebagai berikut:

  1. Pelampung terbuat dari bahan yang dilapisi cat anti korosi atau fiberglass yang dikonstruksi dapat mengapungkan total berat komponen rumpon.
  2. Rumpon dapat sebagai media tumbuh atau menempel organisme-organisme pembentuk terumbu karang. Sebagai contoh ban bekas sangat cocok digunakan sebagai media pembuatan rumpon.
  3. Tali jangkar terbuat dari serat baja non korosif atau serat buatan yang memiliki breaking strength atau densitas yang sangat besar.
  4. Pemberat terbuat dari cetakan semen yang memudahkan mempercepat tumbuhnya karang pada semen tersebut.

(San 1982) menyebutkan bahwa panjang tali jangkar untuk rumpon adalah berkisar antara 1 hingga 1,8 kali kedalaman perairan tempat dipasangnya rumpon tersebut. Sedangkan diameter tali jangkar adalah 18-20 mm berupa serat sintetis Polypropilene (PP).

Pengertian Rumpon Ikan Atau Fish Aggrergating Device (FAD)

Views: 420

Menurut (Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No. 2 tahun 2011 tentang Jalur penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan ikan dan Alat bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan 2011), pengertian rumpon ikan atau Fish Aggregating Devices (FAD) adalah alat bantu untuk mengumpulkan ikan dengan menggunakan berbagai bentuk dan jenis pemikat/atraktor dari benda padat yang berfungsi untuk memikat ikan agar berkumpul. Menurut (Bagi B Jayanto 2012), rumpon mempunyai konstruksi menyerupai pepohonan yang dipasang/ditanam pada kedalaman tertentu di suatu tempat di perairan laut yang berfungsi sebagai tempat berlindung, mencari makan, memijah, dan tempat berkumpulnya ikan. Lebih lanjut (Bagi B Jayanto 2012) menyatakan bahwa rumpon emrupakan alat bantu penangkapan ikan yang fungsinya sebagai pembantu untuk menarik perhatian ikan agar berkumpul di suatu tempat yang selanjutnya diadakan usaha penangkapan ikan.

Menurut (Ardidja, Bahan Alat Penangkap Ikan 2010), ditinjau dari lokasi pemasangannya, rumpon dibagi menjadi dua jenis, yaitu rumpon laut dalam dan rumpon perairan dangkal. Dari segi pengoperasiannya, rumpon dibagi menjadi rumpon tetap, dimana rumpon terpasang di laut tanpa perlu diambil atau dipindahkan, dan rumpon tidak tetap, yaitu rumpon yang pemasangannya dapat dipindah-pindah ke lain tempat. Ditinjau dari segi bahan, rumpon terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu rumpon yang terbuat dari bahan tumbuhan, rumpon yang terbuat dari bahan bukan tumbuhan, dan rumpon yang dibuat dari gabungan antara bahan tumbuhan dengan bahan yang bukan tumbuhan. Gambar 1 menunjukkan konstruksi rumpon tetap laut dalam berbahan tumbuhan.

Gambar 1. konstruksi rumpon laut dalam berbahan tumbuhan

Rumpon merupakan fishing ground buatan, yaitu suatu metode bagaimana mengumpulkan ikan dengan menciptakan suasana atau lingkungan yang mirip dengan habitat asli dari jenis ikan yang hendak dikumpulkan. Pemilihan bahan untuk rumpon tersebut didasarkan pada penciptaan kondisi lingkungan tersebut. Salah satunya untuk menciptakan rantai makanan. Penciptaan rantai makanan pada rumpon dibagi menjadi dua proses. Proses yang pertama adalah menciptakan rantai makanan yang akan menghasilkan kelimpahan zooplankton dan macronekton. Proses kedua adalah menciptakan berlangsungnya hukum alam pada kehidupan ikan yaitu sifat predator (ikan besar karnivora atau omnivora memakan ikan yang lebih kecil). Pada proses yang kedua inilah yang diharapkan terjadi pengumpulan gerombolan berbagai jenis dan ukuran ikan, dimulai dari ikan-ikan yang berukuran kecil hingga yang berukuran besar secara bertahap. Bila diperkirakan telah terkumpul ikan-ikan dalam jumlah yang banyak, maka fungsi rumpon telah tercipta dengan baik (Ardidja, Bahan Alat Penangkap Ikan 2010).

Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat

Views: 204

Cara menentukan posisi kapal dengan baringan 4 surat juga dapat dlihat melalui aplikasi Belajar NKPI. Klik disini untuk mendapatkan aplikasi Belajar NKPI. Baringan empat surat atau baringan 45 adalah teknik menentukan posisi sejati kapal  dengan cara membaring sebuah benda darat ketika kapal tersebut memiiliki baringan relatif 45o. Baringan relatif adalah sudut yang dibentuk antara haluan sejati kapal dengan garis baringan kapal dengan benda. Baringan 45o disebut juga baringan empat surat, karena pada kompas, satu surat adalah memiliki nilai sudut 11 1/o atau 11,25o. Dengan demikian, maka empat surat adalah berarti 11,25x 4 = 45o. Yang merupakan sudut baringan relatif kapal tersebut ke benda darat yang dibaring. Baringan 45 merupakan aplikasi matematika pada segitiga 45o. Perhatikan segitiga ini.

Gambar segitiga 4 surat

Perhatikan segitiga matematika trigonometri ini. Jika sudut CAB adalah sama dengan 45o, dengan sudut CBA adalah 90o atau sudut siku-siku, maka Jarak AB akan sama dengan jarak CB (AB = CB). Teori segitiga ini digunakan untuk menentukan lokasi sejati kapal, dimana jika kapal bergerak dari A ke B, maka jarak AB merupakan jarak yang ditempuh kapal, akan sama dengan jarak dari benda darat atau Benda A ke Kapal tersebut. Dan jarak benda A ke kapal tersebut dapat digunakan untuk menentukan posisi kapal yang sebenarnya, atau posisi sejati kapal.

Agar lebih jelas tentang Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat, mari kita lihat contoh persoalan berikut ini:

Sebuah kapal berlayar dengan kecepatan 5 knot pada haluan pedoman 025o. Pada pukul 06.30, sebuah benda dibaring dengan menggunakan baringan 4 surat. Kemudian pada pukul 07.00, benda yang sama dibaring untuk yang kedua kalinya pada saat kapal melintang dengan tersebut atau dengan baringan relatif 90o. Diketahui variasi 2Timur, deviasi 3Timur. Tentukan haluan sejati kapal, jarak kapal ke benda pada jam 07.00, dan lukis dan tentukan posisi sejati kapal!

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, langkah pertama adalah menentukan haluan sejati kapal, sama seperti dalam cara menentukan posisi kapal dengan baringan silang.

Diketahui pada soal, haluan pedoman adalah 025o. variasi 2Timur, deviasi 3Timur. Haluan sejati merupakan penjumlahan antara haluan pedoman dengan variasi ditambah deviasi. sehingga : 025+ (+2o) + (+3o) = 030o.

Ingat tanda (+) di depan angka 2dan 3o menunjukkan arah Timur, sesuai pada soal.

Selanjutnya mari kita lukis haluan tersebut di peta laut. Tempatkan mistar segitiga di atas mawar pedoman yang ada di peta laut. Tarik garis dari titik pusat mawar pedoman ke angka tiga puluh derajat. Kemudian pindahkan garis tersebut dengan mistar jajar atau dua mistar segitiga ke tempat sembarang di peta laut. Garis ini merupakan garis haluan sejati kapal. Dan kita asumsikan benda yang dibaring adalah benda A yang terdapat di peta laut.

Langkah berikutnya pindahkan kembali garis haluan sejati kapal tersebut ke mawar pedoman. Kemudian buat sudut sebanyak 45 derajat dari garis haluan tersebut. Pada mawar pedoman akan menunjuk kepada angka 75 derajat. Ini karena 30 derajat yang ditunjukkan garis haluan ditambah dengan 45 derajat, yang mana garis ini merupakan baringan relatif pertama kapal ke benda Setelah itu, pindahkan garis baringan relatf tersebut ke benda A sehingga garis ini  berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Titik potong antara baringan relatif pertama dengan garis haluan sejati kapal merupakan posisi kapal pada pukul 06.30.

Berikutnya, tempatkan mistar segitiga siku-siku, dimana sudut siku-siku mistar tersebut menghadap sudut empat puluh lima derajat yang telah dibuat tadi. Buat garis dari benda A sehingga garis tersebut berpotongan dengan garis haluan sejati kapal. Ini merupakan baringan relatif kedua kapal sebesar 90 derajat atau ketika kapal sedang melintangi benda A pada pukul 07.00.

Diketahui kecepatan kapal adalah 5 knot. Waktu baringan pertama atau T satu adalah pukul 06.30, dan waktu baringan kedua atau T dua adalah pukul 07.00.Dengan demikian selisih waktu antar baringan adalah 07.00 – 06.30 = 30 menit atau 0.5 jam

Dengan demikian dengan menggunakan rumus s = V . t, dimana:

s = jarak (mil), V = Kecepatan kapal (knot), t  = waktu (jam)

maka jarak tempuh kapal adalah 5 mil/jam x 0.5 jam = 2,5 mil

Langkah berikutnya: Gunakan jangka untuk membuat skala jarak pada peta laut. Tempatkan jangka di sisi atas atau sisi bawah peta laut. Sisi ini menunjukkan garis bujur bumi. Telah dihitung sebelumnya bahwa jarak yang diperoleh adalah 2,5 mil. Perhatikan angka perubahan pada garis bujur pada peta laut tersebut.tersebut. Kita ketahui bahwa 1′ bujur = 1 mil laut.  Dengan demikian, pada garis bujur bumi ini, kita jangkakan sebesar 2,5 menit. Sesuai dengan kaidah segitiga 45 derajat, jarak tempuh kapal adalah sama dengan jarak dari kapal ke benda. sehingga jarak kapal ke benda tersebut adalah 2,5 mil. Oleh karena itu, kita tinggal pindahkan jangka tersebut ke garis baringan relatif kedua, dimana ujung satu menyentuh benda A. Ujung jangka lainnya inilah menunjukkan posisi sejati kapal, atau posisi kapal yang sebenarnya.

Lihat Cara Menentukan Posisi Kapal Dengan Baringan 4 Surat versi video dibawah ini: