Pendidikan Dan Imajinasi

Semua kemajuan sains dan teknologi supercanggih yang membuat kita kagum dan tercengang semula berawal dari kekuatan imajinasi manusia. Adalah Christopher Columbus (1451-1506) yang menggemparkan penduduk Eropa setelah berhasil mendarat di Pulau Bahama (1492) karena keberanian berimajinasi untuk menaklukkan lautan lepas yang semula tak terbayangkan. Penduduk Eropa pun gempar dan mulai membayangkan adanya dunia baru untuk dijelajahi yang kemudian bernama Amerika. Ini benar-benar menjanjikan kehidupan baru yang lebih bebas ketimbang Eropa. Begitu pun Thomas Alva Edison (1847-1931) yang selalu mendapatkan nilai buruk di sekolah sehingga ibunya mengajar sendiri di rumah. Karena kekuatan imajinasinya dan selalu ingin mencoba hal-hal yang baru, ia dikenal sebagai pemegang rekor 1.093 hak paten atas namanya. Yang paling fenomenal dan historikal adalah penemuan lampu listrik olehnya. Mereka memiliki daya imajinasi yang luar biasa sehingga mampu mewariskan karya-karya yang abadi dan  berkelas dunia

Proses awal penemuan teknologi itu berangkat dari kejelian berimajinasi berdasarkan bacaan terhadap semesta. Mungkin sekali dahulu para penemu mobil itu iri pada kecepatan hewan-hewan ketika berlari. Tuhan telah menganugerahkan hewan bisa lari kencang, tetapi manusia diberi keunggulan anugerah otak (head), tangan (hand), dan perasaan untuk berkehendak (heart) sehingga dengan kekuatannya itu manusia berhasil menciptakan teknologi kendaraan yang kecepatannya melebihi hewan yang mereka kagumi. Sebagai apresiasi atau simbol kemenangan, mobil-mobil itu pun diberi nama hewan seperti kijang, kuda, panther, jaguar.

 Lalu logo dan nama-nama pesawat terbang pun diambil dari nama burung. Jadi, semesta ini sebelum diposisikan sebagai objek eksplorasi dan eksploitasi oleh pemilik modal uang, dan politik semula merupakan kitab terbuka yang menggugah imajinasi kita.

Jadi, pendidikan mesti semakin menawarkan banyak alternatif pilihan studi, pengembangan minat dan bakat, dan merangsang imajinasi. Karena dengan imajinasi inilah, maka suatu karya akan muncul. Pendidikan yang dirancang untuk mengembangkan kreatifitas dan imajinasi akan menghasilkan output yang lebih produktif jika dibandingkan dengan pendidikan klasik yang hanya mengandalkan penjelasan teori seorang guru di dalam kelas.

Muara dari pendidikan itu pembangunan budaya bangsa, karakter bangsa, dan kemajuan bangsa. Jadi hakikatnya pendidikan adalah agenda membudidayakan anak-anak bangsa untuk memakmurkan dan memajukan bangsanya. Kemajuan suatu bangsa akan lebih cepat tercapai ketika ada banyak generasi muda di negara tersebut yang memiliki iman=jinasi tinggi dan mewujudkannya dalam suatu produk yang bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *