#mengajar Pasca pandemi: Bagaimana Mengajar Praktek Ketika Siswa Belajar dari Rumah?

Baru-baru ini kementerian pendidikan merilis panduan mengenai cara belajar daring. Berdasarkan panduan ini, sudah dapat dipastikan bahwa para guru, dosen, maupun pendidik lainnya harus memiliki cara dan keterampilan baru dalam mengajar. Mengajar secara konvensional dalam bentuk tatap muka di kelas tidak lagi dilakukan. Maklumlah, ini demi menjaga kesehatan dan keselamatan jiwa para peserta didik maupun pendidiknya. Bahkan berita di salah satu stasiun televisi menyatakan bahwa kurang lebih 60% orang tua murid tidak mengharapkan siswanya untuk berangkat ke sekolah. Mereka menginginkan siswa tetap di rumah. Kekhawatiran orang tua patut diapresiasi, namun demikian proses belajar mengajar harus tetap dilakukan, karena bagaimanapaun pendidikan meru[akan kunci kemajuan suatu bangsa.

Persoalan yang muncul adalah bagaimana dengan metode mengajar yang relevan dengan kondisi saat pandemi dan pasca pandemi ? Lebih jauh lagi bagaimana dengan pendidikan-pendidikan vokasi yang konsep belajarnya adalah berfokus pada keterampilan peserta didik? Bagaimana Mengajar Praktek Ketika Siswa Belajar dari Rumah? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul di benak para pendidik yang tetap bersemangat agar ingin peserta didiknya memiliki keterampilan di saat pandemi ini.

Menurut saya, ada satu cara yang dirasa jitu agar siswa tetap dapat melakukan belajar praktek  atas suatu materi ajar, yaitu melalui video. Video yang diberikan kepada siswa adalah mengenai demonstrasi suatu materi pelajaran yang dipraktekan namun dengan alat dan media yang mudah diperoleh siswa ketika sedang berada di rumah. Video tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat mengikutinya dengan cepat dan mudah. Perlu diperhatikan pula bahwa dalam video tersebut, harus ditayangkan pula mengenai alat dan bahan yang akan digunakan, sekali lagi alat dan bahan yang digunakan tersebut adalah alat dan bahan yang mudah dan murah di dapat.

Memang dalam kondisi pasca pandemi ini para guru dan tenaga pendidik lainnya selain harus menguasai materi ajar, mereka juga harus menguasai tambahan keterampilan baru di bidang aplikasi teknologi informasi. Dan satu lagi adalah semangat dan ketekunan untuk putar otak membuat materi-materi belajar yang memadukan antara ilmu pengetahuan dan teknologi. Memang sangat melelahkan dan menguras energy, tapi yakinlah bahwa jika hal ini dilakukan dengan penuh semangat dan keikhlasan, dan tentu saja dengan penuh integritas, maka hasil sudah tentu tidak akan membohongi proses. Proses yang dilakukan dengan baik dan konsisten, sudah pasti akan membuahkan hasil yang baik. Walaupun kita belum mengetahui kapan hasil tersebut diperoleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *