Sejarah Barcode Untuk Berjualan di Toko

Hits: 31

Penggunaan Barcode kini sudah banyak digunakan oleh berbagai industri dan bisnis ritel. Barcode digunakan dalam proses bisnis ritel atau bisnis membuka toko karena sifatnya yang akurat, mudah digunakan, dan dapat menyediakan pengumpulan data yang seragam dan umpan balik yang tepat waktu, Penggunaan barcode dapat meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Kini, bukan hanya ritel saja yang menggunakan barcode, bidang manufaktur, pergudangan, pengiriman, transportasi dan sebagainya mulai menggunakan barcode untuk proses bisnisnya. Bahkan, pelacakan aset, perawatan kesehatan, konstruksi, manajemen dokumen, hingga tanda peserta pun kini menggunakan barcode.

Sejarah Barcode
Konsep barcode pertama kali dimulai oleh Wallace Flint pada tahun 1932. Dia menemukan sistem pembayaran otomatis untuk toko bahan makanan dengan menggunakan kartu berlubang, yang ditempatkan di alat pembaca.

Kemudian pada tahun 1948, Bernard Silver bersama temannya Norman Joseph Woodland meneliti sebuah metode yang dapat membaca informasi produk secara otomatis. Tinta sensitif sinar ultraviolet digunakan, dimana dengan tinta ini akan membuat pola tinta yang akan bersinar di bawah sinar ultraviolet. Namun, metode tersebut gagal karena ketidakstabilan dan pola pencetakan yang mahal.

Pada tahun 1949, sebuah paten diajukandengan judul “Alat dan Metode Pengklasifikasian”. Simbol yang terdiri dari serangkaian lingkaran konsentris digunakan oleh mereka. Namun, deskripsi diberikan pada simbologi barcode linier saat ini.

Pada tahun 1967, David J. Collins mendirikan Computer Identics Corporation dan mengembangkan sistem barcode hitam putih yang dapat dibaca oleh sinar laser. Sistem ini digunakan untuk distribusi, produksi, pengiriman, penyortiran, dan aplikasi lainnya.

Kemudian pada tahun 1967, salah satu sistem pemindaian pertama dipasang oleh Radio Corporation of America (RCA) yang menggunakan simbol barcode “bull’s eye”.

John F. Keidel menemukan sistem pembacaan barcode pertama yang sukses secara komersial pada tahun 1969. The Universal Grocery Products Identification Code atau UGPIC atau Kode Identifikasi Produk Kelontong Universal mulai dikembangkan pada tahun 1970. Pada tahun 1970, barcode digunakan untuk perdagangan eceran untuk pertama kalinya oleh Monarch Marking. Sistem ini diterapkan untuk keperluan industri untuk pertama kalinya oleh Plessey Telecommunications.

Pada tahun 1970-an, US Supermarket Ad Hoc Committee of Uniform Grocery Product Code didirikan oleh The National Association of Food Chains (NAFC) yang merumuskan kode standar barcode 12 digit. Pada tahun 1973, UGPIC diubah menjadi Uniform Product Code (UPC) oleh George J. Laurer.

UPC Barcode scanner atau Pemindai Barcode UPC pertama dibuat pada tahun 1974 oleh NCR Corp. dan dipasang di supermarket Marsh di Troy, dan Permen karet Wrigley adalah produk pertama yang dipindai oleh pemindai barcode di supermarket.

Setelah mengalami banyak perubahan, barcode saat ini berkembang sebagai alat produktivitas bisnis yang paling efektif. Saat ini, sistem barcode tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis yang berbeda. Sistem ini terutama terdiri dari empat komponen, yaitu:

Printer Barcode
Printer Barcode digunakan untuk mencetak label barcode. Kini, Printer barcode desktop dan nirkabel sudah tersedia secara luas. Thermal transfer dan teknologi direct thermal biasanya digunakan oleh printer barcode. Jika dibandingkan dengan printer konvensional, printer ini mencetak label lebih cepat, lebih efisien, dan dengan kualitas cetak yang lebih baik. Memilih jenis printer barcode yang tepat untuk digunakan terutama didasarkan pada jenis label yang akan dicetak dan jumlah yang dicetak per hari.

Barcode Label
Label barcode tidak lain adalah tag di mana barcode dicetak menggunakan printer barcode. Label dilampirkan pada produk atau barang yang dibaca oleh pemindai. Tata letak label barcode bervariasi tergantung pada industri dan aplikasi. Setiap kombinasi teks, grafik, dan informasi barcode dapat dicetak pada barcode label. barcode label tersedia dalam berbagai bahan yang dapat bekerja di hampir semua lingkungan.

Barcode Scanner
Alat yang digunakan untuk membaca barcode disebut barcode scanner. Alat ini membantu dalam membaca informasi yang ada di barcode secara akurat dan mengurangi tingkat kesalahan seperti yang biasa dilakukan oleh pengolahan data secara manual. Barcode scanner menggunakan berbagai teknologi pemindaian seperti laser, CCD, dan 2D. Memutuskan menggunakan barcode scanner mana yang akan digunakan tergantung pada jenis simbologi barcode dan kondisi atau tempat atau lingkungan di mana alat tersebut akan digunakan.

Database
Proses sistem barcode tidak cukup hanya dengan membaca barcode. Informasi mengenai produk seperti deskripsi, harga, jumlah persediaan, dan akuntansi harus disimpan terlebih dahulu dalam database. Memindai barcode berarti mengakses informasi yang ada di database.

Itulah sejarah Barcode untuk berjualan di toko. Sistem barcode ini telah memberikan solusi efektif dan efisien bagi perusahaan ritel baik yang berskala besar ataupun kecil. Bahkan ketika anda membuka toko kecil untuk pertama kali pun, produk yang akan dijual kini dapat dipasang label barcode dengan menggunakan alat yang mudah dan murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.