Hubungan Insentif Penjualan dengan motivasi kerja

Motivasi karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting dibutuhkan perusahaan untuk kemajuan perusahaannya. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk memotivasi karyawannya. Secara umum faktor-faktor yang menentukan seorang karyawan termotivasi adalah karena pengakuan dari perusahaan atas prestasi yang diperoleh, pekerjaannya itu sendiri, pemberian tanggung jawab yang lebih besar,dan tantangan atas suatu pekerjaan. Salah satu bentuk pengakuan perusahaan adalah dengan cara memberikan insetif penjualan kepada para karyawannya. Lalu apa hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja ? Berikut adalah penjelasannya.

“Motivasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual. Kebutuhan adalah suatu keadaan internal yang menyebabkan hasil-hasil tertentu tampak menarik. Begitu tiap kebutuhan ini telah dipenuhi, maka kebutuhan berikutnya akan menjadi dominan. Meskipun tidak ada kebutuhan yang pernah dipenuhi secara lengkap, suatu kebutuhan yang dipuaskan secara cukup banyak (substansial) tidak lagi memotivasi. Karena itu jika ingin memotivasi seseorang, maka perlu dipahami sedang berada diposisi manakah seseorang itu memfokuskan kebutuhannya, atau kebutuhan yang berada diatasnya.” (Stephen P. Robbins)

Abraham Maslow berkata bahwa pada diri manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis : Yaitu rasa lapar, haus, perlindungan (pakaian dan perumahan), serta kebutuhan ragawi lainnya.
  2. Kebutuhan Keamanan : Yaitu kebutuhan keselamatan dan perlindungan terhadap kerugian fisik dan emosional.
  3. Kebutuhan Sosial : Mencakup kasih sayang, rasa dimiliki, diterima, dan persahabatan.
  4. Kebutuhan Penghargaan : Mencakup rasa hormat internal seperti harga diri, otonomi, prestasi. Dan rasa hormat eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri. Yaitu dorongan untuk mejadi apa yang ia rasa mampu, mencakup pertumbuhan, pencapaian potensialnya, dan pemenuhan diri.

Salah satu kriteria seorang pemimpin atau manager yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan memotivasi bawahannya. Karena itu seorang atasan sangatlah penting untuk menempatkan bawahannya sebagai rekan kerja. Dengan menempatkan bawahan sebagai rekan kerja, maka secara tidak langsung akan timbul kepercayaan diri dalam diri bawahan sehingga akan lebih mudah untuk mengarahkan mereka sesuai dengan keinginan.

Dalam suatu usaha toko retail modern, salah satu bentuk yang umum dalam memotivasi karyawan adalah dengan cara pemberian insentif atau komisi. Insentif adalah upah yang dibayarkan secara langsung atas dasar hasil kerjanya. Pemberian insentif merupakan suatu bentuk penghargaan perusahaan atas prestasi yang diraihnya dalam hal penjualan.Dan penghargaan itu adalah berupa uang. Insentif berbeda dengan bonus, sebab insentif memberikan gambaran kenaikan yang terus menerus, sedangkan bonus merupakan bentuk imbalan yang menggambarkan pembayaran satu kali.

Insentif penjualan berkaitan erat sekali dengan target penjualan. Apabila seorang penjual berhasil mencapai target yang ditentukan perusahaan dalam menjual produk miliknya, maka karyawan tersebut berhak untuk mendapatkan insentif. Setiap perusahaan memiliki cara yang berbeda-beda dalam pengaturan insentif penjualan kepada karyawannya. Dan biasanya insentif penjualan dibayarkan paling lama bersamaan dengan gaji bulan berikutnya. Pemberian insentif penjualan dapat digunakan sebagai parameter produktivitas seorang karyawan. Semakin produktif seorang karyawan dalam melakukan penjualan, maka semakin besar besaran insentif penjualan yang diterima.

Setiap orang memiliki kebutuhan,dan setiap kebutuhan harus dipenuhi dengan uang. Adanya insentif penjualan maka secara psikologis akan meningkatkan motivasi karyawan dalam melakukan pekerjaan. Sebagai akibat dari termotivasinya diri mereka, maka secara otomatis kemampuan mereka akan selalu digunakan sehingga akan semakin terampil. Dan jika karyawan telah termotivasi,maka akan semakin mudah bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan mereka dalam melakukan suatu operasional toko. Itulah hubungan insentif penjualan dengan motivasi kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *