Kepemimpinan AUTOPILOT:…BAGUSKAH?

Kepemimpinan autoplot…apakah itu? dan baguskah gaya kepemimpinan tersebut? Di dunia ini, banyak sekali pemimpin yang sukses dengan berbagai gaya kepemimpinan. Seringkali kita melihat atau mempelajari gaya kepemimpinan dari pemimpin-pemimpin yang sukses tersebut. Tujuannya untuk apa? tentu saja agar gaya mereka tersebut ditiru dan diikuti, dengan harapan bahwa mengikuti gaya mereka akan berbuah kesuksesan yang sama.

Namu sebetulnya, mempelajari gaya kepemimpinan seseorang tidaklah harus melihat yang sukses-sukses terus. Dalam mempelajari gaya kepemimpinan yang gagal pun kita akan memperoleh pelajaran yang berarti. Artinya, jika kita mengikuti gaya kepemimpinan mereka yang gagal, maka dikhawatirkan kita pun akan mengalami kegagalan yang sama.

Ok…kali ini saya akan membahas sedikit mengenai gaya kepemimpinan auto pilot..yang kata sebagian orang bahwa gaya kepemimpinan ini membuat para bawahan berfikir dan bertindak kreatif…tapi betulkah begitu?

Ok sebelum membahas lebih jauh, saya sampaikan dulu persepsi saya mengenai gaya kepemimpinan autopilot ini berdasarkan literasi yang saya baca. Autopilot secara bahasa dapat diterjemahkan sebagai kendali otomatis. Itu artinya, sang pilot cukup tekan tombol tujuan, dan selebihnya biarkan mesin yang bekerja..kira-kira begitu lah definisi autopilot dalam dunia pelaut atau penerbangan. Dalam dunia kepemimpinan, autopilot menurut pandangan saya berarti bahwa pemimpin hanya memtuskan tujuan institusi saja, selebihnya…prosesnya…persoalannya…pelaksanaannya… biarkan anak buah yang bekerja…pemimpin berharap autopilot ini bahwa para bawahan bergerak secara otomatis apa yang menjadi tujuan pemimpin. Sementara pemimpin tidak melakukan apa-apa lagi…alias kendali diserahkan sepenuhnya secara otomatis…

Pendapat saya, kepemimpinan autopilot ini tentu akan berhasil jika sistem atau para bawahannya bekerja secara baik dan teratur. Energi kerja selalu penuh, semangat kerja stabil, semua pegawai ikhlas….maka sudah dapat dipastikan autopilot akan bekerja dengan baik. Persoalannya adalah manusia itu berbeda dengan mesin. Energi kerja tidak selalu stabil, semangat kerja kadang naik turun…soal ikhlas? belum tentu setiap waktu. Jarang ada yang ikhlas seterusnya ketika semua masalah diselesaikan oleh bawahan sementara pimpinan tidak tahu menahu atau hanya ingin tahu beres saja…Lama-kelamaan mereka akan jenuh pada pimpnan model seperti ini. “Pemimpin ini ingin enaknya saja”…”Pemimpin apaan? giliran ada masalah gak mau di depan bertanggung jawab” Itulah kalimat-kalimat yang keluar dari hati sang bawahan ketika pemimpin yang membanggakan kendali otomatis mendiamkan organisasi atau institusi tak terurus… Bahkan jangankan diurus…tujuan pun gak jelas…mana tujuan primer dan mana tujuan sekunder,,, menjadi gak jelas..

Pemimpin autopilot cenderung membiatkan masalah selesai dengan sendirinya. Atau membiarkan anak buah menyelesaikan persoalan sementara dia sendiri sedapat mungkin meminimalisir keterlibatan… Baguskah model kepemimpnan seperti itu> menuru saya sih kurang bagus ya…Sistem itu bekerja harus dengan kontrol baik oleh pimpinan. Pemimpin bahu membahu bekerja sama menyelesaikan persoalan. Jika ada masalah, dia selalu tampil membela di depan.

Omong kosong autopilot membiarkan agar anak buahnya bekerja secara mandiri dan kreatif. Itu hanya pembenaran saja, yang sebetulnya adalah bahwa pemimpin tersebut bersikap tidak mau berpusing-pusing memikirkan persoalan. Biarkan anak buah menyelesaikan persoalan….itulah sikap kepemimpinan autopilot …Jadi jika ada yang mengatakan bahwa saya memimpin dengan metode autopilot, maka pemimpin itu adalah pemimpin yang imajiner…Itu menurut pendapat saya sih…bagaimana menurut pendapat anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *