Category Archives: Tutorial bisnis

TIPS UNTUK MEMBANTU PEMASARAN ANDA DAN DITERAPKAN SECARA KONSISTEN

Apakah Anda menemukan bahwa upaya pemasaran Anda serampangan dan di mana-mana? Jika demikian, Anda tidak sendirian. Konsistensi adalah salah satu area di mana pengusaha sering mengalami kesulitan paling besar. Ini adalah area yang harus diperhatikan dengan cermat, karena untuk mengembangkan bisnis dan pendapatan Anda, Anda perlu secara konsisten terhubung dengan orang-orang yang sudah mencari apa yang Anda tawarkan. Berfokus hanya pada BEBERAPA strategi pemasaran utama dalam satu waktu dijamin akan memberi Anda hasil yang terbaik. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu pemasaran Anda dan diterapkan secara konsisten :


• Jadwalkan waktu untuk pemasaran SETIAP hari dan SETIAP minggu: Saya tahu ini terdengar sederhana tetapi jangan abaikan! Anda mungkin memiliki setidaknya satu janji temu berulang di kalender Anda setiap minggu, baik itu untuk bisnis atau kehidupan pribadi Anda. Anda menepati janji itu setiap minggu karena itu penting bagi Anda dan melihat manfaatnya. Anda harus memiliki pendekatan yang sama untuk pemasaran Anda. Anda tidak bisa membiarkannya kebetulan. Bahkan jika Anda hanya menghabiskan 30 menit sehari dengan fokus mengambil tindakan spesifik untuk mengembangkan bisnis Anda, Anda akan melihat peningkatan yang signifikan dalam keuntungan Anda.

• Lakukan pemasaran Anda PERTAMA: Bagaimana Anda memulai hari Anda? Apakah Anda memiliki kebiasaan memulai setiap hari dengan membaca email? Ide buruk. Itu menarik Anda langsung ke mode reaktif; melakukan apa yang orang lain perlu Anda lakukan dan ingin Anda lakukan. Tentu saja, pasti ada tempat untuk itu. Anda memang perlu menyisihkan waktu untuk menanggapi pesan yang Anda terima. Namun, Anda tidak harus MEMULAI hari Anda dalam mode itu. Pilih sebagai gantinya untuk memulai hari Anda dengan aktivitas pemasaran. Perbarui blog Anda. Tindak lanjut dengan calon klien. Tulis buletin email Anda. Perbarui profil media sosial Anda. Apa pun aktivitasnya, Anda memulai hari dengan fokus pada pertumbuhan. Anda akan mulai melihat hasil langsung dari upaya konsisten Anda.

• Kerjakan rencana Anda: Salah satu alasan banyak pengusaha kesulitan dengan pemasaran mereka adalah karena mereka mencoba melakukan terlalu banyak dan tidak tahu harus mulai dari mana terlebih dahulu. Ketika Anda mengikuti sebuah rencana, Anda akan menjaga diri Anda dari membuang-buang waktu dan uang untuk strategi yang tidak sesuai dengan Anda. Anda akan secara konsisten menikmati hasil yang lebih baik (yaitu: lebih banyak keuntungan!) karena Anda mengambil tindakan yang terfokus.

• Bertanggung jawab pada diri sendiri: Dibiarkan dengan perangkat kita sendiri, TIDAK ADA dari kita yang akan tetap fokus pada tujuan kita seperti yang kita inginkan. Kami terus-menerus dibanjiri dengan informasi, peluang, dan gangguan baru setiap hari. Dan sangat mudah untuk terkelupas pada diri kita sendiri. Jadi sangat penting bahwa Anda membuat sistem akuntabilitas untuk diri sendiri. Inilah yang membuat pelatihan pemasaran begitu kuat. Anda memiliki seorang mentor, yang telah berjalan dengan sepatu Anda, untuk membantu Anda menyusun strategi, berpegang teguh pada janji yang Anda buat, dan membantu Anda mengatasi alasan Anda dan menghilangkan di mana Anda berdiri dengan cara Anda sendiri. Berinvestasi pada pelatih yang tepat adalah investasi TERBAIK yang dapat Anda lakukan di DIRI SENDIRI. Ketika Anda muncul sepenuhnya dan melakukan pekerjaan, berinvestasi dalam pembinaan selalu, selalu membayar untuk dirinya sendiri! Tidak ada pengusaha yang harus tanpa pelatih atau mentor dan itu termasuk Anda.
Anda tidak perlu merombak seluruh operasi Anda untuk mengatur dan mulai memasarkan bisnis Anda secara konsisten. Dengan beberapa tweak sederhana dan usaha yang konsisten Anda AKAN mendapatkan hasil! Jadwalkan waktu untuk pemasaran setiap hari, mulai hari libur Anda dengan memasarkan bisnis Anda, kerjakan rencana Anda, dan ciptakan akuntabilitas untuk diri Anda sendiri. Dalam waktu singkat, Anda akan mulai melihat peningkatan visibilitas, klien, dan pendapatan!
Tips mana yang akan Anda terapkan terlebih dahulu? Demikianlah tips untuk membantu pemasaran Anda dan diterapkan secara konsisten.

Mengapa Anda Harus Mengukur Efektivitas Iklan Anda

Mengapa Anda Harus Mengukur Efektivitas Iklan Anda.
Anda memiliki iklan. Anda menjalankannya. Dan kemudian apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda hanya duduk dan menunggu klien target Anda menelepon Anda? Atau Anda pergi keluar dan memastikan bahwa Anda tahu apakah kampanye pemasaran Anda memiliki hasil yang baik atau tidak?

Salah satu tugas penting yang perlu Anda lakukan saat menjalankan kampanye iklan adalah mengukur hasilnya. Ketika orang bertanya kepada Anda apa yang terjadi pada iklan Anda, apakah Anda siap menjawab bahwa Anda mendapatkan hasil yang bagus atau tidak sama sekali? Bahkan dengan respon yang buruk, Anda harus dapat mengukurnya sehingga Anda dapat membuat perubahan pada iklan Anda dan semoga penjualan juga akan meningkat.

Tugas pemasaran Anda tidak berhenti ketika Anda sudah mengirimkan kampanye pemasaran Anda. Padahal, pekerjaan baru saja dimulai. Anda harus mengukur keefektifan iklan Anda sehingga Anda akan tahu apa yang harus ditingkatkan atau bagaimana meningkatkannya lebih jauh.

Pertama, Anda perlu membedakan tingkat respons iklan Anda dengan hasilnya. Anda memiliki ‘tanggapan’ ketika pembaca target Anda bertindak atas panggilan Anda. Katakanlah, Anda ingin dia menelepon Anda atau mengunjungi situs web Anda. Jika prospek Anda melakukan salah satu dari hal itu, maka Anda memiliki ‘respons’.

Di sisi lain, ‘hasil’ Anda adalah ketika pembaca target Anda mengambil tindakan dan kemudian membeli dari Anda. Penjualan Anda adalah ‘hasil’ Anda.

Jadi sekarang Anda memutuskan setelah mengukur iklan cetak Anda yang diproduksi oleh perusahaan percetakan komersial profesional, bahwa tidak ada tanggapan sama sekali. Satu dari dua hal pasti telah terjadi. Entah iklan Anda tidak menarik minat karena dirancang dengan buruk dan konten ditulis dengan buruk; atau, kampanye pemasaran Anda tidak menjangkau audiens target yang tepat.

Langkah selanjutnya adalah menentukan penyebab ‘tidak ada respons’. Anda dapat melakukannya dengan menguji iklan Anda lagi tetapi kali ini, Anda mungkin ingin mempostingnya di lokasi lain atau menempatkannya di situs web yang berbeda. Jika Anda mendapatkan respons positif maka Anda akan tahu bahwa itu pasti eksposur. Tetapi jika tidak membaik sama sekali, lebih baik Anda segera mengganti iklan Anda.

Sekarang sampai pada bagian yang sulit – Anda memiliki respons tetapi tidak ada hasil. Prospek Anda menghubungi Anda atau mengklik situs web Anda seperti yang Anda minta, tetapi tidak ada penjualan yang dilakukan. Satu-satunya kemungkinan untuk skenario ini adalah Anda tidak memiliki konten atau penawaran yang bagus untuk mendukung kampanye pemasaran Anda. Mengubah atau meningkatkan salinan atau desain Anda pasti akan mengubah hasil Anda.

Dan sekali lagi, pengujian adalah kuncinya. Jalankan iklan Anda yang baru dan lebih baik untuk menguji apakah akan mendapatkan hasil atau tidak. Jika lagi Anda mendapatkan tingkat respons atau hasil yang rendah, kembali ke papan gambar Anda dan lakukan semuanya lagi – ubah iklan, perbaiki, jalankan lagi.

Ini mungkin memakan waktu cukup lama dan pasti akan dikenakan biaya. Tetapi memiliki iklan yang belum terbukti dapat membebani Anda lebih banyak terutama bila Anda tidak mendapatkan respons atau hasil yang Anda harapkan untuk bisnis Anda. Itulah sebabnya, penting sekali untuk anda ketahui, Mengapa Anda Harus Mengukur Efektivitas Iklan Anda.

Apa Beda MARKETING dengan ADVERTISING

Anda mungkin sering menemukan banyak orang sulit membedakan antara marketing dengan advertising atau sebaliknya. Walaupun kedua ilmu tersebut sama-sama penting, tapi sangatlah berbeda. Jika Anda memahami perbedaannya dan rajin melakukan riset maka perusahaan sudah berada dalam jalur yang tepat untuk bertumbuh. Mari kita mulai dengan meneliti definisi formal dari keduanya, lalu kita telusuri lebih lanjut apa beda marketing dengan advertising.

Advertising

Advertising adalah suatu pengumuman atau pesan persuasif berbayar, publik dan non-personal oleh suatu sponsor yang jelas. Bisa juga diartikan suatu presentasi atau promosi non-personal yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk suatu produknya, yang ditujukan untuk semua pelanggan atau calon pelanggannya.

Marketing

Marketing adalah suatu perencanaan, implementasi, dan kendali sistematik dari sekelompok aktivitas bisnis, yang bertujuan untuk menyatukan semua pembeli dan penjual yang terlibat dalam suatu interaksi yang sama-sama menguntungkan.

Setelah membaca kedua definisi tersebut, maka mudah untuk mengerti bagaimana perbedaannya, dan mengapa bisa membingungkan sehingga banyak orang menganggapnya sama. Jadi coba kita uraikan lagi sedikit demi sedikit.

Advertising hanyalah satu bagian dari suatu proses marketing. Bagian tersebut adalah bagian yang mencakup aktivitas penyampaian pesan yang menyangkut bisnis, produk, atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Semua itu juga mencakup proses pengembangan strategi seperti placement, frekuensi penayangan, dan lain-lain.

Advertising mencakup placement atau penempatan suatu iklan dalam macam-macam media seperti koran, direct mail, billboard, televisi, radio, dan Internet. Advertising adalah bagian yang paling banyak memakan budget dari kebanyakan aktivitas marketing. Bagian PR mungkin adalah yang kedua memakan budget terbesar, yang bersaing ketat dengan riset marketing.

Cara terbaik untuk membedakan antara advertising dan marketing adalah mengumpamakan marketing sebagai sebuah kue, dimana di dalam kue marketing tersebut terdapat irisan advertising, riset, media planning, PR, product pricing, distribusi, customer support, strategi penjualan, serta komunitas. Advertising hanya bagian dari marketing. Semua bagian tersebut harus bekerjasama dan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri untuk mencapai tujuan secara keseluruhan.

Marketing adalah suatu proses yang butuh waktu dan menghabiskan banyak waktu untuk riset dan implementasi marketing plan supaya bisa menjadi efektif. Marketing adalah segala sesuatu yang diperbuat perusahaan untuk memfasilitasi segala interaksi yang terjadi antara perusahaan dengan konsumen atau pelanggannya. Itulah jawaban dari apa beda marketing dengan advertising.

Manajer itu adalah pemimpin

Dalam suatu perusahaan bisnis, anda mungkin selalu dengar dengan istilah manager. Pertanyaanya, apakah manager dengan leader berbeda? memang ada manager yang bukan leader ? Lalu apa perbedaan manager dengan leader ? Jawabannya ya, mungkin saja ada seorang manager namun bukan seorang leader, karena Manager adalah suatu jabatan yang posisinya diberikan oleh suatu organisasi dalam bentuk Surat Pengangkatan, sedangkan leader merupakan suatu bentuk perilaku atau sikap yang dimiliki oleh seseorang di dalam dirinya sehingga mampu mengendalikan dan mengarahkan orang lain agar tunduk dan bersedia sepenuh hati untuk melakukan suatu hal yang diinginkan olehnya. Jadi tentu saja, belum tentu manajer itu adalah pemimpin, dan seorang leader bisa saja menjabat sebagai seorang manager bahkan mungkin lebih dari itu.

Seorang manager yang memiliki karakter sebagai seorang leader adalah seorang manager yang mampu untuk mengarahkan dan mengendalikan para karyawannya sehingga mereka bersedia untuk melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Para karyawan akan bersedia untuk bekerja walau tanpa ada paksaan. Suatu perusahaan yang memiliki seorang manager berkarakter leader akan membuat kondisi di lingkungan kerja tersebut cenderung lebih nyaman.Seorang manager berkarakter leader akan memahami kondisi dan situasi para anak buahnya. Dia mampu untuk meraba dan menggerakan hati para karyawannya.

Suatu organisasi, entah itu organisasi bisnis ataupun bukan, diperlukan seseorang yang bukan hanya menjabat sebagai seorang manager, akan tetapi di dalam hatinya juga memiliki jiwa seorang pemimpin yang mampu untuk mengayomi, membina, dan mengarahkan orang-orang dibawahnya, dan bahkan mungkin pula di sekitarnya. Maka itu mulailah belajar untuk menjadi seorang leader, karena memiliki kemampuan sebagai leader akan lebih sulit jika dibanding dengan mememegang jabatan sebagai manager. Dengan demikian, jika sudah memahami bahwa manajer itu adalah pemimpin, maka organisasi dapat dipastikan berjalan dengan lancar.

tujuan segmentasi Pasar

Secara umum segmentasi pasar mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan posisi kompetisi bisnis dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Selain tujuan utama tersebut terdapat tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti, menigkatkan penjualan, memperbaiki pangsa pasar, melakukan komunikasi dan promosi yang lebih baik, dan memperkuat citra. Setidaknya terdapat 5 keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan segmentasi pasar yaitu:

1. Mendisain produk-produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Perusahaan menempatkan konsumen di tempat yang utama, dan menyesuaikan produknya untuk memuaskannya (customer satisfaction at a profit).

2. Menganalisis pasar. Segmentasi pasar membantu penjual mendeteksi siap saja yang menyerang pasar produknya.

3. Menilai peluang (niche) Setelah menganalisis pasar, perusahaan yang menguasai konsep segmentasi dengan baik akan sampai pada ide untuk menemukan peluang. Peluang ini tidak selalu sesuatu yang besar, tetapi pada masanya akan menjadi besar.

4. Menguasai posisi yang superior dan kompetitif Perusahaan yang menguasai segmen dengan baik umumnyaadalah mereka yang paham betul konsumennya. Perusahaan memahami pergeseran-pergeseran yang terjadi di dalam segmennya.

5. Menentukan strategi komunikasi yang efektif dan efisien. Setelah mengetahui segmen yang dituju, maka perusahaan akan menentukan bagaimana berkomunikasi yang baik dengan segmen yang dituju.

Faktor-faktor Penentu Penjualan Di Toko Retail

Bisnis toko retail akan mati atau berkembang tergantung dari beberapa faktor. Faktor-faktor penentu penjualan di toko retail adalah :

  1. Inventori

Inventori yang tersedia di toko anda adalah alasan utama konsumen datang berkunjung ke toko anda. Inventori adalah ketersediaan barang dagangan yang terdapat di toko. Ketersediaan barang ini berkaitan erat dengan perputaran uang yang diperoleh oleh suatu toko. Apabila ketersediaan barang yang dimiliki kurang banyak dibandingkan dengan permintaan konsumen, maka toko akan mengalami loss sales, yaitu suatu keadaan dimana toko kehilangan penjualan karena ketidaktersediaan stok. Sebaliknya jika toko memiliki kelebihan barang dagangan dibanding permintaan konsumen, maka barang tersebut tidak dapat cepat dikonversikan menjadi uang karena tidak ada penjualan. Akibatnya toko akan mengalami kerugian karena membeli barang yang tidak laku. Kondisi ideal untuk suatu inventori adalah “just enough”, dimana produk dagangan yang dimiliki mencukupi seluruh permintaan konsumen.

Dalam bahasa toko retail, inventori dibagi dalam beberapa sifat, yaitu :

a. Dead stok    : yaitu produk dagangan yang tidak laku dijual dan terpendam sekian lama di display atau di gudang sehingga tidak dapat dikonversi menjadi uang.

b. Slow moving           : yaitu produk dagangan yang kurang laku dijual. Dengan kata lain produk ini masih dicari konsumen namuntidak banyak. Konversi produk ini untuk menjadi uang sangat lambat. Pada toko retail film, produk yang bersifat slow moving contohnya adalah film-film koleksi.

c. Fast moving    : yaitu produk yang sangat laku dijual. Produk ini adalah produk yang paling cepat dikonversi menjadi uang. Produk yang bersifat ini dinamakan juga produk best seller, dimana omzet toko terbanyak adalah dari penjualan produk ini. Pada toko retail film, produk yang bersifat fast moving contohnya adalah film-film terbaru atau Box Office.

2. Harga

Ketika barang dagangan yang dijual di toko anda bukan barang yang unik, artinya selain toko anda masih banyak toko lain yang menjual barang yang sama, maka harga menjadi faktor dominan dalam mempengaruhi penjualan. Dalam kasus tersebut, maka barang-barang yang dijual haruslah lebih murah dibandingkan dengan harga di toko pesaing, tentunya dengan pertimbangan profitability.

3. Ragam barang yang dijual (Assortments)

Kemampuan dalam menjawab kebutuhan konsumen digambarkan oleh lengkapnya assortments yang tersedia di toko. Assortments yang ideal agar toko banyak dikunjungi konsumen adalah :

a. Lengkap.

Maksudnya adalah toko anda mampu memenuhi semua kebutuhan pelanggan yang berbelanja ditoko anda. Jika anda menjual film Blu-ray misalnya, maka toko anda dikatakan lengkap jika semua film-film yang dicari konsumen selalu dapat anda sediakan.

b. Up to date.

Maksudnya adalah selalu mengikuti perkembangan trend terkini. Jika toko anda adalah toko yang menjual film,maka toko anda dikatakan up to date apabila di toko anda selalu tersedia produk-produk film terbaru.

4. Customer Service

Faktor penentu penjualan berikutnya adalah customer service. Customer service bukan semata-mata keramahan, atau kesigapan pramuniaga dalam melayani pelanggan. Customer service lebih jauh adalah membuat bagaimana cutomer menjadi nyaman ketika berbelanja ditoko anda dan bersedia untuk kembali lagi di lain waktu. Ini adalah faktor yang paling penting, sebab bukan hanya menentukan omzet penjualan saja, tetapi juga menentukan image toko anda. Kenapa ? Sebab every business is a “service” business dan customer service terbaik adalah “service beyond service excellent.

Itulah faktor-faktor penentu penjualan di toko retail. Dengan mengetahui hal ini, semoga toko dapat menjadi semakin produktif.

facebook marketing

Dalam dunia marketing, tentunya suatu bisnis membutuhkan massa yang sebanyak-banyaknya, karena massa inilah yang akan membantu menyebarluaskan informasi tentang suatu produk, jasa, ataupun merk. Word of mouth promotion lebih banyak berperan disini,dan semakin banyak massa yang mau menyebarluaskan informasi bisnis anda, maka proses pemasaran akan semakin mudah dan murah. Akan tetapi massa yang banyak adalah bukan segalanya, massa yang yang harus anda kuasai adalah massa yang sudah tersegmen dan menjadi target utama pemasaran anda. Cobalah anda untuk melakukan facebook marketing.

Bagi facebooker, tentu sudah terbiasa berbagi informasi dengan orang lain mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukannya melalui kotak status. Melalui kotak status inilah seseorang bisa tahu mengenai eksistensi seseorang, komunitas, organisasi, public figure, atau bahkan suatu bisnis. Bagi anda yang kreatif memanfaatkan kotak status, pasti anda akan menulis di halaman profile anda dengan tulisan yang menarik, unik, dan mampu mendatangkan perhatian teman-teman anda sehingga mereka berkomentar terhadap status anda.

Kreatif, menarik, dan unik. Inilah kuncinya. Dalam dunia marketing, istilah ini disebut soft marketing.

Facebook adalah media yang sangat efektif untuk memperkenalkan bisnis anda ataupun pribadi anda. Anda ingin terkenal ? Anda ingin memperkenalkan diri anda sebagai seorang ahli bidang bisnis, pembicara motivasi, pelatih sukses atau lainnya ? Atau anda ingin mempopulerkan komunitas, organisasi, atau kegiatan sosial nada ? Maka facebook adalah tempat yang bagus untuk memulai.

Tekuni dan jalankan dengan serius program pemasaran online anda melalui facebook ini, dan lihatlah hasilnya beberapa bulan kemudian.

Pertanyaannya adalah  Bagaimana memaksimalkan akun facebook untuk kepentingan bisnis kita ? Adakah tips-tipsnya? Dan seberapa sulitkah caranya ? Well, pada prinsipnya facebook marketing tidaklah terlalu sulit jika kita mengetahui beberapa tips dan strategi memaksimalkan facebook. Yang paling utama adalah tetap fokus pada visi dan misi yang akan anda sampaikan, dan tetap tidak meninggalkan prinsip-prinsip ilmu marketing.

every business is a service business

Jika anda memiliki sebuah toko, mislanya toko cell phone, toko blu-ray, toko komputer, atau toko apapun, maka sebetulnya yang anda jual bukanlah produk yang ada di toko anda. Produk anda hanyalah merupakan output dari bagian produksi saja, sedangkan yang menentukan penghasilan anda agar berkelanjutan adalah service, manfaat, dan keuntungan yang diberikan toko anda kepada para konsumen. Bukan hanya di toko saja, yang menjadi tempat akhir produk sebelum sampai ke konsumen. Setiap bisnis adalah tentang pelayanan. Every business is a service business. Buat pelanggan puas, maka mereka akan kembali lagi dan kembali lagi. Inilah yang membuat penghasilan anda berkelanjutan, dan produktivitas per transaksi anda akan stabil bahkan meningkat.

Tidak percaya ? Ok, mari kita lihat contoh kasus berikut ini.

Di suatu pusat perbelanjaan, terdapat dua buah toko film yang saling berdampingan, yaitu Toko A dan Toko B. Kedua toko tersebut menjual dan memiliki koleksi produk yang sama, yaitu produk fashion terbaru. Yang membedakan adalah bahwa jika di Toko A pelayanan para pramuniaganya hanya biasa saja, sedangkan di Toko B mengedepankan service beyond service excellent. Dan apa yang terjadi ? Ternyata banyak pengunjung yang mendatangi Toko B dibandingkan dengan Toko A, dan tentu saja omzet penjualan Toko B lebih besar daripada Toko A. Kenapa? Karena dengan service yang dilakukan oleh Toko B membuat para pengunjung merasa nyaman untuk berlama-lama dan berbelanja di toko tersebut. Pelanggan puas, lalu akhirnya mereka menjadi pelayan setia, dan kesetiaan pelanggan adalah omzet bagi toko.

Semua itu adalah karena service. Service-lah yang menentukan omzet penjualan dan umur toko anda, bukan produk yang anda jual. Bagaimanapun lengkapnya koleksi barang di toko anda, anda akan rentan oleh serangan kompetitor jika anda tidak memiliki bentuk service yang hebat kepada konsumen anda.

Dan ini service ini berlaku bukan hanya untuk bisnis saja. Institusi, organisasi, pelayanan publik, bahkan hingga sekolah sekalipun umurnya akan dipengaruhi oleh service kepada penggunanya.Apabila service yang diberikan dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan kepada para penggunanya, maka dengan kekuatan word of mouth akan membuat institusi, organisasi, atau sekolah tersebut banyak dilirik orang. Banyak orang yang ingin menggunakan jasanya. Tapi apabila service-nya buruk, maka lama kelamaan institusi, organisasi, atau sekolah tersebut akan ditinggalkan, dan pada akhirnya bubar. Sama seperti toko A yang akhirnya bangkrut dan tutup karena kalah bersaing dengan Toko B dalam hal service.

Jadi apapun yang anda jual, atau bahkan apapun bidang yang anda tekuni, maka ketahuilah bahwa service menentukan hidup dan matinya usaha anda, karena pada intinya every business is a service business.

Hubungan Insentif Penjualan dengan motivasi kerja

Motivasi karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dibutuhkan perusahaan untuk kemajuan perusahaannya. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk memotivasi karyawannya. Secara umum faktor-faktor yang menentukan seorang karyawan termotivasi adalah karena pengakuan dari perusahaan atas prestasi yang diperoleh, pekerjaannya itu sendiri, pemberian tanggung jawab yang lebih besar,dan tantangan atas suatu pekerjaan. Salah satu bentuk pengakuan perusahaan adalah dengan cara memberikan insetif penjualan kepada para karyawannya. Lalu apa hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja ? Berikut adalah penjelasannya.

“Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. Kebutuhan adalah suatu keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik. Begitu tiap kebutuhan ini telah dipenuhi, maka kebutuhan berikutnya akan menjadi dominan. Meskipun tidak ada kebutuhan yang pernah dipenuhi secara lengkap, suatu kebutuhan yang dipuaskan secara cukup banyak (substansial) tidak lagi memotivasi. Karena itu jika ingin memotivasi seseorang, maka perlu dipahami sedang berada diposisi manakah seseorang itu memfokuskan kebutuhannya, atau kebutuhan yang berada diatasnya.” (Stephen P. Robbins)

Abraham Maslow berkata bahwa pada diri manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis : Yaitu rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), serta kebutuhan ragawi lainnya.
  2. Kebutuhan Keamanan : Yaitu kebutuhan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
  3. Kebutuhan Sosial : Mencakup kasih sayang, rasa dimiliki, diterima, dan persahabatan.
  4. Kebutuhan Penghargaan : Mencakup rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi, prestasi. Dan rasa hormat eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu dorongan untuk mejadi apa yang ia rasa mampu, mencakup pertumbuhan, pencapaian potensialnya, dan pemenuhan diri.

Salah satu kriteria seorang pemimpin atau manager yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan memotivasi bawahannya. Karena itu seorang atasan sangatlah penting untuk menempatkan bawahannya sebagai rekan kerja. Dengan menempatkan bawahan sebagai rekan kerja, maka secara tidak langsung akan timbul kepercayaan diri dalam diri bawahan sehingga akan lebih mudah untuk mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan.

Dalam suatu usaha toko retail modern, salah satu bentuk yang umum dalam memotivasi karyawan adalah dengan cara pemberian insentif atau komisi. Insentif adalah upah yang dibayarkan secara langsung atas dasar hasil kerjanya. Pemberian insentif merupakan suatu bentuk penghargaan perusahaan atas prestasi yang diraihnya dalam hal penjualan.Dan penghargaan itu adalah berupa uang. Insentif berbeda dengan bonus, sebab insentif memberikan gambaran kenaikan yang terus menerus, sedangkan bonus merupakan bentuk imbalan yang menggambarkan pembayaran satu kali.

Insentif penjualan berkaitan erat sekali dengan target penjualan. Apabila seorang penjual berhasil mencapai target yang ditentukan perusahaan dalam menjual produk miliknya, maka karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan insentif. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam pengaturan insentif penjualan kepada karyawannya. Dan biasanya insentif penjualan dibayarkan paling lama bersamaan dengan gaji bulan berikutnya. Pemberian insentif penjualan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas seorang karyawan. Semakin produktif seorang karyawan dalam melakukan penjualan, maka semakin besar besaran insentif penjualan yang diterima.

Setiap orang memiliki kebutuhan,dan setiap kebutuhan harus dipenuhi dengan uang. Adanya insentif penjualan maka secara psikologis akan meningkatkan motivasi karyawan dalam melakukan pekerjaan. Sebagai akibat dari termotivasinya diri mereka, maka secara otomatis kemampuan mereka akan selalu digunakan sehingga akan semakin terampil. Dan jika karyawan telah termotivasi,maka akan semakin mudah bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan mereka dalam melakukan suatu operasional toko. Itulah hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja.

cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling

Penjualan adalah suatu transaksi untuk memperoleh pendapatan dimana barang atau jasa dikirim ke seorang pelanggan untuk memperoleh imbalan dalam bentuk uang. Produk adalah suatu barang yang diproduksi dan diperjualbelikan baik berwujud maupun tidak berwujud. Secara harfiah, suggestive selling berarti saran penjualan. Ini berarti bahwa sumber daya manusia yang ada di toko dalam hal ini disebut penjual, menawarkan produk-produk yang dimilikinya kepada konsumen agar bersedia membeli produk-produk yang ditawarkan tersebut. Berikut adalah cara meningkatkan penjualan toko dengan suggestive selling.

  1. Menawarkan produk yang lebih mahal

Ini berarti bahwa karyawan toko menawarkan suatu produk yang lebih mahal dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang lebih mahal dilakukan dengan harapan pembeli tertarik untuk membeli produk tersebut, sehingga jumlah penjualan menjadi meningkat. Biasanya bentuk ini dilakukan ketika toko memiliki dua produk dengan judul yang sama, misalnya suatu toko penjual film memiliki film berjudul “Taxi” dalam bentuk DVD Rp79.000 dan Blu-ray seharga Rp. 499.000. Suggestive selling dengan cara menawarkan produk yang lebih mahal berarti maka karyawan toko akan menawarkan kepada pelanggan untuk membeli Blu-ray.

2. Menawarkan produk yang sejenis

Pada bentuk ini, karyawan toko menawarkan alternatif produk lain dari produk yang diminati pelanggan. Menawarkan produk yang sejenis biasanya dilakukan pada saat toko tidak memiliki stok yang diinginkan pelanggan. Ketika stok barang yang diinginkan pelanggan tidak ada, maka untuk menghindari pelanggan tidak melakukan transaksi maka karyawan toko menawarkan produk alternatif yang sejenis dengan keinginan pembeli. Pada suggestive selling bentuk ini, para karyawan toko harus memiliki pengetahuan produk yang sangat mendalam dan kemampuan berbicara yang handal. Contoh : Pada toko penjual musik, seorang pembeli berencana untuk membeli CD artis “Kenny G”, sayangnya stok yang diinginkan tersebut tidak tersedia di toko, maka karyawan toko menawarkan CD yang sejenis dengan jenis musik yang diminati oleh pembeli tersebut, misalnya menawarkan CD “Richard Clayderman”. Diketahui bahwa Kenny G dan Richard Clayderman adalah sama-sama sebagai pemusik instrumentalia.

3. Menawarkan produk baru

Menawarkan produk baru berarti bahwa karyawan toko menawarkan produk-produk terbaru yang dimilikinya kepada pembeli, sehingga diharapkan selain membeli produk yang diminati, si pembeli juga membeli produk baru yang ditawarkan tersebut. Menawarkan produk baru dilakukan setiap waktu dimulai dari kedatangan produk-produk baru tersebut. Bentuk ini lebih efektif dilakukan ketika produk yang ditawarkan sejenis dengan produk yang diminati pelanggan.

4. Menawarkan produk-produk promosi

Pada suggestive selling bentuk ini, karyawan toko memberi informasi dan menawarkan produk-produk yang sedang promosi di tokonya, walaupun tidak sejenis dengan produk yang dicari pelanggan. Dengan adanya informasi ini diharapkan pelanggan berminat untuk membeli produk promosi saat itu juga.

5. Menawarkan produk pelengkap

Pada bentuk ini karyawan toko memberikan informasi dan menawarkan kepada pelanggan mengenai produk-produk yang menunjang produk yang dibeli pelanggan. Contoh : Seorang pengunjung membeli CD Karaoke, maka karyawan toko menawarkan alat karaoke atau headphone yang berkualitas untuk menunjang produk yang dibeli tersebut.

Pada kenyataannya, betuk suggestive selling yang dilakukan oleh karyawan toko merupakan kombinasi dari semua bentuk suggestive selling yang ada, yaitu menawarkan produk yang lebih mahal, sejenis, dan terbaru. Pramuniaga memberikan suggestive selling kepada para pengunjung toko atau pelanggan pada saat mereka berada di arena display, sedangkan kasir melakukan suggestive selling pada saat pelanggan akan melakukan transaksi. Cara yang dilakukan oleh para kayawan toko ini menyebabkan penjualan menjadi efektif, untuk memaksimalkan pencapaian target penjualan.

Agar suggestive selling lebih efektif, maka dilakukan suatu strategi untuk mendukung teknik suggestive selling tersebut, misalnya adalah dengan membuat window display yang menarik, pemberian hadiah dalam jumlah tertentu, atau demo produk yang ditawarkan.

Mengetahui cara meningkatkan penjualan toko dengan Suggestive selling dengan baik dan benar dikombinasikan dengan product knowledge karyawan toko yang baik, prinsip menjual, customer service yang baik, serta sikap mental dan kepercayaan diri yang tinggi akan semakin meningkatkan bisnis toko anda.