OVERPOWER LEADER, HASIL BELAJAR DARI TUNTUTAN VONIS MATI FERDI SAMBO

Visits: 53

Nasib Ferdi sambo

Setelah berbulan-bulan persidangan kasus Ferdi Sambo, Mantan Kadiv Propam, yang dituduh melakukan pembunuhan berencana Brigadir Yosua, akhirnya dalam minggu ini sudah diputuskan dari hasil persidangan tersebut, yatu bahwa Ferdi Sambo dinyatakan bersalah telah melakukan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua, dan Ferdi Sambo dituntut hukuman mati. Namun, artikel ini tidak membahas soal detail kasus Ferdi Sambo, karena ini bukan tempatnya, dan saya juga bukan seorang ahli hukum. Saya hanya menyikapi tentang bagaimana seorang Jenderal Polisi bintang dua, seorang leader atau pemimpin, ternyata melakukan blunder kepemimpinan. Dan saya kira blunder kepemimpinan ini adalah karena Ferdi Sambo melakukan apa yang dinamakan dengan over power leader.

Menurut kamus Bahasa Inggris, Overpower adalah suatu verba atau kata kerja. Dalam kamus tersebut ada 3 arti over power, yaitu “mengalahkan”, “menggagahi”, dan “lebih kuat dari …”. Sudah kita tahu, bahwa leader berarti adalah pemimpin. Dengan demikian overpower leader berarti pemimpin yang kuat, dan bahkan jauh melebihi kewenangan yang dimilikinya. Leader yang over power ini biasanya memiliki asumsi tidak dapat tersentuh oleh siapapun. ia merasa jumawa, merasa paling hebat, sehingga ia dapat berbuat apa pun sesuka hatinya.

Namun, sejarah sudah menunjukkan dan memberikan banyak contoh, bahwa seorang leader yang over power, biasanya akan mengalami kejatuhan yang mengenaskan, tragis, dan menyedihkan. Masih ingat para pejabat-pejabat tinggi NAZI di era Perang Dunia II? Ada Heinrich Himmler, Herman Goering, Joseph Goebbels? Mereka adalah contoh pemimpin yang over power, dan hidup mereka berakhir dengan tragis. Sama halnya dengan Ferdi Sambo, seorang Jenderal Polisi Bintang 2, yang dikatakan sebagai “polisinya polisi” merasa paling berkuasa, memiliki kekuatan yang tidak tersentuh hukum, namun tindakannya ceroboh oleh sesuatu hal yang sebenarnya boleh dikatakan bodoh, hingga akhirnya divonis hukuman mati. Ini tentu harus menjadi pelajaran bagi kita sebagai seorang leader. Pelajaran-pelajaran yang dapat kita tarik dari kasus Ferdi Sambo tersebut adalah:

  1. Pemimpin harus bijaksana.

Bijaksana dalam hal ini adalah bijaksana untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

2. Pemimpin harus mencintai anak buahnya

Mencintai berarti memperlakukan anak buah sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Mencintai juga termasuk didalamnya adlaah dengan memberikan perintah-perintah yang baik dan tidak melanggar hukum.

3. Pemimpin harus ingat Tuhan

Ini adalah yang paling penting, dengan selalu ingat kepada Tuhan, maka kita menjadi athu bahwa kekuasaan itiu tidak tak terbatas. Justru ada batasnya, dan ada yang lebih kuasa dari kita yang dapat merubah keadaan kita dengan sekejap mata.

Itulah over power leader, hasil belajar dari tuntutan vonis mati Ferdi Sambo. orang yang pertama kali di Indonesia, jenderal polisi yang divonis mati. Walaupun vonis ini belum berkeputusan tetap, karena masih ada upaya hukum berupa banding. Namun itu meberikan pembelajaran bahwa Ferdi Sambo adalah seorang pemimpin yang gagal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.