ilmu matematika yang wajib diketahui Para Pelaut

Hallo sobat millenial, kali ini saya akan berbagi informasi tentang ilmu matematika yang wajib diketahui para pelaut. Seorang atau calon pelaut, harus memiliki kemampuan pelajaran matematika ini
agar nantinya mudah dalam mempelajari ilmu-ilmu pelayaran. Jika tidak mampu menguasainya, maka dapat dipastikan pelaut tidak akan mampu membawa kapal dengan aman dan selamat. Dengan demikian, sudah dapat dipastikan, jika pelaut itu pasti jago matematika wkwkwk…Apalagi pemimpinnya, alias kaptennya. Kapten kapal bukan hanya jago berhitung, tapi juga tentu saja harus memiliki kemampuan leadership yang sangat baik karena ia harus menentukan keputusan, memperjelas, dan berkomunikasi secara efektif.

Ok, mari kita mulai

Yang pertama…
Vektor…
Vektor adalah besaran yang mempunyai besar/nilai dan arah. Secara geometris vektor digambarkan sebagai ruas garis berarah, dengan panjang ruas garis menyatakan besar vektor dan arah ruas garis menyatakan arah vektor. Dalam ilmu pelayaran, vektor merupakan dasar untuk membuat rencana pelayaran di peta laut. Garis-garis yang dibuat di atas peta laut merupakan vektor-vektor yang memiliki arah dan besar vektor. Arah vektor merupakan haluan kapal, dan besar vektor merupakan jauh yang dituju oleh kapal. Apa itu haluan kapal, klik video mengenai haluan kapal disini.

Ilmu matematika yang kedua adalah…
SISTEM KOORDINAT
Sistem koordinat Kartesius dalam dua dimensi umumnya didefinisikan dengan dua garis sumbu yang saling tegak lurus dan terletak pada satu bidang (bidang xy). Sumbu horizontal diberi label x dan sumbu vertikal diberi label y. Titik pertemuan antara kedua sumbu, titik asal, umumnya diberi label 0. Untuk mendeskripsikan suatu titik tertentu dalam sistem koordinat dua dimensi, nilai x ditulis (absis), dan nilai y ditulis (ordinat).
Dengan demikian, format yang dipakai selalu (x,y) dan urutannya tidak dibalik-balik. Dan ini disebut dengan koordinat. Dalam ilmu pelayaran, sistem koordinat ini digunakan untuk menentukan posisi atau lokasi kapal, sehingga disebut dengan koordinat posisi kapal. Sumbu X merupakan sumbu yang merepresentasikan bujur bumi, dan sumbu Y merepresentasikan lintang bumi. Sama halnya dengan sistem koordinat kartesius pada matematika, koordinat posisi juga terdiri dari 4 kuadran
Kuadran I adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Timur) atau (disingkat LU,BT)
Kuadran II adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Timur) atau (disingkat LS,BT)
Kuadran III adalah koordinat (Lintang Selatan, Bujur Barat) atau (disingkat LS,BB)
Kuadran IV adalah koordinat (Lintang Utara, Bujur Barat) atau (disingkat LU,BB).

Dengan demikian, lokasi suatu kapal di titik P akan ditulis xx derajat LU, yy derajat BT

Yang ketiga Ilmu matematika yang dipergunakan dalam bidang Pelayaran adalah Logaritma.
Logaritma merupakan suatu operasi kebalikan dari perpangkatan,
yaitu mencari nilai yang menjadi pangkat dari suatu bilangan. Dalam ilmu pelayaran, angka-angka logaritma disimpan dalam buku Daftar Ilmu Pelayaran yang harus selalu tersedia di atas kapal. Dan sifat-sifat logaritma dipergunakan sebagai rumus untuk menentukan perubahan lintang atau delta lintang, perubahan bujur atau delta bujur, perhitungan haluan dan jauh, dan perhitungan tempat tiba.

Ilmu matematika keempat yang harus dikuasai oleh pelaut dan calon pelaut adalah Trigonometri…
Trigonometri berasal dari bahasa Yunani, trigonon artinya “tiga sudut”
dan metron artinya “mengukur”). Dengan kata lain, trigonometri artinya mengukur tiga sudut. Trigonometri dalah sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan sudut segitiga.
Sama halnya dengan logaritma, trigonometri digunakan untuk menentukan haluan, jauh, perbedaan lintang, perbedaan bujur, dan simpang.

Yang kelima adalah Derajat atau satuan sudut..
Derajat (secara lengkap, derajat busur), biasanya disimbolkan dengan °,
adalah ukuran sudut yang dapat dibentuk pada sebuah bidang datar, menggambarkan 1/360 dari sebuah putaran penuh. Artinya, besar 1 derajat adalah satu juring pada lingkaran yang dibagi menjadi 360 buah juring yang besarnya sama. 1° sama dengan 60 menit (ditulis 60′) dan 1′ sama dengan 60 detik (ditulis 60″). Dalam ilmu pelayaran, satuan sudut ini merupakan satuan yang digunakan dalam menyebut sudut haluan kapal terhadap arah Utara. Penggunaan satuan sudut adalah karena bumi berbentuk bola atau lingkaran. Selain itu derajat juga dipergunakan dalam penyebutan lintang, bujur, dan koordinat tempat pada peta laut.

OK. Itulah ilmu matematika yang wajib diketahui para pelaut yang dipergunakan dalam bidang Pelayaran. Sebetulnya masih banyak lagi ilmu -ilmu yang lain, tapi sebagai dasarSimak video 5 ilmu matematika dasar yang digunakan dalam ilmu pelayaran agar lebih jelas. Anda pun dapat melihat daftar seluruh tulisan yang saya buat melalui daftar artikel saya.

ALTERNATIF mengajar Praktek Secara Daring? ……dengan “video reaction”

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama satu tahun ini telah merubah berbagai cara hidup biasa menjadi tidak biasa. Dan ketidak biasaan itu akhirnya terpaksa harus dibiasakan . Dengan kata lain, secara ilmiah boleh dikatakan bahwa ada penambahan variabel dalam menentukan suatu tujuan. Dan variabel itu adalah…..VIRUS COVID-19Itulah cara hidup ini yang sekarang umum dikenal dengan “NEW NORMAL” atau “NORMAL BARU”. Berbagai cara hidup itu artinya berbagai aktivitas yang menyangkut kehidupan kita terpaksa harus dilakukan dengan cara yang baru agar virus COVID-19 tidak menyebar. Hal yang sama terjadi di dunia pendidikan. Telah hampir setahun pendidikan kita dilaksanakan tidak dengan cara bertatap muka di kelas seperti biasanya. Kebiasaan baru atau New normal dalam mengajar sekarang adalah mengajar jarak jauh, dimana siswanya berada di rumah, sedangkan gurunya berada di kampus atau bahkan di rumah juga. Interaksi mereka dihubungkan dengan berbagai aplikasi teknologi yang keseluruhannya menyatu di dalam jaringan internet. Kebiasaan baru dalam belajar seperti ini disebut dengan “BELAJAR DARING”. Ok..belajar tatap muka dalam jaringan memang tidak jauh berbeda dengan belajar tatap muka seperti biasanya di kelas, atau gampangnya kita sebut belajar luar jaringan. Guru menerangkan di depan komputer, siswa mendengarkan di depan komputer atau handphone androidnya masing-masing. Sesederhana itu…no problem….it is easy…gampang…dengan merancang kelas hybrid learning selesai. Persoalannya adalah ketika siswa belajar praktek untuk keterampilan tertentu. Bagaimana caranya agar siswa dapat melakukan belajar praktek jika siswanya ada di rumah? Terus bagaimana cara guru dalam mentransfer ilmu atau materi belajarnya? Itulah persoalan yang sekarang muncul di pendidikan-pendidikan vokasi. Di dalam pendidikan vokasi, sesuai kurikulumnya, porsi belajar praktek harus lebih banyak dari porsi belajar teori… Lalu bagaimana ALTERNATIF MENGAJAR PRAKTEK SECARA DARING?

OK..saya adalah guru…tepatnya guru vokasi bidang kelautan dan perikanan. Saya rasa saya punya problem yang sama dengan para guru vokasi lainnya atau guru SMK dalam mengajarkan praktek untuk para siswanya. karena itu saya mencoba berbagi mengenai cara mengajar praktek kepada siswa di dalam jaringan. Ok ini yang saya lakukan…

Yang pertama adalah saya membuat video tutorial. Anda bisa lihat video tutorial saya mengenai cara membuat jaring. Memang tidak gampang membuat video tutorial; perlu skenario, alat dan bahan, audio sistem, keterampilan edit video, dsb. Butuh tambahan pengetahuan yang lain. Namun apa mau di kata inilah NEW NORMAL….Terpaksa harus dibiasakan dalam mencari alternatif mengajar praktek secara daring.

Kemudian yang kedua, ketika saya masuk kelas daring (biasanya menggunakan aplikasi zoom), kemudian ucapan pembuka sebentar lalu saya memutarkan video belajar praktek yang saya buat tersebut kepada para siswa sambil saya mengomentari video tersebut. Kegiatan seperti ini; mengomentari video yang sedang diputar; jika dalam youtube lebih umum dikenal dengan “video reaction”. Jadi saya upload video saya ke channel youtube, kemudian ketika mengajar diputar videonya, dan di komentari saat video berlangsung. Itulah kira-kira video reaction. Setelah video berakhir, guru boleh demonstrasi lagi di depan kamera secara live atu tidak pun tidak apa-apa…

Lalu ketiga…nah ini yang utama…saya menugaskan para siswa untuk meniru materi yang ditampilkan di video tersebut. Pada video cara membuat jaring, saya berarti memerintahkan para siswa untuk membuat jaring sesuai dengan langkah-langkah yang ada di video tersebut. Mengenai alat dan bahan untuk mereka praktek, karena kondisi siswa adalah berada di rumah, maka tentu mereka harus menyediakan sendiri bahan prakteknya..Oleh sebab itu guru mengupayakan bahan praktek haruslah berbiaya murah, namun tidak mengurangi tujuan pembelajaran yang akan di capai. Penugasan ini tentu berbatas waktu, dan biasanya saya menyuruh upload tugas ke google classroom hasil karyanya dalam bentuk foto. Lho….koq upload foto? bagaimana itu kita bisa tahu bahwa mereka bisa? Bisa jadi fotonya foto orang kemudian di upload…Penilaiannya tidak valid dong??

Tenang….saya menyuruh upload foto tidak bertujuan untuk melakukan penilaian. Tentu saja hal itu saya juga ketahui. Saya meyuruh mereka uplaod foto ke google classroom semata-mata hanya agar mereka merasa terawasi . Saya sih maunya mereka mengerjakan tugas sambil di videokan, namun saya rasa itu sangat memberatkan siswa lah…bikin jaringnya aja belum tentu bisa, ditambah lagi persiapan ambil video…. Bisa jadi mereka malah fokus bagimana bikin videonya yang bagus… wah…malah bisa keluar dari tujuan pembelajaran aslinya. Jadi foto saja. Penilaian mereka mengenai apakah mereka menjadi bisa atau tidak mengenai materi tersebut dilakukan tetap dengan tatap muka. Misal di akhir semester mereka dipanggil ke kampus per kelompok-kelompok kecil, lalu kemudian mereka unjuk keterampilan.

Saya tidak tahu apakah alternatif mengajar praktek secara daring cara ini berhasil membuat si anak menjadi bisa dalam melakukan suatu keterampilan atau tidak, karena ya itulah…semuanya terkendala karena jarak jauh…dalam jaringan…pada akhirnya semua kembali kepada siswanya apakah mereka mau melakukan atau tidak. Guru hanya bisa memantau, dan menegur jika belum melakukan atau terlambat mengumpulkan…Selebihnya siswa yang menentukan perihal ketekunan, kemauan, kerajinan, dan kejujuran mereka sendiri. Karena ada saja siswa yang tidak jujur mengumpulkan foto bagus hasil pekerjaannya padahal yang buat adalah bapaknya ha..ha…Pokoknya itu nanti terlihat pada saat penialain unjuk terampil di akhir semester..Semoga ini bisa menjadi inspirasi para guru semua dalam mengajar praktek secara daring. Oh iya…sebagai informasi, aplikasi yang saya gunakan untuk saya mengajar praktek secara daring adalah youtube (tentu saja channel saya sendiri ya he..he..), google classroom, dan zoom. Untuk contoh inspirasi, atau contoh video belajar, Anda semua bisa melihat video-video pembelajaran yang telah saya buat di yusep channel 33.

Kepemimpinan AUTOPILOT:…BAGUSKAH?

Kepemimpinan autoplot…apakah itu? dan baguskah gaya kepemimpinan tersebut? Di dunia ini, banyak sekali pemimpin yang sukses dengan berbagai gaya kepemimpinan. Seringkali kita melihat atau mempelajari gaya kepemimpinan dari pemimpin-pemimpin yang sukses tersebut. Tujuannya untuk apa? tentu saja agar gaya mereka tersebut ditiru dan diikuti, dengan harapan bahwa mengikuti gaya mereka akan berbuah kesuksesan yang sama.

Namu sebetulnya, mempelajari gaya kepemimpinan seseorang tidaklah harus melihat yang sukses-sukses terus. Dalam mempelajari gaya kepemimpinan yang gagal pun kita akan memperoleh pelajaran yang berarti. Artinya, jika kita mengikuti gaya kepemimpinan mereka yang gagal, maka dikhawatirkan kita pun akan mengalami kegagalan yang sama.

Ok…kali ini saya akan membahas sedikit mengenai gaya kepemimpinan auto pilot..yang kata sebagian orang bahwa gaya kepemimpinan ini membuat para bawahan berfikir dan bertindak kreatif…tapi betulkah begitu?

Ok sebelum membahas lebih jauh, saya sampaikan dulu persepsi saya mengenai gaya kepemimpinan autopilot ini berdasarkan literasi yang saya baca. Autopilot secara bahasa dapat diterjemahkan sebagai kendali otomatis. Itu artinya, sang pilot cukup tekan tombol tujuan, dan selebihnya biarkan mesin yang bekerja..kira-kira begitu lah definisi autopilot dalam dunia pelaut atau penerbangan. Dalam dunia kepemimpinan, autopilot menurut pandangan saya berarti bahwa pemimpin hanya memtuskan tujuan institusi saja, selebihnya…prosesnya…persoalannya…pelaksanaannya… biarkan anak buah yang bekerja…pemimpin berharap autopilot ini bahwa para bawahan bergerak secara otomatis apa yang menjadi tujuan pemimpin. Sementara pemimpin tidak melakukan apa-apa lagi…alias kendali diserahkan sepenuhnya secara otomatis…

Pendapat saya, kepemimpinan autopilot ini tentu akan berhasil jika sistem atau para bawahannya bekerja secara baik dan teratur. Energi kerja selalu penuh, semangat kerja stabil, semua pegawai ikhlas….maka sudah dapat dipastikan autopilot akan bekerja dengan baik. Persoalannya adalah manusia itu berbeda dengan mesin. Energi kerja tidak selalu stabil, semangat kerja kadang naik turun…soal ikhlas? belum tentu setiap waktu. Jarang ada yang ikhlas seterusnya ketika semua masalah diselesaikan oleh bawahan sementara pimpinan tidak tahu menahu atau hanya ingin tahu beres saja…Lama-kelamaan mereka akan jenuh pada pimpnan model seperti ini. “Pemimpin ini ingin enaknya saja”…”Pemimpin apaan? giliran ada masalah gak mau di depan bertanggung jawab” Itulah kalimat-kalimat yang keluar dari hati sang bawahan ketika pemimpin yang membanggakan kendali otomatis mendiamkan organisasi atau institusi tak terurus… Bahkan jangankan diurus…tujuan pun gak jelas…mana tujuan primer dan mana tujuan sekunder,,, menjadi gak jelas..

Pemimpin autopilot cenderung membiatkan masalah selesai dengan sendirinya. Atau membiarkan anak buah menyelesaikan persoalan sementara dia sendiri sedapat mungkin meminimalisir keterlibatan… Baguskah model kepemimpnan seperti itu> menuru saya sih kurang bagus ya…Sistem itu bekerja harus dengan kontrol baik oleh pimpinan. Pemimpin bahu membahu bekerja sama menyelesaikan persoalan. Jika ada masalah, dia selalu tampil membela di depan.

Omong kosong autopilot membiarkan agar anak buahnya bekerja secara mandiri dan kreatif. Itu hanya pembenaran saja, yang sebetulnya adalah bahwa pemimpin tersebut bersikap tidak mau berpusing-pusing memikirkan persoalan. Biarkan anak buah menyelesaikan persoalan….itulah sikap kepemimpinan autopilot …Jadi jika ada yang mengatakan bahwa saya memimpin dengan metode autopilot, maka pemimpin itu adalah pemimpin yang imajiner…Itu menurut pendapat saya sih…bagaimana menurut pendapat anda?

Merancang Kelas Hybrid Learning

Kelas Hybrid Learning atau dalam Bahasa Indonesia adalah kelas campuran merupakan terobosan baru dalam mengajar di era pandemi COVID-19. Hybrid learning merupakan gabungan antara belajar tatap muka dengan belajar di dalam jaringan. Pada masa COVID-19 ini, pemerintah mengatur bahwa setiap isi kelas harus terisi maksimal 50 persen dari jumlah seluruh peserta didik. Itu artinya jika jumlah siswa ada 30 orang, maka kelas hanya boleh diisi sebanyak 15 orang saja. Lalu bagaimana dengan sisanya yang 15 orang lagi? Maka mereka akan belajar secara online atau belajar di dalam jaringan.

Dengan hybrid learning, secara sederhana berarti bahwa jika ada 30 siswa, maka guru atau pendidik mengajar 15 orang secara tatap muka, dan 15 orang di dalam jaringan dengan memanfaatkan aplikasi seperti zoom, google meet, atau platform video konferensi lainnya secara sekaligus. Dengan demikian maka dibutuhkan bukan hanya papan tulis dan alat tulis saja dalam belajar dengan menggunakan kelas hybrid. Teknologi pun diperlukan untuk mendukung lancarnya proses belajar secara hybrid. Audio visual system, jaringan internet, hingga alat-alat bantu mengajar lainnya seperti pen tablet atau display touch screen adalah hal-hal yang harus diperhatikan dan disiapkan agar proses belajar model hybrid learning dapat terlaksana dengan lancar.

Selain itu, para guru atau dosen pun dituntut memiliki kemampuan tanbahan dalam proses belajar model hybrid learning ini. Mereka setidaknya harus mampu dalam mengoperasikan komputer, menggunakan aplikasi konferensi video, hingga aplikasi pengujian para peserta didiknya. Lalu bagaimana cara merancang kelas hybrid learning? apa saja yang dibutuhkan dalam merancang kelas seperti ini? Simak rancangan kelas hybrid di video kelas hybrid ini. Video ini memberikan bagaimana rancangan kelas hybrid, tentunya dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan, selain itu dapat digambarkan pula bagaiamana nantinya proses belajar model hybrid learning tersebut berlangsung. google-site-verification: googlea7c70fd5c9cf88f2.html

ISTILAH-ISTILAH PENTING PADA BUDIDAYA UDANG

Udang merupakan komoditas yang luar biasa gurih.
Dalam satu kali panen, hasil penjualannya dapat mencapai ratusan juta rupiah. Akan tetapi budidaya udang ini tidak mudah. Budidaya udang tidak hanya memberi makan agar udang menjadi besar.
Pada budidaya udang, perlu kolaborasi antara pengetahuan teori, analisis data, dan pelaksanaan teknis di lapangan. Agar tidak terjadi gagal panen, maka kekompakan antara tim teknis lapangan
dengan analis data sangatlah perlu.

Ada beberapa istilah-istilah dalam budidaya udang yang harus diketahui
oleh pembudidaya udang, baik analis, manager, maupun pelaksana lapangan. Istilah-istilah ini sangatlah penting dan merupakan parameter-parameter utama dalam analisis operasional budidaya udang. Semua istilah ini pada prinsipnya merupakan deskripsi dari suatu angka yang yang berkaitan, yang pada akhirnya digunakan untuk mengestimasi dan menentukan kapan panen, berapa jumlah panen, dan berapa jumlah pakan, dan sebagainya. Berikut adalah istilah-istilah tersebut:

Yang pertama ada istilah yang namanya Average Body Weight atau disingkat ABW. ABW ini merupakan berat rata-rata udang per ekor.
Untuk mengetahui ABW, maka petambak akan selalu melakukan sampling udang secara berkala. Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut:
Jika diumpamakan hasil sampling udang adalah 200 gram,
dan jumlah udang dalam 200 gram tersebut terdapat 10 ekor,
Maka ABW adalah 200 gram dibagi 10 ekor sehingga ABW sama dengan 20.

Istilah yang kedua adalah SIZE..
Size merupakan ukuran yang menyatakan jumlah udang dalam berat 1 kilogram. Untuk mengetahui size udang, maka ABW harus diketahui,
karena rumus untuk mennetukan Size udang adalah 1 kg udang atau 1000 gram udang dibagi dengan ABW.

Pada contoh pertama diketahui bahwa ABW adalah 20. sehingga Size udang tersebut adalah 1000 gram dibagi dengan 20 gram per ekor sama dengan 50 yang artinya adalah bawa dalam 1 kilogram terdapat 50 ekor udang.

Semakin kecil nilai size maka ukuran udang akan semakin besar, dan semakin kecil size udang, maka harga udang per kg akan semakin tinggi.

Istilah penting yang ketiga adalah Average Daily Gain atau disingkat ADG. ADG merupakan istilah yang menyatakan pertambahan berat harian udang pada periode tertentu. Sama seperti size, parameter untuk menentukan ADG adalah dengan menggunakan nilai ABW atau Average Body Weight.

Jika kita umpamakan pada hari ke 15 ABW udang adalah 23
dan hari ke 20 abw bernilai 31, maka pertumbuhan udang per hari adalah ABW 31 dikurangi ABW 23 dibagi dengan hari 20 dikurangi hari 15 sehingga diperoleh ADG sebesar 1,6 gram per hari.

Istilah berikutnya, yang keempat dan kelima adalah:

Populasi dan Biomass

Istilah ini adalah istilah untuk udang dalam kolam budaidaya
jika populasi adalah jumlah udang yang hidup dalam suatu kolam, maka biomass adalah berat total udang yang hidup dalam suatu kolam budidaya. Hubungan antara biomass dengan populasi sangat berkaitan erat..

Untuk mencari biomass, maka nilai ABW yang diketahui dikalikan dengan populasinya sedangkan untuk mencari populasi, maka Biomass dibagi dengan ABW.

Mari kita lihat contoh perhitungan berikut ini…

Jika diketahui populasi udang dalam suatu kolam tambak adalah 120 ribu ekor dan dari hasil sampling diketahui ABW adalah 31, maka…
Biomass adalah 120 ribu dikali 31 sama dengan 3 juta 720 ribu gram
atau biomass atau berat udang yang hidup di kolam tersebut pada saat ABW 31 adalah 3.720 kg.

Istilah yang ke enam adalah SR atau survival rate..

SR atau Survival Rate mengindikasikan tingkat kehidupan udang pada suatu periode tertentu. Satuan SR dinyatakan dalam (persen). SR dapat diperoleh dengan melihat perbandingan antara udang yang dipanen
dengan jumlah udang yang di tebar di awal budidaya.

Sebagai contoh

Jika diketahui jumlah udang pada saat panen adalah 100.000 ekor dan jumlah tebar saat awal budidaya udang adalah 120.000 ekor, maka SR adalah 100.000 dibagi 120.000 dikali 100% sama dengan 83% artinya bahwa selama melakukan budidaya tersebut, dari 100 ribu ekor yang ditebar, udang yang hidup hinga panen adalah sebanyak 83 persen.


Istilah berikutnya yang penting untuk diketahui adalah…
Feeding Rate atau disingkat FR

FR menyatakan prosentase pakan yang yang harus diberikan dalam satu hari. Dengan diketahui feeding rate, dan diketahuinya ABW serta Biomass, maka dapat ditentukan jumlah pakan yang dibutuhkan per hari

Perhatikan contoh berikut

Diketahui berdasarkan sampling, ABW udang suatu kolam adalah 30 dan Biomass dihitung sebanyak 3.720 kg. Tentukan jumlah pakan per hari kolam tersebut.

Untuk menentukan jumlah pakan per hari kolam tersebut,
yang pertama harus dilakukan adalah menentukan FR untuk ABW 30 tersebut. Dari tabel diketahui bahwa nilai FR untuk ABW 30 (klik) adalah 2,8. Dengan demikian jumlah pakan per hari kolam tersebut adalah
3.720 dikali 2,8% sama dengan 104,16 kg.

Istilah penting yang terakhir dalam budidaya udang adalah
Feed Convertion Ratio atau disingkat FCR

Feed Convertion ratio atau FCR merupakan nilai yang menyatakan
perbandingan antara jumlah pakan yang dihabiskan dalam satu siklus
budidaya udang dengan biomass udang saat panen, atau total berat udang yang di panen.

Sebagai contoh
Jika diketahui bahwa berat udang yang dipanen atau biomass akhir adalah 3.720 kg, dan jumlah pakan yang dihabiskan adalah sebanyak 4.500 kg, maka FCR untuk budidaya udang pada siklus tersebut tersebut adalah 4.500 dibagi dengan 3.720 sama dengan 1,20.

Penjelasan pada nilai FCR ini, semakin kecil nilai FCR maka operasi budidaya udang pada siklus tersebut semakin baik. Nilai FCR yang besar menunjukkan bahwa pakan terlalu banyak, dan hal ini berujung pada membengkaknya biaya pembelian pakan.

Semakin membengkak biaya pakan, maka tentu saja akan semakin
memperkecil laba usaha budidaya udang tersebut….

Itulah beberapa istilah-istilah penting dalam budidaya udang dimana semuanya adalah saling terkait dan menentukan sukses tidaknya
budidaya udang. Semakin cermat dalam menganalisis parameter-parameter ini, maka keputusan yang dibuat dalam operasi budidaya udang akan semakin tepat. Dan akhirnya laba operasi akan menjadi maksimal…

4 Level mengajar Secara Online

Kali ini saya mau review mengenai 4 level mengajar secara online. Ini merupakan pendapat saya mengenai bagaimana cara pengajar mentransfer ilmunya secara daring kepada peserta didiknya dalam kondisi #mengajarpascapandemi. Ok, kita mulai:

LEVEL 1.

Pada level ini, pengajar mengajar seperti biasa layaknya mengajar secara tatap muka dimana peserta didiknya ada di kelas. Papan tulis dan spidol boardmarker menjadi media untuk mengajar. yang membedakan adalah bahwa pada mengajar daring, peserta didiknya sekarang tidak di kelas melainkan ada di rumah masing-masing. Peserta didik ditampilkan melalui aplikasi zoom dan di proyeksikan melalui proyektor InFocus ke layar. Oleh sebab itu setting kelas dibuat seperti biasa, namun ditambahkan perlengkapan multi media seperti laptop, kamera, dan microphone. Lihat video setting kelas online sederhana.

LEVEL 2

Pada metode mengajar daring atau online level 2, pengajar tidak menggunakan papan tulis sebagai medianya, namun menggantinya dengan pen tablet. Pen tablet ini sebagai alat tulis digital, dimana dikombinasikan dengan aplikasi microsoft whiteboard. Dengan demikian, whiteboard virtual ini akan di share melalui fasilitas share screen pada zoom.

LEVEL 3

Pada mengajar level 3, pengajar menyampaikan materinya berupa slide-slide presentasi yang dibuat melalui aplikasi Microsoft Power Point. Slide presentasi ini di share melalui fasilitas share screen pada zoom.

Level 4

Mengajar pada level ini merupakan metode mengajar level paling tinggi, dan membutuhkan kreatifitas pengajarnya yang sangat tinggi. Pengajar membuat video pembelajaran baik animasi, praktek, maupun lainnya, dan selanjutnya video ini dishare ke para peserta didik baik melalui aplikasi zoom atau aplikasi lainnya. Di ujung video, biasanya pengajar memberikan penugasan kepada siswa terkait dengan materi belajar yang di-video-kan tersebut. Untuk melihat contoh video belajar LEVEL 4 ini, bisa klik video ini.

Itulah 4 level mengajar secara online untuk menyikapi pandemi yang saat ini sedang mewabah. Semua tergantung kesiapan pendidik, kelengkapan alat, dan tentu saja kemauan pendidik dalam berkreasi menyampaikan materi belajarnya. Salam #mengajarpascapandemi

Ilmu Pelayaran Datar Bagian 1: memahami bentuk dan ukuran bumi

Ini adalah salah satu materi mengajar dalam bidang nautika, tepatnya adalah tentang Ilmu Pelayaran Datar. Pada ilmu pelayaran datar bagian 1 ini, kita akan mempelajari tentang memahami bentuk dan ukuran bumi. Namun sebelum mempelajari lebih jauh, kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu ilmu pelayaran. Ilmu Pelayaran adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengajarkan cara untuk melayarkan sebuah kapal dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan selamat aman dan ekonomis

Ilmu pelayaran, dibagi menjadi 3 bidang ilmu, yaitu:

  1. Ilmu Pelayaran Datar, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda bumiawi seperti gunung, mercusuar, atau tanjung sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempat ketempat lain.
  2. ilmu Pelayaran Astronomi, yaitu Ilmu Pelayaran yang menggunakan benda benda angkasa seperti matahari, bulan, atau bintang sebagai pedoman dalam membawa kapal dari satu tempat ketempat lain.
  3. Navigasi Elektronik, yaitu ilmu pelayaran dengan menggunakan alat-alat navigasi elektronik seperti radar, GPS, peta elektronik, dan kompas elektronik.

OK. Sekarang kita fokus pada bentuk dan ukuran bumi. Bentuk bumi sebetulnya tidak bulat sempurna, melainkan bulat pepat atau spheroid. Posisi bumi pun sebetulnya tidak tegak lurus. Posisi bumi justru miring sebesar 23,4o derajat dari sumbu vertikal/ Dan sudut yang dibentuk antara sumbu vertikal dengan poros bumi ini disebut dengan sudut inklinasi.

Keliling bumi adalah 40.030 km, sedangkan berat bumi adalah 5,972 x 1024 kg. Bandingkan dengan berat planet mars yang hanya 1/10 berat bumi. Itu artinya bahwa jika seorang manusia di bumi memiliki berat 100 kg, maka ketika orang tersebut pindah ke planet mars beratnya menjadi hanya 10 kg. Ini terjadi karena massa dan gaya gravitasi planet mars lebih kecil dari massa dan gaya gravitasi planet bumi.

Lihat materi mengenai ilmu pelayaran datar bagian 1: memahami bentuk dan ukuran bumi dalam bentuk video dengan klik link ini.

Aplikasi Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Surat Per Surat

Aplikasi Tafsir Ibnu Katsir Lengkap Surat Per Surat merupakan aplikasi yang bisa langsung dibuka tanpa instalasi yang rumit.  Tidak rumit, karena file ini merupakan file berekstensi .exe, sehingga dapat langsung dibuka di komputer atau tablet. Tinggal Copy, dan Paste saja. tafsir ini disusun dalam surat per surat, sehingga memudahkan pembaca untuk mencari referensi penafsiran surat-surat dalam Al-Qur’an. Aplikasi ini juga menyeiakan tools print sehingga dapat langsung di print jika ingin membacanya dalam bentuk hard copy.

Tafsir Ibnu Katsir adalah tafsir terkenal yang sering dijadikan bahan rujukan para ulama. Tafir ini sering dijadikan sebagai bahan rujukan karena metode penafsirannya yang diakui oleh para ulama cukup baik. Adapun metode penafsiran Ibnu Katsir adalah disusun melalui 4 langkah sebagai berikut:

  1. Ibnu katsir menyatakan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir pada bagian pendahuluannya menyatakan bahwa Tafsir yang benar adalah menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan Al-Qur’an itu sendiri. Maksudnya menafsirkan ayat Al-qur’an dengan ayat lainnya yang terdapat dalam surat-surat lain dalam Al-Qur’an.
  2. Selanjutnya bila penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur,an tidak didapatkan, maka Al-Qur’an harus ditafsirkan dengan hadis Nabi Muhammad SAW, sebab hadis Nabi Muhammad SAW berfungsi untuk menerangkan isi Al-Qur’an.
  3. Jika penafsiran Al-Qur’an dengan hadis Nabi Muhammad SAW tidak didapatkan, maka Al-Qur’an ditafsirkan melalui penelaahan pendapat para sahabat. Hal ini adalah karena  karena para sahabat adalah orang yang paling mengetahui konteks sosial turunnya Al-Qur’an. Atau dapat dikatakan bahwa para sahabat ini merupakan saksi hidup atas turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.
  4. Jika penafsiran Al-Qur’an dengan pendapat para sahabat ini tidak didapatkan, maka pendapat dari para tabiin dapat diambil untuk menafsirkan ayat tersebut.

Oleh sebab itu, dalam isi kitabnya, Ibnu Katsir selalu menampilkan ayat-ayat Al-Qur’an lain, hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, kisah para sahabat, ataupun pendapat para tabiin dalam menafsirkan suatu ayat Al-Qur’an. Buku tafsir Ibnu Katsir tersusun menjadi 10 Bab, akan tetapi melalui aplikasi ini, Tafsir Ibnu Katsir disusun berdasarkan surat per surat, dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia. Memroy yang diperlukan juga tidak besar, sehingga tidak memberatkan kinerja komputer ataupun tablet anda. Aplikasi ini diambil dari kapungsunnah.org, akan teteapi setelah di cek websitenya, website ini sepertinya sudah tidak tersedia lagi.

Anda dapat melihat file-file lain yang bisa di download di website ini.

#mengajar Pasca pandemi: Bagaimana Mengajar Praktek Ketika Siswa Belajar dari Rumah?

Baru-baru ini kementerian pendidikan merilis panduan mengenai cara belajar daring. Berdasarkan panduan ini, sudah dapat dipastikan bahwa para guru, dosen, maupun pendidik lainnya harus memiliki cara dan keterampilan baru dalam mengajar. Mengajar secara konvensional dalam bentuk tatap muka di kelas tidak lagi dilakukan. Maklumlah, ini demi menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa para peserta didik maupun pendidiknya. Bahkan berita di salah satu stasiun televisi menyatakan bahwa kurang lebih 60% orang tua murid tidak mengharapkan siswanya untuk berangkat ke sekolah. Mereka menginginkan siswa tetap di rumah. Kekhawatiran orang tua patut diapresiasi, namun demikian proses belajar mengajar harus tetap dilakukan, karena bagaimanapaun pendidikan meru[akan kunci kemajuan suatu bangsa.

Persoalan yang muncul adalah bagaimana dengan metode mengajar yang relevan dengan kondisi saat pandemi dan pasca pandemi ? Lebih jauh lagi bagaimana dengan pendidikan-pendidikan vokasi yang konsep belajarnya adalah berfokus pada keterampilan peserta didik? Bagaimana Mengajar Praktek Ketika Siswa Belajar dari Rumah? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak para pendidik yang tetap bersemangat agar ingin peserta didiknya memiliki keterampilan di saat pandemi ini.

Menurut saya, ada satu cara yang dirasa jitu agar siswa tetap dapat melakukan belajar praktek  atas suatu materi ajar, yaitu melalui video. Video yang diberikan kepada siswa adalah mengenai demonstrasi suatu materi pelajaran yang dipraktekan namun dengan alat dan media yang mudah diperoleh siswa ketika sedang berada di rumah. Video tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat mengikutinya dengan cepat dan mudah. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam video tersebut, harus ditayangkan pula mengenai alat dan bahan yang akan digunakan, sekali lagi alat dan bahan yang digunakan tersebut adalah alat dan bahan yang mudah dan murah di dapat.

Memang dalam kondisi pasca pandemi ini para guru dan tenaga pendidik lainnya selain harus menguasai materi ajar, mereka juga harus menguasai tambahan keterampilan baru di bidang aplikasi teknologi informasi. Dan satu lagi adalah semangat dan ketekunan untuk putar otak membuat materi-materi belajar yang memadukan antara ilmu pengetahuan dan teknologi. Memang sangat melelahkan dan menguras energy, tapi yakinlah bahwa jika hal ini dilakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan, dan tentu saja dengan penuh integritas, maka hasil sudah tentu tidak akan membohongi proses. Proses yang dilakukan dengan baik dan konsisten, sudah pasti akan membuahkan hasil yang baik. Walaupun kita belum mengetahui kapan hasil tersebut diperoleh.

#MENGAJAR PASCA PANDEMI: CARA AGAR SUBTITLE TERPASANG PERMANEN DI VIDEO BAHAN AJAR BERBAHASA ASING

Sebelum membaca artikel Mengajar Pasca Pandemi : CARA AGAR SUBTITLE TERPASANG PERMANEN DI VIDEO,  pada artikel lalu telah dijelaskan mengenai cara melakukan subtitling video bahan ajar berbahasa Inggris. Seperti diketahui, subtitle video bahan ajar yang dibuat merupakan file yang terpisah dengan video bahan ajar. Hal ini akan menjadi kendala ketika file subtitle rusak atau tidak terbaca, maka video tidak akan ada subtitle-nya. Pun demikian ketika video ini di sebar ke peserta didik, maka peserta didik harus memastikan bahwa dalam folder yang dikirim sudah terdapat 2 file, yaitu file video berformat .mkv dan file subtitle berformat .srt. Resiko besar file subtitle hilang sangat dimungkinkan jika subtitle tidak terpasang secara permanen di video bahan ajar.

Bahkan, ketika video anda upload ke channel Youtube anda, Maka yang tampil hanyalah video yang tanpa subtitle. Padahal anda menginginkan bahwa video di youtube anda ada subtitle/terjemahannya bukan? Tidak usah bingung, tidak usah khawatir kali ini akan dipaparkan mengenai cara agar subtitle terpasang permanen di video bahan ajar. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan file video bahan ajar berformat .mkv dan file subtitle berformat .srt yang telah dibuat dalam satu folder.
  2. Buka aplikasi mkvtoolnix-gui. Jika belum punya download disini.
  3. Diasumsikan bahwa anda sudah punya aplikasi mkvtoolnix-gui. (Jika belum ya harus download dulu dong).. Setelah di klik mkvtoolnix-gui.exe maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

cara agar subtitle video terpasang permanen di video bahan ajar
tampilan awal mkvtoolnix.gui pada cara agar subtitle video terpasang permanen di video bahan ajar

4. Selanjutnya klik add source file. Lihat gambar di bawah:

add source file pada mkvtoolnix
add source file pada mkvtoolnix

5. Kemudian pilih dua file, yaitu file video .mkv dan file subtitle .srt yang telah disiapkan, lalu klik open. Sehingga kedua file muncul di kolom source file.Seperti terlihat pada gambar berikut:

file yang terupload di mkvtoolnix.gui
file yang terupload di mkvtoolnix.gui

6.Pilih Select destination file untuk menentukan lokasi penyimpanan video baru. Lihat gambar.

Tombol pada mkvtoolnix untuk memilih destination file
Tombol pada mkvtoolnix untuk memilih destination file

7. Setelah menentukan lokasi, buat nama file baru misal: video belajar_dengan subtitle. Kemudian klik save.

8. Selanjutnya klik Start multiplexing. Lihat gambar.

tombol untuk menggabungkan file video dan subtitle pada aplikasi mkvtoolnix.gui
tombol untuk menggabungkan file video dan subtitle pada aplikasi mkvtoolnix.gui

9.Tunggu beberapa saat hingga progress mencapai 100%. Dan hasilnya bisa anda buka di destination file yang sudah anda tentukan tadi.

Demikian tutorial atau cara agar subtitle terpasang permanen di video bahan ajar berbahasa asing. Setelah ini selesai, anda bisa upload video anda ke youtube. Lihat mengajar pasca pandemi cara agar subtitle terpasang permanen di video bahan ajar berbahasa asing versi video.

#MengajarPascaPandemi