Category Archives: Pendidikan

potensi sumberdaya ikan di wpp indonesia

Data potensi sumberdaya ikan di wpp Indonesia ini diambil dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (Januari, 2018). Dan Peta sebaran pemanfaatan tiap jenis ikan diambil dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan , Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2016.

Yang pertama adalah
WPP 571 Meliputi Selat Malaka dan Laut Andaman. Wilayah ini memiliki karakteristik perairan dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 425.444 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah Ikan karang dan cumi-cumi. Sedangkan jenis ikan pelagis besar dan rajungan, sudah mencapai fully exploited,
dan jenis ikan demersal, pelagis kecil, udang, lobster, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 572 meliputi Perairan Samudera Hindia sebelah barat sumatera dan selat sunda. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 992.779 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah Ikan karang dan cumi-cumi. Sedangkan jenis ikan demersal, pelagis kecil, dan rajungan sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan pelagis besar, udang, lobster, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 573 meliputi Samudera Hindia sebelah selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara, Laut sawu dan laut Timor Bagian Barat. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebihd dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 1.267.540 ton per tahun. Berdasarkan data dari Dirjen Tangkap KKP, wilayah ini sudah tidak ada ikan yang berada dalam status dalam status moderate. Jenis ikan pelagis besar, pelagis kecil, demersal, lobster, dan rajungan sudah mencapai fully exploited,
dan jenis ikankarang, cumi-cumi, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 711 meliputi Selat karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan.
Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 613.429 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah pelagis besar Sedangkan jenis ikan demersal, rajungan, dan ikan karang sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan pelagis kecil, lobster, cumi-cumi, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 712 meliputi Perairan Laut Jawa. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 1.341.632 ton per tahun. Wilayah ini sudah tidak ada ikan yang berstatus pemanfaatan moderate. Jenis ikan demersal, ikan karang, dan pelagis kecil sudah mencapai fully exploited,
Sedangkan jenis ikan cumi-cumi, lobster, pelagis besar, rajungan, udang, dan kepiting sudah over exploited.

WPP 713 meliputi Selat Makasar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal berkedalaman kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.177.852 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang,
Sedangkan jenis ikan pelagis besar dan pelagis kecil , sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan demersal, cumi, udang, lobster, kepiting, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 714 meliputi Teluk Tolo dan laut Banda. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter
Potensi tangkapan adalah 788.939 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang. Sedangkan jenis udang, lobster, pelagis besar, pelagis kecil, cumi-cumi, dan ikan demersal sudah mencapai fully exploited, sementara kepiting dan rajungan sudah over exploited.

WPP 715 meliputi Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, laut Seram dan Teluk Berau. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.242.526 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang. Sedangkan jenis ikan ikan demersal sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan ikan pelagis besar, pelagis kecil, cumi-cumi, udang, lobster, kepiting, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 716 meliputi laut Sulawesi dan Sebelah utara Pulau Halmahera. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 597.139 ton per tahun….
Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan demersal dan pelagis kecil. Sedangkan jenis ikan pelagis besar, udang, dan kepiting sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan karang, cumi-cumi, lobster, dan rajungan sudah over exploited.

WPP 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan berkedalaman lebih dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 1.054.695 ton per tahun….
Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan demersal dan udang. Sedangkan jenis ikan karang, cumi-cumi, pelagis kecil, pelagis besar dan kepiting sudah mencapai fully exploited, Sementara jenis ikan lobster dan rajungan sudah over exploited.

WPP 718 meliputi laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor Bagian Timur. Wilayah ini memiliki karakteristike perairan dangkal dengan kedalaman perairan kurang dari 200 meter. Potensi tangkapan adalah 2.110.053 ton per tahun. Jenis ikan yang masih dalam status moderate adalah ikan karang dan rajungan. Sedangkan jenis ikan cumi-cumi, pelagis kecil, pelagis besar, dan kepiting sudah mencapai fully exploited, dan jenis ikan demersal, lobster, dan udang sudah over exploited.

Itulah sebaran potensi sumberdaya ikan di WPP Indonesia untuk tiap jenis-jenis ikan di Wilayah Pengrlolaan Perikanan Republik Indonesia yang bersumber dari. Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan , Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2016.

Sumber Peta sebaran potensi: https://kkp.go.id/artikel/1185-faq-kebijakan-perikanan-di-indonesia
Sumber Peta WPP-RI : Permen-KP Nomor 18 tahun 2014 Tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan republik Indonesia
Sumber angka potensi : https://darilaut.id/berita/ini-potensi-di-11-wilayah-pengelolaan-perikanan

CIRI-CIRI GEROMBOLAN IKAN DI LAUT

Ciri-ciri gerombolan ikan di laut wajib diketahui oleh nelayan.
video ciri gerombolan ikan di laut

Ciri-ciri gerombolan ikan di laut wajib diketahui oleh nelayan. Ada banyak spesies ikan yang hidup di lautan.  Dan spesies ikan ini memiliki karakteristik yang beragam. Ada spesies endemic, dimana hanya hidup di suatu daerah tertentu, dan tidak ditemukan di tempat lain, dan ada juga spesies ikan yang dapat ditemukan di banyak perairan di dunia.

Spesies-spesies ikan yang ditemukan di banyak perairan di dunia biasanya adalah ikan-ikan pelagis yang memiliki kemampuan bermigrasi jarak jauh. Ikan pelagis adalah ikan yang habitat hidupnya adalah di kolom perairan bagian tengah hingga ke permukaan. Contoh ikan pelagis adalah tongkol, cakalang, kembung, tuna, marlin, teri, selar, bentong, dsb. Sedangkan ikan yang habitat hidupnya di dasar perairan disebut dengan ikan demersal, contohnya adalah kerapu, kakap, karang gigi, buntal, ikan sebelah dan lain-lain. Ciri Fisik yang mudah dilihat pada ikan demersal biasanya adalah bahwa ikan-ikan ini memiliki bentuk yang unik-unik dan memiliki warna-warna beragam. Berbeda dengan ciri fisIk ikan pelagis yang hamper semua bentuknya adalah bulat lonjong seperti torpedo, berwarna seragam mengikuti warna air dan biasanya hidup secara bergerombol. Dan gerombolan-gerombolan ikan ini, yang dalam Bahasa inggris disebut dengan fish schooling, seringkali muncul atau terlihat di permukaan air. Dan ini menandakan ciri-ciri gerombolan ikan di laut.

Bagi para nelayan, menemukan fish schooling atau gerombolan ikan-ikan pelagis merupakan berkah. Karena hamper dapat dipastikan bahwa mereka akan memperoleh hasil dalam menangkap ikan. Bukan hanya nelayan saja yang gembira jika menemukan gerombolan ikan di tengah laut. Para pemancing pun akan antusias jika melihat gerombolan ikan ini, dan mereka akan segera menurunkan alat pancingnya. Lalu bagaimana ciri-ciri gerombolan ikan di laut berdasarkan pengamatan Fisik di permukaan laut? Berikut adalah ciri-cirinya..

Yang pertama adalah terlihatnya warna gelap di permukaan air yang berbeda dengan warna air di sekelilingnya. Semakin besar warna gelapnya, maka dapat dipastikan bahwa gerombolan ikan atau fish schooling tersebut makin besar. Dan gerombolan ikan ini tidak hanya ada di tengah lautan, terkadang gerombolan ikan ini berada dekat sekali dengan pantai. Silahkan simak video berikut ini..

Tanda yang kedua bahwa di dalam air tersebut ada gerombolan ikan pelagis adalah adanya ikan lumba-lumba yang berenang tak beraturan. Adanya banyak lumba-lumba yang bergerak kesana kemari dengan gesit menandakan bahwa ikan lumba-lumba tersebut sedang pesta makan. Sudah dipastikan bahwa didalam air, terdapat gerombolan ikan pelagis kecil seperti tongkol, selar, bentong, atau ikan kembung. yang menjadi sumber makanan ikan lumba-lumba tersebut.

Perlu diperhatikan, bahwa memang setiap waktu jika kita berlayar, atau berada di tengah laut sering melihat lumba-lumba yang berenang. Jika lumba-lumba tersebut hanya berenang dalam satu arah, maka lumba-lumba tersebut tidak sedang pesta makan, mereka hanya sedang berenang berpindah tempat. Tapi jika lumba-lumba tersebut berenang dengan gesit dan berada tidak berpindah tempat dari satu area tertentu, maka mereka sedang pesta makan…Dipastikan ada gerombolan ikan di daerah tersebut.

Tanda yang ketiga yang merupakan petunjuk adanya gerombolan ikan pelagis adalah adanya banyak burung yang menyambar ke permukaan air dan ikan-ikan yang berloncatan ke atas permukaan air. Sama seperti prilaku lumba-lumba, sambaran burung ke permukaan air menunjukkan bahwa burung-burung tersebut sedang melakukan pesta makan. Ikan-ikan yang berloncatan ke atas permukaan air menunjukkan bahwa mereka sedang berusaha meloloskan diri karena diburu baik oleh burung-burung tersebut maupun ikan pelagis lain yang lebih besar, contoh marlin, tuna atau cakalang. Seperti yang terlihat di video ini.

Ketiga ciri tersebut tidak harus terlihat secara berbarengan. Ada kalanya hanya terlihat burung-burung saja, atau lumba-lumba saja, atau bahkan hanya warna air yang gelap saja. Dan umumnya, setiap gerombolan ikan yang terlihat merupakan gerombolan ikan suatu spesies tertentu.  Misal gerombolan ikan tongkol, gerombolan ikan kembung dan lain-lain. Dan tentu saja, para nelayan akan mendekat ke daerah-daerah tersebut untuk melakukan operasi penangkapan ikan, baik dengan menggunakan jaring maupun pancing.

Berikut adalah gambaran operasi menangkap ikan dengan alat tangkap pancing yang dilakukan dan ikan hasil tangkapannya ketika kapal nelayan berada tepat di daerah gerombolan ikan. klik videonya disini.

sejarah perairan indonesia

Sejarah perairan Indonesia diawali pada masa sebelum Indonesia Merdeka yaitu pada tahun 1939, dimana Belanda masih berada di Indonesia, dan masih disebut Hindia Belanda. PADA MASA ITU, laut wilayah Hindia Belanda diatur dengan ordonansi Laut Teritorial dan Lingkungan Maritim tahun 1939. Ordonansi ini menyatakan bahwa laut teritorial Indonesai adalah selebar 3 mil diukur dari garis air terendah dari pulau-pulau di wilayah daratan Indonesia.

Ketika Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, maka secara otomatis wilayah Indonesia berdasarkan Ordonansi tahun 1939 ini diwariskan menjadi milik Negara Indonesia. Akan tetapi, lebar laut 3 mil ini oleh Pemerintah Indonesia dirasa terdapat kelemahan dan sudah tidak dapat menjamin kepentingan-kepentingan negara, terutama di bidang pertahanan. Yang paling jelas terlihat dalam ordonansi 1939 ini adalah bahwa setip pulau memiliki laut teritorial sendiri. Dan diantara pulau-pulau, akan terdapat laut bebas yang dapat dimasuki oleh kapal-kapal perang milik negara lain. Hal ini jelas akan mengancam pertahanan dan kemanan negara. Belum lagi pada kepentingan ekonomi dimana dengan
adanya laut bebas di antara pulau, maka pengawasan dan pengelolaan sumberdaya akan sulit dilakukan.

Atas dasar inilah, pada tanggal 13 Desember 1957 pemerintah Indonesia mengeluarkan suatu pernyataan atau deklarasi tentang wilayah perairan Indonesia. Penggagas deklarasi ini adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, yang pada waktu itu merupakan Perdana menteri Indonesia, sehingga deklarasi ini dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menyatakan:

“Bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk dalam daratan Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas atau lebarnya, adalah bagian yang wajar dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia dan dengan demikian merupakan bagian daripada perairan pedalaman atau perairan nasional yang berada di bawah kedaulatan negara Republik Indonesia”

“Penentuan batas laut l2 mil yang diukur dari garis-garis yang menghubungkan titik terluar pada pulau-pulau Negara Republik Indonesia akan ditentukan dengan Undang-undang” (Sekretariat Jenderal MPR-RI,2006:108)”.

Dengan adanya deklarasi ini, maka wilayah laut bebas antar pulau sudah tidak ada lagi. Laut antar pulau ini sudah menyatu menjadi wilayah Negara Republik Indonesia.

Deklarasi Djuanda ini pada tahun 1960 mulai dikukuhkan dalam bentuk Undang-undang Nomor 4 PRP Tahun 1960. Dengan lahirnya undang undang ini, maka ordonansi tahun 1939 warisan pemerintah kolonial Belanda dinyatakan tidak berlaku lagi…

Akan tetapi pengukuhan pernyataan wilayah laut ini belum diakui oleh negara asing. Deklarasi Djuanda ini mendapat reaksi keras dari negara-negara asing. Negara pertama yang memprotes keras pernyataan konsep Indonesia archipelagic state atau negara kepulauan Indonesia ini adalah… Amerika serikat, kemudian segera disusul Inggris, Australia, Belanda, Perancis, dan Selandia Baru.

Konsep wilayah negara kepulauan mulai diakui oleh dunia internasional dan menjadi hukum internasional pada Konvensi PBB ketiga tentang hukum laut di Teluk Montego Jamaica pada tanggal 10 Desember 1982.
Ini berarti butuh waktu 25 tahun bagi Indonesia untuk memperjuangkan konsep negara kepulauan, yaitu dari tahun 1957 hingga tahun 1982.

Ketika perjuangan pengakuan konsep negara kepulauan masih berlangsung, pada tahun 1973, Pemerintah mengeluarkan Undang-undang Nomor 1 tahun 1973 tentang landas Kontinene Indonesia.
Terbitnya Undang-undang tentang Landas Kontinen ini adalah didasari oleh Konvensi Jenewa Tahun 1958 tentang Continental shelf yang isinya adalah pengakuan hak eksploitasi kekayaan alam di landas kontinen
dan penetapan garis batas landas kontinen antar negara yang berdekatan.

Landas Kontinen adalah dasar laut dan tanah di bawahnya di luar Perairan wilayah Republik Indonesia hingga kedalaman 200 meter atau lebih dimana masih mungkin diselenggarakan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam.

Dengan adanya Undang-undang ini, maka Indonesia memiliki hak eksplorasi dan eksploitasi kekayaan laut di wilayah landas kontinen
termasuk di dalam lapisan tanah di bawahnya seluas kurang lebih 2.500.000 km persegi.

Konvensi PBB tentang Hukum Laut pada tahun 1982, selain mengukuhkan hukum internasional mengenai negara kepulauan, konvensi ini juga mengukuhkan hal yang dinamakan..Zona Ekonomi Ekslusif atau lebih dikenala dengan singkatan ZEE. Zona Ekonomi Ekslusif adalah wilayah laut bebas yang berada dan tunduk pada hukum
internasional, namun isi kekayaan alamnya menjadi hak eksklusif negara pantai dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasinya.

Dengan dasar konvvensi internasional ini, maka Pemerintah RI mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1983 tentang Zona Ekonomi Keslusif Indonesia, yang lebarnya adalah 200 mil laut yang diukur dari garis-garis pangkal laut wilayah Indonesia. melalui pengaturan ZEE, Indonesia memiliki hak ekslusif atas pengelolaan kekayaan alam seluas kurang lebi 2.700.000 km persegi.

UU no Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan rezim hukum negara kepulauan hasil konvensi PBB tahun 1982, maka atas dasar itu, maka UU no Nomor 4 Prp. Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia dicabut dan diganti dengan UU nomor. 6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia.

Pada tahun 2008, pemerintah Indonesia mengeluarka PP Nomor 37 tahun 2008 tentang perubahan PP No. 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik- Titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.
Daftar koordinat titik garis pangkal ini merupakan titik nol perhitungan jarak Zona Ekonomi Ekslusif dan juga sekaligus batas wilayah teritorial Indonesia.

Demikianlah sejarah perairan Indonesia semenjak perang kemerdekaan hingga kini. Lengkaplah sudah aturan-aturan hukum yang melindungi batas-batas maritim Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang kini disebut dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

sumber tulisan:

jurnal tulisan

foto peta wilayah Indonesia

menjadi Market Leader Atau menjadi Challenger?

Dalam suatu bisnis, memilih posisi menjadi market leader atau menjadi challenger? memiliki karakteristik yang berbeda. Suatu bisnis yang berperan sebagai pemimpin pasar dimana sebagian besar pangsa pasar sudah dikuasai maka perhatian mereka adalah profit. Perusahaan dituntut makin efisien dalam rangka meningkatkan profit. Penambahan cabang untuk mendistribusikan produk tidak terlalu banyak, sehingga segala upaya dicurahkan untuk meningkatkan kualitas dari cabang yang sudah ada.

Jika suatu bisnis berperan sebagai penantang, mereka cenderung untuk menambah penguasaan pangsa pasar, sehingga mereka umumnya lebih agresif daripada pemimpin pasar. Penantang biasanya lebih banyak mengutamakan sales dengan cara membuka lebih banyak cabang dan sedikit bertoleransi dengan margin rendah.

Inilah suatu kompetisi bisnis, dimana penantang atau perusahaan pendatang baru akan berusaha mencuri dan kalau bisa mengambil alih posisi pemimpin pasar. Sementara itu pemimpin pasar akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimilikinya. Adu strategi dan adu taktik antara penantang dengan yang ditantang sudah dimulai. Layaknya sebuah perang, siapa yang memiliki strategi marketing yang jitu akan meraih kemenangan.

Saya tertarik dengan pendapat Prof. Dr. Hermawan Kartajaya, ahli marketing dari Indonesia yang meredefinisi marketing bukan hanya sebagai fungsi, akan tetapi marketing adalah sebagai strategi bisnis. Pendapat dari Prof. Dr, Hermawan Kartajaya dalam meredefinisi ulang pengertian marketing, adalah bahwa sesungguhnya marketing merupakan suatu strategi bisnis yang didalamnya terdapat elemen-elemen yang harus dilalui agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terus berlanjut. Menurut Prof. Dr. Hermawan Kartajaya di dalam redefinisi marketing sebagai strategi bisnis, maka marketing pada prinsipnya adalah untuk memberikan suatu nilai kepada para pelanggan. Dan nilai yang dibangun untuk konsumen tersebut adalah mengenai brand, service, dan proses.

Selanjutnya menurut Prof. Dr. Hermawan Kartajaya, konsep tradisional marketing tetap harus dimiliki terlebih dahulu sebelum elemen nilai ini dimiliki. Konsep tradisional marketing ini meliputi strategi dan taktik marketing yang keduanya memiliki elemen-elemen tersendiri. Strategi sebagai suatu metode marketing memiliki elemen Segmentation, Targeting, dan Positioning. Selanjutnya Differentiation, marketing mix, dan selling merupakan elemen dari taktik.

Dalam era teknologi informasi saat ini, suatu bisnis dalam rangka bertahan hidup harus memiliki suatu strategi bisnis yang cerdas. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai-santai ria, karena kompetitor akan selalu muncul, dan kompitisi akan berlangsung sangat ketat. Kekuatan nilai yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yaitu kekuatan brand, service, dan proses merupakan kunci utama yang harus selalu ditingkatkan dan ditanamkan kepada konsumen agar perusahaan terus maju dan bertumbuh melampaui para pesaing-pesaingnya. Jadi, pilih mana? menjadi market leader atau menjadi challenger?

Jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita mengenai Gerai Matahari Departemen Store banyak yang tutup. Gerai-gerai Matahari yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan beroperasi sejak lama kini mulai tutup. OK, berhenti sejenak mengenai berita mengenai Gerai matahari departement store tutup. Kita bahas sekarang mengenai Departement Store saja. Anda pasti seringkali mendengar atau membaca kata Departement Store atau Supermarket. Dan anda memahami bahwa kedua kata itu merujuk kepada hal yang sama yaitu toko. Ya, memang betul keduanya merujuk kepada istilah toko tepatnya toko retail, tapi sebetulnya istilah tersebut memiliki perbedaan dalam arti toko yang sebenarnya. Apa perbedaanya ? Baiklah mari kita pahami mengenai jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya. Namun sebelum itu, kita pahami dahulu mengenai pengertian toko retail.

Toko retail adalah tempat dimana berkumpulnya orang-orang untuk melakukan suatu transaksi jual-beli yang kegunaannya dipakai untuk dirinya sendiri. Toko retail ini secara umum terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan pengaturan manajemennya, yaitu :

  1. Toko retail tradisional

Yaitu toko retail yang tidak memiliki sistem dan aturan yang baku dalam pengelolaannya. Dari sisi jumlah tenaga kerja,toko retail tradisional hanya mempekerjakan satu atau dua orang pekerja saja di bawah pengamatan langsung pemilik toko. Yang termasuk dalamkategori ini adalah warung, toko, gerai, dan pasar tradisional.

  1. Toko Retail Modern.

Pada toko retail modern, sistem dan aturan baku telah dibuat untuk pelaksanaan operasional toko. Jumlah tenaga kerja bisa saja lebih dari 3, dan semua digaji menurut aturan-aturan yang telah ditetapkan. Pada toko retail modern, terdapat kejelasan organisasi yang menjamin lancarnya operasional suatu toko. Pelanggan dengan bebas mencari dan memilih sendiri produk yang diinginkannya tanpa perlu didampingi oleh pramuniaga. Yang termasuk dalam kategori ini adalah Supermarket, Convenience Store, Specialty store, dan Minimarket.

Dan berikut adalah jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya, yaitu:

  1. Convenience Store

Convenience store adalah toko retail modern yang menjual beraneka ragam produk di dalam tokonya. Pada toko jenis ini, produk-produk yang dipajang dikelompokan menurut kegunaannya masing-masing. Menurut ukuran luas tokonya, Convenience store terbagi menjadi

a. Minimarket, contoh “Circle K”,

b. Supermarket contoh Giant, Hero,

c. Hypermarket contoh Carrefour, Makro, Hypermart

  1. Departement Store

Jika Convenience Store merupakan toko yang serba ada, maka Departement Store merupakan toko yang mengkhususkan diri untuk menjual suatu produk kebutuhan tertentu. Walaupun mengkhususkan diri dalam menjual produk tertentu, namun jumlah produk yang dijualnya sangat banyak. Disebut sebagai departement store karena toko ini terbagi-bagi menjadi departemen-departemen dimana masing-masing departemen biasanya merupakan para supplier yang menyewa tempat untuk menjual produk dagangan atau merek dagangannya masing-masing. Para pramuniaga yang ada di setiap departemen adalah karyawan milik supplier tersebut, bukan milik toko, sehingga penggajian dilakukan oleh penyewa departemen.

Contoh toko jenis ini misalnya adalah Matahari Departement Store. matahari Departement Store mengkhususkan diri sebagai toko yang menjual produk fashion. Di dalam toko tersebut dapat anda lihat merk-merk baju atau busana lainnya. Dan semua merk-merk busana tersebut ditata sedemikian rupa untuk menempati masing-masing area yang telah ditentukan oleh toko. Jadi pengelompokan disusun berdasarkan merk-merk yang hadir di toko,bukan berdasrakan fungsi atau kegunaan. Anda perhatikan juga pramuniaga yang dimiliki oleh masing-masing departemen. Para pramuniaga di tiap departement store menggunakan seragam yang berbeda-beda. Mengapa ? Karena mereka sesungguhnya bukan karyawan toko tersebut, melainkan adalah karyawan yang menyewa satu departemen itu. Jadi tentu saja, karena setiap departemen merupakan supplier yang memiliki produk yang berbeda, maka secara otomatis pramuniaga tersebut memiliki kewajiban untuk mempromosikan merk yang diusungnya.Tentu saja strategi promosi masing-masing Departemen akan berbeda-beda.

  1. Specialty Store

Nah kalo yang ini apa lagi ? Dari namanya saja sudah jelas “specialty store”. Bearti toko yang mengkhususkan diri menjual produk untuk kebutuhan tertentu.Lalu bedanya dengan departemen store ? Ini bedanya :

a. Pramuniaga. Para pramuniaga toko ini bukan milik supplier, akan tetapi milik toko, sehingga mereka digaji oleh pemilik toko. Jumlah karyawan pun sedikit, biasanya hanya 3-5 orang, walaupun ada beberapa toko yang memiliki jumlah karyawan lebih dari itu

b. Jumlah produk. Jumlah produk yang dimiliki oleh specialty store jauh lebih sedikit dibanding Department store, tergantung dari kemampuan keuangan toko, karena pada prinsipnya pemilik toko membeli produk ke supplier untuk dijual kembali di tokonya. Ini berbeda dengan Department Store yang hanya menyediakan tempat saja.

c. Luas toko. Biasanya ukuran luas toko ini lebih kecil dibandingkan toko jenis lainnya. Bahkan mungkin hanya berukuran 3×4 meter.

d. Struktur organisasi toko. Struktur organisasi toko atau organisasi penjualan biasanya sangat sederhana, mungkin hanya dipimpin oleh seorang supervisor saja yang mengawasi langsung para pramuniaga.

Contoh toko ini misalnya Disctarra, yang khusus menjual produk-produk CD, DVD, dan Blu-ray. Yang mungkin berukuran agak lebih besar adalah Ace Hardware yang menjual perlengkapan-perlengkapan pertukangan dan Gramedia yang mengkhususkan diri menjual buku.

  1. Shopping Mall

Untuk yang satu ini anda pasti sudah faham betul, bahkan mungkin anda senang sekali untuk mengunjunginya. Shopping Mall merupakan area pusat perbelanjaan yang didalamnya terdapat beberapa convenience store, department store, dan specialty store. Untuk memanjakan para pengunjungnya serta agar memiliki keunggulan kompetitif dengan shopping mall lainnya, biasanya shopping mall ini berlomba-lomba menyediakan arena bermain untuk anak-anak, foodcourt untuk kebutuhan makan, dan Rest Room area sebagai tempat istirahat yang lebih menarik dan nyaman.

perbandingan Peraturan benih lobster 3 menteri kkp

Lobster merupakan komoditas perikanan yang dapat memberikan devisa untuk negara baik dari sejak berukuran kecil, maupun sudah berukuran dewasa. Ada banyak spesies lobster yang menjadi permintaan pasar dunia untuk dikonsumsi, dan masing-masing memiliki harga yang berbeda-beda. Indonesia adalah negara kepulauan dimana terdapat banyak habitat lobster yang menjadi sumber ekspor. Bukan hanya lobster dewasa, namun benih lobster pun merupakan komoditas yang potensial untuk diperjualbelikan.

Atas dasar keberlanjutan pengelolaan sumberdaya alam, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan peraturan dimana penangkapan dan ekspor benih lobster keluar negeri dilarang. Bukan hanya penangkapan dan ekspor benih, bahkan jual beli benih lobster untuk budidaya dalam negeri pun dilarang dilakukan, sehingga tidak ada yang dapat melakukan budidaya lobster.

Setelah Susi Pudjiastuti tidak menjabat sebagai menteri, dan digantikan oleh Edhy Prabowo, peraturan tersebut direvisi dengan peraturan baru yang isinya memperbolehkan ekspor benih lobster walau dengan syarat tertentu. Demikian pula dengan budidaya lobster, Edhy Prabowo memperbolehkan budidaya lobster walau dengan syarat harus
berada di propinsi yang sama dengan lokasi benihnya.

Akan tetapi, Edhy Prabowo tertangkap KPK karena terkait kasus suap ekspor benih lobster. Berdasarkan pemberitaan, kasus suap ini dianggap buah dari peraturan yang dibuatnya mengenai kebijakan ekspor benih lobster ini.

Pengganti Edhy Prabowo adalah Wahyu Sakti Trenggono. Di era ini, kembali, ekspor benih lobster dilarang, namun didorong untuk dilakukan pengembangan budidaya lobster.
Sehingga lalu lintas benih lobster ke tempat-empat budidaya boleh dilakukan selama berada di dalam wilayah dalam negeri.
Pada era mentri Wahyu Sakti trenggono ini pula, istilah benih lobster mulai dicantumkan pada peraturan yang dibuatnya.

Agar lebih jelas, berikut ini adalah perbandingan peraturan benih lobster 3 menteri KKP di masing-masing era, yairu Susi udjiastuti, Edhy Prabowo, dan Wahyu Sakti Trenggono. Atas dasar peraturan terbaru, maka akhirnya ekspor benih lobster dilarang, dan hanya boleh diperdagangkan untuk kepentingan budidaya di dalam negeri.

Klik disini untuk download seluruh peraturan terkait benih lobster dari 3 menteri KKP.

Lalu bagaimanakah benih lobster yang dimaksud dalam peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 tahun 2021? Klik disini untuk melihat video benih lobster yang dilarang di ekspor dari jarak dekat melalui kamera dalam air.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

5 Hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT Analysis di toko anda

SWOT ANALYSIS adalah analisa yang sering digunakan di berbagai persoalan, baik bisnis maupun hal lainnya. Anda tentunya sudah sering mendengar tentang istilah analisa SWOT, dan setiap bisnis harus melakukan hal itu secara berkesinambungan. Pun demikian halnya jika anda terjun di bisnis retail, dimana anda memiliki toko jualan eceran yang menjadi harapan kesuksesan bisnis anda. Lalu dalam melakukan analisa SWOT ini, apa saja yang harus diamati agar analisa toko anda menjadi efektif den efisien ? Berikut adalah 5 hal yang harus diamati dalam menentukan SWOT analysis di toko anda.

Inilah 5 hal yang harus diamati untuk mendukung SWOT analysis.

  1. Sumberdaya manusia (MAN).

Sumber daya manusia merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh setiap toko. Semakin baik sumber daya manusia yang dimiliki oleh toko tersebut maka semakin efektif pula kinerja toko tersebut. Karena itu suatu toko harus memiliki sumber daya manusia atau karyawan toko yang berketerampilan, bersikap, dan berpengetahuan baik, selain itu sumber daya manusia tersebut harus dapat mengembangkan dirinya mengikuti lingkungan dan perkembangan teknologi yang ada.

2. Metode

Metode merupakan suatu cara yang dibuat oleh suatu toko agar tujuannya dapat terwujud. Metode yang dimaksud disini adalah berupa hal-hal yang menyangkut konsep pemasaran dan penjualan, promosi produk, keselamatan kerja,dan jaringan informasi.

3. Material

Kualitas,kuantitas,dan harga suatu produk yang dijual merupakan hal yang termasuk dalam segi pengamatan material. Selain hal tersebut, keragaman dan kenyamanan produk juga termasuk dalam segi pengamatan ini. Setiap toko memiliki memiliki produk-produk unggulan yang berbeda dengan yang dimiliki oleh toko lain. Material ini nantinya akan mengarah kepada suatu peluang yang ada di pasar. Berdayakan Point Of Purchase (POP) dengan tepat dan ditempatkan di tempat yang tepat.

4. Lingkungan

Segi pengamatan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang dimaksud adalah lokasi, kenyamanan, persaingan dagang, dan juga termasuk kebijakan pemerintah. Suatu usaha tidak akan maju jika kondisi lingkungan tidak mendukungnya. Oleh sebab itu maka suatu usaha dalam hal ini toko, tentu akan melihat sisi lingkungan sebagai faktor penting dalam penentuan strategi untuk meraih keberhasilan.

5. Money

Perhatikan data transaksi yang diperoleh dari Point Of Sales atau POS anda setiap harinya. Perhatikan kapan saja transaksi-transaksi yang dalam kondisi ramai dan kapan transaksi dalam kondisi tidak ramai. Jika transaksi ramai, anggaplah misalnya hingga mencapai 30 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan peak time. Pada kondisi ini, ini adalah saatnya bagi anda untuk melakukan maksimasi kecepatan dalam pelayanan. Jangan biarkan customer anda menunggu terlalu lama di antrian POS. Jika transaksi sedang sepi, misal 5 transaksi dalam satu jam, maka ini disebut dengan weak time. Pada kondisi ini, maka anda dapat melaksanakan strategi Impulse Buying Customer. Impulse Buying Customer dapat mendorong memperbesar nilai penjualan tiap transaksinya.

Inilah 5 hal SWOT analysis yang harus diamati kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancamannya, sehingga akan disusun suatu strategi SWOT yang mampu membuat toko anda atau bisnis retail anda memenangkan kompetisi bisnis yang ada geluti.

Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia terbaru berubah jabatannya menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi atau disingkat Mendikbud Ristek. Walaupun berubah nama jabatannya, akan tetapi jargon pendidikan yang diusungnya tidak berubah semenjak beliau diangkat menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. jargon itu adalah Merdeka Belajar. Sekarang saya plesetkan jargon tersebut menjadi Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar-Bagaimana menjadi guru yang baik.

Sudah sekian lama saya mengajar (tapi gak begitu lama sih), tapi saya merasa belum bisa menemukan cara mengajar yang pas, dan saya belum juga menemukan prinsip dari guru yang baik. Saya mengajar berdasarkan feeling saya. Yang saya lakukan adalah bagaimana jika saya diajari oleh seorang guru. Bagaimana caranya agar saya dapat mengerti apa yang diajarkan oleh seorang guru kepada saya.

Menurut saya, seorang guru harus punya feeling seperti itu. Dengan demikian maka kita dapat memahami isi hati seorang murid. Ini adalah teori, adakah ilmunya? Ya tentu saja ada, namun saya belum menemukan guru yang pas untuk mengajari saya tentang bagaimana menjadi seorang guru yang baik. Belum lagi belajar menjadi guru yang baik, kali ini karena Covid-19 para guru dituntut untuk punya keterampilan tambahan, yaitu mempunyai keterampilan dalam menggunakan berbagai aplikasi komputer. Bahkan, jika ingin tampil kreatif, bisa juga guru masa kini ikut membuat video belajar yang di upload ke youtube. yang akhirnya dapatlah kita sebut Guru Youtuber.

Guru adalah pelayan, dan murid adalah pelanggan kita. Bagaimana sikap dalam melayani adalah suatu hal yang sangat penting agar siswa didik merasa nyaman. Bagaiman kita ingin dilayani, maka itulah sikap yang harus kita berikan kepada anak didik kita. Dengan demikian maka siswa tentunya akan merasa senang belajar dengan kita. Kita tidak bisa menyalahkan secara mutlak seorang murid yang bolos tidak masuk kelas kita. Bisa jadi mereka membolos karena cara mengajar kita. Kita harus melihat sisi itu. Karena itu evaluasi cara kita mengajar oleh para rekan-rekan guru dan siswa juga harus dilakukan untuk memahami isi hati mereka, dan agar kita dapat mengajar dengan lebih baik. Adakah saran lain untuk menjadi guru yang baik?

OPTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN BERBASIS POTENSI LESTARI SUMBER DAYA IKAN

Optimasi jumlah kapal penangkap ikan berbasis potensi lestari sumberdaya ikan adalah judul jurnal saya yang saya submit di jurnal wave milik BPPT atau Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi. Berikut adalah abstraknya.

Trend produksi ikan tahun 2016 di PPS Bungus yang terletak di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trendpenurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumber dayaikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi lestari sumber daya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumber dayaikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine.

Artikel ini merupakan abstrak jurnal yang telah dibuat oleh Yusep Sugianto dan telah diterbitkan di JURNAL WAVE BPPT.