menjadi Market Leader Atau menjadi Challenger?

Dalam suatu bisnis, memilih posisi menjadi market leader atau menjadi challenger? memiliki karakteristik yang berbeda. Suatu bisnis yang berperan sebagai pemimpin pasar dimana sebagian besar pangsa pasar sudah dikuasai maka perhatian mereka adalah profit. Perusahaan dituntut makin efisien dalam rangka meningkatkan profit. Penambahan cabang untuk mendistribusikan produk tidak terlalu banyak, sehingga segala upaya dicurahkan untuk meningkatkan kualitas dari cabang yang sudah ada.

Jika suatu bisnis berperan sebagai penantang, mereka cenderung untuk menambah penguasaan pangsa pasar, sehingga mereka umumnya lebih agresif daripada pemimpin pasar. Penantang biasanya lebih banyak mengutamakan sales dengan cara membuka lebih banyak cabang dan sedikit bertoleransi dengan margin rendah.

Inilah suatu kompetisi bisnis, dimana penantang atau perusahaan pendatang baru akan berusaha mencuri dan kalau bisa mengambil alih posisi pemimpin pasar. Sementara itu pemimpin pasar akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan pangsa pasar yang dimilikinya. Adu strategi dan adu taktik antara penantang dengan yang ditantang sudah dimulai. Layaknya sebuah perang, siapa yang memiliki strategi marketing yang jitu akan meraih kemenangan.

Saya tertarik dengan pendapat Prof. Dr. Hermawan Kartajaya, ahli marketing dari Indonesia yang meredefinisi marketing bukan hanya sebagai fungsi, akan tetapi marketing adalah sebagai strategi bisnis. Pendapat dari Prof. Dr, Hermawan Kartajaya dalam meredefinisi ulang pengertian marketing, adalah bahwa sesungguhnya marketing merupakan suatu strategi bisnis yang didalamnya terdapat elemen-elemen yang harus dilalui agar kelangsungan hidup perusahaan dapat terus berlanjut. Menurut Prof. Dr. Hermawan Kartajaya di dalam redefinisi marketing sebagai strategi bisnis, maka marketing pada prinsipnya adalah untuk memberikan suatu nilai kepada para pelanggan. Dan nilai yang dibangun untuk konsumen tersebut adalah mengenai brand, service, dan proses.

Selanjutnya menurut Prof. Dr. Hermawan Kartajaya, konsep tradisional marketing tetap harus dimiliki terlebih dahulu sebelum elemen nilai ini dimiliki. Konsep tradisional marketing ini meliputi strategi dan taktik marketing yang keduanya memiliki elemen-elemen tersendiri. Strategi sebagai suatu metode marketing memiliki elemen Segmentation, Targeting, dan Positioning. Selanjutnya Differentiation, marketing mix, dan selling merupakan elemen dari taktik.

Dalam era teknologi informasi saat ini, suatu bisnis dalam rangka bertahan hidup harus memiliki suatu strategi bisnis yang cerdas. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai-santai ria, karena kompetitor akan selalu muncul, dan kompitisi akan berlangsung sangat ketat. Kekuatan nilai yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yaitu kekuatan brand, service, dan proses merupakan kunci utama yang harus selalu ditingkatkan dan ditanamkan kepada konsumen agar perusahaan terus maju dan bertumbuh melampaui para pesaing-pesaingnya. Jadi, pilih mana? menjadi market leader atau menjadi challenger?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *