Jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita mengenai Gerai Matahari Departemen Store banyak yang tutup. Gerai-gerai Matahari yang sudah tersebar di seluruh Indonesia dan beroperasi sejak lama kini mulai tutup. OK, berhenti sejenak mengenai berita mengenai Gerai matahari departement store tutup. Kita bahas sekarang mengenai Departement Store saja. Anda pasti seringkali mendengar atau membaca kata Departement Store atau Supermarket. Dan anda memahami bahwa kedua kata itu merujuk kepada hal yang sama yaitu toko. Ya, memang betul keduanya merujuk kepada istilah toko tepatnya toko retail, tapi sebetulnya istilah tersebut memiliki perbedaan dalam arti toko yang sebenarnya. Apa perbedaanya ? Baiklah mari kita pahami mengenai jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya. Namun sebelum itu, kita pahami dahulu mengenai pengertian toko retail.

Toko retail adalah tempat dimana berkumpulnya orang-orang untuk melakukan suatu transaksi jual-beli yang kegunaannya dipakai untuk dirinya sendiri. Toko retail ini secara umum terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan pengaturan manajemennya, yaitu :

  1. Toko retail tradisional

Yaitu toko retail yang tidak memiliki sistem dan aturan yang baku dalam pengelolaannya. Dari sisi jumlah tenaga kerja,toko retail tradisional hanya mempekerjakan satu atau dua orang pekerja saja di bawah pengamatan langsung pemilik toko. Yang termasuk dalamkategori ini adalah warung, toko, gerai, dan pasar tradisional.

  1. Toko Retail Modern.

Pada toko retail modern, sistem dan aturan baku telah dibuat untuk pelaksanaan operasional toko. Jumlah tenaga kerja bisa saja lebih dari 3, dan semua digaji menurut aturan-aturan yang telah ditetapkan. Pada toko retail modern, terdapat kejelasan organisasi yang menjamin lancarnya operasional suatu toko. Pelanggan dengan bebas mencari dan memilih sendiri produk yang diinginkannya tanpa perlu didampingi oleh pramuniaga. Yang termasuk dalam kategori ini adalah Supermarket, Convenience Store, Specialty store, dan Minimarket.

Dan berikut adalah jenis-jenis toko berdasarkan barang yang dijualnya, yaitu:

  1. Convenience Store

Convenience store adalah toko retail modern yang menjual beraneka ragam produk di dalam tokonya. Pada toko jenis ini, produk-produk yang dipajang dikelompokan menurut kegunaannya masing-masing. Menurut ukuran luas tokonya, Convenience store terbagi menjadi

a. Minimarket, contoh “Circle K”,

b. Supermarket contoh Giant, Hero,

c. Hypermarket contoh Carrefour, Makro, Hypermart

  1. Departement Store

Jika Convenience Store merupakan toko yang serba ada, maka Departement Store merupakan toko yang mengkhususkan diri untuk menjual suatu produk kebutuhan tertentu. Walaupun mengkhususkan diri dalam menjual produk tertentu, namun jumlah produk yang dijualnya sangat banyak. Disebut sebagai departement store karena toko ini terbagi-bagi menjadi departemen-departemen dimana masing-masing departemen biasanya merupakan para supplier yang menyewa tempat untuk menjual produk dagangan atau merek dagangannya masing-masing. Para pramuniaga yang ada di setiap departemen adalah karyawan milik supplier tersebut, bukan milik toko, sehingga penggajian dilakukan oleh penyewa departemen.

Contoh toko jenis ini misalnya adalah Matahari Departement Store. matahari Departement Store mengkhususkan diri sebagai toko yang menjual produk fashion. Di dalam toko tersebut dapat anda lihat merk-merk baju atau busana lainnya. Dan semua merk-merk busana tersebut ditata sedemikian rupa untuk menempati masing-masing area yang telah ditentukan oleh toko. Jadi pengelompokan disusun berdasarkan merk-merk yang hadir di toko,bukan berdasrakan fungsi atau kegunaan. Anda perhatikan juga pramuniaga yang dimiliki oleh masing-masing departemen. Para pramuniaga di tiap departement store menggunakan seragam yang berbeda-beda. Mengapa ? Karena mereka sesungguhnya bukan karyawan toko tersebut, melainkan adalah karyawan yang menyewa satu departemen itu. Jadi tentu saja, karena setiap departemen merupakan supplier yang memiliki produk yang berbeda, maka secara otomatis pramuniaga tersebut memiliki kewajiban untuk mempromosikan merk yang diusungnya.Tentu saja strategi promosi masing-masing Departemen akan berbeda-beda.

  1. Specialty Store

Nah kalo yang ini apa lagi ? Dari namanya saja sudah jelas “specialty store”. Bearti toko yang mengkhususkan diri menjual produk untuk kebutuhan tertentu.Lalu bedanya dengan departemen store ? Ini bedanya :

a. Pramuniaga. Para pramuniaga toko ini bukan milik supplier, akan tetapi milik toko, sehingga mereka digaji oleh pemilik toko. Jumlah karyawan pun sedikit, biasanya hanya 3-5 orang, walaupun ada beberapa toko yang memiliki jumlah karyawan lebih dari itu

b. Jumlah produk. Jumlah produk yang dimiliki oleh specialty store jauh lebih sedikit dibanding Department store, tergantung dari kemampuan keuangan toko, karena pada prinsipnya pemilik toko membeli produk ke supplier untuk dijual kembali di tokonya. Ini berbeda dengan Department Store yang hanya menyediakan tempat saja.

c. Luas toko. Biasanya ukuran luas toko ini lebih kecil dibandingkan toko jenis lainnya. Bahkan mungkin hanya berukuran 3×4 meter.

d. Struktur organisasi toko. Struktur organisasi toko atau organisasi penjualan biasanya sangat sederhana, mungkin hanya dipimpin oleh seorang supervisor saja yang mengawasi langsung para pramuniaga.

Contoh toko ini misalnya Disctarra, yang khusus menjual produk-produk CD, DVD, dan Blu-ray. Yang mungkin berukuran agak lebih besar adalah Ace Hardware yang menjual perlengkapan-perlengkapan pertukangan dan Gramedia yang mengkhususkan diri menjual buku.

  1. Shopping Mall

Untuk yang satu ini anda pasti sudah faham betul, bahkan mungkin anda senang sekali untuk mengunjunginya. Shopping Mall merupakan area pusat perbelanjaan yang didalamnya terdapat beberapa convenience store, department store, dan specialty store. Untuk memanjakan para pengunjungnya serta agar memiliki keunggulan kompetitif dengan shopping mall lainnya, biasanya shopping mall ini berlomba-lomba menyediakan arena bermain untuk anak-anak, foodcourt untuk kebutuhan makan, dan Rest Room area sebagai tempat istirahat yang lebih menarik dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *