Brand Follower!

Hits: 8

Zaman telah berubah dan benar-benar terus berubah. Tak satu pun orang, atau bahkan perusahaan, yang mampu menghentikan perubahan itu. Ibarat air mengalir, ia akan terus mengalir deras tanpa batas. Arahnya jelas, menuju ke mana ia harus melangkah.

Begitu pula dengan dunia pemasaran. Andaikan pasar itu lautan, airnya tampak terhampar luas tanpa ujung. Di situlah ikan-ikan bersaing mencari makan. Di tempat itulah para marketer berlomba menaklukkan konsumen. Dan, saat ini persaingan itu sudah semakin rapat, padat, ketat, sengit. Karena itu, marketer rela melakukan apa saja untuk sekadar merebut secuil pasar yang dimasukinya. Salah satunya dengan menjadi brand follower.

Brand follower dapat didefinisikan sebagai merek pengikut atau imitasi (immitation brand). Di Indonesia, merek semacam ini sungguh berjubel. Jadi, yang harus diingat oleh brand pioneer, keberadaan merek pengikut tersebut tidak bisa diabaikan. Kita meminjam sebentar pendapat Steven P Schnaars dalam buku Managing Immitations Strategies yang menyatakan, “But many who are now first will be last and many for a last will be first. Now that is sage advice for later entrant…”. Artinya, banyak yang pertama menjadi terakhir dan yang terakhir menjadi pertama.
Sebagai marketer, kita bisa memahami ada banyak peluang bagi brand follower menjadi market leader dan market leader tergeser menempati posisi follower. Sebab, biasanya brand follower juga memiliki banyak keunggulan yang dapat mengancam pionir.
Meski demikian, brand pioneer tetap yang berpeluang paling besar menjadi market leader. Beberapa keunggulan pionir antara lain: memiliki konsumen yang loyalitasnya tinggi, posisi yang umumnya sangat mantap di pasar, biasanya dilatari kepemimpinan dalam hal teknologi, serta punya dana lebih besar dan research and development (R&D) yang kuat.

Pionir juga lebih dulu memiliki akses ke perantara (distributor) dan experience effect mereka juga jauh di atas para pendatang yang terlambat masuk ke pasar. Terakhir, mereka sudah menciptakan suatu hambatan yang sangat tinggi bagi pesaing yang masuk belakangan. Jadi, sebetulnya banyak sekali keuntungan yang telah digenggam oleh sang pionir. Itu harus dikelola tanpa henti.

Follower Chance
Melihat sederet keunggulan yang ditenteng merek pionir, tertutupkah kesempatan bagi para later entrants (follower) untuk memenangkan persaingan? Jawabannya, tidak! Betul kata Schnaars, yang pertama bisa jadi terakhir dan sebaliknya.

Alasannya, follower juga menawarkan banyak kelebihan. Pertama, mereka bisa menghindari produk-produk yang tidak potensial. Kedua, apabila produk itu punya risiko, risikonya sudah ditanggung oleh pionir. Ketiga, biaya R&D-nya lebih kecil karena follower masuk belakangan di saat pasar itu sudah terbentuk.
Keempat, mereka punya peluang untuk mendapatkan pangsa pasar dari market leader kalau pasarnya lemah. Kelima, biaya untuk mengedukasi konsumen sangat rendah. Sebab, proses edukasi sebelumnya sudah dilakukan oleh market leader. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa brand follower sebetulnya juga mengusung banyak keunggulan.

Lalu, strategi apa saja yang digunakan follower untuk menyerang market leader?
Umumnya strategi yang digunakan ada tiga, yakni: Cloner, Immitator, dan Adapter. Cloner berarti mengikuti produk, distribusi, iklan yang sama persis seperti pionir. Mereka meniru habis-habisan, hidup bak parasit dari investasi market leader.
Sementara Imitator meniru beberapa hal dari pionir dan mencoba membedakan dalam hal kemasan, iklan, harga, dan sejenisnya. Adapter, mereka mengikuti pionir lalu mengadaptasi serta memperbaiki apa yang menjadi kelemahan pionir itu. Cirinya, mereka selalu melihat apa yang menjadi kelemahan market leader, kemudian mencoba memperbaikinya. Contohnya, Smile Up mengikuti Close Up (Unilever), Mi Sedaap mengikuti Indomie (Indofood), Ale-Ale seperti Frutang, dan lain sebagainya.
Dari perusahaan lain, ada juga permen Kino (Kino Group) mengikuti Kopiko sehingga Kopiko sempat pontang-panting dan kemudian mengubah tagline-nya. Bahkan, minuman energi Kuku Bima Ener-G sukses mengambil alih tampuk pemimpin pasar. Merek follower besutan Sido Muncul ini berhasil melampaui penjualan Extra Joss yang pionir dan menguasai pasar sebelumnya.

Selain itu, strategi utama yang mereka sodorkan biasanya menawarkan harga lebih rendah. Mereka bermain di value marketing. Contoh mudah yang pernah kita lihat adalah hadirnya Star Mild ke pasar. Merek rokok ini berhasil “merampok” market share di kelas mild dengan persentase lumayan besar karena menawarkan harga lebih rendah daripada A Mild, merek yang lebih dulu ada.

Kedua, mereka juga punya kesempatan memperbaiki produk lewat teknologi yang lebih canggih. Ketiga, ini yang paling banyak dilakukan oleh para follower di Tanah Air dan cukup berhasil, yaitu menggunakan market power—seperti yang dilakukan Wings Food terhadap Indofood tadi. Implikasinya ialah iklan dan distribusi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi penguasa pasar. Karena pasarnya sudah ada dan besar, dua sisi itu telah terbukti paling efektif untuk meraih pangsa pasar bagi follower.
Nah, sebenarnya masih banyak strategi dan taktik pemasaran yang bisa disiapkan brand follower dalam upaya menyalip merek pionir. Gampangnya, senjata yang mumpuni bagi follower adalah: value leadership, real supperior product, dan full superior marketing effort.

Ingat, perubahan dan persaingan merangkak seiring sejalan. Resesi finansial global sekarang ini juga memicu perubahan dan ketatnya persaingan. Di dalam perubahan dan persaingan itu terdapat kata “menang” dan “kalah”. Oleh karena itu, susunlah strategi dengan tepat dan smart, agar kemenangan ada di tangan merek Anda. Jika follower, jadilah brand follower yang sukses. Bukankah the last will be first?

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.

Merek Dagang

Hits: 8

Merk merupakan suatu identitas dari perusahaan yang diekspresikan melalui logo ataupun tagline. Merek sangat penting dimiliki oleh suatu bisnis untuk pengembangan usahanya. Dengan merek, suatu produk atau jasa yang ditawarkan akan dikenal oleh para pelanggannya.

Sebuah merek adalah kumpulan sifat yang sangat mempengaruhi pembelian. Merek memunginkan konsumen untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang menjanjikan manfaat khusus. Merek membangkitkan harapan konsumen akan mutu, harga, tujuan, dan performa. Nama merk yang terkenal adalah aset perusahaan yang paling bernilai. Mereka mewakili akumulasipengalaman konsumen yang menyenangkan selama bertahun-tahun dan investasi yang tinggi pada iklan, presentasi, dan mutu.

Ada dua jenispenamaan merk yang utama, yatiu :

1. Master Brand. Yaitu nama tunggal dan proposisi yang digunakan untuk mencakup berbagai area produk yang berbeda. Contoh master brand yang terkenal adalah Sony, Canon, Honda, Toyota, Hitachi. Brand tersebut bisa digunakan untuk semua produk yang diproduksi oleh mereka sendiri.

2. Individual Brand. Individual brand selalu mengandung satu jenis produk untuk satu pasar, dan mencakup pilihan model, ukuran, produk, dan format kemasan yang berbeda. Contoh individual brand ini misalnya adalah McDonald, KFC, CFC, dan lainnya yang khusus berbisnis di satu pasar yaitu pasar restoran cepat saji.

Pada perkembangannya, indvidual merk dapat berubah menjadi master brand apabila bisnis yang dijalankannya memproduksi produk atau jasa lain dengan menggunakan merk tersebut. Demikian pula halnya master brand. Untuk membuat suatu merk menjadi semakin kuat dan tersegmen, master brand akan diikuti oleh individual brand. Misalnya adalah Sony Vaio. Sony merupakan master brand terkenal yang bergerak di bidang elektronik.Untuk membuat citra dirinya semakin kuat, serta untuk membuat merk tersebut memiliki suatu segmen pasar di suatu produknya, maka Sony menciptakan individual brand “Vaio” untuk pasar komputer. Pada penyebutannya biasanya indvidual brand ini ditempatkan setelah master brand-nya. Contoh Sony Vaio, Sony PlayStation, Apple Iphone, dsb.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.

Pentingnya Briefing

Hits: 169

Briefing adalah pengarahan. Briefing harus diberikan setiap saat kepada para karyawan dan bawahan untuk mensosialisasikan aturan-aturan dan kebijakan-kebijakan yang telah dibuat. Dan ini harus dibiasakan, sebab tidak gampang mengubah kebiasaan briefing yang biasanya tidak ada menjadi ada. Banyak orang-orang yang menganggap remeh kebiasaan briefing yang dilakukan setiap hari, padahal sebetulnya briefing sangat penting dan sangat vital agar suatu informasi dapat diterima dengan cepat. Tak perlu menjadi soal mengenai materi briefing yang dilakukan setiap hari, bahkan jika tidak ada materi pun setidaknya membiasakan berkumpul bersama di setiap pagi ataupun petang hari. Dan jika sudah terbiasa, maka apabila ada informasi yang sangat penting seorang leader tidak perlu susah lagi untuk mengundang rapat ataumengumpulkan para karyawan. Bahkan hanya dari berkumpul bersama biasanya suatu ide akan muncul secara tak terduga.

Secara umum tujuan briefing adalah :

1. Memberikan pengarahan tentang kinerja bawahan supaya tetap sesuai dengan visi dan misi organisasi.

2. Mengingatkan para bawahan agar selalu menerapkan Standar Operational Prosedur di setiap pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya.

3. Menyampaikan informasi-informasi yang dianggap penting dalam pelaksanaan pekerjaan.

4. Menyamakan dan memberitahu pemikiran dari pimpinan kepada para bawahannya, sehingga para bawahan sejalan dan mengikuti pemikiran pemimpinnya tersebut

Pada perusahaan-perusahaan besar, briefing dilakukan setiap pagi sebelum karyawan mulai bekerja, dansetiap sore atau malam sebelum pulang. Briefing agi bertujuan untuk membahas rencana kerja serta target-target yang akan dicapai pada hari itu. Briefing sore adalah untuk mengevaluasi kerja dan pencapaian target yang telah dilakukan pada hari itu.

Briefing dilakukan dalam waktu yang bervariasi tergantung kebutuhan. Bisa 10 menit, bahkan mungkin pula selama 1 jam. Lama atau tidaknya suatu briefing tergantung dari faktor urgensi materi ayng dibahas. Namun harus diingat bahwa kunci briefing adalah singkat, padat, dan jelas. Jangan membuang-buang waktu dengan membahas sesuatu hal yang sebenarnya tidak membutuhkan banyak waktu. Hal ini tujuannya adalah agar pekerjaan yang akan dilakukan tidak tertunda pelaksanaannya,dan menghindari kebosanan para bawahan yang menyebabkan mereka menjadi malas untuk mengikuti briefing di hari-hari selanjutnya. Gunakan bahasa komunikasi yang efektif agar pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik olehpara bawahan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan briefing gagal dilakukan, yaitu:

1. Pemimpin dan karyawan sama-sama tidak berdisiplin dalammenerapkan kebiasaan briefing.

2. Pemimpin terlalu percaya diri dengan kemampuannya sehingga merasa tidak perlu melakukan briefing.

3. Pemimpin merasa kurang percaya diri dan kehilangan ide/materi yang akan disampaikan dalam briefing., sehingga untuk melindungi ketidakpercayaan dirinya tersebut maka briefing ditiadakan.

4. Karyawan atau bawahan menganggap briefing adalah tidak penting, dan merasa tidak ada manfaatnya dalam mengikuti briefing.

Lalu untuk menghindari agar suatu briefing gagal dilakukan adalah dengan cara :

1. Membiasakan briefing. Ini adalah yang paling utama. Pada awalnya menerapkan suatu sistem sangatlah berat, dan mungkin pula banyak penolakan-penolakan dari para bawahan. Namun apabila hal tersebut dipaksakan untuk dilakukan, maka kebiasaan tersebut akan tumbuh dengan sendirinya. Dan pada akhirnya akan timbul suatu keadaan dimana suatu pekerjaan akan kurang jika tidak ada briefing.

2. Pada waktu pelaksanaan briefing, sebaiknya dilakukan dengan suasana yang santai namun penuh perhatian. Tidak perlu bersikap formal dan kaku dalam menyampaikan materi. Cukup dengan bahasa yang biasa saja dan bersuasana kekeluargaan adalah lebih baik. Hal ini bukan saja semakin mendekatkan satu sama lain, akan tetapi juga keadaan organisasi akan menjadi lebih hidup da menyenangkan karena penyampaian ide-ide atau keluhan-keluhan dilakukan secara terbuka.

3. Buat materi briefing yang menarik dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Materi briefing tidak perlu panjang lebar, cukup hal-hal pentingnya saja. Hal ini adalah untuk melindungi kebosanan para bawahan yang ujung-ujungnya adalah menjadi malas untuk mengikuti briefing.

Itulah beberapa hal seputar briefing,dan pentingnya briefing dalam kehidupan berorganisasi, baik organisasi bisnis,pemerintahan, ataupun yang lainnya. Jangan sepelekan suatu hal kecil, karena hal itu akan berakibat fatal.Briefing adalah hal yang kecil, akan tetapi jika tidak dilakukan, maka kegiatan organisasi akan terhambat, karena informasi-informasi penting dan detail tidak sampai kepada para bawahan. Dan itu akan berakibat fatal !

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Membangun Channel Ciptakan Top Brand

Hits: 7

Steve Jobs sungguh sosok fenomenal. Apa pun yang dia lakukan selalu menjadi berita. Maklum, dialah CEO yang sangat disegani di seluruh dunia. Prestasinya dalam membuat perusahaan Apple dari yang hampir bangkrut menjadi perusahaan yang mempunyai kapitalisasi pasar lebih tinggi dari Microsoft sungguh mengagumkan. Sebuah kinerja bisnis yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh pelaku bisnis atau investor di seluruh dunia.

Pada Januari 2011 ini, Steve Jobs memutuskan untuk mengambil cuti panjang sebagai upaya untuk mengobati penyakit kanker kolon yang diderita sejak tahun 2004. Dalam hitungan jam, bursa saham langsung bereaksi negatif. Harga saham Apple turun 8% dalam kurun waktu satu hari perdagangan. Penurunan ini setara dengan turunnya kapitalisasi pasar sebesar Rp 240 triliun. Wow! Inilah sebuah nilai kesehatan yang sangat mahal. Bahkan mungkin lebih mahal dari kesehatan seorang presiden.

Sejak Steve Jobs kembali menjadi CEO Apple di tahun 1997 setelah didepak pada tahun 1985, berbagai produk inovatif sudah dia luncurkan. Ipod, iphone, dan ipad adalah produk-produk fenomenal, yang pelanggannya rela mengantre untuk membeli. Ini yang kemudian membuat harga saham Apple naik lebih dari 100 kali lipat selama 10 tahun terakhir. Prestasi gemilang dari Apple ini bukan hanya terbatas dari inovasi produknya, tetapi juga merambah ke pengembangan bisnis dan layanan.

Apple telah berhasil mengembangkan jaringan ritelnya di seluruh dunia. Steve Jobs menyadari bahwa semua produk teknologi tinggi sudah mengalami perubahan, yang semula merupakan alat untuk produktivitas kemudian menjadi alat untuk mencari pengalaman. Diluncurkan pada tahun 2001, kemudian berkembang sangat pesat hingga tahun 2010. Kontribusi terhadap total revenue dari Apple Retail Store ini mencapai 20% terhadap penjualan dan sekitar 25% terhadap laba perusahaan. Apple Retail Store ini juga terbukti mendongkrak pangsa pasar Apple dan sekaligus memperkuat merek Apple agar menancap kuat dalam benak pelanggannya.

Apple Retail Store memulai konsep dengan memberikan pengalaman. Ini berbeda dengan produk-produk elektronik lainnya yang cenderung mementingkan penampilan produk. Pelanggan dibiarkan untuk mencoba dan bahkan melakukan berbagai aktivitas seperti mengunduh lagu atau memindahkan foto. Salah satu konsep yang terkenal dari Apple Store ini adalah Genius Bar, yaitu bagian dari ritelnya yang dijadikan sebagai proses pembelajaran bagi para pelanggan. Genius Bar ini memang salah satu daya tarik dan sekaligus memberikan keunikan yang membedakan dengan toko-toko elektronik dari merek-merek global lainnya.

Merek dan Saluran Distribusi
Cerita Apple Retail Store ini saya angkat untuk menunjukkan pergeseran strategi dalam membangun merek. Saluran distribusi seperti ritel ternyata memang memiliki peran yang penting dalam membangun nilai merek. Memang, dampaknya relatif pelan dibandingkan dengan iklan-iklan konvensional, terutama iklan televisi, namun dalam jangka panjang, pembentukan merek melalui saluran distribusi akan semakin penting baik dari segi efisiensi maupun efektivitasnya.

Dari berbagai analisis yang dilakukan oleh tim-tim analisis bisnis, betapa semakin pentingnya saluran distribusi dalam mempengaruhi kekuatan merek. Merek-merek yang menjadi Top Brand secara terus-menerus terlihat mampu mengombinasikan kekuatan iklan dalam membentuk merek dan juga menggunakan saluran distribusi sebagai bagian pembentuk merek.

Untuk industri jasa, kekuatan saluran distribusi ini sungguh mudah terlihat. Beberapa bank yang memiliki merek yang kuat, memang awareness dan image-nya sangat didukung oleh ribuan cabangnya yang tersebar. Bukan hanya cabang bank yang membantu membentuk merek yang kuat, tetapi ATM juga mempunyai peran yang penting. Bahkan ada kekuatan merek suatu bank yang bertumpu pada komunikasi ATM-nya, bukan pada iklan-iklan yang biasa tampil di media-media konvensional. Di masa mendatang, channel–channel lain seperti mobile banking dan internet banking akan memainkan peranan yang semakin penting dalam membentuk kekuatan sebuah merek.

Industri Durable dan Consumer Goods
Walau kontribusinya tidak sebesar industri jasa dalam menciptakan Top Brand, peran channel dalam industri durable dan consumer goods sudah mulai terlihat nyata. Kekuatan dari merek-merek otomotif sangat dipengaruhi oleh jaringan dilernya. Yamaha dan Honda misalnya, dengan jumlah diler yang lebih banyak dari merek-merek motor lainnya terlihat sangat perkasa menguasai pasar dan menjadi Top Brand. Demikian pula dengan Toyota dan Honda untuk kategori mobil. Peran diler ini juga semakin penting mengingat mereka mampu menciptakan channel yang lain. Merekalah yang sering kali membuat pameran-pameran di berbagai mal atau tempat-tempat keramaian lainnya.
Industri suku cadang juga semakin menikmati proses pembentukan merek melalui komunikasi di toko-toko yang menjual suku cadang. Dengan jumlah toko suku cadang yang banyak, pembentukan sebuah merek menjadi Top Brand banyak didukung oleh komunikasi di toko-toko ini.

Beberapa merek market leader sudah mulai goyah dengan merek-merek penantangnya yang banyak mengandalkan kekuatan channel mereka. Ini menunjukkan bahwa mempertahankan Top Brand dengan mengandalkan bujet yang besar untuk iklan-iklan di media televisi sudah mulai melemah.

Mengelola Channel
Di masa mendatang, para marketer ditantang untuk semakin efektif mengelola channel untuk membangun Top Brand. Channel di masa datang memiliki peran yang semakin beragam. Dalam konteks pembentukan Top Brand, mereka adalah juga saluran komunikasi yang semakin efektif. Channel akan membantu menciptakan top of mind. Selain sebagai saluran komunikasi, channel juga mampu menyediakan pengalaman pelanggan, terutama bila sudah masuk ke sektor ritel. Dan ini sangat penting dalam menciptakan loyalitas pelanggan.

Channel yang kuat juga akan membantu meningkatkan penjualan. Apalagi, bila kemudian perusahaan mengembangkan e-commerce dimana peran channel dalam mendorong penjualan akan semakin dominan. Pangsa pasar yang tinggi jelas akan membuat merek menjadi kuat dan berada di posisi Top Brand.

Melihat pentingnya channel ini, adalah tugas para pemilik bisnis untuk lebih kreatif menciptakan channel-channel yang baru. Pada saat bersamaan, channel yang sudah ada harus lebih dioptimalkan. Channel yang dahulu hanya sebagai saluran untuk menjual, saat ini harus ikut berperan dalam membangun merek yang kuat. Di sisi lain, kalau saat ini bisnis yang dijalankan adalah bagian dari channel itu sendiri, maka sangatlah penting untuk berperan semakin aktif dengan produsen atau supplier untuk membangun merek yang kuat.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

“Everybody Can Write”

Hits: 5

Beberapa dekade lalu ketika internet belum menjelma menjadi suatu kebutuhan utama setiap manusia, ide dan pemikiran hanya bisa dituangkan ke dalam suatu tulisan di atas kertas. Perlu berlembar-lembar kertas hingga ratusan untuk dikumpulkan dan dijadikan menjadi sebuah buku. Dan setelah menjadi buku pun tidak semua orang dapat mengetahui ide anda tersebut. Perlu proses yang rumit agar sebuah buku dapat dipublikasikan, dan tentu pulamembutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Namun seiring dengan kemajuan teknologi informasi, dimana social media menjadi suatu hal yang umum dalam kehidupan manusia, publikasi suatu ide menjadi lebih mudah. Tak perlu berlembar-lembar dan berjuta-juta kalimat agar ide anda diketahui oleh masyarakat. Bahkan hanya dua atau tiga kata dari anda saja semua orang di seluruh dunia bisa tahu ide anda. Itulah kekuatan dari suatu social network.

Anda tak perlu menjadi seorang yang terkenal lebih dulu agar ide anda diikuti oleh orang lain. Keahlian menulis pun tak perlu berkemampuan hebat. Apa yang anda pikirkan, saat itu juga bisa jadi semua orang yang berada di tempat yang jauh dari anda bisa mengetahuinya.

Everybody can write. Ya, saat ini semua orang, bukan profesor, guru, sastrawan, atau lainya, dapat menceritakan ide-idenya dan isi hatinya sesuka hati mereka melalui media internet. Social Network seperti Facebook dapat memfasilitasi ide anda untuk dibagi dengan rekan-rekan anda. Blog memfasilitasi anda untuk memperkenalkan diri anda dan tulisan-tulisan anda kepada seluruh dunia. Tak perlu agen publisher, tak perlu pula mengeluarkan biaya banyak. Anda hanya tinggal duduk di depan komputer, dan mulai menulis.

Everybody can write, so everybody can do business. Well, internet bukan hanya mempermudah anda dalam menyebarkan tulisan anda, akan tetapi juga memberikan kesempatan untuk memperoleh penghasilan dari tulisan yang anda buat. Intinya, tulisan anda dapat dijadikan sebagai lahan bisnis untuk anda. Anda dapat menulis suatu artikel untuk orang lain, mereview suatu produk, mempromosikan jasa punya orang lain, dsb. Dan semuanya tentu dibayar. Tak perlu berlembar-lembar kertas, mungkin saja hanya setengah halaman kertas saja anda sudah dapat menghasilkan uang.

Di era teknologi informasi ini faktor usia tidak ada pengaruhnya dalam hal menulis. Bisa jadi suatu tulisan seperempat halaman seorang anak belasan tahun bernilai puluhan dollar. Padahal idenya hanya sederhana, hanya menulis! Akan tetapi memang ada juga tulisan-tulisan yang dianggap sampah dan mengganggu. Namun prinsip pokoknya adalah bahwa siapapun bisa dengan mudah menulis, terserah isinya berguna atau tidak.

Lalu bagaimana dengan anda ? Apakah anda hanya seorang pembaca setia saja? Saya sarankan untuk anda yang hanya sekedar membaca. Mulailah menulis, karena bisa jadi tulisan anda adalah lahan bisnis untuk anda. Pelajari cara bisnisnya dan lakukan segera. Percayalah, bahwa pasti ada yang akan membayar tulisan anda, karena saat ini everybody can write.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Kenali Para Pemain Yang Terlibat Di Toko Retail Anda

Hits: 8

Sebagai seorang pebisnis dan pemilik toko, anda harus mengenali para pemain yang terlibat dalam usaha anda. Ada tiga pemain yang sangat menentukan keberhasilan anda, dan anda harus mengenal mereka dengan baik, yaitu pelanggan, pemasok,dan karyawan.

Pelanggan adalah sumber penghasilan anda. Merekalah yang diharapkan menyumbangkan aliran masuk uang kas anda dan pada akhirnya menambah kekayaan anda. Untuk mereka yang hanya sekali membeli barang di toko anda, sebut saja mereka pembeli. Sedangkan bagi mereka yang membeli berulang-ulang di toko anda, maka itulah yang dinamakan pelanggan. Nilai pelanggan sangat jauh jika dibandingkan dengan pembeli, karena pelanggan memiliki ikatan emosional dengan toko anda yang menyebabkan mereka senang dan nyaman untuk berbelanja di toko anda. Itulah yang dinamakan pelanggan loyal. Semakin banyak pelanggan loyal yang toko anda dapatkan, maka pundi-pundi kekayaan anda akan semakin bertambah dan kelangsungan hidup toko anda akan semakin terjamin. Pelanggan yang loyal akan anda dapatkan jika toko anda menerapkan “service beyond service excellent”.

Pemain kedua yang harus diperhatikan adalah pemasok. Pasokan yang kurang utnuk toko anda akan menyebabkan anda kehilangan pelanggan yang sudah andamiliki. Dengan para pemasok, anda harus teliti dan memperlakukan mereka dengan baik. Kepercayaan dan kejujuran adalah hal yang utama dalam membina hubungan dengan pemasok. Jangan pernah sekali-kali anda ingkar janji dengan pemasok, dan jangan pula anda berbuat curang kepada pemasok. Jika masa jatuh tempo pembayaran anda kepada pemasok sudah tiba, segeralah bayar bagaimanapun caranya. Masalah uang adalah masalah yang sensitif. Sekalinya anda berbohong soal ketelatan dalam pembayaran jatuh tempo anda, mungkin anda tidak akan diberikan kredit lagi oleh mereka. Dan ini sangat buruk untuk kemajuan usaha anda. Jadi pelayanan bukan hanya ditujukan kepada pelanggan anda saja akan tetapi kepada pemasok anda pun pelayanan harus prima.

Pemain ketiga yang harus anda perhatikan adalah para karyawan anda. Karyawan adalah orang kepercayaan anda di barisan terdepan untuk menghadapi pelanggan. Mereka adalah duta-duta bisnis anda. Jika mereka bersikap buruk terhadap pelanggan, maka pelanggan akan menilai jelek toko anda, bukan karyawan anda,dan pada akhirnya tokoanda akan ditinggalkan oleh mereka. Oleh karena itu perlakukan karyawan anda sebagai suatu aset yang berharga bagi bisnis anda. Berikan pelatihan mengenai service, suggestive selling, dan impulse buying customers untuk bekal mereka dalam menghadapi pelanggan. Berikan pemahaman bahwa pelangganlah yang membayar mereka, bukan perusahaan anda. Dengan demikian mereka akan merasa memiliki toko anda dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

“Every business is a service business”, segala bisnis pada prinsipnya adalah melayani. Dan perlakuan kepada ketiga pemain itu semuanya mengarah kepada satu hal yaitu service. Layani tiga pemain kunci tersebut dengan baik agar toko anda tetap bertahan dan bahkan bisa berkembang.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Membina Emotional Relationship Dengan Pelanggan

Hits: 7

Makin disadari bahwa dalam memenangkan suatu kompetisi bisnis retail, mengandalkan assortment dan harga tidaklah selalu efektif. Mengandalkan assortment, dalam waktu yang relatif singkat akan ditiru oleh pesaing. Demikian pula dengan mempermainkan harga, pesaing akan dengan cepat menyamakan harga jual produknya. Yang terjadi justru adalah perang harga yang tidak menguntungkan kedu pelah pihak di kemudian hari.

Cara lain yang justru murah namun sulit untuk ditiru adalah membina ikatan emosional dengan pelanggan anda. Contoh dari ikatan emosional yang berhasil adalah ketika jutaan orang rela mengirim SMS untuk calon favoritnya dalam suatu ajang pencarian bakat di televisi. Kalau ribuan orang yang bahkan tidak pernah bertemu muka dengan orang yang didukungnya saja mau memberi dukungan, bagaimana dengan store manager dan seluruh staffnya yang setiap hari bertemu dengan pelanggannya? Seharusnya mereka bisa membangun ikatan emosional yang lebih erat dengan pelanggan. Dengan ikatan emosional yang erat, pelanggan yang anda miliki akan sulit berpindah untuk berbelanja di toko lain. Tawaran promosi dari toko lain tidak menggerakkan mereka untuk berpindah.

Membentuk suatu ikatan emosional dengan pelanggan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar, namun juga dapat dari suatu hal yang kecil namun bersifat sangat personal bagi pelanggan.Beberapa contoh hal kecil namun dapat bersifat personal tersebut diantaranya adalah :

1. Ingat nama pelanggan anda

2. Cari tahu ranggal lahir mereka dan beberapa anggota keluarga mereka, dan berikan kejutan pada hari ulang tahun mereka.

3. Miliki nomor telepon mereka untuk berjaga-jaga apabila ada produk yang sekiranya memang mereka perlukan.

4. Ingat barang-barang yang rutin mereka beli, dan pastikan barang tersebut selalu tersedia di toko.

5. Permudah dan bantu mereka dalam mengurus after sales service.

Itulah beberapa contoh hal kecil yang dapat membina hubungan emosi dengan pelanggan menjadi semakin erat. Kedekatan anda dengan pelanggan anda akan menciptakan banyak pelanggan yang loyal kepada toko anda.Dan pada akhirnya penjualan anda akan selalu maksimal.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Pentingnya Sebuah Tagline/Slogan

Hits: 4

Setiap kali saya sering bertanya kepada klien : “Apakah sudah punya tagline untuk bisnis anda?”
Kebanyakan dari mereka menjawab : “Belum, mungkin bisa dibuatkan sekalian” atau “Ada, We serve the best!”

Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman klien mengenai tagline. Sehingga, mereka tidak begitu menganggap tagline itu sebagai sesuatu hal yang penting atau tagline yang diciptakannya kurang menyentuh. Di sisi lain, sebuah tagline tidak bisa diciptakan secara instan apalagi menyuruh orang lain yang tidak mengetahui seluk beluk,visi dan misi perusahaan.

Eric Swratz, seorang penulis dan ahli brand, mendefinisikan tagline (slogan) sebagai susunan kata yang diringkas (biasanya tidak lebih dari 7 kata dan diletakkan mendampingi logo dan mengandung pesan brand yang kuat ditujukan kepada target audience tertentu.

Oleh karena itu, penciptaan sebuah tagline perlu disesuaikan dengan citra brand yang hendak dibangun. Berikut ini contoh tagline dari beberapa brand terkenal :

Nike : Just Do It (3 kata)
Sony: It’s A Sony (2 kata)
Citibank Visa: Not Just Visa (3 kata)
Nokia : Connecting People

Seperti juga disampaikan oleh ahli branding lainnya, sebuah tagline erat kaitannya dengan positioning sebuah produk atau jasa. Oleh karena itu, untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan, sebuah tagline juga harus diciptakan sesuai dengan tujuan dan sifatnya. Bisa untuk maksud menjelaskan suatu produk tertentu sampai sifatnya mengajak (provocative).

Descriptive
Yaitu tagline yang bertujuan untuk hanya menerangkan produk/servis/janji brand tersebut. Seperti Nokia: Connecting People.

Spesific
Tagline jenis ini mencoba memposisikan dirinya sebagai yang terunggul dibidangnya. Contohnya : Sony : It’s A Sony.

Superlative
Hampir sama dengan sifat sebelumnya, tagline juga bisa digunakan untuk memposisikan suatu produk sebagai yang paling unggul.

Imperative
Imperative berarti menyuruh untuk melakukan suatu aksi, biasanya diawali dengan kata kerja. Contohnya : Nike : Just Do It.

Provocative
Mengajak atau memancing logika atau emosi audiens biasanya tagline berupa kalimat tanya.
Begitu pentingnya peran tagline untuk membangun positioning sebuah brand. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita jangan asal-asalan membuat sebuah taglin untuk bisnis anda!
Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Istilah Private Label dalam dunia toko retail

Hits: 7

Anda mungkin pernah berkunjung ke suatu supermarket, dan anda menemukan produk yang diberi merksesuai dengan nama tokonya. Contohnya ketika anda berkunjung ke Wallmart, dan menemukan sekantung gula pasir bermerk Wallmart. Ya, itulah yang dinamakan private label.

Private label atau home brand adalah barang yang diproduksi oleh pemasok yang ditunjuk oleh peritel untuk keperluan peritel tersebut. Dalam hal ini, merek,kriteria, ukuran, desain kemasan, bahkan harga sudah ditentukan oleh peritel. Keunggulan dari private label adalah biaya produksi yang lebih rendah daripada barang yang sudah bermerk, karena tidak adanya biaya riset, biaya promosi, dan biaya lainnya. Rendahnya biaya produksi mengakibatkan barang-barang private label bisa dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga jualbarang milik pesaing.

Private label memiliki arti yang sangat strategis dalam bisnis retail karena beberapa benefit berikut ini :

1. Memberi lebih banyak pilihan kepada konsumen khususnya bagi konsumen yang lebih mengutamakan fungsi produk daripada merk.

2. Memberikan value for money yang lebih baik bagi konsumen karena brang private label diproduksi dengan biaya rendah,sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih murah daripada produk-produk yang sudah bermerk.

3. Dalam kompetisi pasar, private label tidak bisa disandingkan secara head to head dengan barang bermek sehingga memberikan hasil yang baik dari sisi marjin.

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris

Pentingnya Kartu Nama Untuk Bisnis Anda

Hits: 8

Mungkin ada 1.001 cara agar bisnis kita bisa dikenal, tapi satu diantaranya yang paling penting dan palin mendasar adalah dengan menyebar kartu nama sebanyak-banyaknya. Kenapa? Karena kartu nama itu sendiri adalah identitas bisnis kita dimana dalam selembar kartu yang kecil itu terdapat berbagai informasi penting tentang bisnis Anda.

Sekarang, sebelum menyimak tulisan lebih lanjut, sudahkah Anda punya kartu nama bisnis Anda sendiri ?

Dalam sekenario pemasaran dapat dikatakan kartu nama itu berfungsi sebagai salah satu alat bantu dalam menjual atau memasarkan sesuatu, baik itu berupa produk, jasa, merek, organisasi bahkan individu sekalipun. Coba tempatkan diri Anda sebagai produk atau merek yang hendak dipasarkan, maka kartu nama itu ibarat brosur yang akan menceritakan siapa Anda, apa bisnis Anda dan apa yang bisa Anda jual untuk mereka.

Seorang pengusaha pernah mengatakan, andaikan Anda adalah buku, maka kartu nama itu adalah kata pengantarnya. Untuk menelusuri intisari buku itu, kita dapat menjajakinya melalui kata pengantar, meskipun hanya sekilas. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk mempunyai kartu nama bisnis Anda sendiri dengan sungguh-sungguh karena selain menilai dari penampilan, gaya bicara, dan apapun yang Anda kenakan, calon klien dan konsumen juga cendrung akan memperhatikan kartu nama Anda sebagai pelengkap citra dan identitas Anda.

Kartu nama adalah elemen identitas yang saat orang lain bertanya : “Apa bisnis Anda?” Anda tidak perlu lagi menjawab dengan setengah ragu-ragu tetapi cukup dengan memberikannya kartu nama Anda dan kemudian menjelaskan dengan percaya diri siapa Anda.

Tentu saja kartu nama menjadi semakin penting perannya dalam bisnis seperti yang dikatakan oleh Tom Peters, seorang pembicara kelas dunia, bahwa kartu nama itu tidak ubahnya seperti kemasan, yang sedikit banyak menentukan apakah produk itu layak dipercaya atau tidak. Oleh karena itu, sangat penting dalam mendesain kartu nama yang menarik dan informatif agar dapat membangkitkan kesan pertama yang positif. Dan hal lain yang perlu juga diingat bahwa desain yang unik dan menarik itu tidak harus selalu rumit, namun tetap harus berkesan simpel.

Dalam karyanya “Make Millions Marketing”, Roger Konopasek berpesan, pesona kartu nama terletak pada sifatnya yang murah, mudah (maksudnya mudah dibawa) dan meriah (meriah dalam arti kaya akan informasi). Segala data mencakup nama, jabatan, pendidikan, bidang usaha, contact number, alamat atau apa saja yang relevan terekspos di kartu nama. Bayangkan semua data yang sangat penting itu dapat disampaikan dengan berharga murah. Tetapi, ada juga perusahaan tertentu yang mencetak kartu nama dalam bentuk CD. Nah, ini relatif agak mahal. Namun, percayalah dampaknya juga akan sepadan dengan biayanya, karena CD itu akan meninggalkan impression yang luar biasa!

Satu hal yang membuat sebagian dari kita sungkan untuk memberikan kartu nama adalah tidak lain karena budaya timur yang melarang orang untuk membanggakan diri atau mengagungkan keunggulan produk secara terbuka di hadapan kenalan kita. Padahal, seharusnya kita bisa bersikap lebih bijak bahwa saat menerima atau memberi selembar katu nama haruslah dengan sikap antusias dan ucapan terima kasih. Dengan demikian, Anda akan menerima respek yang baik dari orang lain.

Sekali lagi, sudahkah punya kartu nama?

Saya bertanya kedua kalinya, karena tidak jarang saya berjumpa dengan kaum profesional yang masih juga tidak/belum memiliki kartu nama. Menurut mereka, “Kami orang back office. Hanya orang front office yang dibekali kartu nama.” Atau ada juga yang mengatakan, “Bisnis saya masih kecil, jadi belum perlu kartu nama.”

Memang, terkadang ada beberapa orang pada level tertentu yang sudah tidak perlu lagi kartu nama untuk menjelaskan siapa mereka. Katakanlah, Bill Gates atau mendiang Steve Jobs. Tanpa mengantongi kartu nama pun orang-orang akan tahu siapa mereka. Tetapi, saya juga yakin, sebelum mereka sukses mereka juga pasti memasarkan produk dan diri mereka melalui kartu nama.
Jadi, kembali saya ingatkan bahwa salah satu resep sukses untuk bisnis cepat dikenal orang adalah dengan mencetak kartu nama sebanyak-banyaknya dan bagikanlah kepada orang yang tepat juga sebanyak-banyaknya! Bahkan kalau perlu berikan kartu nama dua-tiga kali kepada orang yang sama pada kesempatan yang berbeda. Jangan heran, karena setiap pelaku bisnis yang berpengalaman umumnya menyimpan lebih dari 300 kartu nama yang dikumpulkan dari relasi-relasinya. Semakin banyak kartu nama Anda ada dalam list kumpulan kartu nama orang lain, akan memudahkan nama Anda akan ditemukan (setidaknya jika yang satu hilang, masih ada kartu nama Anda yang lain).

Maka perkenalkanlah diri anda dan bisnis anda melalui kartu nama!

Klik disini untuk versi Bahasa Inggris.