Category Archives: strategi bisnis

cara Menghitung Efektifitas Customer Untuk Meningkatkan Omzet Toko

Efektifitas merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai secara kualitas atau waktu. Semakin besar persentase target yang dapat dicapai, maka semakin tinggi tingkat efektifitasnya. Efektifitas berarti ketepatan sasaran. Pada suatu usaha toko retail, efektifitas customer berarti ketepatan strategi toko dalam meraih konsumen yang datang untuk berbelanja di tokonya. Ini berarti bahwa meningkatkan efektifitas customer berarti terjadi peningkatan jumlah pembeli. Harapannya adalah tentu saja, dengan adanya peningkatan jumlah pembeli maka omzet toko akan semakin meningkat. Cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko adalah sebagai berikut:

Berikut adalah contoh perhitungan Efektifitas Customer:

Jika pada bulan September Toko X dikunjungi oleh 400 orang, dan terjadi transaksi sebanyak 200 orang, maka berapakah efektifitas customer di toko X pada bulan tersebut ?

Jawab:

Nilai 0,5 berarti bahwa jumlah pengunjung yang melakukan trasaksi adalah sebesar 50% dari jumlah total pengunjung. Atau dapat dikatakan bahwa setiap harinya pada bulan September, rata-rata terjadi transaksi penjualan sebanyak 200 : 30 hari = 6,66 ~ 7 buah transaksi.

Dengan memadukan analisa antara efektifitas customer dengan Produktivitas per Transaksi, maka Toko dapat meningkatkan omzetnya melalui peningkatan Efektifitas Customer, yaitu meningkatkan jumlah pembeli. Dan pembeli dapat bertambah apabila jumlah pengunjung yang datang juga bertambah.

Berbicara mengenai jumlah, maka kita berbicara mengenai kuantitas. Nilai yang dimiliki oleh suatu kuantitas merupakan suatu nilai baku berdasarkan deret hitung. Nilai yang diperoleh ini sangat dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang terjadi dan sikap mental yang terdapat didalamnya.

Pada bisnis toko retail, meningkatkan jumlah pengunjung berarti menambah nilaideret hitung yang dipengaruhi oleh perlakuan toko dalam memberdayakan man, material, method, machine, dan environment. Di tempat inilah maka marketing akan bekerja. Melalui analisa SWOT, maka toko akan membuat suatu strategi untuk menarik minat publik untuk berkunjung ke tokonya. Beberapa contoh strategi yang biasa dibuat oleh suatu toko untuk menarik pengunjung diantaranya adalah :

  1. Meberikan pelayanan pelanggan sebaik mungkin.
  2. Menciptakan, mempertahankan, dan meningkatkan kenyamanan toko.
  3. Melakukan perubahan lay out toko
  4. Melakukan program-program promosi.
  5. Melakukan demo produk

Oleh sebab itulah, maka adalah penting untuk mengetahui cara menghitung efektifitas customer untuk meningkatkan omzet toko anda.

impulse buying customer dalam operasional toko

Impulse Buying Customer dalam operasional toko adalah suatu upaya yang dilakukan untuk merangsang konsumen agar membeli barang yang tidak direncanakan sebelumnya. Ketika seseorang datang berkunjung ke suatu toko, ada kemungkinan bahwa pengunjung tersebut ingin membeli barang sesuai kebutuhannya, atau hanya sekedar ingin melihat isi ruangan toko tersebut karena tertarik pada penataan ruangannya. Impulse buying customer bertujuan agar pengunjung yang tadinya hanya berniat untuk sekedar melihat-lihat menjadi berminat untuk membeli produk yang dimiliki toko tersebut, atau seorang konsumen yang hanya akan membeli suatu produk yang dibutuhkannya, menjadi tertarik untuk membeli lebih banyak diluar yang direncanakannya. Beberapa contoh impulse buying customer adalah : teknik pemajangan, Point of Purchase, window display, desain interior toko, dan demo produk.

Menurut penelitian, impulse buying customer didasari oleh suatu fakta dari perilaku konsumen sebagai berikut :

  1. Alasan konsumen belanja adalah karena toko menarik perhatian konsumen, toko terlihat indah, konsumen mudah mencari barang yang dibutuhkannya, dan karyawan toko yang mudah membantu dan melayani.
  2. 2/3 keputusan pembelian terjadi di toko. Ketika seorang datang berkunjung ke suatu toko, hasrat beli yang dimiliki oleh seorang pengunjung akan semakin muncul setelah pengunjung tersebut melihat fisik produk, serta memahami fungsi dan manfaat yang diterima dari produk tersebut. Dan itu terjadi di dalam toko !
  3. 55% kunjungan konsumen adalah tanpa direncanakan sebelumnya. Perbedaan swalayan dengan toko biasa adalah karena swalayan menganggap semua orang yang berkunjung adalah pembeli yang potensial. Berawal dari pemahaman ini, maka mereka akan berusaha untuk menarik perhatian konsumen agar bersedia untuk berkunjung ke dalam tokonya walaupun sebelumnya tidak berniat untuk membeli. Dengan usaha seperti ini maka logis dikatakan bahwa swalayan lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang yang sebelumnya tidak berencana untuk berkunjung.
  4. Konsumen membeli 15%-20% lebih banyak karena menarik secara visual serta sesuai dengan kondisi emosinya. Karena swalayan adalah untuk memanjakan dan memudahkan konsumen, maka ketika seseorang berencana untuk membeli suatu barang kebutuhannya secara tidak langsung mereka akan melihat barang-barang lain yang dipajang di toko. Adakalanya karena produk yang dipajang tersebut menarik maka mereka akan bersedia untuk membeli. Kondisi emosi yang dimaksud adalah keadaan yang terjadi pada diri konsumen pada saat itu, apakah sedang bersedih, gembira, marah, atau yang lainnya. Kondisi emosi tersebut sangat mempengaruhi hasrat beli konsumen, sebagai contoh di dalam suatu toko musik apabila ada seorang pengunjung yang terlihat sedang bersedih tentu akan mencari musik-musik yang sesuai dengan kondisi perasaannya,dan apabila dirasa cocok maka ia akan bersedia untuk melakukan transaksi atas produk tersebut.

Usaha-usaha dalam rangka impulse buying customer sebetulnya merupakan bagian dari strategi yang dilakukan oleh pengelola toko. Pemahaman strategi ini sangatlah komplek karena hal itu sangat berhubungan dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh toko berikut dengan kesempatan dan ancamannya.

Tujuan utama dari toko adalah untuk memperoleh penjualan yang maksimal, oleh karena itu menciptakan impulse buying customer saja tidak akan cukup jika tidak timbul transaksi penjualan. Oleh karena itu untuk mendukung usaha-usaha yang telah dilakukan, maka keaktifan karyawan toko dalam melayani pelanggan sangat berperan dalam keputusan pelanggan untuk membeli produk. Para karyawan harus berupaya agar pelayanan yang diberikannya membuat konsumen merasa puas dan ingin kembali lagi berbelanja di toko anda. Ketika pelanggan sudah mulai tertarik dengan produk yang dipajang di toko, maka karyawan segera aktif melakukan suggestive selling atas produk-produk tersebut. Dengan cara seperti ini maka keputusan pembelian oleh pelanggan akan semakin cepat terlaksana. Teori yang mengatakan bahwa 2/3 keputusan pembelian terjadi di dalam toko adalah suatu hal yang logis karena hal tersebut didukung oleh keaktifan karyawan toko dalam mendekati pelanggan. Itulah penjelasan mengenai impulse buying customer dalam operasional toko.

Cara Menghitung Produktifitas Per Transaksi Untuk Meningkatkan Omzet Toko Anda

Dalam konteks bisnis, produktifitas adalah suatu konsep universal, dimaksudkan untuk menyediakan semakin banyak barang dan jasa bagi banyak orang dengan menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin. Produktivitas merupakan suatu ukuran sejauh mana suatu sumber daya dipergunakan dengan baik untuk menunjukan hasil tertentu yang diinginkan. Produktifitas tentunya dapat dihitung, dan jika kita berada dalam bisnis retail, maka kita perlu mengetahui cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan toko anda.

Secara filosofis produktifitas merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok adalah lebih baik dari hari ini. Produktifitas adalah tingkat efisiensi dalam memproduksi barang atau jasa. Produktifitas mengutarakan cara pemanfaatan secara baik terhadap sumber-sumber produksi. Secara umum produktifitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan satuan ukur yang digunakan (input), dan ini sifatnya adalah kualitatif.

Produktifitas per transaksi dalam suatu toko berarti kemampuan suatu toko dalam melakukan penjualan dengan cara memanfaatkan sumber-sumbernya, yaitu semua jenis produk dan jasa yang dimilikinya. Produktifitas per transaksi merupakan perbandingan antara jumlah penjualan (output) dengan jumlah transaksi (input). Secara matematika dirumuskan sebagai berikut:

Semakin besar nilai yang dihasilkan, maka produktifitasnya semakin baik. Dalam suatu usaha toko, meningkatkan produktifitas per transaksi berarti bahwa terjadi peningkatan nilai penjualan setiap transaksi. Oleh karena itu, untuk mengetahui berapa produktifitas per transaksi toko kita, maka semua data terkait dengan aktifitas toko adalah sangat penting.

Berikut ini adalah contoh cara menghitung produktifitas per transaksi untuk meningkatkan omzet toko anda:

Suatu toko X pada bulan Januari 2021 memperoleh omzet sebesar Rp4.000,000.00 dengan jumlah transaksi sebanyak 200 transaksi. Berapakah produktifitas per transaksinya ?

Jawab :

Artinya adalah bahwa pada bulan januari, setiap customer rata-rata membelanjakan uangnya di toko X sebesar Rp 20.000,00. Omzet dapat meningkat apabila produktifitas per transaksi dengan jumlah transaksi yang sama dapat ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas per transaksi adalah dengan cara membantu pelanggan membeli produk yang terbaik, harapannya adalah mereka akan menjadi senang terhadap toko kita dan frekwensi pembelian pelanggan tersebut bertambah.

Bantu Pelanggan Membeli Yang Terbaik Dan Buat Mereka Senang

Harry Bullis, mantan presiden komisaris General Mills, menganjurkan para wiraniaganya atau para penjualnya agar melupakan penjualan dan memusatkan perhatian dalam menyajikan pelayanan. Mereka didorong untuk bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang. Seperti yang dikatakan Bullis, jika setiap kali bangun pagi, anda mulai dengan berkata dalam hati bahwa “saya ingin menolong orang sebanyak mungkin hari ini”, alih-alih, “Saya ingin membuat penjualan sebanyakmungkin penjualan hari ini” maka anda akan merasakan bahwa pendekatanyang anda lakukan terhadap pembeli akan lebih mudah dan lebih terbuka, dan sekaligus anda akan bisa membuat lebih banyak penjualan. Mereka yang berangkat dari kesadaran untuk menolong sesamanya agar memperoleh hidup yang lebih bahagia dan dan lebih mudah, berarti sedang melaksanakan suatu bentuk kewiraniagaan yang paling sempurna.

Hal yang lebih baik dari prinsip tersebut ternyata juga merupakan prinsip penjualan yang paling ampuh. Cepat atau lambat, uang dan kepuasan yang anda peroleh akan sebanding dengan pelayanan yang telah anda berikan kepada orang lain. Pada suatu kesempatan, apa yang anda peroleh mungkin lebih sedikit dari yang anda berikan. Tapi pada kesempatan lain, anda akan merasakan hal yang sebaliknya. Karena itu cepat atau lambat, semua akan menjadi seimbang. Apa yang anda tanam, maka itulah yang akan anda tuai. Lebih banyak memberikan layanan yang natural, apa adanya, tanpa mengada-ada apalagi rayuan penuh kepalsuan akan memberikan efek psikologis kepada pembeli dimana bukan hanya puas membli barang saja, akan tetapi mereka akan terikat dengan anda. Dan mereka akan dengan senang hati kembali lagi untuk berbelanja di tempat anda.

Pelayanan yang baik atau pelayanan yang excellent yang anda berikan kepada orang lain akan anda rasakan hasilnya bebrapa waktu kemudian. Karena itu, pelayanan boleh dibilang sebagai suatu investasi bagi bisnis toko retail. Hidup dan matinya toko retail dalam jangka panjang bergantung kepada pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Pelayanan pelanggan yang baik akan menciptakan loyalitas pelanggan, dan pelanggan loyal adalah sumber pundi-pundi uang untuk bisnis retail yang kita jalankan. oleh sebab itu….bantu pelanggan membeli yang terbaik dan buat mereka senang.

Analisis Sederhana Agar Toko Anda Tetap Bertahan

Hidup dan mati suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan itu dalam berkompetisi dengan pesaing-pesaingnya untuk memperebutkan pasar yang ada. Untuk memenangkan suatu kompetisi bisnis, suatu perusahaan dituntut untuk memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya secara tepat dan cermat. Kemampuan dalam menganalisa tersebut sebetulnya merupakan suatu seni dalam berbisnis yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di dalam perusahaan tersebut. Kemampuan untuk menganalisa ini tidak hanya harus dimiliki oleh pemilik usaha, direksi, atau para manager saja, tetapi kemampuan ini pun harus dimiliki oleh orang-orang yang ada di barisan terdepan dalam suatu perusahaan. Dalam hal ini, jika anda memiliki suatu toko, maka para pramuniaga toko anda harus memiliki kemampuan analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Kemampuan dalam menjaring konsumen langsung  adalah suatu tugas yang wajib diemban oleh toko, dan Store Supervisor merupakan pemimpin terdepan di dalam sistem ini. Karena itu maka pemimpin-pemimpin di barisan ini tentu harus memiliki kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya agar mampu mendukung kelangsungan hidup toko tersebut.

Secara mendasar,kemampuan untuk menganalisa tersebut terdiri dari empat bagian, yaitu kekuatan diri (strength), Kelemahan diri (Weakness), Peluang (Opportunity), dan ancaman (Threat). Karena itu kemampuan dalam menganalisa diri dan lingkungannya tersebut dinamakan SWOT Analysis. Setiap toko harus meng-update secara berkala analisis SWOT ini, karena analisis ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang ada di suatu toko, sehingga akan dibuat suatu strategi dalam menghadapi segala kendala yang dihadapi toko.

Tentunya diperlukan data-data untuk mendukung analisis SWOT ini. Data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dalam hal ini di dalam toko. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari beberapa sumber, diantaranya adalah :

  1. Data-data tentang lokasi toko, struktur organisasi, dan inventaris barang.
  2. Wawancara dengan pihak yang berkompeten, dalam hal ini adalah store manager, store supervisor, kasir, dan crew toko.
  3. Wawancara dengan pihak luar yang dalam hal ini adalah konsumen toko, tenant, dan security gedung.

Data-data yang diperoleh harus mewakili masing-masing segi pengamatan analisa SWOT yang meliputi man, machine, method, material, dan environment (4M+1E). Itulah hal-hal yang harus diperhatikan dalam analisis sederhana agar toko anda tetap bertahan.

Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren…..

Rata-rata pemilik produk dagangan, atau bahkan hampir semuanya pemilik produk yang baru berdiri, dalam pemikirannya merasa bahwa masuknya produk mereka ke supermarket kelas besar seperti indomaret, alfanart, Transmart, atau lainnya merupakan suatu kebanggaan…keren..luar biasa…Padahal…tunggu dulu…Jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Cermati dulu aturan-aturan yang ditawarkan oleh supermarket tersebut, dan ngaca diri mengenai kesanggupan perusahaan kita..jangan buang energi…Lho…Maksudnya gimana??

Begini…

Sudah dipastikan, bahwa menjadi supplier supermarket besar atau memasukkan produk dagangan ke supermarket tentu ada syarat-syarat tertentu. Dan biasanya, mereka tidak bersedia menerima produk hanya untuk satu atau beberapa gerai saja. Mereka menginginkan bahwa produk tersebut dapat dipasok ke seluruh gerai miliknya. Misal deh…Untuk memasukkan suatu produk dagangan ke supermarket A, supermarket A ini mematok syarat minimal bisa menyuplai 5 buah produk dagangan untuk setiap gerainya setiap dua minggu. Itu artinya, jika supermarket itu punya 1000 gerai di seluruh Indonesia, maka calon supplier tersebut harus mampu menyediakan produk minimal 5 pcs x 1000 gerai = 5.000 pcs barang setiap 2 minggu.

Persoalannya adalah, sanggupkah calon supplier tersebut memasok 5.000 pcs produk per dua minggu ? Banyak yang mungkin emosional menjawab..”Kita usahakan, yang penting kita bisa masuk supermarket itu…kan keren barang saya ada di rak display supermarket terkenal itu…” Atas dasar pemikiran tersebut, akhirnya sang calon supplier nekad pinjam uang di bank, menambah karyawan, pending order konsumen yang sudah langganan. Semua hanya demi memenuhi target pengiriman 5.000 pcs per dua minggu Oh, bagi saya, pemikiran pebisnis seperti itu adalah keliru besar… Kenapa? begini alasan saya ..

  1. Jika tidak mampu, mendingan tidak usah. Alangkah ruginya membatalkan pesanan konsumen yang sudah percaya dengan produk kita hanya demi pemenuhan kewajiban. Ujung-ujungnya, konsumen langganan menjadi tidak puas…dan….kabur…….
  2. Bicara soal kewajiban, secara alamiah sebetulnya manusia itu berharap untuk menghindari kewajiban…karena kewajiban adalah beban.. Aneh rasanya kita menandatangani kontrak kerjasama yang didalamnya ada kewajiban suplai sekian ribu barang per dua minggu yang kita belum tentu mampu dan belum pernah melakukannya. Lain soal kalo sudah mampu ya…
  3. Mending dapat uang yang pasti daripada dapat uang yang belum pasti. Maksudnya?? Ingat..pesanan konsumen setia kita adalah pesanan yang dipastikan kita dapat duit. bahkan mungkin karena mereka sudah percaya, mereka akan transfer uang dulu sebelum barangnya ada…Mereka sudah percaya loh…Trus apakah supermarket itu memperlakukan hal yang sama dengan konsumen loyal kita? Percaya kalo kita punya produk bagus?? TIDAK!!! Kalo nama merk kita kalah besar dengan nama merk supermarket itu, (dalam bahasa kerennya brand awareness) maka dipastikan supermarket itu ya gak mungkin bayar duluan…atau “barang datang saya bayar” Gak mungkin. Mereka pasti menerapkan sistem konsinyasi atau consignment, dimana mereka membayar setelah produk kita yang ada di display laku…dan itu biasanya tidak per toko. Tapi kumulatif dari penjualan 1000 gerai mereka. Sistem pembayaran konsinyasi dapat dilakukan ya terserah supermarketnya…bisa dua minggu sekali, atau bahkan sebulan sekali…Nah itu artinya, kita harus puasa dapat duit selama dua minggu atau satu bulan karena tertahan di supermarket tersebut. Karena tertahan dapat duit, maka..
  4. Kita memproduksi barang untuk suplai produk secara berkelanjutan adalah dengan cara meminjam dulu tabungan hasil untung kita sebelumnya, atau bahkan ada yang nekat meminjam uang ke bank untuk biaya operasional..wah itu tidak sehat..Mending kalo supermarketnya bayarnya lancar, kalo gak lancar, pembayaran macet? apa jadinya….malah bikin stress..

Jadi sebetulnya, jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren..Jika anda tidak cermat, mak bisa-bisa anda bunuh diri…perusahaanmu bisa tumbang gara-gara emosional ingin merk daganganmu mentereng di display supermarket…Saya mengalami hal itu karena 8 tahun saya di dunia retail…saya bekerja di perusahaan yang menyuplai produk ke salah satu supermarket terbesar di tahun 2000-an yang punya lebih dari 100 gerai di seluruh Indonesia. Apakah keren? tidak!!! Pusing setengah mati, hitung stok, nunggu pembayaran, kejar target suplai, ah…macam-macam deh pokoknya..dan itu gak keren…

Slow aja…mendingan jika punya produk sendiri maka merintis memasarkan sendiri. Tidak usah emosional ingin supali ke supermarket..justru ini berbahaya. Bahkan zaman sekarang, marketing atau menjual produk dan menjadi terkenal itu medianya banyak yang mudah. Anda bisa menjual melalui toko online, mengiklankan produknya melalui facebook, instagram, atau media sosial lainnya. Bahkan yang sekarang terbukti sukses, adalah dengan menjual sekaligus mengiklankan produk yang dimiliki melalui “landing page“. Ini menarik kalo kita buat iklan landing page, sudah pasti ada aja yang beli…atau alternatif lain adalah dengan mengiklankan melalui pihak ketiga yang bertarif tidak mahal seperti mengiklan di adsterra,

jadi sekali lagi…..jangan pikir masukin produk dagangan ke supermarket besar itu keren. Itu gak keren kalo maksa, yang akhirnya jadi gak mampu…Pelan-pelan saja…yang penting aliran uang masuk lancar terus…

Sektor Maritim Yang Paling Cepat Membentuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ini adalah rangkuman paper yang berisi 13 halaman. Untuk lebih lengkapnya anda bisa unduh di SEKTOR MARITIM YANG PALING CEPAT MEMBENTUK PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Sektor tertier atau disebut service based sactor merupakan sektor ekonomi dimana output yang dihasilkan merupakan brang yang dibutuhkan oleh masyarakat (end product). Produk pada sektor tertier tiak memerlukan pemrosesan lagi, sehingga ia dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sektor ekonomi maritim yang termasuk dalam sektor tertier adalah pariwisata bahari, jasa angkutan laut, dan jasa perdagangan.

Alasan yang menyatakan bahwa sektor tertier dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, adalah: efek sumberdaya alam, value added, eksternalitas, dan pasar. Pada efek sumberdaya alam, sektor tertier tidak terkendala stock seperti halnya eksploitasi sektor primer (renewable dan non-renewable resources), sehingga sektor ini tidak akan memunculkan “kutukan sumber daya alam”, maupun “tragedi kepemilikan bersama” yang berujung kepada konflik sosial dan politik di dalam negeri. Sektor tertier merupakan sektor yang memiliki value added tertinggi. Value added merupakan parameter pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dari sisi eksternalitas, sektor tertier membentuk eksternalitas positif yaitu penyerapan tenaga kerja yang banyak, iklim ekonomi yang mandiri, dan pembentukan pasar-pasar baru. Dari sisi pasar, sektor tertier dapat membentuk banyak pasar, mempertinggi nilai output tiap unit, dan apabila suatu output memiliki daya saing, maka jumlah transaksional output tersebut akan semakin besar.

Agar ekonomi sektor tertier bidang maritim dapat lebih cepat tumbuh, maka kualitas sumberdaya manusia bidang maritim harus ditingkatkan sehingga mereka mampu menggunakan dan memanfaatkan faktor produksi teknologi utnuk mengolah material atau sumber daya menjadi bernilai tambah baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Meningkatnya kualitas dan kuantitas nilai tambah suatu output akan menciptakan iklim investasi yang lebih baik. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka negara harus membangun dan mempersiapkan sekolah-sekolah bidang kemaritiman di berbagai level pendidikan, membuat program beasiswa untuk belajar teknologi maritim di negara yang lebih maju, dan memfasilitasi penelitian-penelitian bidang kemaritiman, dan penyediaan fasilitas kredit untuk usaha bidang maritim. Iklim politik dan sosial dalam negeri yang kondusif dapat membuat kenyamanan para sumberdaya manusia maritim yang unggul untuk menciptakan lapangan-lapangan kerja baru dan membangun negaranya secara mandiri.

Untuk paper versi lengkapnya anda bisa unduh di SEKTOR MARITIM YANG PALING CEPAT MEMBENTUK PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

Menjaga Kualitas Produk Adalah Tindakan Berhemat Yang Cermat

Saat mengawali bisnis membuka toko, selain memperhitungkan pelayanan, display, dan strategi penjualan, hal yang harus juga dipikirkan adalah menjaga kualitas produk. Karena apapun bisnis ataupun usaha yang dijalankan, sangatlah penting untuk memikirkan dan menjaga kualitas produk yang akan dijual.

Bisnis yang kita jalankan, atau toko yang kita buka  jangan sampai menodai kepercayaan konsumen dengan keberadaan kualitas produk yang menurun. Pembeli itu adalah sumber kelangsungan usaha anda, maka ketika mereka mengetahui atau mendapatkan toko kita menjual produk berkualitas rendah, bisa saja mereka berpaling  ke lain hati untuk membeli produk yang sama di toko lain.

Menurunnya kualitas produk yang dijual ditoko bisa terjadi  karena dua  hal:

1. Produk yang dijual memang berkualitas buruk

2. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena factor umur produk

3. Produk yang dijual menurun kualitasnya karena tidak terawat dan terpelihara dengan baik

Untuk bisa menjaga kualitas produk, sudah pasti memerlukan komitmen dan ketegasan yang kuat. Menjaga kualitas itu penting karena: pertama bisa menekan biayadan kedua tentu bisa mencegah timbulnya kekecewaan konsumen karena produk rusak. Harus diingat bahwa konsumen adalah “asset”. Semakin banyak “asset” yang loyal, maka toko akan memperoleh income yang berkelanjutan dan tentu saja semakin meningkat.

Toyota Kijang: The Brand Legend

Semua orang di Indonesia pasti tahu dan kenal tentang Toyota Kijang. Ya, mobil yang satu ini memang sudah terkenal di seluruh Indonesia dan boleh dikatakan sudah menjadi legenda.

Mulai dikenalkan pada tahun 1975, Toyota kijang sudah menjelma menjadi legenda otomotif Indonesia. Sudah empat generasi kijang melakukan reborn, dan kesemuanya selalu mendapatkan tempat yang pas di hati seluruh keluarga Indonesia. Oleh sebab itu, ketika Innova muncul di tahun 2004, nama “kijang” tetap melekat di depannya. Bahkan generasi Innova terbaru yang akan diluncurkan tanggal 23 November 2015 pun, nama Kijang tidak dihilangkan. Kijang amerupakan kesuksesan suatu brand yang menjadi legenda.Ia mengalahkan musuh-musuhnya yang berada di pasar yang sama. Mengapa ini bisa terjadi?

Saya berpendapat bahwa legenda kijang tieak terlepas dari kejeniusan Toyota dalam memahami demografi dan psikologi masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ketika ia memiliki suatu kebahagiaan, maka ia akan membagi kebahagiaannya dengan seluruh keluarga besar. Toyota kijang hadir dengan melirik hal tersebut. Ketika seseorang memiliki sebuah mobil kijang, maka ia akan membagi kebahagiaannya dengan keluarga besar lain. Karena itulah Toyota kijang dirancang untuk mampu memuat orang banyak. Agar semua terfasilitasi.

Kejelian ini ditambah dengan performa kendaraan yang tangguh serta harga yang relatif murah. Hampir dipastikan bahwa setiap keluarga kelas menengah akan melirik mobil kijang sebagai mobil keluarganya. Soal gaya? Jangan tanya! Mobil kijang memipiki gaya yang long lasting. Gaya body yang ia usung tidak erkalahkan dengan gaya -gaya mobil saat ini. Bahkan jika anda memiliki kijang LGX tahun 1997 pun, jika ia terawat dengan baik, ia masih mampu bersanding sejajar dengan kijang innova keluaran terbaru. Mungkin itulah mengapa toyota kijang dapat dikatakan menjadi legenda.

Kijang sudah melekat di hati masyarakat Indonesia, dan identitaz Toyota Kijang menjelma menjadi identitas masyarakat Indonesia. Itulah mengapa ketika generasi terbaru innova diluncurkan, nama kijang tetap melekat di depannya. Mungkin ini menunjukkan bahwa Kijang merupakan produk orisinil Indonesia. Dan baranhkali itu pula tema yang diusung pada peluncuran innova terbatu mendatang bertajuk The Legend Reborn.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saran Untuk Memproduksi Dan Mempertahankan Pelanggan Antusias

Pelanggan antusias adalah salah satu sumber terbaik dari perjalanan bisnis karena mereka bersemangat tentang apa yang mereka beli dan ingin berbagi kegembiraan dengan orang lain.

Jika Anda memberikan apa yang pelanggan inginkan pada harga yang adil dan tanpa masalah, maka mereka akan puas. Dan anda membutuhkan lebih dari kepuasan ini untuk memastikan pelanggan setia kepada Anda  dan meningkatkan penjualan. Anda harus mengembangkan antusiasme pelanggan tentang produk dan jasa Anda. Anda harus memberikan lebih dari yang pelanggan harapkan. Antusiasme akan menghasilkan iklim yang menjamin loyalitas dan peningkatan penjualan dan rekomendasi kepada orang lain. Berikut adalah beberapa saran untuk memproduksi dan mempertahankan pelanggan antusias:

–          Tetap berhubungan: Periksa kembali setelah barang terkirim untuk melihat bahwa semuanya berjalan lancar. Periksa lagi mintalah petunjuk tentang prospek baru.

–          Tangani keluhan segera: Akan selalu ada masalah dalam setiap operasional bisnis. Jangan abaikan mereka. Lakukan hal yang lebih dari pelanggan harapkan dalam memuaskan keluhan.

–          Jadilah teman: Perlakukan pelanggan sebagai teman dan lakukan hal-hal yang sesuai untuk mereka. Kirim kartu ulang tahun atau kartu pos saat Anda berada di liburan. Ucapkan selamat kepada mereka atas penghargaan atau kemajuan yang mereka dapatkan di bidangnya.

–          Berikan pujian di saat yang tepat dengan segera: Cari hal-hal yang dapat anda berikan pujian kepada mereka, misal: sesuatu perusahaan telah meraih suatu penghargaan/prestasi, pendapatan meningkat, dan sebagainya. Pelanggan akan menghargai perhatian seperti ini.

–          Kirim prospek untuk pelanggan Anda: jika pelanggan Anda merupakan pebisnis, mengirim lead atau merujuk prospek untuk mereka adalah hal yang sangat signifikan. Saling membantu dalam mengembangkan bisnis masing-masing adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dan akan sangat dihargai

Prinsipnya adalah

Terus berupaya untuk membangun hubungan dekat dengan pelanggan Anda sehingga mereka dapat lebih tergantung pada Anda dan loyal kepada Anda.