Pemimpin Imajiner

Setiap organisasi sudah pasti memiliki pemimpin. Berkembang atau tidaknya organisasi tersebut terletak pada kinerja pemimpinnya. Jika pemimpin dalam suatu organisasi memiliki visi dan misi yang jelas, serta dilaksanakan dengan konsisten, maka sudah dapat diyakini bahwa organisasi tersebut akan mengalami kemajuan. Mengenai kecepatan kemajuan organisasi tersebut, kembali lagi kepada kinerja pemimpinnya.
Adakah organisasi yang tidak memiliki pemimpin? Menurut saya tidak ada, yang ada adalah organisasi yang pemimpinnya tidak berperan dengan baik.Itulah yang saya sebut dengan pemimpin imajiner. Pemimpin imajiner adalah pemimpin yang berada diantara ada dan tiada.Dikatakan ada karena sudah jelas bahwa setiap organisasi ada pemimpinnya.
Hal itu ditunjukkan dan dibuktikan dengan adanya bukti otentik pengangkatan seseorang menjadi pemimpin organisasi. Disisi lain pemimpin dikatakan tidak ada adalah karena peran pemimpin dalam organisasi tersebut relative tidak berfungsi dengan baik.
Berikut adalah beberapa tanda bahwa suatu organisasi berada di bawah pemimpin imajiner:
1. Tidak ada visi dan misi yang jelas,
2. Kebingungan bawahan dalam menentukan sikap.
3. Para bawahan menentukan kebijakannya sendiri tanpa ada arahan inti dari pemimpin.
4. Tidak ada kerjasama tim, alias bawahan bekerja sendiri-sendiri.
5. Pemimpin lebih banyak tidak ada di tempat.
Akibat dari adanya pemimpin imajiner dalam suatu organisasi adalah sangat fatal, dan yang paling utama adalah adanya kemunduran kinerja secara signifikan baik dari para individu anggota organisasi maupun kinerja secara kolektif.
Pemimpin imajiner timbul sebagai akibat dari tidak memilikinya pengetahuan leadership, ditambah dengan karakter dirinya yang bukan type seorang pemimpin, termasuk kekurangmampuan pemimpin tersebut dalam mengkomunikasikan sesuatu. Suatu organisasi yang memiliki pemimpin imajiner sudah seharusnya segera diganti agar kinerja organisasi dan produk yang dihasilkan organisasi tersebut tidak mencapai titik nadir. Jika hal ini terjadi, dan sudah menjadi budaya, maka organisasi tersebut akan sangat sulit untuk bangkit kembali. Ini berlaku untuk semua bentuk organisasi, baik organisasi bisnis, organisasi pemerintah, ataupun organisasi social. Apakah organisasi tempat anda bernaung dipimpin oleh seorang pemimpin imajiner? Tuliskan komentar anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *