I Am The Winner!

I am the winner, atau dalam Bahasa Indonesia artinya “Sayalah Sang Juara!”. Kata juara biasa merujuk pada pemenang suatu pertandingan atau perlombaan olahraga. namun winner yang saya maksudkan disini adalah merujuk kepada bidang entrepreneurship. Sama halnya dengan juara suatu pertandingan, entrepreneurship memiliki sikap sang juara dalam diri pelakunya, dan kata “the winner” ini mengandung arti dan memiliki karakter filosofis yang sangat mendalam.

Seperti halnya dalam juara lomba, untuk menuju tangga juara dibutuhkan latihan keras, konsistensi dan endurance atau ketahanan mental plus dibumbui dengan mimpi. Pun demikian halsnya dengan entrepreneurship, dimana ia akan sukses dalam bisnisnya ketika ia dapat bekerja keras, konsisten terhadap visinya, serta memiliki mimpi bahwa ia dapat menjadi raja bisnis di bidangnya. Perbedaan antara juara lomba dan juara entrepreneur mungkin hanyalah waktu dan piala. Juara entrepreneur tidak butuh piala. juara entrepreneur pun tidak membutuhkan hadiah. Dari sisi waktu, sang juara entrepreneur mungkin dapat menghabiskan waktu begitu lama. Bahkan bisa jadi ia meraih juara setelah menghabiskan separuh hidupnya untuk tetap konsisten menggeluti bisnis di bidangnya.

Memang tidak mudah untuk menjadi sang juara entrepreneur. Seseorang tidak akan mungkin menjadi juara jika hanya memiliki mimpi saja tanpa action yang jelas. Bahkan dengan action pun, tangga juara akan sulit untuk digapai jika tak dibarengi dengan berbagai kemampuan lain seperti komunikasi, manajemen, marketing, teknis, dsb. Dengan kata lain, sang juara harus memiliki segalanya ( kecuali uang), atau setidaknya ia bersedia untuk meng-update pengetahuannya dan diterapkan pada kegiatan bisnisnya. “Trial and error”, iylah yang akan terjadi pada sang pemimpi. Namun pada saatnya, “trial” yang dia lakukan akan berujung pada “success”.

Jadi kesimpulannya, jika saya mendeklarasikan sebagai “I am the winner!”, maka ia harus bertanggung jawab atas apa yang ia deklarasikan. Bentuk tanggung jawab ini adalah konsistensi, persistensi, update knowledge, dan kerja keras. Lalu dimana posisi uang? Uang menurut saya bukan segalanya. uang hanyalah alat. Karakter sang juara-lah yang paling utama. Sebanyak apapun uang yang dimiliki, ia akan habis jika tidak punya karakter sang juara. Sebaliknya, dengan adanya karakter sang juara ia dapat membuat dirinya menjadi mesin uang walau tanpa uang di awalnya. Semoga pembaca semua menjadi juara!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *