Yamaha V-ixion : The Giant Killer

Sejak awal diluncurkan pada tanggal 12 Mei 2007, animo masyarakat terhadap Yamaha V-ixion sudah sangat antusias. Ini terbukti dari ribuan konsumen yang mengantri untuk mendapatkan produk ini sejak bulan Februari. Kenapa Yamaha vixion begitu sukses meraih pasar hingga mengalahkan pesaingnya Honda Tiger ? Ini dia jawabannya

Sebelum mulai diproduksi,Yamaha V-ixion memposisikan diri sebagai motor sport untuk orang-orang yang berjiwa muda. Sebelum Yamaha V-ixion ikut berkompetisi meraih market ini, sudah ada lebih dulu Honda Tiger yang menyasar target pasar ini. Saat itu Honda Tiger merajai pasar motor sport kawula muda,dan relatif tidak ada pesaing. Ini yang membuat Yamaha merasa memiliki peluang untuk meraih pasar tersebut, karena sesuai aturan, sedikit kompetitor maka kesempatan sukses menjadi semakin besar.
Akan tetapi positioning bukan salah satu hal yang menjadikan produk ini sukses. Advertising juga berperan penting. Iklan Yamaha V-ixion diluncurkan jauh-jauh hari sebelum produk ini release, baik melalui word of mouth, ataupun below the line. Kenapa iklan diluncurkan sebelum produk release ? Karena ini penting untuk sosialisasi dan mengetahui animo masyarakat,sehingga target produksi untuk melayani para pelanngannya dapat terpenuhi.
Memang tidak mudah memasarkan suatu produk baru yang telah dimonopoli oleh produk lain, akan tetapi dengan strategi marketing yang tepat, maka monopoli dapat dikalahkan. Berkaca dari kasus Yamaha V-ixion, maka sebetulnya bagi kita yang sedang dan akan melakukan suatu bisnis, tidak perlu takut akan kompetitor. Dengan mengetahui kekuatan akan produk kita, kelemahan produk pesaing, akan selalu ada peluang untuk produk kita dalam rangka meraih pasar. Yang penting harus dipikirkan strategi marketing yang tepat dari awal. Di segmen mana anda memposisikan produk anda, lalu bagaimana cara menyampaikan dan memperkenalkan produk anda, dan tak lupa juga harus dipikirkan pelayanan apa yang dapat anda berikan untuk konsumen, dan berbeda dengan kompetitor kita. Yang terakhir adalah proses. Proses disini adalah bahwa langkah-langkah dalam penyampaian produk hingga ke tangan konsumen telah melalui suatu alur yang sistematis sehingga tidak ada kesalahan komunikasi di setiap departemen perusahaan. Produk yang akan sampai konsumen harus diyakini telah mengalami sentuhan setiap departemen di perusahaan, bagian produksi, marketing, sales, dsb.
Jangan merasa inferior terhadap produk yang anda miliki dibandingkan dengan produk milik kompetitor, justru sebaliknya adalah meramu produk yang anda miliki tersebut sehingga siap dalam pertarungan meraih pasar. Siapa tahu produk anda adalah “Pembunuh Sang Raksasa”. (Klik disini untuk artikel versi Bahasa Inggris).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *